14/05/2026
Kasus tuntutan 18 tahun penjara terhadap Nadiem Makarim bukan lagi sekadar perkara individu, tapi telah menjadi simbol besar tentang bagaimana publik memandang pemberantasan korupsi di sektor pendidikan. Jaksa menilai ada peran aktif dalam pengadaan Chromebook yang diduga merugikan negara hingga triliunan rupiah, mulai dari spesifikasi yang dianggap mengarah pada satu ekosistem tertentu, hingga dugaan keuntungan pribadi dan ketidaksesuaian penggunaan perangkat di daerah dengan akses internet terbatas.
Fakta di persidangan juga semakin menjadi sorotan setelah muncul nama mantan staf khusus yang ikut terseret kasus ini, termasuk Jurist Tan yang hingga kini masih berstatus buron. Kejagung sebelumnya juga telah memeriksa sejumlah staf khusus serta menggeledah beberapa lokasi terkait penyidikan proyek Chromebook senilai Rp9,9 triliun tersebut.
Di sisi lain, publik tetap berharap proses hukum berjalan objektif dan adil. Korupsi memang harus diberantas tanpa kompromi, apalagi jika menyangkut anggaran pendidikan. Namun pengadilan juga harus berdiri di atas fakta, pembuktian, dan prinsip keadilan, bukan sekadar tekanan opini atau sentimen politik. Karena dalam kasus sebesar ini, yang dipertaruhkan bukan hanya nasib seorang mantan menteri, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap hukum dan integritas negara.
13/05/2026
Bukan sekedar tentang cerdas cermat.
04/05/2026
Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang kiai terhadap puluhan santri bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi pengkhianatan serius terhadap amanah pendidikan dan kepercayaan umat. Pesantren selama ini dipandang sebagai ruang pembinaan akhlak dan penjagaan nilai, sehingga ketika kejahatan terjadi di dalamnya, luka yang ditinggalkan tidak hanya pada korban, tetapi juga pada kepercayaan publik terhadap lembaga keagamaan.
Peristiwa seperti ini menuntut kita untuk berani melihat lebih luas: adanya relasi kuasa yang timpang, budaya sungkan yang berlebihan, serta minimnya mekanisme pengawasan dan perlindungan bagi santri. Dalam banyak kasus, korban sulit bersuara karena pelaku memiliki posisi yang dihormati, sementara lingkungan belum sepenuhnya memberi ruang aman untuk melapor. Di sinilah pentingnya sistem yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada korban.
Tidak ada toleransi bagi pelaku kekerasan, siapapun dia dan apapun jabatannya. Lembaga pendidikan, termasuk pesantren, harus berani berbenah dengan membangun standar perlindungan anak yang jelas, membuka kanal pengaduan yang aman, serta memastikan penegakan hukum berjalan tegas. Menjaga marwah pendidikan tidak cukup dengan simbol dan gelar, tetapi dengan keberanian melindungi yang lemah dan menindak yang menyalahgunakan kepercayaan.
02/05/2026
Ia mungkin telah pergi, tapi pengabdiannya akan terus hidup dalam setiap langkah anak-anak yang pernah ia didik.
02/05/2026
Pendidikan akan bermakna ketika pemerintah berpihak, guru dimuliakan, dan orang tua hadir sebagai fondasi utama.
29/04/2026
Malapetaka Daycare Jogjakarta
24/04/2026
Salam hormati kami untuk Bu Guru Atun ❤️
23/04/2026
Antara kemewahan dapur SPPG dan sekolah yang rusak 😔
22/04/2026
Kita sering menuntut sekolah membentuk karakter anak, tapi tanpa sadar menyerahkan semuanya pada guru. Padahal anak belajar paling kuat dari apa yang ia lihat di rumah setiap hari. Jika rumah melepas peran, sekolah tidak akan pernah cukup.
26/02/2025
SETIAP ORANG TUA HARUS MENJADI SUPERHERO BAGI ANAK-ANAKNYA.
Orangtua adalah madrasah yang pertama dan utama bagi anak. Dia belajar banyak hal dari orangtua.
Maka, setiap gerak gerik orangtua akan menjadi cermin bagi anak.
Kewajiban orangtua menjadi panutan, seperhero, pahlawan bagi buah hati.
Yuk sama-sama belajar.
alviana