PP Darussalikin Palangggaran

Call Website

PP Darussalikin Palangggaran Official FANPAGE Yayasan Khidmat Pondok Pesantren Darussalikin Palanggaran. SK MENKUNHAM: AHU-0023834.AH.01.12.Tahun 2019

SEKRETARIAT:
Sekretariat : Jl.

Asta Kyai Palanggaran Bukit Patapah Palanggaran Langsar Saronggi

17/09/2026

Assalamu'alaikumSelamat datang di chanel dakwah Syaikhona Lukman H...

Membaca Al-Fatihah dengan Lisan, Hati, Pikiran, dan PerasaanMembaca Al-Fatihah bukan sekadar melafalkan ayat dengan lisa...
16/09/2026

Membaca Al-Fatihah dengan Lisan, Hati, Pikiran, dan Perasaan

Membaca Al-Fatihah bukan sekadar melafalkan ayat dengan lisan. Dalam kajian ini dijelaskan pentingnya menghadirkan hati, pikiran, perasaan, dan kesadaran secara utuh agar bacaan benar-benar dihayati.

Ketika membaca Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, seorang hamba meneguhkan bahwa hanya kepada Allah ia beribadah dan hanya kepada-Nya meminta pertolongan. Iyyaka na’budu menjadi isyarat syariah berupa ketaatan kepada Allah secara zahir dan batin, sedangkan wa iyyaka nasta’in mengingatkan bahwa kemampuan untuk beribadah pun tidak lepas dari pertolongan Allah.

Saat membaca Ihdinash shirathal mustaqim, hati benar-benar memohon hidayah agar tetap berjalan di jalan yang diridai Allah, istiqamah dalam Islam, zahir dihiasi syariah, sementara batin dihiasi makrifat dan hakikat.

Kajian ini juga membahas perbedaan pendapat ulama mengenai basmalah dalam Al-Fatihah. Perbedaan tersebut berada dalam ranah furu’ atau masalah cabang dengan dasar yang sama-sama memiliki landasan. Karena itu, perbedaan mazhab tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling merendahkan atau memperbesar perselisihan.

Yang terpenting, ketika membaca Al-Fatihah, lisan, hati, pikiran, dan perasaan ikut hadir sehingga kita dapat merasakan nikmatnya membaca dan semakin khusyuk kepada Allah.

Untuk mengikuti pembahasan kajian secara lengkap, simak kajian rutin ini melalui link berikut:
https://youtu.be/FFj-0tJlrtg?si=YeI3JhpasIN_J-0v

atau lakukan pencarian di youtube: Tafsir Bahjatul Hadaroh wal Madaniyah"

14/09/2026

Assalamu'alaikumSelamat datang di chanel dakwah Syaikhona Lukman H...

Alhamdulillah: Belajar Memuji Allah dengan Menghancurkan KeegoisanDalam kajian Tafsir Bahjatul Hadarah wal Madaniyah, pe...
14/09/2026

Alhamdulillah: Belajar Memuji Allah dengan Menghancurkan Keegoisan

Dalam kajian Tafsir Bahjatul Hadarah wal Madaniyah, pembahasan Al-Fatihah dimulai dari makna Alhamdulillahi Rabbil Alamin. Alhamdulillah bukan sekadar ucapan pujian, tetapi kesadaran bahwa seluruh pujian dan syukur pada hakikatnya hanya milik Allah. Nikmat terbesar yang diberikan kepada manusia adalah iman.

Pembahasan ini juga mengingatkan bahwa penghalang terbesar untuk benar-benar mengenal Allah adalah keegoisan atau ananiyah. Ketika seseorang masih haus akan pengakuan, validasi, pujian, dan sanjungan manusia, ucapan Alhamdulillah bisa saja hanya berhenti di lisan. Karena itu, perjalanan menuju makrifat menuntut seseorang untuk menghancurkan keakuan dalam dirinya.

Selanjutnya dijelaskan makna Rabbil Alamin. Allah adalah Pemilik, Penguasa, sekaligus Dzat yang memelihara, merawat, dan memperbaiki seluruh alam. Kemudian Ar-Rahmanir Rahim mengingatkan bahwa rahmat dan nikmat Allah meliputi seluruh makhluk.

Pembahasan juga berlanjut pada Maliki Yaumid Din, bahwa Allah adalah Raja dan Penguasa Hari Pembalasan. Kesadaran terhadap kekuasaan Allah ini berkaitan dengan tauhidul af'al, yaitu menghayati bahwa seluruh kejadian berada dalam kekuasaan dan kehendak Allah. Dengan penghayatan tersebut, penyakit hati seperti riya, ujub, dan kesombongan diharapkan dapat sirna.

Kajian juga menegaskan pentingnya mendahulukan Al-Quran daripada ilham. Ilham tidak boleh dijadikan dasar yang mengalahkan wahyu. Dalam penulisan tafsir pun, ilham harus dipadukan dengan Ulumut Tafsir dan kaidah-kaidah keilmuan yang diperlukan.

Untuk mengikuti pembahasan kajian secara lengkap, simak kajian rutin ini melalui playlist berikut:

https://youtube.com/playlist?list=PLmsnSVfBl8bSQWE6YTUFhn4cmd7-cFyGk&si=YmZvSU6ToUB0kTBu

Atau lakukan pencarian di YouTube: "Tafsir Bahjatul Hadharoh wal Madaniyah"

Makna Basmalah: Dari Lafaz, Makna, hingga RasaBismillahirrahmanirrahim bukan sekadar kalimat pembuka dalam setiap pekerj...
13/09/2026

Makna Basmalah: Dari Lafaz, Makna, hingga Rasa

Bismillahirrahmanirrahim bukan sekadar kalimat pembuka dalam setiap pekerjaan. Dalam kajian Tafsir Bahjatul Hadarah wal Madaniyah, Al Murobbi Syaikh Lukman Haris Rahman As Syatthor menjelaskan bahwa Basmalah memiliki makna yang sangat dalam, terutama bagi seseorang yang ingin mendekat dan mengenal Allah.

Pembahasan dimulai dari huruf Ba dalam Bismillah. Ba dimaknai sebagai “dengan” atau “bersama”, yang mengajarkan kesadaran bahwa segala sesuatu berlangsung dengan Allah. Dari sini lahir muraqabah ma’iyyah, yaitu kesadaran untuk senantiasa merasa bersama Allah.

Lafaz Allah juga dijelaskan melalui tahapan Alif, Lam, Lam, dan Ha. Ketika Alif dihilangkan menjadi Lillahi, terdapat isyarat bahwa segala sesuatu dilakukan karena Allah. Ketika menjadi Lahu, seluruh kerajaan dan segala sesuatu disadari sebagai milik-Nya. Sedangkan Hu menunjukkan Dia, sekaligus menunjuk kepada hakikat yang tidak mampu ditembus oleh makhluk.

Pembahasan kemudian mengarah pada fana’ul fana’. Ketika keakuan manusia semakin lenyap, dirinya diibaratkan seperti cermin yang memantulkan tajalli Asma dan Sifat Allah. Inilah perjalanan batin yang dikaitkan dengan makrifat dan penghayatan terhadap Asmaul Husna.

Sementara itu, Ar-Rahman dan Ar-Rahim menunjukkan keluasan dan kekhususan rahmat Allah. Ar-Rahman mencakup seluruh makhluk, sedangkan Ar-Rahim dijelaskan memiliki kekhususan bagi orang-orang mukmin.

Inti penghayatan Basmalah bukan hanya melafalkannya, tetapi memahami lafaz, makna, dan muradnya. Secara lahir, setiap pekerjaan baik diawali dengan Bismillahirrahmanirrahim. Secara batin, hati senantiasa diusahakan terhubung dengan Allah.

Untuk mengikuti pembahasan kajian secara lengkap, simak kajian rutin ini melalui playlist berikut:

https://youtube.com/playlist?list=PLmsnSVfBl8bSQWE6YTUFhn4cmd7-cFyGk&si=YmZvSU6ToUB0kTBu

Atau lakukan pencarian di YouTube: "Tafsir Bahjatul Hadharoh wal Madaniyah"

Mengapa Surah Al-Fatihah Memiliki Banyak Nama?Dalam kajian Kitab Tafsir Bahjatul Hadarah wal Madaniyah fii Tawili Maanil...
03/09/2026

Mengapa Surah Al-Fatihah Memiliki Banyak Nama?

Dalam kajian Kitab Tafsir Bahjatul Hadarah wal Madaniyah fii Tawili Maanil Quranil Adzim bersama Al Murobbi Syaikh Lukman Haris Rahman As Syatthor, dibahas bahwa banyaknya nama Surah Al-Fatihah menunjukkan kedudukan dan keagungan surah ini.

Al-Fatihah disebut Al-Asas karena menjadi dasar atau pondasi Al-Qur’an. Apa yang dijelaskan secara luas dalam Al-Qur’an, menurut penjelasan dalam kajian, terkandung secara ringkas dalam Al-Fatihah. Surah ini juga memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ibadah salat.

Al-Fatihah dikenal p**a sebagai Surah Al-Hamd dan Ash-Shukr. Kalimat Alhamdulillah menjadi ungkapan pujian sekaligus syukur kepada Allah. Karena itu, pembahasan kajian mengajak kita untuk tidak meremehkan ucapan Alhamdulillah sebagai bentuk kesyukuran atas nikmat yang diterima.

Nama lain yang dibahas adalah Surah Ar-Ruqyah dan Ash-Shifa. Dalam kajian dijelaskan adanya riwayat tentang para sahabat yang meruqyah orang yang tersengat kalajengking dengan membaca Al-Fatihah. Dari sini ditekankan pentingnya memahami riwayat secara luas dan tidak mudah menuduh praktik doa atau permohonan penyembuhan kepada Allah sebagai sesuatu yang menyimpang tanpa memahami dasar pembahasannya.

Al-Fatihah juga disebut Surah Ad-Du’a, karena mengajarkan cara seorang hamba memohon kepada Allah. Pembahasannya menunjukkan sebuah adab: memulai dengan pujian kepada Allah, menyatakan penghambaan dan permohonan pertolongan, kemudian memohon petunjuk.

Melalui nama-namanya, Al-Fatihah bukan sekadar surah yang sering dibaca, tetapi mengandung pujian, syukur, doa, penghambaan, permohonan pertolongan, dan petunjuk bagi kehidupan seorang hamba.

Untuk mengikuti pembahasan kajian secara lengkap, simak kajian rutin ini melalui playlist berikut:
https://youtube.com/playlist?list=PLmsnSVfBl8bSQWE6YTUFhn4cmd7-cFyGk&si=YmZvSU6ToUB0kTBu

Jika tautan di atas tidak bisa diklik, silakan lakukan pencarian di YouTube dengan kata kunci:
tafsri bahjatul hadaroh wal madaniyah

Live streaming terbaru bersama Syaikh Lukman Haris Rahman As-Syatthor Kamis (Malam Jum'at) tanggal 3 September 2026
03/09/2026

Live streaming terbaru bersama Syaikh Lukman Haris Rahman As-Syatthor Kamis (Malam Jum'at) tanggal 3 September 2026

Assalamu'alaikumSelamat datang di chanel dakwah Syaikhona Lukman H...

Al-Fatihah: Al-Qur’an yang Agung, Perbendaharaan, dan Yang MencukupiSurah Al-Fatihah memiliki banyak nama yang menggamba...
02/09/2026

Al-Fatihah: Al-Qur’an yang Agung, Perbendaharaan, dan Yang Mencukupi

Surah Al-Fatihah memiliki banyak nama yang menggambarkan keluasan makna dan kedudukannya. Dalam kajian Tafsir Bahjatul Hadharoh wal Madaniyah, dijelaskan beberapa nama Al-Fatihah, di antaranya Al-Qur’an Al-‘Azhim, As-Sab’ul Matsani, Al-Wafiyah, Al-Waqiyah, Al-Kanz, dan Al-Kafiyah.

Al-Fatihah disebut Al-Qur’an Al-‘Azhim karena surah ini mencakup makna-makna Al-Qur’an secara menyeluruh dan global. Ia juga disebut As-Sab’ul Matsani, yang berarti tujuh ayat yang diulang-ulang. Dalam pembahasan tersebut disampaikan p**a adanya beberapa pendapat ulama mengenai makna penamaan ini.

Nama Al-Wafiyah berarti yang mencukupi atau sempurna. Al-Fatihah disebut demikian karena kandungan maknanya mencakup berbagai makna yang terdapat dalam Al-Qur’an. Dalam pembahasan salat, Al-Fatihah juga dijelaskan tidak dapat dibaca separuh pada satu rakaat lalu dilanjutkan pada rakaat berikutnya.

Al-Fatihah juga disebut Al-Kanz, yaitu perbendaharaan. Dalam kajian ini, Al-Fatihah digambarkan mengandung rahasia-rahasia makrifat tentang Allah, sifat dan perbuatan-Nya, hari kebangkitan, shirath, pembalasan amal, serta hukum-hukum syariat.

Sementara Al-Kafiyah berarti Yang Mencukupi. Dijelaskan bahwa Al-Fatihah memiliki kedudukan khusus dalam salat dan tidak dapat digantikan oleh surah lainnya.

Kajian ini juga membahas Al-Fatihah sebagai Al-Waqiyah, yaitu yang melindungi, serta pembacaan Al-Fatihah pada air sebagai bentuk doa dan ikhtiar penyembuhan sebagaimana yang dijelaskan dalam kajian. Pada bagian ini, pembicara juga mengingatkan agar tidak mudah menuduh sesama Muslim dengan label syirik atau kafir.
Untuk mengikuti pembahasan kajian secara lengkap, simak kajian rutin ini melalui playlist berikut:
https://youtube.com/playlist?list=PLmsnSVfBl8bSQWE6YTUFhn4cmd7-cFyGk&si=YmZvSU6ToUB0kTBu

atau lakukan pencarian di youtube: "Tafsir Bahjatul Hadaroh wal Madaniyah fii Ta'wili Ma'anil Qur'anil Adzim"

Al-Qur’an dan Jalan Kebangkitan PeradabanAl-Qur’an bukan sekadar kitab yang dibaca, tetapi pedoman hidup yang dapat meng...
31/08/2026

Al-Qur’an dan Jalan Kebangkitan Peradaban

Al-Qur’an bukan sekadar kitab yang dibaca, tetapi pedoman hidup yang dapat mengarahkan manusia menuju kebangkitan. Dalam kajian perdana Tafsir Bahjatul Hadharah wal Madaniyah, Al-Murobbi Syaikh Lukman Haris Rahman As Syatthor mengajak kita merenungkan kembali kedudukan Al-Qur’an dalam kehidupan umat Islam.

Menurut beliau, kejayaan umat Islam pada masa generasi awal hingga berbagai dinasti besar tidak dapat dilepaskan dari pengamalan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ketika Al-Qur’an mulai banyak ditinggalkan dari sisi pengamalan, umat Islam mengalami kemunduran.

Menariknya, perjalanan Al-Qur’an dari Al-Fatihah hingga An-Nas dipandang memiliki arah yang berkaitan dengan kebangkitan manusia dan peradaban. Al-Fatihah menjadi pembuka, sementara An-Nas menutupnya dengan pembahasan tentang manusia. Kebangkitan peradaban, menurut pembahasan ini, tidak hanya berkaitan dengan kemajuan, tetapi juga kemampuan memanusiakan manusia dan membangun adab yang luhur.

Al-Fatihah sendiri memiliki kedudukan istimewa. Ia disebut Fatihatul Kitab karena menjadi pembuka Al-Qur’an. Secara global, kandungan Al-Qur’an tersirat dalam Al-Fatihah. Surah ini juga memiliki banyak nama yang menunjukkan keistimewaannya, di antaranya Fatihatul Kitab dan Fatihatul Quran.

Karena itu, memahami Al-Fatihah tidak cukup hanya dengan membacanya. Membaca, memahami makna, mentadaburi, dan menyelami kandungannya menjadi jalan untuk membuka hati terhadap cahaya Al-Qur’an.

Kajian ini juga mengingatkan bahwa rahasia dan makna Al-Qur’an begitu luas. Tafsir terus berkembang karena setiap ulama dapat menemukan sisi pemahaman yang berbeda sesuai kedalaman ilmu yang digalinya.

Untuk mengikuti pembahasan kajian secara lengkap, simak kajian rutin ini melalui playlist berikut:
https://youtube.com/playlist?list=PLmsnSVfBl8bSQWE6YTUFhn4cmd7-cFyGk&si=YmZvSU6ToUB0kTBu

Atau lakukan pencarian di YouTube: "Tafsir Bahjatul Hadharoh wal Madaniyah Fi ta'wili m'anil Qura'anil Adzim"

19/08/2026

📖 اكتب في التعليقات:
تفسير بهجة الحضارة والمدنية,
وسنرسل إليك عبر الرسائل الخاصة رابط تحميل النسخة الرقمية من الكتاب.

تفسير بهجة الحضارة والمدنية في تأويل معاني القرآن العظيم، تأليف الشيخ لقمان حارس رحمن الشطاري، عمل علمي يسعى إلى التأمل في معاني القرآن الكريم من خلال الجمع بين الشريعة والحقيقة والتصوف والحضارة.

يتناول هذا التفسير العلاقة بين الحضارة والمدنية، ودور القرآن الكريم في بناء الإنسان والمجتمع، والجمع بين القوة الروحية والتقدم في العلم والمعرفة والعمران.

ومن مادورا، إندونيسيا، في جنوب شرق آسيا، يأتي هذا العمل حاملا رؤية للتأمل في القرآن الكريم وقضايا الإنسان والحضارة.

🌏 نور النهضة من جنوب شرق آسيا

📚 إذا كنت ترغب في الحصول على النسخة الرقمية من الكتاب، فما عليك إلا أن تكتب في التعليقات:

تفسير بهجة الحضارة والمدنية

وسنرسل إليك رابط التحميل عبر الرسائل الخاصة.

نسأل الله أن ينفع بهذا العمل، وأن يجعله سببا لنشر العلم، وتعميق فهم كتاب الله تعالى، وإحياء روح الإيمان والعلم والأخلاق والحكمة.

Address

Korbi, Pagarbatu, Saronggi, Sumenep Regency
East Java
69467

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PP Darussalikin Palangggaran posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category