11/09/2026
Hasbullah, guru madrasah di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, tidak menunggu keadaan berubah.
Bersama istrinya, Novi, yang juga seorang guru SMA, mereka memulai dari masalah yang ada di depan mata: warga harus menunggu 2β3 hari untuk mendapat air bersih.
Dari situlah bisnis pertama lahir usaha air isi ulang yang bertahan selama 10 tahun dan menjadi fondasi ekonomi keluarga.
Tapi Pak Hasbullah tidak berhenti di situ.
Kapal transportasi dibeli, rute Pulau PramukaβPulau Harapan dibuka, lapangan kerja untuk saudara dan warga lokal tercipta.
Lalu lahirlah ide yang tidak biasa kapal tua yang tidak lagi berlayar disulap menjadi Penginapan Apung, satu-satunya di Kepulauan Seribu,
dengan total investasi Rp1,6 miliar yang dibangun sedikit demi sedikit selama 14 bulan.
Pandemi COVID-19 menghantam. Cicilan bank terus berjalan. Tapi mereka tetap mencari celah.
Kini, dari guru madrasah dengan gaji terbatas, Hasbullah membangun ekosistem bisnis yang menghasilkan Rp25β35 juta per bulan.
Kisah Hasbullah dan Novi membuktikan satu hal: status guru tidak membatasi seseorang untuk berdaya secara finansial.
β
π Agromaritim
Platform media pertanian, perikanan, peternakan,
dan kelautan Indonesia.
https://www.youtube.com/watch?v=sxH4gn96230
Hasbullah, guru madrasah di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, tidak ...