20/06/2021
◾ LISAN, SURGAMU ATAU NERAKAMU ! ◾
Apabila setelah belajar agama ternyata lisan semakin pedas dengan celaan dan sindiran, lebih banyak membahas fitnah dan bantahan daripada ilmu, semakin sombong, hasad dan merendahkan manusia, maka itulah pertanda bahwa ilmu yang diperoleh "Tidak Berkah".
Dengan lisan itu mereka berdusta, bersaksi, bersumpah palsu, mencaci maki & mencela, mengutuk, berkata keji, mengejek, berfatwa tanpa ilmu, namimah dan berdakwah kepada kesesatan, melakukan fitnah, ghibah, dll.
(1). Imam adz-Dzahabi رحمه الله berkata :
"Tidak ada seorang imam pun yg sempurna dalam kebaikan, melainkan di sana ada saja orang-orang yang bodoh dari kaum muslimin dan ahli bid’ah yang s**a mencelanya serta menghancurkan kehormatannya" (lihat Siyar A’laamin Nubalaa' XIV/344)
(2). Benarlah Nabi ﷺ yang bersabda :
"Kebanyakan dosa anak adam itu ada pada lisannya" (HR. Ath-Thabrani dalam al-Kabiir X/243 serta al-Baihaqi dalam asy-Syu'ab IV/240, hadits dari Abdullah bin Mas'ud, lihatlah Shahiihul Jaami’ ash-Shaghiir no. 1201)
Namun di masa sekarang ini dosa pada lisan banyak yang telah dituangkan dalam bentuk tulisan pada buku, majalah, tabloid, di surat kabar, tulisan di media sosial, seperti twitter, facebook, instagram, telegram, wa, dll.
Bahkan terkadang dijumpai bahasa tulisan lebih tajam serta lebih berbahaya dari pada bahasa lisan, karena bisa berdampak sangat buruk bagi seseorang dan suatu komunitas, ataupun masyarakat secara luas.
(3). Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata :
"Sesungguhnya hamba ada yang benar-benar datang pada hari Kiamat dengan membawa kebaikan-kebaikan sebesar gunung-gunung, tetapi dia mendapatkan lisannya sungguh telah menghancurkan kebaikannya tersebut semuanya" (Ad-Daa' wad Dawaa' hal 375)
✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
https://telegram.me/najmiumar
Instagram :
Youtube : najmi umar official