Muhammadiyah

Muhammadiyah

Share

Menuju Masyarakat Utama yang di Ridhoi Allah Swt. Fanpage ini bukan perwakilan resmi PP Muhammadiyah.

03/12/2019

Theme Song Muktamar Muhammadiyah & Aisyiyah Ke-48

Photos from Muhammadiyah's post 02/12/2019

Kokam ikut Merawat Ukhuwah Islamiyah

Reuni 212, 2019

28/11/2019

Alhamdulillah, Ustadz Adi Hidayat mendapat anugerah Doctor Honoris Causa dalam kontribusi di bidang pengetahuan, budaya dan dakwah di Istanbul Turkey.

Semoga ilmunya semakin berkah dan manfaat bagi kaum muslimin dan peradaban. Aamiin.

28/11/2019

Lokasi Muktamar Muhammadiyah 2020

27/11/2019

KISAH TELADAN KH HASYIM 'ASY'ARI TENTANG MUHAMMADIYAH

Pada suatu hari di awal abad ke-20, salah seorang santri datang ke Tebuireng untuk mengadu. Santri itu Basyir namanya, berasal dari kampung Kauman, Yogyakarta. Kepada kyai panutan mutlaknya itu, santri Basyir mengadu tentang seorang tetangganya yang baru p**ang dari mukim di Makkah, yang kemudian membuat 'odo-odo' “aneh” sehingga memancing kontroversi di antara masyarakat kampungnya.

“Siapa namanya?” tanya Hadhratus Syaikh.

“Ahmad Dahlan“

"Bagaimana ciri-cirinya?”

Santri Basyir menggambarkannya.

“Oh! Itu Kang Dahlan!” Hadhratus Syaikh berseru gembira.

Orang itu -- beliau sudah mengenalnya -- teman semajlis dalam pengajian-pengajian Syaikh Khatib al-Minangkabawi di Makkah sana.

“Tidak apa-apa”, kata Hadhratus Syaikh, “yang dia lakukan itu 'ndalan' (ada dasarnya). Kamu jangan ikut-ikutan memusuhinya. Malah sebaiknya kamu bantu dia”.

Santri Basyir pun patuh.

Maka ketika kemudian Kyai Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah, Dialah 'salah seorang' yang menjadi pengikut setianya. Dialah orang yang kemudian dikenal dengan sebutan Kyai Basyir Mahfuzh -- Kakek Saya yang telah mendidik saya sejak kecil, hingga saya mengenal 'apa' yang disebut sebagai artipenting pendidikan akhlaq, Ayah dari Ibu saya [Siti Sa'adah] -- adalah salah seorang tangan kanan utamanya dalam melanjutkan estafeta dakwah KHA Dahlan. Beliau tidak senang dengan publisitas. Dan beliau hingga akhir hayatnya (tahun 1978) menjadi Imam Tetap Masjid Besar Kauman Yogyakarta serta 'Anggota Majelis Tarjiih PP Muhammadiyah.

Inilah sepenggal cerita -- yang juga -- pernah diceritakan oleh Ibu saya, Siti Sa'adah binti Basyir Mahfuzh.

(Ustadz Muhsin Hariyanto).

27/11/2019

Alhamdulillah, besok Ustadz Adi Hidayat akan mendapat anugerah Doktor Honoris Causa dalam kontribusi di bidang pengetahuan, budaya dan dakwah dari Universitas Astrolabe Istanbul.

Baarakallah.

26/11/2019

12 Fakultas Kedokteran Muhammadiyah

26/11/2019

Assalamualaikum...

Mohon doanya hari ini, Selasa, 26/11, Ayahanda Din Syamsuddin akan melakukan kateterisasi jantung. Semoga berjalan lancar. Aamiin...

24/11/2019

Sebarkan...!!!

23/11/2019

KH. Hasyim, KH. Dahlan dan Santri Basyir

Pada awal abad ke-20 di Kauman Yogyakarta, Kiai Ahmad Dahlan sibuk melakukan pembaruan untuk menyadarkan umat Islam agar terlepas dari keterpurukan. Tetapi ide bagus ini ternyata banyak tantangannya. Tidak semua orang di Kauman setuju, bahkan ada yang menghalang-halanginya sehingga terjadi beberapa keributan.

Peristiwa-peristiwa tersebut terekam di benak anak di Kauman, termasuk salah seorang santri di Tebuireng Jombang, santri Kiai Hasyim Asy’ari. Ia memberanikan diri mengadukan kondisi ini kepada Kiai panutannya itu.

“Kiai, ada seorang tetangga di Kauman yang baru p**ang mukim di Makkah membuat sesuatu yang aneh sehingga terjadi perselisihan di antara masyarakat Kampung Kauman,” kata santri asal Kauman itu pada KH Hasyim Asy’ari.

“Siapa namanya?” tanya Kiai Hasyim.

“Ahmad Dahlan, Kiai,” jawab santri itu.

“Bagaimana ciri-cirinya?” tanya Kiai Hasyim yang menduga orang diadukan itu temannya mondok di Kiai Saleh Darat Semarang.

Santri itu kemudian menggambarkan sosok Kiai Ahmad Dahlan.

“Oh! Itu Kangmas Dahlan!” Kiai Hasyim berseru gembira.

Kiai Hasyim sudah mengenalnya dengan baik. Kiai Dahlan merupakan teman semajelis dalam pengajian-pengajian Syaikh Khatib al-Minangkabawi di Makkah. Bahkan selama mondok di Kiai Saleh Darat Semarang, Kiai Dahlan dan Kiai Hasyim tinggal satu kamar selama dua tahun. Kiai Dahlan memanggil Kiai Hasyim dengan Dimas. Sebaliknya, Kiai Hasyim memanggil Kangmas kepada Kiai Dahlan. Usia mereka terpaut 2 tahun.

Masih teringat, bagaimana mereka saling menyiapkan makanan untuk mereka berdua. Kadang yang menyiapkan Darwisy (nama muda Kiai Dahlan) dan kadang juga Hasyim. Bahkan mereka juga sering makan setalam untuk mereka berdua. Suka-duka di Pondok Kiai Saleh Darat mereka alami berdua.

Dalam beramal shalih dan menimba ilmu, mereka sudah terbiasa ber-fastabiqul khairat. Kadang Darwisy yang menang, kadang Hasyim. Tak jarang p**a seri. Ini mungkin yang menyebabkan dua santri cerdas ini cepat menyerap ilmu Kiai Saleh Darat.

“Tidak apa-apa”, kata Kiai Hasyim kepada santrinya, “Yang dia lakukan itu ndalan (ada dasarnya). Kamu jangan ikut-ikutan memusuhinya. Malah sebaiknya kamu bantu dia,” lanjut Kiai Hasyim menasihati santrinya.

Santri dari Kauman itu bernama Basyir, lengkapnya Muhammad Basyir Mahfudz. Putra Kiai Mahfudz dari Kauman, Yogyakarta. Basyir pun patuh terhadap petuah gurunya, Kiai Hasyim Asy’ari. Ia bertekad untuk dapat membantu perjuangan Kiai Haji Ahmad Dahlan kelak ketika selesai berguru dari pesantren.

http://www.suaramuhammadiyah.id/2019/07/11/dahlan-hasyim-dan-basyir/

21/11/2019

9 Universitas Muhammadiyah Masuk Peringkat 100 Universitas Terbaik Dunia.

Alhamdulillah...

Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Address


Jalan Panjang Cipulir Kebayoran Lama, Jakarta Sela
Jakarta
13220