Biography Institute

Biography Institute

Share

Tahun berganti, abad berlalu,
peradaban berubah, kekuasaan beralih,
generasi pun berevolusi. Kami menerima pembuatan & pencetakan buku Biografi Anda.

Manusia lenyap ditelan waktu,
kecuali mrk yg mampu mengukir jejaknya
ke dlm sejarah, ke dlm buku2 biografi,
ke dlm khasanah perpustakaan dunia. Beberapa biografi yang telah kami tangani diantaranya adalah: Prof. Jimly Asshiddiqie (mantan ketua Mahkamah Konstitusi periode 1), Prof. Laica Marzuki (wakil ketua MK periode 1), Prof. Haryono (hakim MK periode 1&2), Letjen. Roestandi, SH (hakim MK periode 1), Gde Palguna, SH, MH (hakim MK), dll. Silahkan kunjungi Album Galeri Biografi kami.

21/11/2025

Years are gone, centuries leaving.
Empires & civilizations had changed, human's generations over.

Men women vanished in the haze,
except those who could incised into history
of their own life into publicized biography.

-BiographyInstitute

21/11/2025

: : : Prof. Dr. KHA Mukti Ali : : :
Prof. Dr. H.A. Mukti Ali adalah tokoh pembaharu Islam yg mempelopori liberalisme pemikiran Islam di era Indonesia modern. Selain sbg penggagas liberalisme Islam di Indonesia, ia dikenal sangat moderat dan mau menghargai pluralisme, baik internal masyarakat Islam maupun eksternal di luar Islam.

A. Mukti Ali adalah alumnus Universitas Islam Indonesia, yg dahulu bernama Sekolah Tinggi Islam. Ia lahir di Cepu, 23 Agustus 1923. Sejak berumur 8 th Mukti mengenyam pendidikan Belanda di HIS.

Ketika berumur 17 th ia melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Termas, Kediri, Jawa Timur. Pesantren ini juga adalah dimana KH Ahmad Zabidi (mantan Dubes utk Arab Saudi), Let. Jend. M. Sarbini, & KH Ali Maksum (pengasuh PP Krapyak & Rais Aam PB NU).

Saat muda, Mukti Ali yg fasih berbahasa Inggris, melanjutkan studi ke India setlh Perang Dunia 2. Ia menyelesaikan pendidikan Islam di India dg gelar doktor pd th 1952. Lalu melanjutkan studi ke McGill University, Montreal, Kanada utk gelar MA.

Di McGill University, gagasan pembaruan Mukti Ali kian terlihat jelas. Misalnya, Mukti Ali kerap menulis tentang gagasan pembaruan keislaman Muhammad Abduh dan Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah.

Meski saat itu Mukti Ali masih pd taraf membandingkan gagasan pembaruan kedua tokoh pembaharu tersebut, namun benih-benih pembaruan Ali itu menjadi entry point penting kelak dlm perkembangannya.

PESAN PEMBARUAN YG KHAS
Pesan pembaruan yg disampaikan Mukti Ali memiliki gaya & cara yg khas. Berbeda dg yg lain, ia lihai menyerap gagasan liberal yg tidak menimbulkan perlawanan dari golongan yg tak sepaham. Yg unik dari cara mantan rektor IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta ini bhw ia melakukan pembaruan gagasan liberal secara tidak frontal ataupun provokatif bahkan bersolusi. Bila ada kritik pun krn disebabkan sikapnya thd para pemikir liberal lain masa itu.

Misal thd Ahmad Wahib atau Harun Nasution, Mukti Ali dinilai sbg pemberi perlindungan kpd mrk ketimbang memberi kritik. Baginya membiarkan pemikiran liberal tumbuh akan lebih menguntungkan & kondusif bagi perkembangan Islam modern. Karena itulah dpt dipahami, bila tokoh ini tdk mengkritisi liberalisme Islam yg dikembangkan para intelektual spt Ahmad Wahib ataupun Harun Nasution.

Mukti Ali melakukan pembaruan Islam secara ilmiah & cenderung menjaga hubungan baik dg kalangan Masyumi saat itu. Bahkan ia sendiri pernah menjadi sekretaris M. Natsir, mantan ketum Masyumi. Mukti Ali juga membina hubungan baik antara NU & Muhammadiyah, serta mempelopori gerakan kerukunan antar agama.

-----

20/11/2025

: : : Abu Bakar Baasyir : : :
Settingan Amerika lah yg membuat orang mengetahui ia sebagai teroris. Jadi ia adalah korban konspirasi karangan presiden Amerika demi ambisinya untuk merampok minyak Iraq, sehingga dikaranglah tuduhan adanya senjata pemusnah massal yg sdg dibangun di Iraq, yg tidak pernah terbukti keberadaannya hingga kini. Begitu p**a tuduhan terhadap Abu Bakar Baasyir selama berkali-kali menggelar sidang kasus tuduhan tersebut, tidak pernah dapat dibuktikan. (detail latar belakang settingan konspirasi tsb bisa disimak di >> Jokowi Undercover5 ).

Abu Bakar Baasyir sendiri adalah seorang Amir (pemimpin) Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), ia juga pendiri pondok pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo. Perjalanan hidupnya yg diganggu berbagai tuduhan yg tak pernah terbukti, termasuk tuduhan Amerika tentang organisasi karangan Amerika, Jamaah Islamiyah (yg tak pernah ada/ fiktif) yg terkait dengan Al Qaeda. Semua karangan Amerika itu semata-mata adalah untuk membentuk pencitraan utk dijadikan legitimasi adanya terorisme global sbg alasan mereka meng-invasi Iraq demi merampok minyaknya. (simak BayarNyawa).

Abu Bakar Baasyir yg akrab dipanggil Ustadz Abu ini lahir di Mojoagung, Jombang pada 18 Dzulhijjah 4359 H bertepatan dgn 17 Agustus 1939 M. Ia memperoleh pendidikan agama dari ibunya yg seorang guru ngaji. Tahun 1959 beliau nyantri di pondok Darussalam, Gontor, Ponorogo. Tahun 1963 ia melanjutkan ke Universitas Al Irsyad.

Sejak muda ia dikenal sbg penceramah, yg sering diundang dari kampung ke kampung. Tahun 1974 bersama ustadz Abdullah Sungkar ia mendirikan Pesantren Al-Mukmin di Ngruki, Sukoharjo. Ia dikenal sbg pribadi yg keras dan teguh memegang prinsip Islam. Murid-muridnya dilarang utk menghormat bendera karena menurutnya adalah perbuatan syirik.

Sejak itulah kiprahnya mendapat sorotan tajam di masa pemerintahan Orde Baru. Penolakannya thd Pancasila sbg ideologi tunggal membuatnya dipenjara selama 4 tahun tanpa proses pengadilan (1978).

15/11/2025

: : : SHIN TAE YONG : : :
MANTAN Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memberikan pandangannya mengenai evaluasi krusial yang harus dilakukan skuad Garuda setelah kegagalan di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Menurutnya, untuk mengejar mimpi berlaga di Piala Dunia 2030, lini serang Timnas Indonesia wajib ditingkatkan menjadi lebih tajam dan mematikan.

Ya, Timnas Indonesia baru saja dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah tidak mampu meraih hasil maksimal dalam fase Grup B putaran keempat Kualifikasi. Menurut STY, Garuda kalah dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) salah satunya karena masih kurang tajam di lini depan.

-----

15/11/2025

: : : Roy Suryo : : :
Roy Suryo adalah seorang tokoh yang terkenal di Indonesia, terutama dalam bidang multimedia dan politik. Lahir pada 16 November 1969, Roy Suryo dikenal sebagai pakar teknologi informasi serta seorang pengamat dan praktisi media. Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kiprah di Dunia Multimedia

Sejak awal karirnya, Roy Suryo telah berkontribusi besar dalam perkembangan teknologi informasi di Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu pelopor dalam penggunaan media digital dan telah banyak memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya literasi digital. Roy juga aktif dalam berbagai seminar dan diskusi yang membahas isu-isu terkini di dunia teknologi.

Karir Politik dan Pengaruhnya

Selain di bidang multimedia, Roy Suryo juga terjun ke dunia politik. Ia pernah menjadi anggota DPR RI dan aktif dalam berbagai kebijakan yang berkaitan dengan teknologi dan informasi. Dengan pengalamannya, Roy Suryo berusaha membawa perubahan positif di bidang komunikasi dan media yang dapat mendukung kemajuan bangsa. Dedikasinya dalam kedua bidang ini menjadikannya sosok yang dihormati di Indonesia.

12/11/2025

al Jazari, a moslem Robotics inventor before Europe's Renaissance Era.

10/10/2025

: : DN Aidit : :

Akhir Hidup seorang Mantan Santri.
Sungguh Hidayah Allah Itu Sangat Mahal.

Namanya Ahmad Aidit. Dia tinggal di Belitung. Ayahnya seorang ulama yang disegani di kampungnya. Pendiri sebuah sekolahan Muhammadiyah di Belitung. Ayahnya asli Minangkabau yang terkenal taat beragama.

Sewaktu kecil, Aidit rajin mengaji. Suaranya yang bagus dan lantang, menyebabkan ia sering disuruh mengumandangkan adzan. Saat itu belum ada TOA. Sehingga suaranya yang lantang diandalkan untuk memanggil orang-orang untuk shalat berjamaah.

Sorot matanya tajam, menandakan kecerdasan otaknya. Dia memang sangat cerdas. Bisa menyerap ilmu agama dengan baik. Juga sering diminta membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an dalam berbagai acara peringatan keagamaan.

Siapa sangka sosok santri itu akan berubah drastis menjadi sosok terpenting PKI di negri ini. Siapa sangka sosok pembaca ayat suci Al-Qur'an itu menjadi otak pemberontakan G30SPKI. Sungguh mahal hidayah Allah. Hanya orang-orang yang dipilih-Nya saja yang bisa istiqamah hingga akhir hayat.

Semua berawal dari pergaulan yang salah. Saat melanjutkan Sekolah Dagang di Jakarta, Aidit berteman dengan para aktifis komunis. Nilai-nilai relijius yang dianutnya semasa kecil, sirna begitu saja. Aidit tenggelam dalam buku-buku Marxisme-Leninisme. Dan dia hanyut dalam pemikiran dan pergerakan kaum palu arit. Aidit menghilangkan nama depannya. Jika nama aslinya adalah Ahmad Aidit, maka sejak aktif di PKI menjadi Dipa Nusantara Aidit. Disingkat menjadi DN Aidit.

Kecemerlangan otak Aidit, menjadikan dia menjadi pucuk pimpinan PKI. Dia juga mengunjungi negara-negara komunis untuk mereguk ilmu langsung disana. Dia mengunjungi RRC dan Soviet. Tapi dia lebih mengidolakan RRC. Itulah mengapa dia mengikuti gaya Mao Zedong.

Aidit berfikir bahwa revolusi harus dipercepat. Kondisi Soekarno yang sudah sakit-sakitan, menyebabkan dia mengambil langkah pemberontakan G30SPKI. Dia khawatir jika Soekarno tiada, maka tiada lagi sosok yang bisa memberikan ruang bagi komunis. Tak ada lagi pengusung ide Nasakom (Nasionalis Agama Komunis).

Aidit juga berkiblat pada Mao Zedong yang melakukan jalan revolusi demi merebut kekuasaan. Otak Aidit berfikir cepat menyusun segala rencana. Angkatan Darat adalah satu-satunya perintang tujuan PKI. Itulah mengapa PKI menyebarkan isu Dewan Jenderal. Sebuah fitnah yang menuduh Dewan Jenderal AD hendak mengkudeta Soekarno.

Akhirnya meletuslah peristiwa G30SPKI. Terjadi pembunuhan keji para Jenderal AD.
Juga serangkaian teror di kota-kota basis PKI di Jawa Tengah.

Tapi Allah masih melindungi negeri berpenduduk mayoritas Muslim ini. Meskipun PKI sudah merencanakan pemberontakan dengan cermat, akhirnya gagal total.

Tanggal 2 Oktober 1965, Aidit melarikan diri ke Jawa Tengah. Dia bersembunyi di beberapa kota yaitu Semarang, Solo, Boyolali. Berpindah dari satu kota ke kota yang lain karena RPKAD serius memburunya.

Akhirnya Aidit tertangkap di kota Solo, tepatnya di belakang stasiun Balapan. Saat digerebek oleh tentara, Aidit bersembunyi di lemari. Sebuah lemari yang memiliki pintu rahasia.

Ketika tertangkap, Aidit minta dipertemukan dulu dengan Soekarno. Tapi tidak dikabulkan. Jika permintaannya dikabulkan, maka urusan akan menjadi panjang.

Pada tanggal 23 Novemver 1965, Aidit digelandang ke Boyolali. Dia dibawa ke Batalyon 444 Boyolali. Kemudian segera dieksekusi di sebuah sumur tua di belakang batalyon.

Sebelum ditembak, Aidit diberikan kesempatan untuk mengucapkan kata-kata terakhir. Tebak, apa yang diucapkannya? Apakah dia istighfar? Atau sholat taubat? Sama sekali TIDAK!!! Aidit justru pidato berapi-api di bibir sumur. Pidato memuji komunisme dan mengajak orang-orang untuk bergabung dalam gerbong PKI. Para regu tembak sangat jengkel melihat pidato tersebut, akhirnya diberondonglah Aidit dengan tembakan mati.

Aidit jatuh ke dalam sumur dalam kondisi berpidato membela komunis. Dia komunis sejati hingga akhir hayatnya. Hilang sudah hafalan Al-Qur'annya semasa kecil. Hilang sudah segala ingatan menjadi santri di kampung halamannya. Tak ada sebekas kenangan menjadi santri di penghujung hayatnya. Yang ada hanyalah pujian setinggi langit untuk PKI.

Setiap orang akan dimatikan sesuai kebiasaanya semasa hidup, terutama masa-masa menjelang akhir hayatnya. Ketika ajaran komunis telah mendarah daging sedimikian rupa dalam urat nadinya, maka itulah yang terjadi pada dirinya.

Istiqamah itu berat. Salah satu cara menjaga keistiqamahan adalah berteman dengan orang-orang shalih. Orang yang selalu mengingatkan ketika kita tergelincir. Orang yang selalu mengingatkan akan kampung akhirat.

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik

"Wahai Yang Membolak-Balikkan Hati, teguhkanlah hatiku senantiasa di atas agama-Mu."

-------

Photos from Biography Institute's post 26/09/2025

Kamera pertama kali ditemukan oleh penemu Prancis Joseph Nicéphore Niépce pada tahun 1816, yang mengambil foto permanen pertama pada tahun 1826.

Hal ini mendorong pengembangan proses daguerreotype dan kamera oleh Louis Daguerre, yang diumumkan secara publik pada tahun 1839 dan dianggap sebagai tahun kelahiran fotografi praktis karena waktu pencahayaannya yang jauh lebih singkat dan gambar yang lebih jernih.

-------

Agar bisa lebih sering update konten, dukung terus Biography Institute, dgn cara Klik >> https://www.facebook.com/biographyinstitute/subscribenow?surface=pinned_comments

24/09/2025

atau kirim "Stars" untuk support "Biography Institute" agar tetap bisa rutin hadir utk Anda >> dgn Klik >> https://fb.com/stars

22/09/2025

telah Terbit Biografi KoesPlus, grup musik Legendaris Indonesia, info lebih lengkap, Klik > KoesPlus Biography

01/08/2025

FutureBooks is a new genre books that gives you many CLICKABLE words inside, which are reference to their linked online resources. Those are online Video (on Youtube, Tiktok etc) references, downloadable PdF, online profiles and so on over its yellowed Stabillo words. They are books that give you more than you pay for.

Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Mutiara Puri Harmoni 3 Blok D3 No. 77, Jalan Cendrawasih Raya, Cibarusah, Serang Baru
Jakarta
12820