Chani Rasyid

Chani Rasyid

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Chani Rasyid, Jakarta.

Photos from Chani Rasyid's post 02/09/2025

5 tahun belakangan membuat saya capek. Capek dengan dunia yang terus dirundung masalah. Mulai dari pandemi, judi online, online scamming, perang, korupsi, dinasti politik, politik bansos, anak haram konstitusi, politisasi dan kriminalisasi oposisi, pajak semakin mencekik, wakil rakyat yang tidak mewakili rakyat, polisi yang tidak kasar, brimob melindas remaja dengan mobil rantis, dan masih banyak lagi. Apa ini yang dinamakan Crisis Fatigue?

Kunjungi blog untuk baca selengkapnya.

Photos from Chani Rasyid's post 26/06/2025

Orang menikah dengan motif dan tujuan yang berbeda-beda.

Ada perempuan yang menikah lelaki karena harta benda, dan ada laki-laki yang menikahi perempuan karena tubuhnya. Ada juga perempuan yang menikahi lelaki karena ingin mengejar kekayaan, ada juga laki-laki yang menikahi perempuan karena mencari status sosial dan kehormatan.

Bagi yang saat ini belum menikah, renungkan kembali pilihan hidupmu. Buat apa saya menikah?

Kalau menikah tujuanmu hanya untuk menggantung hidupmu pada harapan-harapan duniawi, lebih baik jangan lanjutkan langkahmu ke pelaminan. Karena sudah pasti, siapapun yang menggantung hidup pada dunia dan pada manusia lainnya, kekecewaan sudah menanti di depan anda.

Mungkin di awal pernikahan, semua tampak indah. Tapi keindahan angan-angan soal pernikahan bisa berevolusi menjadi ketamakan, kerakusan, dan hasrat duniawi yang tak akan pernah terpuaskan.

Hentikan langkahmu ke pernikahan jika niat nikahmu hanya untuk menggantungkan hidupmu pada dunia dan manusia lainnya. Pada saat nya nanti kamu sadar bahwa dunia ini tidak kekal, dan manusia tidak punya kuasa atas takdir, barulah kamu maju ke pelaminan.

Karena pernikahan itu bukan untuk saling menggantungkan hidup, melainkan sebuah pertemanan panjang dalam melewati berbagai s**a dan duka, hingga mati memisahkan.

Shadowsky Diamond is not a real brand (I made that up for content), the image is AI-generated, and I simply playing with the Copy to make a point. Thanks.

20/06/2025

Di era budaya layar yang makin mengakar, ditambah lagi dengan kekuatan algoritma media sosial, kita semua punya ‘drama’ dan ‘semesta’ masing-masing.

Coba deh kita perhatikan:
✅ Bagi sebagian orang, isu penindasan di Palestina adalah semesta mereka, membuat sosok seperti Netanyahu jadi representasi kejahatan di mata mereka.
✅ Ada juga yang semestanya berputar di dunia hiburan dan gosip, menjadikan pernikahan Al dan Alyssa kemarin sebagai topik paling hangat.
✅ Dan tak sedikit p**a yang tenggelam dalam dunia finansial, menganggap perencana keuangan atau konglomerat sebagai ‘nabi’ yang patut dianut.
Keberagaman “semesta” ini bikin realitas kita di kehidupan nyata jadi super kompleks, dan ini berpotensi memicu masalah sosial kalau kita minim literasi media serta kurang cakap berinteraksi dengan sesama.

Apapun semesta kamu, ingatlah satu hal: saya, kamu, dan siapa pun mereka itu tidak sama, dan tidak perlu sama. Berbeda bukan berarti tidak bisa berteman, kok. Pada akhirnya, kita semua akan kembali sendiri-sendiri, jadi fokuslah pada hal-hal yang bermanfaat untuk kehidupanmu selanjutnya (bahkan kalimat terakhir ini saja bisa jadi punya makna berbeda buat kita, hahaha!).

Salam Damai Untuk Semua. 🙏

Photos from Chani Rasyid's post 10/06/2025

Dulu, nenek moyang Indonesia adalah pelaut ulung yang menaklukkan lautan. Sebelumnya lagi, manusia hidup dari bercocok tanam dan berburu untuk bertahan hidup. Kini, kita berevolusi menjadi "penikmat layar."

Layar kini ada di mana-mana: di genggaman, di meja kerja, hingga di samping tempat tidur. Tanpa kita sadari, ketergantungan kita pada layar sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Banyak dari kita ingin melepaskan diri dari cengkeraman "screen" dan kembali ke kehidupan jaman baheula (yang mana sudah pasti tidak mungkin). 4 poin ini yang bisa kita renungkan untuk bisa kita perbaiki:

✅ Layar sebagai rutinitas harian – Daripada bangun tidur langsung cek ponsel, apa lebih baik kita lakukan hal lain?
✅ Layar sebagai alat komunikasi utama – Daripada chat apa lebih baik kita ngobrol langsung?
✅ Layar sebagai sumber hiburan utama – Nonton dan scrolling jadi pelarian, atau mendingan lari-larian di luar?
✅ Layar sebagai alat kerja utama – Hampir semua dilakukan lewat layar? Atau bisa gak kita bikin catatan di buku catatan supaya enggak lupa cara menulis 😂?

Buat sebagian kita yang "menggantungkan hidup" di depan layar, memang sulit rasanya untuk melepaskan diri dari layar. Tapi dengan usaha yang serius, harusnya kita bisa berusaha supaya kita-dan anak-anak kita- bisa mengurangi 'kecanduan' terhadap layar.

Buat kita yang tumbuh saat 'Budaya Layar' ini merajalela, kita tahu persis bahwa dunia yang sebenarnya tidak berada di dalam layar. Mari kita ingatkan diri kita dan anak-anak kita.

15/02/2025

Anda bisa mengubah hidup anda dengan mengubah isi Medsos anda. Kalau s**a baca, baca yuk selengkapnya di blog.

Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Culinary Team

Attire

Telephone

Address

Jakarta