Aksa Academy Indonesia

Aksa Academy Indonesia Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Aksa Academy Indonesia, Educational consultant, Jakarta.

Dukung kamu jadi versi terbaikmu dengan self-development & personal branding 💡
Remote Working Skills ✨
Komunitas, Group & 1-on-1 Mentoring Session
Platform Belajar Telegram & Zoom
80+ Teman Aksa, 100+ mentee 👥
Yuk tumbuh bersama 🤗

“Kurang pengalaman.”“Kurang koneksi.”“Kurang skill.”Kalimat-kalimat ini pasti sudah cukup sering kita dengar waktu lagi ...
20/08/2026

“Kurang pengalaman.”
“Kurang koneksi.”
“Kurang skill.”

Kalimat-kalimat ini pasti sudah cukup sering kita dengar waktu lagi cari kerja kan? Kesannya, kesalahan atau kekurangan selalu ada di pihak kita ya?

Memang betul: belajar skill baru, bikin portofolio, dan membangun relasi itu penting. Tapi kadang kita terlalu cepat menyimpulkan kalau belum dapat kerja, berarti kita yang kurang usaha atau kurang improve skill.

Padahal, kenyataannya, mendapatkan peluang kerja memang lagi nggak mudah untuk saat ini.

Di 2025, tingkat pengangguran usia 15–24 tahun di Indonesia ada di angka 13%.¹ Artinya, dari 100 anak muda yang masuk angkatan kerja, baik yang sudah bekerja atau lagi aktif cari kerja, ada sekitar 13 orang yang belum dapat pekerjaan.

Jadi kalau kamu lagi ada di fase apply sana-sini, sudah usaha tapi belum ada kabar, capek nunggu notice dari perusahaan atau HRD, mungkin ini bisa jadi sedikit pengingat: jangan langsung menyalahkan diri sendiri yaa!

Ada hal-hal yang memang kuasanya (dan dampaknya) jauh lebih besar dari kita. Jumlah lowongan, akses pendidikan dan pelatihan, kualitas magang, persoalan upah/gaji, sampai perlindungan pekerja, semuanya dipengaruhi keputusan yang dibuat di level yang lebih besar juga.

Makanya, paham politik bukan soal kita tuh harus memilih kubu atau ribut di kolom komentar. Ini soal tahu bahwa kebijakan publik bisa masuk ke hidup kita, bahkan sampai ke proses kita cari kerja dan mendapatkan nafkah untuk biaya hidup sehari-hari.

Kita tetap bisa ambil langkah: belajar, berkarya, cari peluang, dan bangun koneksi. Tapi kita juga bisa saling bantu buka akses dan ikut menyuarakan sistem kerja yang lebih adil.

Karena nggak semua orang mulai dari garis yang sama. Peluang hidup kita sehari-hari juga dibentuk oleh kebijakan, jadi yuk mulai lebih kritis dan melek politik!

¹ World Bank, World Development Indicators; sumber data: ILO Modelled Estimates, 2025. Angka ini menghitung angkatan kerja usia 15–24 tahun, bukan seluruh pop**asi anak muda.
² World Bank, Indonesia Economic Prospects, Desember 2025.

Dirgahayu Indonesiaku, lekas pulih dan sehat kembali 🙏🏻
17/08/2026

Dirgahayu Indonesiaku, lekas pulih dan sehat kembali 🙏🏻

Hai hai Teman Aksa!Banyak nih yang nanya ke Minsa:"Mau kerja remote tuh mulainya gimana sih?"Nah, kali ini Minsa mau sha...
31/07/2026

Hai hai Teman Aksa!

Banyak nih yang nanya ke Minsa:
"Mau kerja remote tuh mulainya gimana sih?"

Nah, kali ini Minsa mau share step-by-step sekaligus tipsnya yang bisa kamu simak di postingan ini ya!

Langkah pertama:
Kenali dulu apa aja kemampuan (ability) dan keterampilan (skill) yang kamu miliki. Kamu bisa 'nyontek' di CV kamu dan melihat pengalaman kamu selama ini, hard skill dan soft skill apa yang sudah kamu kuasai? Bidang apa yang kamu geluti dan minati? Kalau kamu fresh graduate atau belum ada pengalaman kerja, kamu bisa runut kembali pengalaman organisasi maupun hal-hal yang kamu s**a lakukan. Dari situ, kamu akan dapat gambaran kemampuan dan keterampilan yang kamu miliki.

Langkah kedua:
Pahami core value dalam hidupmu. Nah ini susah-susah gampang ya, karena kebanyakan ngga diajarin dan kita harus belajar mandiri. Kamu bisa ikuti step-step nya di sini: tinyurl.com/CoreLifeValue

Langkah ketiga:
Asah terus pengalaman kamu di bidang yang akan ditekuni untuk kamu mulai kerja remote nanti. Misal, kamu s**a bidang social media nih, banyak-banyak belajar dan perdalam ilmu lewat kursus atau video tentang socmed. Kamu bisa daftar kursus online gratis di Coursera, Udemy, Google, dan bahkan cari video tutorial di YouTube. Ngga perlu bayar kursus mahal dulu selama fase awal eksplorasi ya!

Nah kalau kamu penasaran tools apa sih yang digunakan buat kerja remote, gambaran skill dan sebagainya, kamu bisa pelajari infografis interaktif tentang remote working yang Minsa rangkum di sini:
tinyurl.com/InfografisRemote

Kalau kamu udah melakukan 3 langkah tadi, tinggal pelan-pelan susun portofolio dan bangun personal branding supaya calon klien bisa mengetahui tentang kamu dan skill kamu!

BONUS:
Kamu bisa mempelajari semua hal di atas lewat rekaman webinar Pivoting to Remote Work, akses di tautan ini ya:
tinyurl.com/PivotingRemoteWorkAksa

So tunggu apa lagi, yuk coba sekarang! Kasih tahu Minsa ya apakah tips ini membantu kamu dan kabarin progressnya di kolom komentar 🤗

Yahhh, udah hari Senin lagi ya? Cepet banget 😢Yap, hari Senin jarang dapat 'apresiasi' atau antusiasme, ngga seperti har...
20/07/2026

Yahhh, udah hari Senin lagi ya? Cepet banget 😢

Yap, hari Senin jarang dapat 'apresiasi' atau antusiasme, ngga seperti hari Jumat atau akhir pekan misalnya.

Senin mengemban beban berat, yaitu mengawali pekan yang bisa jadi permulaan dari segala hal yang akan menentukan seminggu ke depan. Ada ujian, meeting penting, kewajiban laporan ke atasan, dan segala tekanan lainnya yang bisa jadi telah lama kamu persiapkan.

Di hari Senin ini, Minsa ngga mau ngajak kamu untuk 'fake it until you make it' atau pura-pura semangat, tapi jalani hari ini semampunya, dan temukan setidaknya satu saja alasan kamu untuk bertahan dan terus berjalan di Senin ini: sesimpel makan siang favorit yang kamu rencanakan, sekadar me-time untuk dirimu sendiri, atau bertemu teman setelah lelah bekerja; lakukanlah apa yang membuat hatimu bergembira hari ini ya!

Selamat hari Senin, Teman Aksa semuaa 🤗

19/07/2026

Jadi entrepreneur dan memutuskan berwirausaha, sebenarnya pilihan yang tepat ngga sih in this economy? Atau ternyata malah berpotensi blunder ya?

Di Cerita Suara kali ini, kita akan kenalan dengan Khairunzaman Bin Kamarulzaman, Founder, Chairman, and Group CEO of ZAMAN Group dari Malaysia yang akan membagikan sepenggal kisah hidupnya dalam s**a duka merintis bisnis dan memaknai perjalanan entrepreneurshipnya!

Lelaki Gen-Z yang akrab disapa Khairun ini tidak melalui segala sesuatunya dengan mudah. Kebalikannya, segala hal yang ia lakukan saat ini adalah bukti kegigihannya sebagai perintis. Memulai bisnis dari 0, berjibaku dengan berbagai kendala dan tantangan, hingga akhirnya berhasil membangun bisnis bernilai sosial.

Yuk dengerin Cerita Suara bersama Khairun dari awal sampai akhir buat dapet insight seputar entrepreneurship dan kiatnya menghadapi berbagai permasalahan yang justru mengubah hidupnya jadi lebih baik.

Buat kamu yang penasaran dengerin cerita lengkap Khairun dan juga Dea, boleh disimak di link full podcast Cerita Teman Aksa berikut ini ya: [tinyurl.com/CeritaTemanAksa-1]

Kamu tertarik membangun bisnis atau merintis usaha juga? Share pendapatmu di kolom komentar ya!

——

Is becoming an entrepreneur and starting your own business still the right choice in today’s economy? Or could it actually turn into a costly mistake?

In this episode of Cerita Suara, we’re joined by Khairunzaman Bin Kamarulzaman, Founder, Chairman, and Group CEO of ZAMAN Group, Malaysia. He shares a glimpse of his entrepreneurial journey, from the ups and downs of building a business to the lessons that shaped the way he sees entrepreneurship today.

Better known as Khairun, this Gen Z entrepreneur didn’t have an easy path. In fact, everything he has achieved today is the result of persistence, resilience, and the courage to start from scratch. From building a business with almost nothing, overcoming countless challenges, to eventually creating a business with a strong social impact, his story is a reminder that every setback can become part of the journey.

Listen to Khairun’s story from beginning to end and discover valuable insights about entrepreneurship and

Buat kamu yang sedang menekuni remote work atau ingin mencari klien sebagai freelancer, pernah kepikiran:“Dapat klien da...
18/07/2026

Buat kamu yang sedang menekuni remote work atau ingin mencari klien sebagai freelancer, pernah kepikiran:

“Dapat klien dari mana ya, selain LinkedIn atau platform seperti Upwork?”

Jawabannya: banyak jalan untuk menemukan dan menarik klien. Berdasarkan pengalaman Teman Aksa dan Kak Dewi , ini lima cara yang sudah terbukti berhasil di banyak case:

1. Referral dari klien sebelumnya
Kerja yang rapi dan service yang baik sering membuka pintu rekomendasi. Klien yang puas biasanya senang memberi word of mouth ke calon klien lain. Jadi, selalu komunikatif, terbuka, dan berikan hasil terbaikmu.

2. Mutual friends, kenalan, dan keluarga
The power of silaturahmi! Kita nggak pernah tahu klien berikutnya akan datang dari mana. Ikut reuni alumni, acara komunitas, arisan, atau undangan keluarga pun bisa menjadi kesempatan memperluas koneksi.

3. Personal branding
Jangan menyepelekan personal branding. Sesibuk apa pun, sempatkan membagikan skill, pengalaman, insight, atau portofolio di media sosial. Ini membantu calon klien tahu bahwa kamu ada dan mampu membantu mereka.

4. Networking online dan offline
Networking bukan cuma datang ke acara langsung. Ikuti webinar, seminar, komunitas, atau diskusi online. Semakin luas koneksimu, semakin besar p**a peluang bertemu klien baru.

5. Pay it forward
Bantu duluan untuk membangun kepercayaan dan portofolio. Kamu bisa menawarkan bantuan kepada UMKM, komunitas, atau usaha teman dalam periode terbatas, misalnya 1–2 minggu. Sebagai gantinya, minta testimoni dan izin menjadikan hasil kerja tersebut sebagai work sample. Usaha mereka terbantu, kamu pun punya bukti kerja untuk membuka peluang berikutnya.

Lima cara ini bisa jadi jalan menjemput rezeki klien remote kalau kamu tekuni. Menurutmu, mana yang paling works? Atau, mana yang belum pernah kamu coba tapi ingin banget dilakukan?

Share di kolom komentar ya. Best of luck, Teman Aksa!

Hai Teman Aksa! Mulai pekan ini, Minsa akan membuka sesi tanya-jawab Aksa ya! Setiap pertanyaan yang masuk akan dijawab ...
17/07/2026

Hai Teman Aksa!

Mulai pekan ini, Minsa akan membuka sesi tanya-jawab Aksa ya! Setiap pertanyaan yang masuk akan dijawab oleh Kak Dewi maupun teman-teman Aksa lainnya yang berpengalaman di bidangnya.

Kalau pertanyaan pendek akan dijawab lewat post, tapi kalau sekiranya butuh penjelasan dan elaborasi lebih panjang, akan dijawab lewat video/IG reels.

Jadiiii yuk jangan sungkan buat ajukan pertanyaanmu di kolom komentar atau di DM ya (untuk yang mau anonim), apapun seputar freelancing, remote working, digital nomad, cara mendapatkan project remote, personal branding untuk menarik klien, dan lainnya!

Ditunggu pertanyaannya ya teman-teman Aksa! ☺️

&A

05/07/2026

Belajar itu bukan cuma untuk nambah ilmu atau memperluas wawasan serta pengetahuan kita, tapi khususnya tentang perjalanan kita bertumbuh sebagai seorang insan manusia 🌱

Di episode Cerita Suara Aksa kali ini, kita ngobrol bareng Dea Shinta Wulandari seorang Strategic Project & Learning Development Specialist dan juga Co-Founder yang telah berkecimpung di dunia pendidikan, kesehatan publik, hingga berbagai program pengembangan masyarakat selama bertahun-tahun.

Buat Dea, learning development bukan hanya tentang menyusun materi atau mengadakan pelatihan. Lebih dari itu, learning development lebih menyoroti bagaimana kita membantu seseorang menemukan ruang untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan dirinya menghadapi kehidupan yang terus berubah.

Lewat perjalanan dan pengalamannya, Dea juga berbagi pandangan tentang pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya berkompeten secara akademik semata, tetapi juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi, berkolaborasi, dan terus belajar sepanjang masa.

Kalau kamu sedang bingung mencari arah, sedang bertumbuh, atau sekadar ingin mendengar sudut pandang baru tentang arti proses belajar, semoga episode ini bisa menemani perjalananmu yaa, Teman Aksa! 💙

Yuk, simak Cerita Suara Aksa & sharing di kolom komentar: menurutmu, apa arti “bertumbuh” di fase hidupmu saat ini? 🌿

——

Learning isn’t only about gaining knowledge, but it’s also about growing into the person you’re meant to become 🌱

In this episode of Cerita Suara Aksa, we’re joined by Dea Shinta Wulandari, a Strategic Project & Learning Development Specialist whose journey has taken her across education, public health, and community development.

For Dea, learning development goes far beyond designing workshops or training programs. It’s about creating opportunities for people to grow, discover their potential, and become more prepared for an ever-changing world.

Throughout the conversation, she also shares why empowering young people isn’t only about academic achievement, but about nurturing emotional intelligence, adaptability, collaboration, and lifelong learning.

Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Semoga senantiasa penuh keberkahan dalam setiap langkah ✨
15/06/2026

Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Semoga senantiasa penuh keberkahan dalam setiap langkah ✨

Address

Jakarta

Opening Hours

Monday 10:00 - 18:00
Tuesday 10:00 - 18:00
Wednesday 10:00 - 18:00
Thursday 10:00 - 18:00
Friday 10:00 - 18:00
Saturday 10:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aksa Academy Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share