01/03/2026
Ali Khamenei Dzurriyah Sayidina Husen Al-Syahid
___________________
Hasan Al Afthos bin Ali bin Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Husein bin Sayyidina Ali bin Abi Thalib merupakan pemegang panji perang Imam Muhammad an Nafsu az Zakiyyah.
Beliau sangat fanatik terhadap konsep Imamah Alawiyyin, yakni sangat fanatik dalam konsep bahwa khalifah harus berasal dari keturunan Sayyidah Fathimah dan Sayyidina Ali.
Bahkan sangking fanatiknya, beliau sampai bertengkar dengan sepupunya, yakni Imam Ja'far ash Shadiq sampai mengacungkan pedang kepada Imam Ja'far untuk membunuhnya karena Imam Ja'far merupakan Alawiyyin yang paling keras menolak konsep tersebut.
Meski demikian, di akhir hayat Imam Ja'far ash Shadiq, sang Imam justru memberikan hadiah uang yang cukup besar kepada Hasan Al Afthos dan menyambung silaturahmi dengan baik kepada Al Afthos.
Hasan Al Afthos memiliki banyak putra. Di antaranya adalah :
1. Ali Al Huri
2. Umar
3. Husein (datuknya Ayatollah Ali Khamenei)
4. Hasan Al Mukaffuf
5. Ubaidillah (wafat dibunuh oleh bangsa Barmakiyah)
Adapun Ali al Huri, ibunya adalah seorang Ummu Walad. Beliau adalah seorang penyair yang fasih.
Beliau menikahi seorang Binti Umar Al Utsmaniyah (perempuan keturunan Utsman bin Affan), jandanya Khalifah Al Mahdi bin Al Manshur.
Hal itu membuat Khalifah Musa Al Hadi (anak Al Mahdi) marah. Khalifah Musa Al Hadi menyuruh Ali Al Huri menceraikan Binti Umar Al Utsmaniyah.
Namun Ali Al Huri menolaknya dan berkata bahwa, "Al Mahdi bukan Rasulullah yang jandanya tidak boleh dinikahi orang lain."
Mendengar hal itu Khalifah Musa Al Hadi memerintahkan supaya Ali Al Huri dicambuk.
Maka dicambuklah Ali Al Huri sampai pingsan.
Ali Al Huri wafat di masa Khalifah Harun ar Rasyid (adik Khalifah Musa Al Hadi).
Adapun Husein bin Hasan Al Afthos adalah seorang Alawiyyin yang mengikuti jalan ayahnya, yakni mengangkat pedang.
Husein bin Hasan Al Afthos mengangkat pedang dengan berbaiat kepada Muhammad bin Ja'far ash Shadiq di kota Makkah pada tahun 199 H. Meski berbaiat kepada Muhammad bin Ja'far, namun secara de facto yang mengatur jalannya pergerakan saat itu adalah Husein bin Hasan Al Afthos.
Husein bin Hasan Al Afthos inilah datuknya pemimpin tertinggi Iran saat ini, Ayatollah Ali Khamenei.
•••┈┈┈┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈┈┈┈•••
اللهم صل وسلم على نبينا محمد وعلى آل نبينا محمد
•••┈┈┈┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈┈┈┈•••
[ Pict ]
Ayatollah Ali Khamenei
____________
Sumber FB Sayid Mujtaba II