Salah satu agenda prioritas pembangunan pendidikan nasional sebagaimana dirumuskan dalam nawacita adalah “meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia.” Agenda pembangunan dalam bidang pendidikan menargetkan 10 sasaran, diantaranya sasaran ke-3 yaitu “menurunnya kesenjangan partisipasi pendidikan antarkelompok masyarakat, terutama antara penduduk kaya dan penduduk miskin, antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan, antara wilayah perkotaan dan perdesaan, serta antardaerah.”
Salah satu pencapaian sasaran nawacita pembangunan pendidikan di atas dilakukan melalui “program studi bandung kepemimpinan kepala sekolah,” khususnya kepala sekolah yang sudah mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan kepala sekolah dari daerah 3 T (terdepan, terluar, tertinggal). Program ini mengkondisikan para kepala sekolah dari daerah 3T untuk mempelajari berbagai keunggulan pada sekolah-sekolah yang sudah mengimplementasikan kurikulum 2013. Kondisi nyata pada sekolah-sekolah di daerah 3T adalah minimnya daya saing sekolah dibandingkan dengan sekolah-sekolah di luar daerah 3T. Hal ini diantaranya disebabkan oleh rendahnya inisiasi inovasi yang dilakukan pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) dalam menjalankan sekolah. Untuk menginisiasi perubahan sekolah dirasakan sangat berat, apalagi kepala sekolah sebagai pemimpin sekolah tidak memiliki bayangan kemana dan bagaimana sekolah ini harus dikelola. Kondisi daerah yang sampai saat ini masih kurang tersentuh menyebabkan kondisinya tidak setara dengan daerah lain di luar 3T. Jika kondisi ini tidak diubah maka pendidikan di daerah 3T tidak akan berubah dari sisi kemampuan daya saingnya dengan daerah lain di luar 3T. Program ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan antara sekolah- sekolah yang berada di daerah 3T dengan sekolah lainnya di daerah di luar
3T, khususnya yang sudah mengimplementasikan kurikulum 2013. Peningkatan mutu sekolah-sekolah di daerah 3T dilakukan dengan cara meningkatkan kepemimpinan kepala sekolah sebagai ujung tombak peningkatan mutu sekolah. Melalui peningkatan mutu kepala sekolah, diharapkan semua peran yang harus diemban kepala sekolah dapat dilaksanakan secara efektif dan semua masalah yang dihadapi sekolah dapat dipecahkan.