19/10/2023
Pada video berikut dibacakan sebuah sabda Nabi yang dinukil dari kitab tentang atau . Namun sayang, tidak dijelaskan derajat hadits ini shahih atau tidak, padahal riwayat ini cukup masyhur di kalangan para da'i juga para penuntut ilmu. Hadits tersebut berbunyi demikian,
زنا الرجلين المشي وزنا اليدين البطش وزنا العينين النظر
"Zina kedua kaki adalah berjalan. Zina kedua tangan adalah menyerang (memukul, menampar, dst'a). Zina kedua mata adalah melihat (tepatnya 'mengamati')."
✳️ Berikut hasil penelusurannya dari berbagai sumber. Mohon koreksi jika ada kesilapan agar postingan ini dapat diperbaiki sehingga semakin bermanfaat bagi umat yang ingin lebih dekat dengan hadits-hadits Nabi.
⚠️ Ini merupakan riwayat masyhur terutama dikalangan awam, tapi tidak masyhur dikalangan muhaditsin.
⚠️ Jika menelusuri matan itu secara identik, maka kita akan matan yang menyerupainya sebagai berikut,
زنا العين النظر وزنا اليد البطش وزنا الرجل المشي
"Zina kedua mata adalah megamati. Zina kedua tangan adalah menyerang. Zina kedua kaki adalah berjalan."
Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bazaar dalam Musnadnya (7611) dari Salamah bin Syaib, dari Abdul Razaq, dari Ma'mar, dari Ibnu Thawus, dari Thawus, dari Ibnu Abbas, dari Abu Hurairah, dari Nabi.
⚠️ Kemungkinan itu adalah mukhtashar dari hadits berikut sebab memiliki jalan periwayatan yang sama,
إن الله عز وجل كتب على ابن آدم حظه من الزنا، أدرك ذلك لا محالة، وزنا العينين النظر، وزنا اللسان النطق والنفس تمنى، وتشتهى، والفرج يصدق ذلك أو يكذبه
"Sesungguhnya Allah telah menetapkan pada setiap anak cucu Adam bagiannya dari perbuatan zina yang pasti terjadi dan tidak mungkin dihindari, maka zinanya mata adalah melihat sedangkan zina lisan adalah ucapan, zina nafsu keinginan dan berangan-angan, dan kemaluanlah sebagai pembenar semuanya atau tidak."
Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari (5774), Muslim (4801), dan lainnya. para mushadits menyepakatinya sebagai riwayat yang shahih.
✳️ KESIMPULAN : Imam Suyuthi kemungkinan mengambil riwayat al-Bazaar, adapun al-Bazaar meringkas hadits tersebut dari riwayat Bukhari atau yang lainnya.
Allahu alam...
Ngaji yuk #lubabulhadist
15/10/2023
Pada video berikut dibacakan sebuah sabda Nabi yang dinukil dari kitab karya Imam Suyuthi. Namun sayang tidak dijelaskan derajatnya sehingga kita bertanya-tanya apakah hadits ini sah dari Nabi atau tidak. Hadits itu berbunyi demikian,
من قال سبحان الله والحمد الله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم مرة واحدة كتب الله له مائة ألف حسنة ومحا عنه مائة ألف سيئة ورفع له مائة ألف درجة
"Barangsiapa yang mengucapkan subhanallah, walhamdulillah, wa laailaha ilallah, wallahu akbar, wa laa haula wa laa quwata illa billahil aliyil adzim sebanyak 100 kali, maka Allah akan menuliskan baginya 100ribu kebaikan dan menghapuskan 100ribu keburukan. Dan allah akan mengangkatnya 100ribu derajat."
🍅 Berikut hasil penelusurannya dari berbagai sumber. Mohon dikoreksi bila ada kesilapan agar postingan ini bisa diperbaiki.🍅
🍏 Hadits di atas tidak ditemukan dalam kitab-kitab hadits terdewan sehingga menjadikan hadits tersebut memiliki status sebagai hadits tanpa sumber dan tanpa sanad.
🍏 Terdapat hadits serupa dengan lafal berikut,
من قال سبحان الله والحمد الله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم غفر الله له ذنوبه وإن كانت أكثر من زبد البحر
"Barangsiapa mengucapakan subhanallah dst... Maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya meski sebanyak buih di lautan." (belum ditakhrij)
atau hadits berikut....
من طاف بالبيت سبعًا لا يتكلم فيه إلَّا سبحان الله والحمد الله ولا إله إلّا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلَّا بالله محيت عنه عشرة سيئات وكتبت له عشر حسنات ورفعت له عشر درجات
"Barangsiapa thawaf di ka'bah sebanyak 7 kali sambil tidak bercaka-cakap kecuali mengucapkan subhanallah dst'a,.. Maka akan dihapuskan 10 keburukan dan dicatatkan 10 kebaikan, lalu diangkat baginya 10 derajat." (dha'if)
Namun kedua hadits ini dan beberapa hadits serupa lainnya tidak bisa menjadi syahid hadits di atas mengingat perbedaan maknanya.
🍏 Adapun pahala yang disebutkan, serupa dengan hadits berikut,
من عاد مريضًا كتب اللهُ له مائة ألف حسنة، ومحا عنه مائة ألف سيئة، ورفع له مائة ألف درجة
"Barangsiapa menjenguk orang sakit, maka Allah akan menuliskan baginya 100ribu kebaikan dan menghapuskan 100ribu keburukan. Dan allah akan mengangkatnya 100ribu derajat." (belum ditakhrij)
🍏🍅 Kesimp**an : Hadits keutamaan mengucapkan subhanallah dst'a dapat menambah 100ribu kebaikan dan menghapus keburukan merupakan hadits tanpa sumber yang jelas. Dan biasanya para ulama hadits memasukkan hadits seperti ini ke dalam kategori hadits palsu atau laa ashal lahu.
Allahu alam
Ngaji yuk #lubabulhadist
11/10/2023
KEUTAMAAN TAHLIL (BAG. I)
Dalam video berikut dibacakan sebuah hadits Nabi yang dinukil dari kitab atau . Namun sayang, tidak dijelaskan derajat hadits tersebut sehingga kita kesulitan mengenali apakah hadits tersebut sah dari Nabi atau tidak. Hadits tersebut berbunyi kurang lebih demikian,
من قال لااله الاالله من غر عجب طاربها طائر تحت العرش يسبح مع المسبحين الا يوم القيامة ويكتب له ثوابه
"Barangsiapa mengucapkan laa ilaha illa Allah dst'a (lihat video)..."
Shahihkah hadits ini?
📶❌ Berikut hasil penelusurannya. Silakan dikoreksi jika ada kesalahan agar catatan ini bisa diperbaiki. ❌📶
📶 Sanad hadits ini bisa ditemukan dalam kitab Targhib fi Fadhail Amal, Ibnu Syahin dari Ahmad bin Muhammad bin Sulaiman, dari Khidir bin Ali, dari Umar bin Hushin, dari Sa'id bin Abi Sa'id, dari saudaranya, dari Ayahnya, dari Abu Darda secara marfu.
📶 Berdasarkan rawi-rawinya, didapati bahwa : ❌ Ahmad bin Muhammad bin Sulaiman, Khidir bin Ali dan gurunya (Umar bin Hushin) tidak diketahui (majhul). ❌ Sa'id bin Abi Sa'id al-Maqburi adalah rawi tsiqah, namun empat tahun sebelum kematiannya, ia kerap mencampur adukkan riwayat (al-Ightibat).
📶 Kesimp**annya, hadits ini memiliki cacat serius dengan diriwayatkan oleh tiga rawi tak dikenal secara berturut-turut dari orang yang kemungkinan telah "lemah" hafalannya (Sa'id bin Abi Sa'id), sehingga sulit sekali menilainya sebagai hadits shahih.
📶 Selain hal di atas, hadits ini pun gharib dan tidak memiliki syahid sebagai penguat.
📶 Dalam beberapa kasus, sanad seperti ini masuk ke dalam kategori hadits palsu atau munkar, paling tinggi masuk ke dalam kategori hadits lemah sekali (dha'if jiddan).
Allahu alam...
Tasbihnya seekor burung #tanqihulqoul
05/10/2023
Dalam video berikut dibacakan sebuah sabda Nabi yang dinukil dari kitab Tanqihul Qaul (Lubabul Hadits), namun sayang tidak dijelaskan derajatnya sehingga kita kesulitan mengambil kesimp**an apakah hadits tersebut SAH dari Nabi atau tidak menurut para peneliti hadits. Kurang lebih matannya demikian,
لا تستحيوا من إعطاء القليل فان الحرمان أقل منه
"Jangan malu memberi sedikit, karena tidak memberi sama sekali itu lebih sedikit lagi."
☢️ Berdasarkan hasil penelusuran dari berbagai sumber, didapati bahwa...
🈴 Hadits ini tidak ditemukan sumber dan sanadnya dalam kitab-kitab hadits terdewan. Namun ditemukan dalam kitab Biharul Anwar karya al-Majlisi (hal. 172) dan Nahjul Balaghah (hal. 67) tanpa dilengkapi sanad sebagai perkataan pribadi Ali bin Abi Thalib, bukan sebagai perkataan Nabi. (Biharul Anwar dan Najhul Balaghah adalah kitab orang-orang Syi'ah -penj)
🈴 Bagi kalangan sunni, hadits-hadits yang bersumber dari kitab-kitab Syi'ah tidak bisa dijadikan rujukan dengan sebuah alasan yang masyhur. Terlebih jika tidak memiliki sanad yang lengkap.
🈴 Hadits-hadits tanpa sumber dan tidak diketahui sanadnya, oleh para peneliti hadits sering dikategorikan sebagai hadits palsu atau hadits laa ashal lahu (hadits tanpa asal-usul).
Allahu alam...
🈴🈴 Koreksi bila ada kesilapan 🈴🈴
Ngaji online
04/10/2023
Pada video berikut dibacakan sebuah sabda Nabi yang dinukil dari kitab Lubabul Hadits, namun tidak dijelaskan derajatnya. Hadits itu kurang lebih berbunyi,
من صلى علي في اليوم مائة مرة قضى الله له مائة حاجة سبعين منها في الآخرة وثلاثين منها في الدنيا
"Barangsiapa bershalawat kepadaku 100 kali setiap harinya, maka Allah akan mengabulkan 100 hajat. 70 hajat di akhirat dan 30 hajat di dunia."
☢️ Shahihkah hadits tersebut?
☢️ Berikut hasil penelusurannya yang diambil dari berbagai sumber...
Hadits ini diriwayatkan melalui dua jalan :
♻️ 1. Dari Anas bin Malik dengan matan...
من صلى عليَّ في يوم الجمعة وليلة الجمعة مائة مرة قضى الله له مائة حاجة سبعين من حوائج الآخرة وثلاثين من حوائج الدنيا
Riwayat ini diriwayatkan oleh Abu Mundah dalam al-Fawaid, Baihaqi dalam Syu'abul Iman, Ibnu Asakir dalam Tarikh Damsyiq, yang diriwayatkan oleh Hikamah binti Utsman bin Dinar, dari Utsman bin Dinar, dari Malik bin Dinar, dari Anas bin Malik.
Ibnu Hajar al-Asqalani mengutip perkataan Abu Ja'far al-Uqaili dalam adh-Dhu'afa, "Hikamah sering meriwayatkan hadits-hadits batil yang tidak memiliki sumber dari ayahnya."
♻️ 2. Dari Jabir bin Abdullah dengan matan,
من صلى عليَّ مائة صلاة حين يصلي الصبح قبل أن يتكلم قضى الله له مائة حاجة ، عجل له منها ثلاثين حاجة ، وأخر له سبعين وفي المغرب مثل ذلك
as-Sakhawi berkata, "Diriwayatkan oleh Ahmad bin Musa dengan sanad yang dha'if"
Di dalamnya terdapat rawi bernama Ibrahim bin al-Ats'ats yang dinilai dhaif lagi sering meriwayatkan hadits-hadits tidak jelas dengan mengatas namakan orang-orang tsiqah oleh Daruquthni. Abu Hatim berkata, "Dia sering meriwayatkan hadits-hadits palsu dari ayahnya."
Terdapat p**a dari jalan Jabir yang lainnya, namun terdapat rawi Abu Bakar al-Hundhali yang dinilai matruk oleh an-Nasa'i, dan al-Madini menilainya lemah.
ِAllahu alam...
♻️ Koreksi bila ada kesilapan ♻️
#ngajionline