16/03/2022
Nama: Muflih Alfath
Judul: Rumah Tusuk Sate
Sebuah suara keras membangunkan Ratih pada pukul tiga dini hari. Awalnya dia berpikir belum tersadar dari mimpinya malam itu. Beberapa detik kemudian sebuah kenyataan membuatnya tersentak, ternyata itu suara putrinya!
Dengan segera p**a Ratih bergegas berlari menuju arah suara itu. Di tengah larinya yang tunggang-langgung. Dia terpeleset dan akhirnya terjatuh. Dia sedikit merasakan sakit lalu mengelus kaki kanannya, kemudian dia mencoba berdiri dan perlahan kembali menuju arah suara tadi.
"Ya Allah ... Sayang? Kenapa bisa di atap sana, Nduk? Ayo turun." Teriak Ratih histeris.
"Pak! Bapak!"
Rista hampir saja terpeleset saat mencoba naik di platform rumahnya. Sedangkan Ratih tak bisa apa-apa, lalu Ratih kembali turun mencari suaminya. Kemudian dia meminta bantuan tetangganya.
Satpam saat itu juga berada di pos ronda yang tak jauh dari rumahnya. Kemudian, mereka segera menuju rumahnya. Tiba-tiba putrinya sudah pingsan berada di lantai dan tergelatak begitu saja dengan rambut acak-acakkan.
Ratih kembali melawan ketakutannya, hingga dengan cepat dia mengelap darah yang mengalir deras dari telinga putrinya itu dengan menutup mata. Dia tak bisa mengendalikan diri hingga keringat dingin sebesar biji jagung telah bermunculan di wajahnya.
Dengan gemetar p**a, dia ikut mengendong putrinya bersama pak satpam ke kamar. Ratih masih dengan perasaan ketakutannya. Sehingga dia meminta pak satpam untuk memanggil pak Tresno untuk mengantar putrinya ke rumah sakit.
Rumah yang berada tepat di tiga arah jalan atau lebih dikenal dengan sebutan rumah tusuk sate. Memiliki beberapa hal mistis yang dipercaya sebagian masyarakat, bahkan bisa dikatakan moyoritas mempercayainya.
...