27/04/2021
ELOK IZRA YANUARYTA
Alumni Angkatan 2007
SMAN 1 Kebomas merupakan sekolah menengah yang baru berdiri di Gresik pada saat saya dinyatakan DITERIMA kala itu. Letaknya hampir di pinggiran kecamatan Kebomas, dengan dua baris bangunan berwarna hijau yang tampak membaur dengan sekelilingnya sawah dan rerumputan.
Saya merupakan salah seorang angkatan ke-2, yang tentunya sangat bangga dan berterimakasih pernah menjadi bagian dari SMAN 1 Kebomas, yang disadari atau tidak telah membentuk diri saya hingga seperti saat ini.
Sebagai sekolah baru tentunya banyak sekali 'PR' yang harus dilakukan, utamanya untuk melakukan 'branding' sehingga bisa dikenal oleh khalayak luas. Kami para siswa, bersama dengan Bapak Ibu Guru melakukan cara kami sendiri untuk itu. Sebut saja misalnya Program 'Sister-School' hingga menggalakkan Adiwiyata yang diinisiasi di masa kepemimpinan Bapak M.E Wahyudi sebagai Kepala Sekolah saat itu.
Apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada seluruh Bapak Ibu Guru, teman sekelas, seangkatan, kakak dan adik tingkat, OSIS, teman dan mentor Ekstrakurikuler Paskunemas dan juga Ketik (Jurnalistik) serta Basket. Saya sangat beruntung pernah dikelilingi oleh orang-orang yang sangat beragam karakter, kemampuan, juga inspiratif.
Banyak orang mengatakan bahwa masa SMA merupakan masa-masa yang tidak pernah terlupa. Satu hal yang patut diingat adalah siswa SMA bukan lagi merupakan Anak-Baru-Gede, melainkan Anak-Gede yang harus mulai belajar bertanggung jawab untuk hidupnya sendiri ke depan, termasuk untuk mulai merencanakan tentang apa yang akan dilakukan setelah lulus dari SMA melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, mencari pekerjaan, bahkan membuat lapangan pekerjaan sendiri.
Pada intinya, manfaatkan kesempatan yang ada semaksimal mungkin. Kembangkan diri dan perluasan 'circle' pertemanan dan 'networking', karena hal ini yang akan membantu hidup di masa mendatang. yang bisa dilakukan selama SMA, negatif dan positifnya tergantung pada bagaimana manusia itu membawa dirinya melangkah.
"Ngono yo ngono, nanging ojo ngono".