Personal Success Cockpit

Personal Success Cockpit

Share

PERSONAL SUCCES COCKPIT, Buku yang memiliki ispirasi untuk meningkatkan SUKSES DIRI anda. Dalam bahasa yang lugas dan Jelas.

HP : 0818 07271 682
BB : 23B7AC59
www.pscockpit.com

06/12/2022

*Punya pertanyaan tentang akuntansi dan pajak apa aja kak?*
Biar nanti langsung dijawab ama Mr. Agus Sofian dan Ms. Icha Audy di sesi AMA #6 - Ask Me Anything About Accounting and Tax. Hari Rabu, 07 Desember 2022. Pukul 19.00 WIB

Link pendaftaran : https://bit.ly/AMA006

*Tulis pertanyaan kalian di grup ini ya... Pastikan kalian hadir di sesi AMA besok!* Sampai jumpa

02/11/2018

Please joint

18/09/2015

Bila tak ada Anda, dunia kehilangan apa?

Aku dan Usahaku..
Hari ke tiga ini adalah tema yang sulit sekali untuk menulisnya. Tak tau harus berkata dan menulis apa. Bila pertanyaan itu disampaikan, aku sulit menjawabnya, Tapi sejauh yang aku tau, aku telah berusaha melakukan terbaik untuk orang - orang yang ku cintai. Melengkapi tanggungjawabku untuk mereka, untuk Orang tua & Keluarga Mertuaku, Keluarga Intiku, dan sanak saudara lainnya. Aku ikhlas dan ridho kepada Dzat yang menciptakan aku di dunia ini, semua yang ku lakukan semata-mata hanya ibadah.
Bilapun banyak persepsi baik maupun buruk atas usahaku, aku tak berharap, dan tidak terlalu pusing memikirkanya. Persepsi dibentuk dari banyak opini dan kepentingan pribadi. Ibarat dua mata pisau yang bisa digunakan di 2 sudut tersebut, baik untuk kebaikan ataupun keburukannya.
Pernah aku bertemu dengan seorang Bapak Tua yang kebetulan naik Bus yang sama, kita ngobrol panjang lebar.. dari perkenalan nama, pekerjaan dan kegiatan sehari-hari.. tapi ada satu cerita yang bapak tersebut sampaikan kepada aku. "Nak.. bapak setiap melakukan melakukan ibadah sholat 5 waktu, bapak selalu berdoa, "yang Allah ya Tuhanku.. Bilapun aku mati nanti, mohon matikan aku dalam kondisi iman dan islamku yang ku yakini sejak aku lahir sampai saat ini. dan Ampunilah aku dan istigomahkan selalu aku dalam kebaikan menyertaiku. dan hindarkan aku dari berbagai fitnah yang menyertaiku selama aku hidup".
Aku menjawab "simple sekali doa bapak, tapi maknanya besar pak"
Bapak tua itu menjawab "ya dik, dalam hidup ini apa yang kita cari.. kebaikan yang telah kamu lakukan tak tentu baik di depan orang lain, dan apalagi keburukan maka dianggap buruk selamanya, semua hidup ini , adalah fitnah.. yang terpenting kamu ikhlas saja melakukannya dan tetaplah dalam kebaikan yang kamu sanggup lakukan"
Aku menjawab : "baik pak, kenapa perasaan aku dekat dan nyaman sekali berbicara kepada bapak, aku tak mengenal bapak sebelumnya dan aku berkenalan dan berbicara seakan-akan bapak adalah ayah aku. Apakah ini takdir tuhan yang mempertemukan kita pak".
Bapak tersebut menjawab "Ya, Hanya Allah SWT yang tau nak". Singkat kata aku berpisah disaat bus telah sampai dilokasi aku berkerja. aku ucap salam dan terima kasih kepadanya, dan berdoa agar bapak tersebut dalam kebaikan dan kesehatan yang baik.
Menyambung tema hari ini adalah saya berusaha untuk melakukan hal yang terbaik apapun kondisi dan kemampuan saya, bilapun tiada aku ikhlas apa yang Tuhan berikan kepadaku, dan aku ikhlas apa yang orang nilai terhadapku. Hidup ini adalah lintasan peristiwa dalam masa yang singkat dan penuh ujian. Hanya Tuhan yang Tau.
Ikhlas menyertai dan lakukan yang terbail, itu prinsipku.
Bila aku tak ada, dunia tak kehilangan apa2 ?
Tapi orang2 yang ku kenal dan ku cintai kemungkinan besar mempunyai dampak ketidakhadiranku..
Hanya Tuhan yang Tau.... biarkan itu menjadi bagian rahasia Ilahi...
Agus Sofian

18/09/2015

Sejauh apakah Anda mengenal diri Anda sendiri?

Aku Pekerja Keras dan Punya Tekat Yang Kuat

Aku dilahirkan 41 tahun lalu dalam lingkungan yang sederhana. Aku anak ke 2 dari 5 bersaudara. Kami hidup rukun sampai sekarang. Tumbuh dan berkembang dalam kondisi keluarga sederhana dan Orang Tua menekankan pendidikan terbaik untuk seluruh anak-anaknya.
Aku ingat sekali ketika aku lulus Sekolah Kejuruan setara dengan SMA. Aku pernah berkata kepada Ayah-ku.. "Ayah.. aku ingin sekali sekolah tinggi seperti orang sukses lainnya. kira-kira menurut Ayah bagaimana ?"
Ayah-ku menjawab dan sedikit ragu dalam jawabannya, dia memanggil nama kecil ku "Fian, Ayah sudah bersyukur menyekolahkan kamu sampai SMA ini, Ayah bangga bila kamu berniat untuk sekolah yang lebih tinggi lagi, tapi untuk Saat ini Ayah tidak punya Uang Yang Cukup untuk mendaftarkan kuliah, Adik-adikmu membutuhkan dana tersebut".
Aku mendengar dengan tersenyum dan aku senang dengan jawaban jujur Ayah-ku, Tak ada expresi Marah atau Kesal. aku hanya diam mengerti, karena kami terbiasa dengan apapun kondisi keluargaku. Aku menjawab dengan memberikan solusi terbaik menurutku.
"Baik Yah, aku hanya minta doamu dan izinkan aku berkerja setelah lulus sekolah nanti, dan aku minta izinmu juga ayah.. .. bila aku nanti berkerja kemungkinan besar nafkah kerjaku belum bisa membalas kebaikan bapak dan ibu. Aku ingin menabung untuk biaya masuk kuliah sampai aku lulus, apakah Ayah izinkan". Lalu ayahku senyum dan mengangguk tanda setuju.
Atas izin dan doanya dan Karunia Tuhan Yang Maha Esa p**a. aku sampai saat ini telah menyelesaikan program pendidikan Pasca Sarjana. Dan Aku berkerja di beberapa Perusahan Multinasional. Dalam Proses hidup ini aku menyukai banyak teman dan menjaga hubungan baik dengan orang-orang yang telah membangun karir aku sampai saat ini.
Aku coba duplikasi hal yang baik untuk orang lain untuk tumbuh dan berkembang menuju cita-citanya. Dan Terutama keluarga intiku, anak-anaku semua.
Terima Kasih Tuhan, Terima Ayah dan Terima Kasih Ibu, atas Doamu aku seperti saat ini. Dan juga untuk Teman dan Sahabat ku semua.

17/09/2015

Apa yang Anda pelajari dalam seminggu ini


Menjadi Bagian Untuk Orang Lain

Sering anda merenung apa tujuan hidup ini ?
Baik itu berupa perkataan atau hanya sekedar hayalan saja.
tapi itu ada pesan tuhan kepada kita agar hidup ini harus di isi oleh hal-hal positive atau kebaikan yang akan atau telah anda kerjakan.

Beberapa hari lalu keinginan saya untuk kembali mengeluti Pelatihan Kepramukaan di Smpn Seratustigapuluh bangkit. Beberapa kali para senior Pembina mengajak untuk ikut aktive kembali mengajar di Gugus Depan dimana dulu saya sekolah. Karena alasan kesibukan dan kepadatan acara semua ajakan tersebut selalu coba "menghindar"

Tapi mengapa tiba-tiba dibawah alam sadar ajakan tersebut terngiang dalam pikiran saya, apakah ini pesan tuhan kepada saya untuk memberikan kontribusi atau ladang amal yang harus yang laksanakan. Kita semua tau dalam banyak ayat-ayat dalam kitab suci di dunia ini, bahwa Tuhan Yang Maha Esa tidak akan membebani hambanya dengan masalah-masalah atau beban melebihi batas kemampuannya.

Dan kebetulan sekali lokasi Smpn Seratustigapuluh tak jauh dari lokasi orang tua saya tinggal, dan memang kebetulan sekali saat itu hari sabtu dimana latihan kepramukaan diadakan. Pada pukul 7 pagi saya coba berkunjung ke lokasi sekolah, buka pintu gerbang sekolah dan beberapa siswa menunggu rekan-rekan lainnya untuk acara latihan pramuka bersama.
Dan akhirnya sudah 1 bulan ini aktif dan semoga tetap konsisten untuk membantu membangun karakter bangsa melalui usaha kecil dengan melatih Pramuka kembali.

Sungguh Luar Biasa hidup ini.

Mobile uploads 14/08/2015

Are Your business need improve to higher profitability?, come to join us.

Mobile uploads 01/07/2015

Penulis buku Personal Success Cockpit Bapak Fransiscus Budi Pranata berhasil mendapatkan penhargaan the best CFO majalah SWA ke 2 kalinya. Tahun 2014 dan 2015. Kontes CFO - Direktur Keuangan rutin di adakan oleh majalah yg sama SWA diikuti 100 kontestan Direktur Keuangan seluruh Indonesia. Berkompetensi sesuai bidang dan hasil yg mereka capai. Selamat untuk bapak Budi Pranata

02/06/2015

Arti Ketekunan

Aku adalah seorang mantan guru sekolah musik dari Des Moines, lowa. Selama 30 tahun aku mengajar piano. Selama itu p**a aku menemukan bahwa setiap anak memiliki kemampuan musik yang berbeda. Aku tidak pernah merasa berbuat sesuatu yang besar, walaupun aku mengajar beberapa murid berbakat. Walaupun begitu aku ingin bercerita tentang seorang muridku yang paling berkesan, namanya Robby.

Robby berumur 11 tahun saar ibunya memas**an dia ke dalam les untuk pertama kalinya. Sebenarnya, aku lebih s**a kalau muridku mulai belajar pada usia yang lebih muda. Dan, aku menegaskan hal tersebut kepada Robby.

Tetapi, Robby mengatakan bahwa ibunya ingin sekali mendengar ia bermain piano. Jadi, aku menerimanya sebagai murid.

Lalu, Robby memulai kursus pianonya. Sejak awal aku berpikir bahwa ia tidak ada harapan. Robby mencoba, tetapi ia tidak mempunyai perasaan akan nada maupun irama dasar yang perlu dipelajari. Namun, ia dengan serius mempelajarinya tangga nada dan beberapa pelajaran awal yang aku wajibkan untuk dipelajari oleh semua murid.

Selama beberapa bulan ia terus mencoba dan aku mendengarnya dengan ngilu, tetapi tetap memberinya semangat.

Setiap akhir pelajaran mingguannya, dia berkata, "Ibuku pasti akan mendengarkan aku bermain piano pada suatu hari nanti."

Tetapi, rasanya sia - sia saja. Ia memang tidak mempunyai bakat.

Aku sering melihat ibunya dari jauh, saat menurunkan dan menjemputnya. Ia hanya tersenyum dan melambaikan tangan, tetapi tidak pernah turun.

Pada suatu ketika Robby tidak datang les lagi, dan aku pernah berpikir untuk menghubunginya, tetapi dalam hati aku berpikir bahwa karena ketidakmampuannya, mungkin ia mengambil kursus di bidang lain. Aku juga senang ia tidak datang lagi. Ia menjadi iklan buruk di tempat kursusku.

Beberapa minggu sesudahnya, aku mengirimkan undangan kepada semua murid, mengenai pertunjukan yang akan dilaksanakan.

Hal yang membuatku kaget adalah ketika Robby (yang juga menerima undangan) meminta agar ia dapat ikut serta dalam pertunjukan tersebut. Awalnya aku menolak dan mengatakan bahwa pertunjukan itu hanya untuk murid yang ada sekarang. Karena ia telah keluar, tentu ia tidak dapat ikut serta. Robby mengatakan bahwa ibunya sakit sehingga ia tidak bisa mengantarnya ke tempat kursus, tetapi ia tetap terus berlatih.

"Bu Hondorf tolonglah.... aku ingin ikut bermain..." Ia meminta dengan memelas. Aku tidak tahu hal apa yang membuatku akhirnya mengizinkan ia bermain pada pertunjukan itu.

Tibalah malam pertunjukan itu. Aula dipenuhi oleh orang tua, teman, dan relasi. Aku menaruh Robby pada urutan terakhir sebelum giliranku main, untuk berterima kasih dan memainkan bagian terakhir. Aku yakin bahwa Robby akan membuat kesalahan dan aku akan menutupinya dengan permainanku.

Pertunjukan itu berlangsung tanpa masalah. Murid - murid telah berlatih dan hasilnya baik.

Lalu, tibalah giliran untuk Robby naik kepanggung. Bajunya kusut dan rambutnya berantakan.

"Kenapa ia tidak berpakaian seperti murid lainnya?" pikirku, "Kenapa ibunya tidak menyisirkan rambutnya malam ini?"

Robby menarik kursi piano dan mulai bermain. Aku terkejut saat ia menyatakan akan memainkan Mozart's Concerto #21 pada C Mayor.

Jarinya lincah di atas tuts, bahkan menari dengan gesit. Ia berpindah dari pianossimo ke fortissino.. dari allegro ke virtuoso. Akord gantung yang dimainkan Mozart dimainkan oleh orang seusia dia dan sebagus itu !

Setelah enam setengah menit, Robby mengakhirinya dengan crescendo besar dan semua orang terpaku disana, dengan tepuk tangan yang meriah.

Dengan berurai air mata, aku naik keatas panggung dan memeluk Robby dengan s**acita.

"Aku belum pernah mendengar kau bermain seperti itu, Robby ! Bagaimana kamu melakukannya ?"

Melalui pengeras suara Robby menjawab,

"Ibu Hondorf... Ingatkah saat kukatakan bahwa Ibuku sakit ? Ya, sebenarnya ia sakit kanker dan ia telah meninggal dunia pagi ini. Dan, sebenarnya ... ia tuli sejak lahir, jadi hari inilah ia pertama kali mendengar aku bermain piano. Dan, aku ingin bermain secara khusus."

Tiada seseorang pun yang matanya kering malam itu.

Ketika orang-orang dari layanan sosial membawa Robby dari panggung ke rumah duka, saya menyadari meskipun mata mereka merah dan bengkak, betapa hidup saya jauh lebih berarti karena mengambil Robby sebagai murid saya.

Tidak, saya tidak pernah menjadi penolong, tapi malam itu saya menjadi orang yang ditolong Robby. Dialah gurunya dan sayalah muridnya. Karena dialah yang mengajarkan saya arti ketekunan, kasih sayang, percaya pada dirimu sendiri, dan bahkan mau memberi kesempatan pada seseorang yang tak anda ketahui mengapa.

Peristiwa ini semakin berarti, ketika setelah bermain di Desert Storm, Robby terbunuh oleh pengeboman yang tak masuk akal oleh Alfred P. Murrah, di Federal Building, Oklahoma pada April 1995. Ketika itu dilaporkan... Dia sedang bermain piano.

07/08/2013

Hayoo berbalas pantun menjelang hari raya idul fitri :

Contoh :
Copas dari temen bb ane..

Naik kereta dari kebayoran
Mampir dulu di Cidodol
Kaga terasa besok lebaran
Maafin gw y yg s**a banyol "
_____________________________

Beli daging buat lebaran
Tapi sayang duitnya kurang
Kalo qt udh saling ma'afan
Terasa hati mnjadi tenang

07/08/2013

Seluruh Team Personal Success Cockpit Mengucapkan Minal aidin Wal Faizin. Selamat Hari Raya IDUL FITRI 1434 HIJRIYAH.

03/08/2013

Mitra sukses semua.. Menyambut liburan panjang saat ini, tidak lengkap tanpa "mudik lebaran atau sekedar memanfaat masa liburan", kira2 kemana tujuan kalian, sharing d**g ?

Mohon info tujuan wisata kalian yang menarik, sehingga bermanfaat untuk lainnya.

Klik like fans page "personal success cockpit" dan komentarnya.. Dapatkan discount seminar dan buku personal success cockpit....

31/07/2013

Personal Success Cockpit Seminar Series akan menyajikan tema "Mazimize Your Success" akan dihadirkan 6 motivator :
Fransiscus Budi Pranata,
Joseph Landrin,
Tung Ning,
Muk Kuang,
Yohanes Arifin,
Rudy lim,

Acara di laksanakan hari sabtu tgl 12 oktober 2013, Gedung Indo Surya Rasuna Said. Info lebih lanjut hubungitelp 081315006831 Pin BB 28a6c3e9.

Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address

Jakarta