Siapa Pilih Saham Syariah Sudah Tepat Terhindar Dari Investasi Bodong

  • Home
  • Siapa Pilih Saham Syariah Sudah Tepat Terhindar Dari Investasi Bodong

Siapa Pilih Saham Syariah Sudah Tepat Terhindar Dari Investasi Bodong Jangan Masuk Dunia Trading Saham Sebelum Paham Dan Menguasai Ilmunya. Di Uliveacademy Ada Program Belajar nya Secara Gratis!!!

Silahkan Klik website ( tercantum ) diatas.

https://bit.ly/selengkapnyaCLICKPerang muncul bukan karena dorongan kebencian tetapi karena ketamakan manusia yang egois...
06/06/2022

https://bit.ly/selengkapnyaCLICK

Perang muncul bukan karena dorongan kebencian tetapi karena ketamakan manusia yang egois. Perang terjadi karena bertujuan untuk menjajah, untuk memiliki milik orang lain. Tempat yang tidak ada prospeknya tidak mungkin ada perang tetapi sebaliknya tempat yang prospeknya bagus akan mengalami perang. Selama keserakahan terus bercokol dalam diri manusia, maka peperangan tidaklah mungkin selesai. Keserakahan dan kerakusan menghadirkan kompetisi untuk merebut wilayah dengan jalan peperangan.

Selama dalam jiwa manusia terus dikuasai ketamakan dan kerakusan Ini menyatakan bahwa peperangan akan semakin banyak. Seluruh jumlah peperangan dan seluruh jumlah korban yang terjadi selama 200 tahun terakhir dalam abad ke-21 adalah jauh lebih besar dibanding dengan jumlah total seluruh peperangan dari tahun 0 sampai tahun 1900.

Perseteruan menimbulkan kerusakan relasi manusi-manusia secara global, dimana bangsa bangkit melawan bangsa, kerajaan melawan kerajaan. Perseteruan muncul akibat kebencian. Perseteruan dapat memicu perang tetapi rata-rata tidak memicu perang jika kebencian belum mencapai puncak kesepakatan melahirkan perang yang massif.

Bahaya sifat benci yang menjalar mempengaruhi orang lain. Satu orang benci terhadap satu orang yang lain akan memicu kebencian antar kelompok, akhirnya akan muncul kekuatan korps. Gejala ini mengakibatkan dunia tidak akan pernah damai sampai kapanpun. Selama kebencian masih muncul dalam diri manusia, tidak mungkin muncul damai. Kebencian bukan hanya antar personil melainkan juga antar otoritaskekuatan. Kalau ini semua terjadi, akan berefek pada bencana alam yaitu munculnya gempa bumi, kelaparan, dll.

Apa yang sebetulnya ada di belakang orang saling iri dan benci ?
Mengapa orang bisa begitu benci kepada orang lain Inti dari suatu kebencian adalah karena kita terganggu egoisitasnya. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, ada dua ciri yang langsung terjadi yaitu perseteruan antar manusia karena hubungan manusia dengan Tuhan sudah tidak harmonis lagi, seluruh dunia dan ekstensinya akan terkutuk karena kerusakan moral Ilahi (dosa) tersebut.
Orang semakin egois akan semakin banyak merasa “terganggu“ sehingga segala sesuatu akan menimbulkan kebencian terhadap orang lain. Sebaliknya, orang yang tidak peduli ketika dia dirugikan, difitnah, dibangkrutkan, tidak akan membenci orang lain. Perseteruan merupakan demonstrasi dari munculnya fakta dosa sebagai kerusakan moral yang hakiki. Namun fakta dosa yang sangat merusak relasi manusia dengan sesama berusaha ditutup atau dilupakan oleh manusia, tetapi dengan adanya perseteruan justru menunjukkan bahwa kerusakan moral itu ada dengan begitu jayanya bahkan makin lama semakin matang.

Dunia mencoba menyelesaikan masalah ini dengan cara mengglobalkan dunia ini. Di era komunikasi yang semakin maju ini, dunia seolah-olah semakin menyatu sehingga muncul istilah “dunia tanpa batas“. Ketika dunia tanpa batas, manusia justru semakin sektarian berkelompok-kelompok, manusia saling mencurigai, sehingga manusia “pasang pagar“ setinggi mungkin. Makin “pasang pagar“ manusia semakin tidak bisa rukun, perseteruan semakin banyak terjadi. Bahkan dalam 1 kelompok pun menjadi pecah. Semakin orang egois sentrismemikirkan diridiri menjadi pusat, akan semakin banyak perseteruan.

Dunia saat ini justru terus mendorong semangat egois. Suara-suara yang menyuarakan untuk menyerang orang lain yang merugikan diri terus didengungkan. Di saat seperti itu, Tuhan justru menyatakan bahwa Dia mengasihi manusia. Tuhan menciptakan manusia essensinya menebarkan Spirit Cinta Ilah, manusia harus saling mengasihi sesamanya. Cinta Kasih Tuhan harusnya membangkitkan kesadaran manusia tidak saling iri dan benci melahirkan perseteruan dan permusuhan yang menyebabkan manusia selalu merasa hampa, kehilangan ketenangan dan kedamaian jiwanya di atas bumi. Cinta yang demikian adalah cinta yang altruis, lawan dari egois. Altruis adalah kerinduan kita untuk melihat orang lain lebih baik daripada kita, mau berkorban demi kebaikan orang lain, kita rela diperlakukan buruk sekalipun. Ketika merasa dirugikan, Kita harus mencintai orang yang iri dan benci dan menjahati kita. Karen kita tahu orang yang berlaku jahat itu, sering lupa dan tidak sadar dia lagi kehilangan hakikat cinta dari Tuhan yang ditanamkan sejak manusia dan alam Diciptakannya.

Kebencian juga muncul karena semangat kompetitif persaingan. Ketika masuk ke dalam persaingan, kebencian menjadi lebih jahat karena tidak s**a melihat orang lain lebih baik, berposisi lebih tinggi, lebih sukses dari diri. Jiwa persaingan yang seperti ini akan menghasilkan kerusakan relasi karena selalu terjadi benturan, makin tinggi makin besar benturan yang terjadi. Di saat manusia mau di posisi yang lebih tinggi bahkan dengan cara menjatuhkan orang lain, Tidak ada orang mau rela turun dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Rela merendahkan diri bahkan sampai pada tingkat budak, dan menjadi budak sampai mati. Kesabaran puas dihina, diejek, diludahi, karena dianggap miskin, kekurangan, rendah. Itulah kerendahan diri yang tidak akan muncul dari Cinta Tuhan hilang dan hidup dikuasai moralitas yang rusak. Manusia saling berebut Eksistensi bahkan berusaha merebut Eksistensi Tuhan sang Penciptanya.

Di saat manusia mati-matian menggeber kerusakan, kerusakan moral karena dosanya untuk menjadi seperti Tuhan, Tuhan justru mendemonstrasikan bagaimana manusia harus merendahkan diri. Raja-raja dan Pemimpin-Pemimpin Negara yang melayani rakyatnya dengan cinta kasih umur dan masa kekuasaanya diperpanjang Tuhan, dipermuliakan oleh Tuhan. Tetapi yang sombong, angkuh menindas rakyat, baik Raja atau Pemimpin Negara pasti dihancrkan Tuhan. Dalam sejarah peradaban manusia orang yang sombong dan angkuh (Merasa diri adalah Tuhan) akan dihancurkan oleh Tuhan.

Kita perlu membalikkan posisi melekat pada jiwa yang diterangi cahya Ilahi yang sesungguhnya. Kalau tadinya kita hidup dalam cengkeraman dosa (moralitas yang rusak dan jahat), penuh dengan kebencian, penuh dengan persaingan, penuh dengan kesombongan. Kita harus sadar bahwa Tuhan selalu mengajak kita kembali, hidup mengikuti prinsip Tuhan yaitu penuh dengan cinta kasih, mengasihi orang lain, belajar merendahkan diri, belajar untuk melayani. Jadilah pelayan yang rendah hati bagi sesama ciptaan Tuhan yang berdiri sama tinggi duduk sama rendah.
Salah satu ekstensi dari keegoisan manusia adalah merusak seluruh alam. Manusia yang sudah terkutuk moralitas yang jahat dan rusak karena dosa akan menjadi kutukan bagi seluruh isi alam semesta. Gempa bumi dan bencana di mana-mana adalah karena ulah manusia sendiri. Banjir terjadi karena hutan digunduli sampai habis. Efek banjir ini memang tidak langsung terjadi pada saat penggundulan hutan melainkan terjadi setelah bertahun-tahun kemudian. Air tidak terserap ke dalam tanah, akibatnya air tanah menjadi semakin kurang, tanah menjadi kurang subur sehingga hasil tanahpun tidak lagi mencukupi akan kebutuhan pangan, terjadilah kelaparan di mana-mana. Kehancuran ini adalah akibat dosa manusia.

Manusia juga dengan serakahnya menyedot seluruh hasil bumi sehingga lapisan tanah di bawah permukaan bumi menjadi berlubang. Akibatnya terjadi gempa tektonik di mana-mana. Ketika manusia menghancurkan alam, akibatnya temperatur bumi menjadi naik, setiap 3 tahun naik 1 derajat, lapisan es di kutub menjadi banyak yang cair, berarti air di permukaan bumi menjadi naik. Semuanya itu menimbulkan kekacauan ekologi.

Konyolnya adalah manusia menyalahkan Tuhan jika terjadi kecelakaan. Timbullah pertanyaan kalau ada Tuhan mengapa kita sengsara Manusia hanya melihat bagian ujungnya dan tidak mau mengakui kausalitas, lalu melempar kesalahan kepada Tuhan. Ketika akan mengerjakan sesuatu manusia tidak bertanya kepada Tuhan, tetapi ketika tiba sengsara maka Tuhan yang disalahkan. Hukum kausalitas menyatakan bahwa apa yang terjadi sebelumnya akan berdampak sekarang, dan hal ini akan terus berputar; efek yang terjadi sekarang harus kita lihat penyebab sebelumnya.

Tuhan tidak pernah memaksa kita untuk ikut Dia, kita yang punya kesadaran mengikuti Dia. Ketika kita di titik pertama sudah meninggalkan Tuhan, maka semua resiko harus kita tanggung sendiri. Ketika Tuhan sudah melepaskan dan membiarkan kita untuk berjalan sendiri maka kita akan mengalami kehancuran diri. Karena pada saat Tuhan memalingkan diri, Setanlah yang bermain bersama dengan kita. Kuncinya adalah kita harus hidup di dalam Tuhan dibawah kedaulatan otoritas penuh, kalau tidak kita akan diterkam oleh kehancuran.

Disadur dan ditulis oleh Freddy Watania
Editor: Freddy Watania

https://bit.ly/selengkapnyaCLICKMasyarakat Bisa Bangga, Minyak Sawit Jadikan Indonesia Produsen Nomor Satu Energi Terbar...
04/06/2022

https://bit.ly/selengkapnyaCLICK

Masyarakat Bisa Bangga, Minyak Sawit Jadikan Indonesia Produsen Nomor Satu Energi Terbarukan Biodiesel

Masyarakat dan generasi muda perlu mengetahui bahwa Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang sudah mencampurkan energi terbarukan ke dalam minyak solar mencapai 30% melalui Biodiesel B30. Sedangkan di negara-negara lain seperti Argentina, Brazil, hingga Amerika Serikat masing-masing baru memasuki B10, B12, dan B20. Hal ini disampaikan Ketua Bidang Marketing Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), Irma Rachmania saat berbicara di depan siswa, guru dan generasi muda dalam kegiatan BPDPKS Palm Oil Edu Talk Yogyakarta pada Sabtu (18/9).

“Ternyata, di tahun ini, kita sudah berhasil hampir tidak impor minyak solar lagi. Karena sudah dicukupi oleh biodiesel yang menggantikan minyak solar. Biodiesel B30 adalah bahan bakar yang berasal dari campuran minyak sawit 30% dan minyak solar 70%” kata Irma.

Dengan kondisi tersebut, sambung Irma, pada tahun 2020 Indonesia berhasil menghemat devisa sebesar Rp63,4 triliun dan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 14,34 juta ton CO2. “Produksi biodiesel Indonesia pada 2020 sudah lebih dari 11,62 milyar liter” kata Irma.

Diungkap Irma, bahwa di Indonesia terdapat banyak tanaman sumber bahan baku biodiesel seperti Kelapa Sawit, Kelapa, Jarak Pagar, Nyamplung, Kelor dan Kemiri Sunan. Tapi, kenapa kita mayoritas menggunakan kelapa sawit karena kita kaya akan pasokan minyak sawit. “Kita harus mengoptimalkan sumber daya yang kita miliki,” ujar Irma.

Program B30 juga menyerap lebih dari 1 juta pekerja di sektor hulu dan juga dapat meningkatkan pendapatan petani. “Dengan kita menggunakan biodiesel yang berasal dari kelapa sawit, maka itu juga membantu kelangsungan hidup dari para petani kelapa sawit,” tegas Irma.

Lalu, apa hubungannya biodiesel dengan siswa dan generasi milenial? Dijelaskan Irma, “Kita ingin berbagi informasi, bahwa minyak sawit tidak hanya untuk makanan, tetapi juga sumber energi. Indonesia sekarang bahan bakarnya sudah lebih baik (ramah lingkungan-red) lho. Kita tidak hanya membeli minyak solar saja, tetapi juga dalam minyak solar ini ada minyak kelapa sawitnya nih. Supaya kita meningkatkan kebanggaan siswa, generasi muda dan masyarakat Indonesia bahwa kita nomor satu di dunia untuk produsen biodiesel”.

Untuk ke depannya, dikatakan Irma, biodiesel tidak hanya berhenti pada B30 saja, tetapi akan terus dikembangkan, baik dari bahan baku maupun teknologi. Produksi B30 di tahun 2021 diproyeksi sekitar 9,2 juta kiloliter atau setara dengan 57,86 juta barel.

Penggunaan B30 di tahun 2021 diperkirakan akan mengurangi emisi gas rumah kaca mencapai 24,6 juta ton CO2. Jumlah ini mencapai 7,8 persen dari target capaian energi terbarukan untuk tahun 2030.

Disampaikan Irma, saat ini minyak kelapa sawit dapat diolah menjadi green diesel pengganti minyak solar, green gasoline pengganti bensin, dan bioavtur pengganti avtur fosil yang sudah masuk pada tahap uji terbang. “Dan juga dari kelapa sawit, cangkangnya bisa menjadi biomass sebagai bahan baku biomassa pembangkit listrik,” kata Irma. *** (Anwar/BPDPKS)

https://bit.ly/selengkapnyaCLICKSebelum membeli SAHAM... Lakukan analisis yang mendalam, jangan mengambil keputusan kare...
02/06/2022

https://bit.ly/selengkapnyaCLICK

Sebelum membeli SAHAM...
Lakukan analisis yang mendalam, jangan mengambil keputusan karena terbawa emosi dan terpengaruh opini orang lain. Seperti kata Peter Lynch, seorang nvestor saham terkenal asal Amerika Serikat, “Know what you own, and know why you own it”.

Address


Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Siapa Pilih Saham Syariah Sudah Tepat Terhindar Dari Investasi Bodong posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Siapa Pilih Saham Syariah Sudah Tepat Terhindar Dari Investasi Bodong:

Shortcuts

  • Want your school to be the top-listed School/college?

Share