Solusi Serdang

Solusi Serdang

Share

Solusi Serdang adalah sebuah bimbingan belajar yang memadukan KESUKSESAN AKADEMIS dan AKHLAK TERPUJI JANGAN PANIK!!!

BIMBELSOLUSI siap untuk membatu para siswa UNTUK MERAIH PRESTASI TINGGI DAN MENUMBUHKAN AKHLAK TERPUJI.

22/07/2013

Solusi Serdang Solusi Serdang adalah sebuah bimbingan belajar yang memadukan KESUKSESAN AKADEMIS dan AKHLAK TERPUJI

27/05/2013

Rp 20.000/jam

Seorang pria pulang kantor terlambat, dalam keadaan lelah dan penat, saat menemukan anak lelakinya yang berumur 5 tahun menyambutnya di depan pintu.

“Ayah, boleh aku tanyakan satu hal?”
“Tentu, ada apa?”
“Ayah, berapa rupiah ayah peroleh tiap jamnya?”
“Itu bukan urusanmu. Mengapa kau tanyakan soal itu?” kata si lelaki dengan marah.
“Saya cuma mau tahu. Tolong beritahu saya, berapa rupiah ayah peroleh dalam satu jam?” si kecil memohon.
“Baiklah, kalau kau tetap ingin mengetahuinya. Ayah mendapatkan Rp 20 ribu tiap jamnya.”
“Oh,” sahut si kecil, dengan kepala menunduk. Tak lama kemudian ia mendongakkan kepala, dan berkata pada ayahnya, “Yah, boleh aku pinjam uang Rp 10 ribu?”

Si ayah tambah marah, “Kalau kamu tanya-tanya soal itu hanya supaya dapat meminjam uang dari ayah agar dapat jajan sembarangan atau membeli mainan, pergi sana ke kamarmu, dan tidur. Sungguh keterlaluan. Ayah bekerja begitu keras berjam-jam setiap hari, ayah tak punya waktu untuk perengek begitu.”

Si kecil pergi ke kamarnya dengan sedih dan menutup pintu. Si ayah duduk dan merasa makin jengkel pada pertanyaan anak lelakinya.

Betapa kurang ajarnya ia menanyakan hal itu hanya untuk mendapatkan uang? Sekitar sejam kemudian, ketika lelaki itu mulai tenang, ia berpikir barangkali ia terlalu keras pada si anak. Barangkali ada keperluan yang penting hingga anaknya memerlukan uang Rp 10 ribu darinya, toh ia tak sering-sering meminta uang. Lelaki itu pun beranjak ke pintu kamar si kecil dan membukanya.

“Kau tertidur, Nak?” ia bertanya.
“Tidak, Yah, aku terjaga,” jawab si anak.
“Setelah ayah pikir-pikir, barangkali tadi ayah terlalu keras padamu,” kata si ayah. “Hari ini ayah begitu repot dan sibuk, dan ayah melampiaskannya padamu. Ini uang Rp 10 ribu yang kau perlukan.”

Si bocah laki-laki itu duduk dengan sumringah, tersenyum, dan berseru, “Oh, ayah, terima kasih.”

Lalu, sambil menguak bantal tempatnya biasa tidur, si kecil mengambil beberapa lembar uang yang tampak kumal dan lecek.

Melihat anaknya ternyata telah memiliki uang, si ayah kembali naik pitam. Si kecil tampak menghitung-hitung uangnya.

“Kalau kamu sudah punya uang sendiri, kenapa minta lagi?” gerutu ayahnya.
“Karena uangku belum cukup, tapi sekarang sudah.” jawab si kecil.
“Ayah, sekarang aku punya Rp 20 ribu. Boleh aku membeli waktu ayah barang satu jam? Pulanglah satu jam lebih awal besok, aku ingin makan malam bersamamu.”

Semoga Bapak/Ibu mengerti dari inti cerita diatas.

17/05/2013

FALSAFAH........ " 5 JARI "
Sedikit Cerita sederhana yang terdapat pada diri kita namun terkadang jarang kita sadari yaitu cerita tentang falsafah lima jari…....

JEMPOL => si ibu jari yang paling gendut, yang selalu berkata baik, menyanjung, bahkan menyukai status anda dan juga yang di pakai tuk mengisyaratkan tanda setuju yang berartikan OK… [kaya RCTI adja,,xixiixixiiii]

TELUNJUK => si jari urutan ke2 yang s**anya menunjuk, menyuruh dan memerintah. sok paling pinter ataupun
paling bisa… [mentang-mentang punya jari telunjuk jangan sok keminter yach…wkkwkkkkk.…]

TENGAH => si jari jangkung :: yang sombong, angkuh dan s**a menghasut jari telunjuk.. Bahkan sering si jari
tengah beraksi tanpa ucapan, yang sering di artikan(maaf)F**K…..
[jangan pernah mencoba mengacungkan jari tengah ke status temen anda ya...hohohohhooo...]

MANIS => si pendiam yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar sehingga diberi hadiah cincin…..

KELINGKING => si imut yang lemah lembut dan penurut serta pemaaf ….
ingatkah kita waktu masih kecil ketika kita berbaikan dengan musuh kita pasti saling sentuh/menyatukan
jari kelingking !!!...[hmm...jadi inget masa kecil duechh….]

Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari, mereka bersatu untuk mencapai tujuan
menulis, memegang, menolong anggota tubuh yg lain, melakukan pekerjaan, dll.

hmmm….pernahkah kita membayangkan bila jari tangan kita hanya terdiri dari jempol semua? Atau jari tengah semua… [hehehee… jangan d bayangkan yach…]

Falsafah ini memang sederhana namun sangat memberikan makna dan sangat berarti. Kita diciptakan dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu, saling menyayangi,saling menolong, saling membantu, saling mengisi, bukan untuk saling menuduh, menunjuk, merusak, dan bahkan membunuh.

Sudahkah kasih sayang kita hari ini bertambah? Atau mungkin malah berkurang??

16/05/2013

Cerita, "Anak Kerang"
Pada suatu hari ....seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.

Anakku, kata sang Ibu sambil bercucuran air mata, Tuhan tidak memberikan kita bangsa kerang sebuah tangan pun sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa pedih dan sakit yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat, kata Ibunya dengan sendu namun lembut.

Maka si anak kerang pun melakukan nasihat ibundanya.Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan bertahun-tahun. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara

mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Makin lama mutiaranya makin besar. Rasa sakit menjadi terasa wajar. Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada seribu ekor kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

(Resonansi)

~~~

Adik-adik, Kekecewaan dan penderitaan akan selalu ada dalam hidup kita. Seakan-akan Tuhan selalu mengambil kebahagiaan yang ada pada kita. Tidak...tidak seperti itu. Kita hanya harus bersabar terhadap segala sesuatu yang menimpa kita dan menanti ketetapan Tuhan. Dan semuanya akan berakhir dengan indah.Karena segala sesuatu yang baik akan selalu mengarah pada kebaikan.Kekecewaan dan penderitaan telah membuat seekor kerang biasa menjadi kerang luar biasa.Kekecewaan dan penderitaan pun akan dapat mengubah orang biasa menjadi orang luar biasa.

Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Website

Address


Jalan Serdang Baru Raya No 52 RT 02 RW 05 Jakarta Pusat
Jakarta
10620