PATOP

PATOP Halo, teman-teman...selamat datang di halaman PATOP OFFICIAL.

22/09/2026

Kegiatan Upacara Bendera Mingguan Topdam IX/Udayana.

Senin, 21 September 2026.

Dialog Interaktif Pembinaan Topografi di Wilayah Kodam IX/Udayana pada siaran RRI Denpasar (26/8/2026).Topografi Udayana...
29/08/2026

Dialog Interaktif Pembinaan Topografi di Wilayah Kodam IX/Udayana pada siaran RRI Denpasar (26/8/2026).
Topografi Udayana, Direktorat Topografi, TNI Angkatan Darat, PRO 1 RRI Denpasar, Rri Prosatudenpasar

Denpasar(26/8). Berdasarkan Surat Perintah Katopdam IX/Udayana, Nom...

10/08/2026

Hunus Pedang dan Sarungkan Pedang (Tutorial).

09/08/2026

Parfum dengan aroma yang sangat segar, cocok untuk pria yang penuh percaya diri setiap harinya. Silakan klik link tautan untuk mendapatkan barangnya.

08/08/2026

Yang mau tali putar sepatu PDL, silahkan klik tautan ya...terimakasih.

SESEORANG AKAN MENCOCOKI TEMAN DEKATNYADari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam be...
24/01/2026

SESEORANG AKAN MENCOCOKI TEMAN DEKATNYA

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2: 344, dari Abu Hurairah. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Imam Al-Ghazali rahimahullah berkata, “Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit, akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga ikut zuhud dalam masalah dunia. Karena memang asalnya seseorang akan mencocoki teman dekatnya. Bahkan kecocokan dengan teman dekat bisa terjadi tanpa disadari.” (Tuhfah Al-Ahwadzi, 7: 94)

Sumber https://rumaysho.com/12200-waktu-muda-yang-sia-sia.html

Bismillāh...
02/01/2026

Bismillāh...

07/12/2025

Yahudi dan Nashrani Tidak Pernah Ridha

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Ingatlah, Yahudi dan Nashrani tidak akan pernah ridha, sampai kita umat Islam mengikuti ajaran mereka.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 120)

Allah mengabarkan kepada Rasul-Nya, orang Yahudi dan Nashrani tidak akan ridha sampai kita mengikuti ajaran mereka. Karena mereka akan terus mengajak untuk mengikuti ajaran mereka dan mereka anggap itulah sebagai al-huda (petunjuk). Jadi, petunjuk Allah adalah ajaran yang dibawa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, itulah petunjuk yang sebenarnya.

Perlu dipahami, ajaran Yahudi dan Nashrani hanyalah mengikuti hawa nafsu semata sehingga disebutkan dalam ayat,’

وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

“Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 120)

Maka ayat di atas menunjukkan larangan mengikuti hawa nafsu Yahudi dan Nashrani. Juga dalam ayat itu terdapat larangan untuk tasyabbuh dengan Yahudi dan Nashrani (meniru-niru mereka, pen.), begitu p**a secara khusus tidak boleh meniru ajaran mereka.

Walau larangan di atas ditujukan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun umatnya pun tetap termasuk di dalamnya.

لأن الاعتبار بعموم المعنى لا بخصوص المخاطب، كما أن العبرة بعموم اللفظ، لا بخصوص السبب

Karena yang kita lihat adalah makna, bukan melihat siapa yang ditujukan pembicaraan tersebut. Sebagaimana ada kaedah, “Al-‘ibrah bi ‘umumil lafzhi, laa bi khushushis sabaab (dari lafazh umum itu yang diambil pelajaran, bukan semata-mata dilihat dari kekhususan sebab semata).” Demikian penjelasan dari Syaikh As-Sa’di.

Ayat di atas juga menunjukkan bahwa dengan ilmu dan pendidikan Islam yang benar yang membuat kita selamat dari ajakan Yahudi dan Nashrani.

Semoga bermanfaat.



Referensi:
Tafsir As-Sa’di (Taisir Al-Karim Ar-Rahman). Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di.

—

@ Ponpes Al-Muttaqin, Pondok, Sampang, Gedangsari, Gunungkidul, 29 Jumadal Ula 1437 H

Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal

30/10/2025

*6 Sebab Rahasia datangnya Rezki, yg dijamin langsung oleh Allah, di dalam Alquran :*

*1. Bertaqwa (Surah At Thalaq : 2-3)*

وَمَنۡ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجۡعَلْ لَّهٗ مَخۡرَجًا ۙ‏
وَّيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ​ ؕ
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya,
Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka- sangka.

*2. Bertawakkal (Surah At Thalaq : 3)*

وَمَنۡ يَّتَوَكَّلۡ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسۡبُهٗ ؕ
Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.

*3. Mendirikan Sholat (Surah Thoha : 132)*

وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاۗ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى
Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dengan sungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Kesudahan (yang baik di dunia dan akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.

*4. Istigfar (Surah Nuh : 10-12)*

فَقُلۡتُ اسۡتَغۡفِرُوۡا رَبَّكُمۡؕ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًا ۙ‏
يُّرۡسِلِ السَّمَآءَ عَلَيۡكُمۡ مِّدۡرَارًا ۙ‏
وَّيُمۡدِدۡكُمۡ بِاَمۡوَالٍ وَّبَنِيۡنَ وَيَجۡعَلۡ لَّـكُمۡ جَنّٰتٍ وَّيَجۡعَلۡ لَّـكُمۡ اَنۡهٰرًا ؕ‏
maka aku berkata (kepada mereka), "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu."

*5. Infaq (Surah Saba' : 39)*

وَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗۚ وَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
Dan apa saja yang kamu infakkan pasti Dia akan menggantinya. Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.

*6. Sebab/ Usaha (Surah Maryam : 25)*

وَهُزِّيْٓ اِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسٰقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّاۖ
Goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menjatuhkan buah kurma yang masak kepadamu.

Siapa yg menempuh ke 6 jalan ini, maka dia akan mendapatkan Rezki dari Arah yg tidak dia sangka2.

🌸Bismillah ...📝 Hukum Pajak dan Pemungutnya Menurut IslamDalam Islam telah dijelaskan keharaman pajak dengan dalil-dalil...
26/08/2025

🌸Bismillah ...

📝 Hukum Pajak dan Pemungutnya Menurut Islam

Dalam Islam telah dijelaskan keharaman pajak dengan dalil-dalil yang jelas, baik secara umum atau khusus masalah pajak itu sendiri.

Adapun dalil secara umum, semisal firman Allah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil….”[An-Nisa/4 : 29]

Dalam ayat diatas Allah melarang hamba-Nya saling memakan harta sesamanya dengan jalan yang tidak dibenarkan. Dan pajak adalah salah satu jalan yang batil untuk memakan harta sesamanya

Dalam sebuah hadits yang shahih Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Tidak halal harta seseorang muslim kecuali dengan kerelaan dari pemiliknya”[6]

Adapun dalil secara khusus, ada beberapa hadits yang menjelaskan keharaman pajak dan ancaman bagi para penariknya, di antaranya bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إِنَّ صَاحِبَ الْمَكسِ فِيْ النَّارِ

“Sesungguhnya pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka” [HR Ahmad 4/109, Abu Dawud kitab Al-Imarah : 7]

Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dan beliau berkata :”Sanadnya bagus, para perawinya adalah perawi (yang dipakai oleh) Bukhari-Muslim, kecuali Ibnu Lahi’ah ; kendati demikian, hadits ini shahih karena yang meriwayatkan dari Abu Lahi’ah adalah Qutaibah bin Sa’id Al-Mishri”.

Dan hadits tersebut dikuatkan oleh hadits lain, seperti.

“Dari Abu Khair Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata ; “Maslamah bin Makhlad (gubernur di negeri Mesir saat itu) menawarkankan tugas penarikan pajak kepada Ruwafi bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu, maka ia berkata : ‘Sesungguhnya para penarik/pemungut pajak (diadzab) di neraka”[HR Ahmad 4/143, Abu Dawud 2930]

https://almanhaj.or.id/2437-pajak-dalam-islam.html



****

PAJAK DALAM ISLAM Oleh Ustadz Abu Ibrahim Muhammad Ali Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak membiarkan manusia saling menzhalimi satu dengan yang lainnya, Allah dengan tegas mengharamkan perbuatan zhalim atas diri-Nya, juga atas segenap makhluk-Nya[1]. Kezhaliman dengan berbagai ragamnya telah menyebar...

Address

Denpasar

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PATOP posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share