28/06/2020
Pada tanggal 26 Juni 2020, Presiden Amerika Serikat mengeluarkan surat keputusan Presiden untuk memprioritaskan skill di atas gelar sarjana. Keputusan tersebut berdasarkan banyak nya rakyat Amerika yang mempunyai talenta tapi tidak berkemampuan untuk mengeluarkan biaya kuliah ataupun biaya hidup selama 4 tahun ber-kuliah.
Artinya seseorang tanpa gelar dapat di terima kerja dengan mudah nya asal mempunyai skill yang berhubungan dengan industri nya.
ESDA sendiri mempunyai program jaminan kerja dimana gelar sama sekali tidak di butuhkan. Studio ESDA sendiri tidak pernah melihat atau menyeleksi karyawan dari gelar tapi dari skill ataupun portfolio yang di hasilkan. Program study jaminan kerja adalah 100% praktek kerja tanpa teori. Murid tidak harus belajar materi umum yang tidak ada hubungan nya dengan skill jurusan yang di ambil.
Sudah sangat jelas kedepan nya setiap individu harus mempunyai skill (keahlian) yang berhubungan dengan industri nya dan sudah waktu nya ada revolusi dalam dunia pendidikan pada waktu dekat untuk negara yang lebih bersaing di dunia global.
Mentri pendidikan Nadiem Makarim juga pernah berpidato (11 December 2019) tentang program kampus merdeka dimana mahasiswa harus mengambil atau belajar program skill based di diluar kampus selama dua semester. Pidato tersebut juga di dasari oleh alasan yang sama, yaitu bagaimana menciptakan lulusan siap kerja.
ESDA mempunyai visi misi yang sama dengan Presiden Joko Widodo (pidato presiden 26 Agustus 2019 tentang SDM) dan Mentri Pendidikan Nadiem Makarim yaitu menciptakan sebanyak mungkin SDM unggul berkualitas yang bisa meningkatkan daya saing negara Indonesia di dunia global yang menuju industri 4.0.
Sejak tahun 2017, ESDA juga sudah menerapkan sistem based online learning / LMS secara lokal yang juga searah dengan konsep Gubernur Anies Baswedan yang di bahas pada diskusi vox populi per 26 Juni 2020 mengenai keamanan belajar dalam era new normal.
Ref Photo:
26 Agustus 2019 - Pidato SDM Unggul
11 Desember 2019 - Pidato Kampus Merdeka