Pusat Pengembangan Khaira Ummah

Pusat Pengembangan Khaira Ummah PENDIDIKAN MASYARAKAT Pengembangan Syi’ar Allah.
2. Pengembangan Ekonomi Ummat.
3. Pengembangan Pendidikan Ummat.
4. Pengembangan Kesehatan Ummat.
5.

VISI:
Menjadi Pusat Penelitian Pendidikan yang terpandang dalam mengembangkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Islami untuk kesejahteraan ummat dengan Masjid Al-Cholil sebagai jantung kegiatannya

MISI:
Mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam bentuk,
1. Pengembangan Kepedulian Antar Ummat

Dengan visi dan misi tersebut di atas, PPKU diharapkan menjadi Pusat Keagamaan dan juga Pusat Kebudayaan.

23/08/2024

23/08/2024
NASKAH PUBLIKASI NON-EKSAKTA: INGIN MASUK SCOPUS?
Riset teman-teman dari Fakultas Bisnis dan Manajemen, Fakultas Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial, FISIP, Fakultas Filsafat, Fakultas Hukum, Fakultas Pendidikan, Fakultas Psikologi, Fakultas Sastra dan Fakultas lain dari kelompok non-eksakta termasuk dari IAIN/UIN/IAI/STAI, pada umumnya merupakan riset kualitatif.
Riset kualitatif maksudnya adalah riset yang didasarkan pada analisis tentang berbagai variabel kualitatif. Ini bukan berarti analisisnya harus analisis kualitatif.
Adapun yang dimaksud analisis kualitatif adalah analisis yang bukan didasarkan kepada metode matematik dan/atau metode statistik. Atau, dengan kata lain, ia bukan analisis kuantitatif.
Khusus untuk teman-teman dari IAIN/UIN/IAI/STAI, riset kualitatif dengan analisis kuantitatif telah dicontohkan oleh Al-Khalil atau nama lengkapnya Abu ‘Abd Al-Rahman Al-Khalil (717-786) seorang ahli linguistik pada abad ke-8 Masehi. Bahkan hingga saat ini publikasi Al-Khalil dianggap sebagai embrio kelahiran disiplin ilmu yang sekarang dikenal dengan nama STATISTIKA.
Riset kualitatif dengan analisis kuantitatif yang rigorous usianya masih sangat muda. Dalam sejarah SAINS, riset jenis ini baru diperkenalkan secara formal (dan bahkan menjadi monumental) tahun 1952 oleh statistisi Jepang di negaranya. Sepuluh tahun kemudian, tahun 1962, statistisi Prancis yang bekerja secara independen memperkenalkan riset jenis ini (juga) di negaranya.
Sungguh menakjubkan dua individu dengan budaya yang sangat berbeda, satu berbudaya Timur dan satu lagi berbudaya Barat, yang bekerja secara independen satu sama lain sampai kepada teori dan metode yang hampir sama. Tahun 1978 terjadilah kontak kerjasama diantara mereka. Kerjasama mereka yang konsisten dan tanpa lelah dalam memajukan peradaban, pada tahun 1992 melahirkan disiplin ilmu baru yang mereka beri nama DATA SCIENCE. Inilah tahun kelahiran Data Science. Tempat lahirnya di Université de Montpellier 2 (UM2), Prancis.
Oleh karena itu, naskah publikasi hasil riset kualitatif dengan analisis kuantitatif yang rigorous dapat dipastikan memiliki peluang yang sangat besar untuk bisa diterbitkan di jurnal internasional yang terindeks Scopus.
Saya berharap bisa berbagi pengalaman, khususnya kepada teman-teman dari berbagai Fakultas tsb diatas, dalam menerbitkan hasil riset jenis ini di jurnal internasional terindeks Scopus Q1. Mudah-mudahan harapan tsb bisa terwujud pada Webinar bulanan CQI-TLP Research Group yang dijadwalkan pada hari Sabtu 7 September 2024.
Acara berbagi pengalaman itu sekaligus sebagai rasa syukur atas keberuntungan yang saya peroleh ditugaskan oleh negara melanjutkan studi Pascasarjana S2 dan S3 di UM2, Prancis, dalam bidang yang sekarang dikenal dengan nama Data Science dibawah bimbingan langsung Professor Yves Escoufier; the Father of Data Science.
Berminat mengikuti Webinar tsb? Silahkan tunggu pemberitahuan lebih lanjut.
CATATAN:
1. Tahun 1977 saya pernah menjadi tutor dalam matakuliah matematika “Persamaan Differensial Parsial” untuk mahasiswa Fakultas Sastra di Université Paul Valéry, Montpellier, Prancis.
2. Undangan mengikuti Webinar ini saya tujukan tidak hanya kepada para sejawat Dosen/Guru Besar dari Sabang s/d Merauke akan tetapi juga kepada para mahasiswa dan Pejabat yang ingin/sedang menjalani program Doktor atau ingin/sedang berprofesi Dosen/Guru Besar.
Salam dari Garut,
Maman A. Djauhari (Pensiun dari ITB tahun 2009)
Activist in scientific knowledge production (kata UNESCO dan kata AEGIS**).
** AEGIS: Australian Expert Group in Industry Studies

CQI-TLP RESEARCH GROUP MONTHLY WEBINAR: LANGKAH-LANGKAH DARI RESEARCH FOR ADVANCEMENT HINGGA PENYUSUNAN NASKAH PUBLIKASI...
25/06/2024

CQI-TLP RESEARCH GROUP MONTHLY WEBINAR:
LANGKAH-LANGKAH DARI RESEARCH FOR ADVANCEMENT HINGGA PENYUSUNAN NASKAH PUBLIKASI INTERNASIONAL BERKELAS

Naskah publikasi internasional berkelas adalah naskah publikasi untuk jurnal internasional yang berpotensi disitasi oleh penulis kelas dunia. Artinya, naskah itu berpotensi meraih followers kelas dunia.

Naskah yang demikian dapat dipastikan layak (eligible) untuk diterbitkan di jurnal yang diindeks oleh pengindeks berkelas seperti WoS dan Scopus.

Namun, naskah seperti itu hanya mungkin dihasilkan (dengan probability yang tinggi) melalui research for advancement (R&A) dan bukan melalui riset yang lain seperti R&D, A&R atau sejenisnya.

Bagaimanakah langkah-langkahnya untuk menghasilkan naskah seperti itu? Jawabannya diberikan di Webinar ini secara rinci dimulai dengan pemilihan topik R&A (untuk bidang ilmu apapun), diikuti pembahasan tentang scientific article writing management (SAWM), hingga penyusunan naskah. Langkah-langkah itu akan diperjelas dengan menggunakan beberapa contoh publikasi yang telah terbukti meraih sukses besar.

Waktu Webinar: Sabtu, 6 Juli 2024, Pukul 09.00-11.00 WIB
Pendaftaran via: bit.ly/CQI_TLP

Selamat mengukir karir.

23/06/2024

23/06/2024
LANGKAH-LANGKAH DARI
RESEARCH FOR ADVANCEMENT
HINGGA
PENYUSUNAN NASKAH PUBLIKASI INTERNASIONAL BERKELAS
Naskah publikasi internasional berkelas adalah naskah publikasi untuk jurnal internasional yang berpotensi disitasi oleh penulis kelas dunia. Artinya, naskah itu berpotensi meraih followers kelas dunia.
Naskah yang demikian dapat dipastikan layak (eligible) untuk diterbitkan di jurnal yang diindeks oleh pengindeks berkelas seperti WoS dan Scopus.
Namun, naskah seperti itu hanya mungkin dihasilkan (dengan probability yang tinggi) melalui research for advancement (R&A) dan bukan melalui jenis riset lainnya.
Bagaimanakah langkah-langkahnya untuk menghasilkan naskah seperti itu? Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut, silahkan ikuti Webinar yang akan diselenggarakan oleh CQI-TLP Research Group pada hari Sabtu pertama bulan depan bertepatan dengan tanggal 6 Juli 2024.
Dalam Webinar ini, langkah-langkah untuk menghasilkan naskah tsb diatas akan dibahas secara rinci dimulai dengan pemilihan topik R&A (untuk bidang ilmu apapun), diikuti pembahasan tentang scientific article writing management (SAWM), hingga penyusunan naskah. Langkah-langkah itu akan diperjelas dengan menggunakan beberapa contoh publikasi yang telah terbukti meraih sukses besar.
CATATAN:
Informasi lebih lanjut tentang Webinar ini akan segera menyusul. Don’t miss it...!
Selamat mengukir karir.
Salam dari Garut,
Maman A. Djauhari (Pensiun dari ITB tahun 2009)
CQI-TLP Research Group, Principal Researcher

21/06/2024QUALITY“Kualitas” – kata yang dibenci tapi dirindukan semua orang. Dibenci karena ia terlampau ikut campur men...
22/06/2024

21/06/2024
QUALITY
“Kualitas” – kata yang dibenci tapi dirindukan semua orang. Dibenci karena ia terlampau ikut campur mengatur kehidupan pribadi dengan sangat ketat & rigid. Dirindukan, karena ia satu-satunya penolong untuk meraih kehidupan terhormat & hakiki.
Energi kata itu adalah sumber kebutuhan primer setiap insan yang mendambakan proses kehidupan yang beradab. Terutama para akademisi; setiap saat bergelut dengan proses yang kerap kompleks.
Oleh karena itu, meningkatkan kualitas proses kehidupan yang terus menerus adalah sebuah keniscayaan. Bagaimana tekniknya? Teknik dalam artikel terlampir adalah solusinya.
Teknik tsb telah meraih pengakuan dari berbagai lembaga internasional termasuk UNESCO, AEGIS (Australian Experts Group in Industry Studies), MQM (Modern Qualität Methoden) Germany & ISOSS (Islamic Countries Society of Statistical Sciences).
Mau mencicipi teknik ini? Pesan saya; jangan risaukan bahasa matematika dalam artikel itu. MS Excel saja cukup untuk mempraktikkannya; tak perlu software khusus.
CATATAN:
Artikel tsb diatas terbit di Journal of Quality Technology, jurnal yang paling prestigious dalam bidang Q-STEM (Quality Science, Quality Technology, Quality Engineering, Quality Management). Artikel lengkap bisa diunduh dari akun di ResearchGate atau silahkan kontak saya langsung kalau ingin cepat mencicipinya.
Selamat menikmati.
Salam dari Garut,
Maman A. Djauhari (Pensiun dari ITB tahun 2009)

26/04/2024Buku “Teknik Memuaskan Editor & Reviewer Jurnal Internasional Berkelas” (foto terlampir) saya tulis dengan sat...
26/04/2024

26/04/2024

Buku “Teknik Memuaskan Editor & Reviewer Jurnal Internasional Berkelas” (foto terlampir) saya tulis dengan satu tujuan, yakni menularkan virus pembangkit semangat menekuni profesi sebagai international scientific writer (ISW).

Profesi ISW yang saya geluti sejak 1981 telah membawa saya ke pergaulan aktif di international scientific community (ISC). Hingga saat ini, telah banyak kepercayaan dari ISC yang saya peroleh. Antara lain:

1. Konsultan berbagai lembaga internasional termasuk World Bank
2. Pengakuan dari UNESCO dan AEGIS (Australian Expert Group in Industry Studies) as activist in scientific knowledge production
3. Gold Medal Award for outstanding contribution to Statistics dari ISOSS 2005
4. Gold Medal Award for contribution to Statistics dari RISE 2021
5. Silver Medal Award for contribution to ICT dari MTE 2022

Sejak diterbitkan oleh ITB Press pada September 2021, sudah sekitar 1.500 Dosen/Guru Besar dari Sabang s/d Merauke yang memiliki buku ini.

Untuk diketahui, cara menulis naskah ilmiah untuk konsumsi para pembaca di ISC jauh berbeda dengan cara menulis naskah untuk konsumsi para pembaca di komunitas saintifik dalam negeri.

Nah, kesulitan utama yang dihadapi kawan-kawan Dosen dalam menulis naskah dan menerbitkan publikasi internasional yang berkelas adalah masalah pergaulan di ISC. Selain itu, bagi kawan-kawan Dosen pada umumnya, kunci sukses pergaulan di ISC masih sangat samar.

Harap dicatat p**a bahwa kunci sukses pergaulan di ISC itu bukanlah publikasi yang menyajikan NOVELTY & HIGH IMPACT. Akan tetapi GLOBAL NOVELTY & GLOBAL HIGH IMPACT.

Kunci sukses tsb sulit diraih via R&D (research & development) karena memang R&D bukan gerbangnya. Gerbang untuk meraih kunci tsb adalah R&A (research for scientific advancement). Oleh karena itulah perlu ada lompatan dalam budaya riset para Dosen. Lompatan dari R&D ke R&A ...!

Masih banyak kiat-kiat lain dalam buku tsb di atas yang perlu diketahui. Ingin memiliki buku tsb? Silahkan japri ke saya via FB Messenger dengan mencantumkan No. WA. Info selanjutnya akan disampaikan via WA.

Selamat berkarya...!

Salam dari Garut,
Maman A. Djauhari (Pensiun dari ITB tahun 2009)
Ketua Majelis Guru Besar ITB 2007-2008

23/04/2024STRATEGI PEMBANGUNAN INDUSTRI PENDIDIKAN TINGGIIndustri Pendidikan Tinggi (IPT) adalah terobosan baru dalam du...
23/04/2024

23/04/2024

STRATEGI PEMBANGUNAN INDUSTRI PENDIDIKAN TINGGI

Industri Pendidikan Tinggi (IPT) adalah terobosan baru dalam dunia Pendidikan Tinggi. Sebuah industri jasa berbasis Human Capital yang berpotensi besar sebagai Penghasil Devisa. Ia bukan industri tradisional berbasis Sumber Daya Alam.

IPT adalah industrinya para akademisi yang memiliki tekad untuk memberikan kontribusi terbaiknya kepada pembangunan ekonomi bangsa yang bermartabat.

Webinar ini akan memaparkan "Strategi Membangun IPT Penghasil Devisa" yang diawali dengan catatan sejarah Indonesia dalam mengekspor produk PT, dilanjutkan dengan kisah sukses berbagai bangsa dalam IPT, lalu SWOT Analysis tentang kondisi PT di Indonesia saat ini dan prediksi ke depan,

Webinar ini akan diakhiri dengan diskusi tentang langkah2 strategis membangun IPT.

Para akademisi yang ingin mengeksplorasi potensi luar biasa PT dalam menghasilkan devisa bagi negara, diundang menghadiri Webinar ini.

📅 Tanggal: Sabtu, 27 April 2024
🕒 Waktu: 13.30-15.00
📍 Tempat: Online

👉 Pendaftaran klik : bit.ly/CQI_TLP

17/04/2024

17/04/2024
INDUSTRI PENDIDIKAN TINGGI: PENGHASIL DEVISA
Dalam 8 pekan terakhir (Periode 20/02/2024 s/d 14/04/2024), jumlah pengunjung ke showroom/akun di ResearchGate bertambah banyak dan semakin beragam. Para pengunjung itu terdiri atas Postdoc researchers, PhD students dan Professors.
Mereka berasal dari 71 negara asing dengan disiplin ilmu yang berbeda-beda dengan spektrum yang luas; mulai dari Hard Sciences (e.g., Probability Theory), Hard Engineering (Engineering Physics), Soft Engineering (Computer Security and Reliability) s/d Soft Sciences (Business Administration, Marketing). Total ada 52 disiplin ilmu.
DATA RESEARCHGATE
Data pengunjung yang lebih rinci adalah sbb (diperoleh dari ResearchGate database per tanggal 14/04/2024 pukul 11.30).
I. Asal Negara Para Pengunjung
Para pengunjung berasal dari 71 negara asing dengan jumlah Reads 579. Adapun negara asing dengan jumlah Reads terbanyak (>=10 Reads) adalah:
1. US (88 Reads)
2. Malaysia (87)
3. India (53)
4. UK (30)
5. Papua New Guinea (20)
6. Philippines (16)
7. Germany (15)
8. South Africa (14)
9. Hong Kong, Japan, Netherlands & Sri Lanka (10)
II. Disiplin Ilmu Para Pengunjung
Para pengunjung berasal dari 52 disiplin ilmu. Diantaranya, ada 13 disiplin ilmu dengan jumlah Reads terbanyak (>=5 Reads), yaini:
1. Computational Economics (29 Reads); umumnya membaca artikel tentang Financial Market
2. Statistics (12)
3. Teacher Education, Educational Technology, Teaching Methods (8)
4. Mycology, Immunology, Microbiology, Industrial Design (7)
5. Industrial Engineering (6); umumnya membaca artikel Statistical Complex Process Quality Control
6. Nanotechnology, Materials Chemistry, Manufacturing (5)
III. Senioritas Para Pengunjung
Para pengunjung terdiri atas Postdoc researcher (76 Reads), PhD student (27), dan Professor (11).
REKOMENDASI
Saat ini Indonesia memiliki ratusan ribu akademisi di mana sekitar 6.000 di antaranya adalah Guru Besar. Apabila para akademisi itu memiliki showroom/akun masing-masing di International Scientific Databases, dan aktif meremajakan tampilan isi showroom tsb dengan karya-karya yang berupa international scientific achievements, saya dapat membayangkan betapa cemerlangnya Indonesia di mata dunia.
Dengan individual showrooms sebanyak itu, saya yakin kita hanya perlu satu langkah lagi untuk membangun Industri Pendidikan Tinggi (IPT). IPT adalah industri BESAR penghasil devisa yang totally berbasis Human Capital dan bukan berbasis Natural Resources. Natural Resources boleh menyusut atau bahkan habis. Tapi Human Capital justru akan semakin kaya & semakin melimpah apabila dikelola dengan baik & benar.
Tidak perlu belajar jauh-jauh untuk membangun IPT penghasil devisa. Cukup belajar dari tetangga terdekat, sebut saja, Australia dan Singapore. Pada tahun 2015, di Australia sektor IPT adalah penyumbang terbesar ketiga kepada pembangunan ekonomi negara itu. Bagaimana dengan Singapore? Tahun 2010-2011 saya terlibat dalam pemasaran IPT yang dimotori oleh salah satu universitas ternama di Singapore dengan nilai ekonomi yang amat fantastis.
Pembangunan IPT sebagai penghasil devisa adalah tantangan yang amat sangat signifikan bagi para akademisi khususnya para Guru Besar. Ia juga adalah tantangan bagi berbagai organisasi Dosen/Guru Besar.

IPT adalah ibarat transformer yang akan mampu mengubah posisi/peran akademisi dari “beban” negara menjadi sumber penghasil devisa bagi negara.
Kepada semua akademisi, saya menghimbau; marilah kita mulai membangun showroom masing-masing di International Scientific Databases seperti ResearchGate. Lalu, kita konsisten meremajakan dan memelihara showroom tsb. Tidak diperlukan biaya untuk itu.
Setelah itu, selanjutnya kita bangun bersama-sama showroom akademisi Indonesia (saya singkat SAIN) baik dalam scope PTN/PTS, scope regional maupun scope nasional. Diharapkan semua Dosen terlibat dalam membangun SAIN. Dengan bermodalkan SAIN kita bangun IPT penghasil devisa. Ini industri milik kita. Industrinya para akademisi Indonesia untuk pembangunan negara bangsa...!
Adakah PTN/PTS yang berminat merintis IPT penghasil devisa? Atau DIKTI barangkali? Atau BRIN barangkali? Atau ormas Muhammadiyah yang menaungi banyak PTS barangkali? Atau ormas yang lain? Saya siap berpartisipasi & berkontribusi.
Just my 2 cents.
Salam dari Pusat Pengembangan Khaira Ummah (PPKU) Garut,
Maman A. Djauhari (Pensiun dari ITB tahun 2009)
Ketua Majelis Guru Besar ITB 2007-2008
International Scientific Writer

13/04/2024

13/04/2024

DARI PINDAD KE PANGGUNG INTERNATIONAL GOLD MEDAL

Ini tentang scientific product yang sudah lama (hampir 20 tahun) terbit di JQT (Journal of Quality Technology). Namun, benefitnya dan berkahnya masih mengalir deras. JQT adalah the most prestigious journal in the world dalam bidang Quality Science & Technology. Oleh karena itu, bisa menerbitkan artikel di JQT adalah dambaan setiap quality professional di mana pun berada.

Scientific product yang dimaksud di atas adalah sebuah produk yang berupa advancement in science; persisnya sebuah breakthrough yang berujung pada invention in science.

Berkah Data PT. PINDAD
Tahun 2003 saya mengirim seorang mahasiswi ke PT. PINDAD (Perindustrian Angkatan Darat) di Jl. Terusan Gatot Subroto 517, Bandung. Satu kota dengan kampus kami ITB di Jl. Ganesa 10, Bandung. Letak geografis kedua institusi ini pun tidak berjauhan.

Tugas yang saya berikan kepada mahasiswi tsb adalah mengumpulkan data yang akan menjadi empirical evidence untuk riset dia dalam rangka tugas akhir Program Sarjana. Topiknya tentang pengontrolan kualitas variabilitas proses.

Setelah data terkumpul, kemudian saya amati. Surprisingly, saya menemukan data tsb memiliki struktur matematikal yang sungguh unik. Unexpected blessing...! Sebuah keunikan yang dapat saya gunakan untuk memberikan ilustrasi kepada para quality professionals di seluruh dunia agar lebih mudah memahami bukti matematikal yang saya susun.

Bukti tentang apa? Tentang dalil yang saya kemukakan bahwa: “Teknologi pengontrolan kualitas proses yang KOMPLEKS, yang selama itu digunakan para quality professionals, bersifat BIASED.” Sedangkan “biased” adalah karakter teknologi pengontrolan yang sangat berbahaya dalam proses pengambilan keputusan.

Keunikan data itu pun sekaligus dapat saya gunakan untuk menunjukkan the best practice yang seharusnya dilakukan (khususnya di industri manufaktur) dalam pengontrolan kualitas proses yang KOMPLEKS agar hasilnya bersifat UNBIASED.

Proses di JQT: Global Novelty & Global Impact
Pada tahun 2003 itu juga sebuah manuscript tentang teknologi baru yang bersifat UNBIASED dalam pengontrolan kualitas proses yang KOMPLEKS, saya kirim ke JQT untuk diterbitkan. Proses penerbitannya (sejak manuscript submission s/d terbit dalam bentuk tercetak) amat sangat ketat dan berat.

Perdebatan yang sangat seru terjadi terutama dengan Editor in-Chief. Masalah yang diperdebatkan bukan hanya menyangkut global novelty yang menuntut pembuktian matematikal namun juga menyangkut global impact; termasuk impact terhadap science, teknologi dan terhadap industri.

Perlu waktu 1,5 tahun bagi saya berdebat via emails dengan Editor in-Chief, Editor, dan reviewers JQT. Memang perdebatan yang melelahkan. Namun sangat fruitful mulai dari perdebatan tentang formulasi matematikal s/d perdebatan tentang langkah-langkah teknis praktik pengontrolan di industri manufaktur.

Setelah mereka yakin akan kontribusi yang signifikan dari manuscript tsb, akhirnya pada awal Januari 2005 manuscript itu diterbitkan dengan judul “Improved Monitoring of Multivariate Process Variability.”

Di dalam email terakhir sebelum artikel itu terbit, Joe Sullivan, Editor in-Chief menulis sbb: “Your article will be a significant contribution to the literature.” Maksudnya, literatur dalam bidang Q-STEM (Quality Science, Quality Technology, Quality Engineering, Quality Management) dan bidang Statistics.


Real Impacts
Editor in-Chief benar...! Hanya dalam waktu 9 bulan setelah terbit, tepatnya tanggal pada 22 September 2005, saya menerima email yang dikirim oleh dua lembaga internasional UNESCO dan AEGIS (Australian Expert Group in Industry Studies). Isinya berupa recognition kepada saya sebagai activist in scientific knowledge production in Asia-Pacific region.

Tidak hanya itu, pada 5 Desember tahun 2005 itu juga saya dianugerahi Gold Medal Award oleh ISOSS (Islamic Countries Society of Statistical Sciences). Di medali emas itu tertulis: “For outstanding contribution to statistics”

Sejak saat itu, hingga sekarang, recognitions datang bertubi-tubi dari berbagai lembaga internasional. Saya benar-benar menikmati dan mensyukurinya. Kenikmatan dan kepuasan berprofesi sebagai international scientific writer memang tak terpermanai nilainya. Belum lagi kenikmatan yang saya rasakan karena dapat turut serta mengibarkan Bendera Merah Putih di berbagai penjuru dunia melalui profesi tsb.

Ada yang ingin mencicipi artikel tsb? Silahkan unduh di akun di ResearchGate. Atau boleh juga dilihat di akun di Scopus database.

Rekomendasi
Kepada para quality professionals (terutama quality engineers dan quality managers), berhati-hatilah...! Kalau belum mempraktikkan teknologi yang disajikan dalam artikel tsb di atas, maka keputusan yang dibuat selama pengontrolan kualitas proses kompleks PASTI akan bersifat BIAS.

Salam dari Garut,
Maman A. Djauhari (Pensiun dari ITB tahun 2009)
International Scientific Writer

28/03/2023: Rangka atap Masjid Al Cholil sisi Selatan sudah terpasang. Pemasangan atapnya siap dilaksanakan.
28/03/2023

28/03/2023: Rangka atap Masjid Al Cholil sisi Selatan sudah terpasang. Pemasangan atapnya siap dilaksanakan.

27/03/2023: Pemasangan atap Masjid Al Cholil sisi Selatan
28/03/2023

27/03/2023: Pemasangan atap Masjid Al Cholil sisi Selatan

25/03/2023: Pemasangan atap Masjid Al Cholil sisi Barat
28/03/2023

25/03/2023: Pemasangan atap Masjid Al Cholil sisi Barat

Address

Jalan Arinda, No. 81, Kampung Babakan Sindangsari, Desa Sukaratu, Kecamatan Banyuresmi
Kabupaten Garut
44191

Telephone

+62811204117

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pusat Pengembangan Khaira Ummah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Pusat Pengembangan Khaira Ummah:

Shortcuts

Share