15/08/2023
MENANCAPKAN KONSEP KEGHAIBAN
Inilah yang banyak terlewatkan dari dunia pendidikan anak hari ini. Padahal konsep keghaiban adalah sebuah pundi-pundi simpanan yang teramat mahal.
Konsep keghaiban ini jika telah menancap tak goyah pada diri anak dan pemuda, maka ini menjadi sebuah jaminan akan kebaikannya di kemudian hari dan menjadi alat kontrol yang lebih dahsyat dari kamera cctv.
Dalam Islam, dua kontrol ini harus ada: kontrol fisik dan kontrol spiritual. Yang kedua lebih dahsyat dari yang pertama.
Karena sumber ilmu pendidikan dan parenting hari ini kebanyakan dari barat yang tidak memiliki konsep keghaiban, maka hal ini tidak dimasukkan dalam konsep pembelajaran. Sehingga, penguatan kontrol fisik sangat luar biasa. Dalam satu gedung saja terdapat sekian banyak kamera pengawas. Ini pasti melelahkan. Belum lagi ketika terlalu banyak cara untuk mengakali semua pengawasan fisik tersebut.
Kini, terbayang betapa lelahnya para orangtua. Mereka sangat sadar bahwa pengawasan yang diciptakan oleh rumah dan sekolah sangat-sangat tidak cukup. Apalagi teknologi menjadikan dunia ini tak berbatas. Kebaikan dan keburukan disuguhkan semuanya di sana. Siapa saja bisa memilih sesuai selera.
Sekarang kita paham. Kontrol hati dengan konsep keghaiban inilah yang hilang.
Lihatlah kembali nasehat Nabi untuk Abdullah bin Abbas yang masih berusia SD yang isinya menancapkan konsep keghaiban. Sentralnya adalah Allah!
“Nak, Jagalah Allah, Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, kamu akan menjumpai Nya ada di hadapanmu. Kenalilah Dia dalam keadaan lapang,maka Dia akan mengenalimu di waktu sempit. Jika kamu minta, mintalah kepada Allah. Jika kamu minta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah”
Subhanallah, sebuah keghaiban yang ditancapkan dalam keyakinan hati yang paling dalam dan kokoh.
Tidak ada penjelasan bagaimana cara menjaga Allah. Apakah Allah perlu penjagaan? Bagaimana caranya kita jumpai Allah ada di hadapan? Bagaimana cara mengenali Allah di waktu lapang?