02/09/2026
Al-Fatihah: Al-Qur’an yang Agung, Perbendaharaan, dan Yang Mencukupi
Surah Al-Fatihah memiliki banyak nama yang menggambarkan keluasan makna dan kedudukannya. Dalam kajian Tafsir Bahjatul Hadharoh wal Madaniyah, dijelaskan beberapa nama Al-Fatihah, di antaranya Al-Qur’an Al-‘Azhim, As-Sab’ul Matsani, Al-Wafiyah, Al-Waqiyah, Al-Kanz, dan Al-Kafiyah.
Al-Fatihah disebut Al-Qur’an Al-‘Azhim karena surah ini mencakup makna-makna Al-Qur’an secara menyeluruh dan global. Ia juga disebut As-Sab’ul Matsani, yang berarti tujuh ayat yang diulang-ulang. Dalam pembahasan tersebut disampaikan p**a adanya beberapa pendapat ulama mengenai makna penamaan ini.
Nama Al-Wafiyah berarti yang mencukupi atau sempurna. Al-Fatihah disebut demikian karena kandungan maknanya mencakup berbagai makna yang terdapat dalam Al-Qur’an. Dalam pembahasan salat, Al-Fatihah juga dijelaskan tidak dapat dibaca separuh pada satu rakaat lalu dilanjutkan pada rakaat berikutnya.
Al-Fatihah juga disebut Al-Kanz, yaitu perbendaharaan. Dalam kajian ini, Al-Fatihah digambarkan mengandung rahasia-rahasia makrifat tentang Allah, sifat dan perbuatan-Nya, hari kebangkitan, shirath, pembalasan amal, serta hukum-hukum syariat.
Sementara Al-Kafiyah berarti Yang Mencukupi. Dijelaskan bahwa Al-Fatihah memiliki kedudukan khusus dalam salat dan tidak dapat digantikan oleh surah lainnya.
Kajian ini juga membahas Al-Fatihah sebagai Al-Waqiyah, yaitu yang melindungi, serta pembacaan Al-Fatihah pada air sebagai bentuk doa dan ikhtiar penyembuhan sebagaimana yang dijelaskan dalam kajian. Pada bagian ini, pembicara juga mengingatkan agar tidak mudah menuduh sesama Muslim dengan label syirik atau kafir.
Untuk mengikuti pembahasan kajian secara lengkap, simak kajian rutin ini melalui playlist berikut:
https://youtube.com/playlist?list=PLmsnSVfBl8bSQWE6YTUFhn4cmd7-cFyGk&si=YmZvSU6ToUB0kTBu
atau lakukan pencarian di youtube: "Tafsir Bahjatul Hadaroh wal Madaniyah fii Ta'wili Ma'anil Qur'anil Adzim"