Nasihat Ahlussunnah

Nasihat Ahlussunnah

Share

Kump**an Nasihat Agama dari Para 'Alim Ulama Ahlussunnah.

Semoga
Bisa Bermanfaat dan Bisa menjadi Ladang Amal Ibadah untuk Meraih Pahala dan Ridho Allāh Azza wa Jalla.

24/01/2026

SESEORANG AKAN MENCOCOKI TEMAN DEKATNYA

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2: 344, dari Abu Hurairah. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Imam Al-Ghazali rahimahullah berkata, “Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit, akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga ikut zuhud dalam masalah dunia. Karena memang asalnya seseorang akan mencocoki teman dekatnya. Bahkan kecocokan dengan teman dekat bisa terjadi tanpa disadari.” (Tuhfah Al-Ahwadzi, 7: 94)

Sumber https://rumaysho.com/12200-waktu-muda-yang-sia-sia.html

02/01/2026

Bismillāh...

07/12/2025

Yahudi dan Nashrani Tidak Pernah Ridha

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Ingatlah, Yahudi dan Nashrani tidak akan pernah ridha, sampai kita umat Islam mengikuti ajaran mereka.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 120)

Allah mengabarkan kepada Rasul-Nya, orang Yahudi dan Nashrani tidak akan ridha sampai kita mengikuti ajaran mereka. Karena mereka akan terus mengajak untuk mengikuti ajaran mereka dan mereka anggap itulah sebagai al-huda (petunjuk). Jadi, petunjuk Allah adalah ajaran yang dibawa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, itulah petunjuk yang sebenarnya.

Perlu dipahami, ajaran Yahudi dan Nashrani hanyalah mengikuti hawa nafsu semata sehingga disebutkan dalam ayat,’

وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

“Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 120)

Maka ayat di atas menunjukkan larangan mengikuti hawa nafsu Yahudi dan Nashrani. Juga dalam ayat itu terdapat larangan untuk tasyabbuh dengan Yahudi dan Nashrani (meniru-niru mereka, pen.), begitu p**a secara khusus tidak boleh meniru ajaran mereka.

Walau larangan di atas ditujukan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun umatnya pun tetap termasuk di dalamnya.

لأن الاعتبار بعموم المعنى لا بخصوص المخاطب، كما أن العبرة بعموم اللفظ، لا بخصوص السبب

Karena yang kita lihat adalah makna, bukan melihat siapa yang ditujukan pembicaraan tersebut. Sebagaimana ada kaedah, “Al-‘ibrah bi ‘umumil lafzhi, laa bi khushushis sabaab (dari lafazh umum itu yang diambil pelajaran, bukan semata-mata dilihat dari kekhususan sebab semata).” Demikian penjelasan dari Syaikh As-Sa’di.

Ayat di atas juga menunjukkan bahwa dengan ilmu dan pendidikan Islam yang benar yang membuat kita selamat dari ajakan Yahudi dan Nashrani.

Semoga bermanfaat.



Referensi:
Tafsir As-Sa’di (Taisir Al-Karim Ar-Rahman). Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di.



@ Ponpes Al-Muttaqin, Pondok, Sampang, Gedangsari, Gunungkidul, 29 Jumadal Ula 1437 H

Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal

30/10/2025

*6 Sebab Rahasia datangnya Rezki, yg dijamin langsung oleh Allah, di dalam Alquran :*

*1. Bertaqwa (Surah At Thalaq : 2-3)*

وَمَنۡ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجۡعَلْ لَّهٗ مَخۡرَجًا ۙ‏
وَّيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ​ ؕ
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya,
Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka- sangka.

*2. Bertawakkal (Surah At Thalaq : 3)*

وَمَنۡ يَّتَوَكَّلۡ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسۡبُهٗ ؕ
Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.

*3. Mendirikan Sholat (Surah Thoha : 132)*

وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاۗ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى
Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dengan sungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Kesudahan (yang baik di dunia dan akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.

*4. Istigfar (Surah Nuh : 10-12)*

فَقُلۡتُ اسۡتَغۡفِرُوۡا رَبَّكُمۡؕ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًا ۙ‏
يُّرۡسِلِ السَّمَآءَ عَلَيۡكُمۡ مِّدۡرَارًا ۙ‏
وَّيُمۡدِدۡكُمۡ بِاَمۡوَالٍ وَّبَنِيۡنَ وَيَجۡعَلۡ لَّـكُمۡ جَنّٰتٍ وَّيَجۡعَلۡ لَّـكُمۡ اَنۡهٰرًا ؕ‏
maka aku berkata (kepada mereka), "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu."

*5. Infaq (Surah Saba' : 39)*

وَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗۚ وَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
Dan apa saja yang kamu infakkan pasti Dia akan menggantinya. Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.

*6. Sebab/ Usaha (Surah Maryam : 25)*

وَهُزِّيْٓ اِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسٰقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّاۖ
Goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menjatuhkan buah kurma yang masak kepadamu.

Siapa yg menempuh ke 6 jalan ini, maka dia akan mendapatkan Rezki dari Arah yg tidak dia sangka2.

Pajak Dalam Islam | Almanhaj 26/08/2025

🌸Bismillah ...

📝 Hukum Pajak dan Pemungutnya Menurut Islam

Dalam Islam telah dijelaskan keharaman pajak dengan dalil-dalil yang jelas, baik secara umum atau khusus masalah pajak itu sendiri.

Adapun dalil secara umum, semisal firman Allah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil….”[An-Nisa/4 : 29]

Dalam ayat diatas Allah melarang hamba-Nya saling memakan harta sesamanya dengan jalan yang tidak dibenarkan. Dan pajak adalah salah satu jalan yang batil untuk memakan harta sesamanya

Dalam sebuah hadits yang shahih Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Tidak halal harta seseorang muslim kecuali dengan kerelaan dari pemiliknya”[6]

Adapun dalil secara khusus, ada beberapa hadits yang menjelaskan keharaman pajak dan ancaman bagi para penariknya, di antaranya bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إِنَّ صَاحِبَ الْمَكسِ فِيْ النَّارِ

“Sesungguhnya pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka” [HR Ahmad 4/109, Abu Dawud kitab Al-Imarah : 7]

Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dan beliau berkata :”Sanadnya bagus, para perawinya adalah perawi (yang dipakai oleh) Bukhari-Muslim, kecuali Ibnu Lahi’ah ; kendati demikian, hadits ini shahih karena yang meriwayatkan dari Abu Lahi’ah adalah Qutaibah bin Sa’id Al-Mishri”.

Dan hadits tersebut dikuatkan oleh hadits lain, seperti.

“Dari Abu Khair Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata ; “Maslamah bin Makhlad (gubernur di negeri Mesir saat itu) menawarkankan tugas penarikan pajak kepada Ruwafi bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu, maka ia berkata : ‘Sesungguhnya para penarik/pemungut pajak (diadzab) di neraka”[HR Ahmad 4/143, Abu Dawud 2930]

https://almanhaj.or.id/2437-pajak-dalam-islam.html



****

Pajak Dalam Islam | Almanhaj PAJAK DALAM ISLAM Oleh Ustadz Abu Ibrahim Muhammad Ali Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak membiarkan manusia saling menzhalimi satu dengan yang lainnya, Allah dengan tegas mengharamkan perbuatan zhalim atas diri-Nya, juga atas segenap makhluk-Nya[1]. Kezhaliman dengan berbagai ragamnya telah menyebar...

23/08/2025

*ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢِ*

*ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ*

☘ *ONE DAY ONE HADITS*
Ahad, 30 Shafar 1447 H / 24 Agustus 2025 M.

*Keutamaan² Shalat Shubuh ( #2)*

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

“Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar).” (HR. Muslim)

*Beberapa Pelajaran yang terdapat dalam Hadits*

1️⃣ Khusus dua shalat yang agung tersebut (shalat subuh dan shalat ashar) disebutkan secara khusus akan keutamaannya dibanyak nash-nash syar’i. Karena kedua shalat tersebut memang memiliki masyaqqah (kes**aran) yang sangat berat bagi sebagian manusia.

2️⃣ Shalat subuh datang diwaktu tatkala manusia sedang beristirahat, tatkala mereka sedang dalam kondisi tenang dan menginginkan untuk tetap di atas tempat tidur mereka, merasakan lezatnya tidur, maka berat bagi sebagian jiwa untuk bangun dari tempat tidurnya untuk mengerjakan ibadah yang besar tersebut. Adapun shalat ashar, maka dia datang di waktu di mana manusia sedang sibuk-sibuknya mengerjakan perkara dunia mereka, sedang sibuk-sibuknya menyempurnakan amalan-amalan dunia mereka sebelum kembali beristirahat ke rumah-rumah mereka. Maka barangsiapa yang diberikan taufiq oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk bisa menjaga keistiqamahan shalat subuh dan shalat ashar, maka biidznillah dia akan mampu menjaga keistiqamahan shalat-shalat yang lainnya.

3️⃣ Menjaga shalat subuh dan shalat ashar bersamaan dengan masyaqqah yang didapatkan merupakan diantara wasilah bagi seorang hamba untuk dimudahkan di dalam mengerjakan shalat-shalat yang lainnya.

4️⃣ Maka Al-Imam membawakan dua dalil yang berkaitan dengan masalah tersebut. Pertama hadits Abu Bakar bin Umarah, dari ayahnya dia berkata bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لَنْ يلجَ النَّار أَحدٌ صلَّى قبْلَ طُلوعِ الشَّمْس وَقَبْل غُرُوبَها

“Tidak akan masuk neraka seseorang yang shalat sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam.” (HR. Muslim 634)

5️⃣ Yang dimaksud dengan shalat sebelum matahari terbit adalah shalat subuh. Adapun shalat yang dimaksudkan sebelum matahari terbenam adalah shalat ahsar.

6️⃣ Dan makna sabda Rasulullah, “Tidak akan masuk neraka”, ini adalah dalil akan keutamaan yang sangat besar di dalam shalat subuh dan shalat ashar. Bahwasanya tatkala seseorang istiqamah menjaga kedua shalat tersebut akan menjadi hijab antara dirinya dengan neraka Allah Subhanahu wa Ta’ala.

7️⃣ Adapun dalil kedua yang Al-Imam bawakan adalah hadits Abi Bakar Al-Asy’ari dari ayahnya, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

منْ صلَّى الْبَرْديْنِ دَخَلَ الْجنَّةَ

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat subuh dan shalat ashar, dia pasti akan masuk surga.” (Muttafaqun ‘alaih)

8️⃣ Kata Syaikh bahwa yang dimaksud dengan “Al-Bardain” adalah shalat subuh dan shalat ashar. Dan kedua shalat tersebut dinamakan dengan shalat Bardain karena keduanya datang diwaktu yang dingin. Adapun shalat subuh datang di awal waktu pagi, adapun shalat ashar maka dia datang diakhir siang yang merupakan awal perubahan cuaca dari panas ke dingin.

Wallahu A'lam

*Tema Hadits yang Berkaitan dengan Al-Qur'an*

Allah Azza wa Jalla berfirman :

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’.” [Al-Baqarah/2: 43]

*Demikian, Semoga Bermanfaat. Aamiin*

Aqulu qauli hadza, wa astaghfirullahal Adzim li wa lakum.

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik...

“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.

==================================

🍃 Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺑَﻠِّﻐُﻮﺍ ﻋَﻨِّﻰ ﻭَﻟَﻮْ ﺁﻳَﺔً

*“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat”*
*(HR.Bukhari)*

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻣَﻦْ ﺩَﻋَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﻫُﺪًﻯ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻪُ ﻣِﻦَ ﺍْﻷَﺟْﺮِ ﻣِﺜْﻞُ ﺃُﺟُﻮْﺭِ ﻣَﻦْ ﺗَﺒِﻌَﻪُ ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻘُﺺُ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦْ ﺃُﺟُﻮْﺭِﻫِﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ، ﻭَﻣَﻦْ ﺩَﻋَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺿَﻠَﺎﻟَﺔٍ ، ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺈِﺛْﻢِ ﻣِﺜْﻞُ ﺁﺛَﺎﻡِ ﻣَﻦْ ﺗَﺒِﻌَﻪُ ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻘُﺺُ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦْ ﺁﺛَﺎﻣِﻬِﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ

*Barangsiapa mengajak (manusia) kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa mengajak (manusia) kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.*
*(HR.Muslim)*

Dakwah di jalan Allâh Azza wa Jalla merupakan amal yang sangat mulia, ketaatan yang besar dan ibadah yang tinggi kedudukannya di sisi Allâh Subhanahu wa Ta’ala.
Allâh Azza wa Jalla berfirman:

ﻭَﻟْﺘَﻜُﻦْ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺃُﻣَّﺔٌ ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻭَﻳَﺄْﻣُﺮُﻭﻥَ ﺑِﺎﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﻭَﻳَﻨْﻬَﻮْﻥَ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِۚ ﻭَﺃُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﻤُﻔْﻠِﺤُﻮﻥَ

*Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.*
*(QS.Ali-Imran [3] :104)*

Dinukil dari berbagai Sumber Yang In Syaa Allah amanah, dengan sedikit perubahan (terjemah bebas) sesuai dengan Pemahaman Shalafus Shalih (Alhus Sunnah Wal Jamaah) oleh : Hamba Allah

❄ S I L A H K A N D I S H A®E
Semoga bermanfaat bagi Ummat...

Selamat beraktifitas...
Baarakallahufiikum...

Photos from Nasihat Ahlussunnah's post 03/12/2024

Assalāmu'alaikum warohmatullāhi wabarokātuh.

Bismillāh...disilahkan bagi para ikhwah sekalian yang berkenan dan berminat mengikuti kelas belajar online agama Islam sesuai Al Aqur'an dan Hadits di bawah bimbingan Ustadz Abdullah Roy.

20/11/2024

Usia 40 tahun adalah puncak kematangan seseorang, sempurnalah akal, pemahaman dan kelemah-lembutannya. Pada usia ini p**a karakter seseorang jarang didapati akan berubah karakternya hingga menjelang ajalnya. Setelah usia 40 tahun, kekuatan dan fungsi organ tubuh sudah mulai menurun, dan menurunnya kekuatan fisik akan berlangsung secara bertahap, sebagaimana dahulu kekuatan fisik berkembang secara bertahap p**a. Oleh karena itu di usia tersebut dianjurkan untuk lebih fokus pada ibadah dan akhirat untuk memperbaiki diri serta untuk mempersiapkan bekal kematiannya.

13/10/2024

السَّلاَم علیکم ْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكـَـاتُهْ
بِسْــــــــــــــــــــــم اللّهِ

🍂" Haram Meyakini jika Anak Unyeng-unyeng Dua setelah Dewasa Jadi Nakal...!!

Ajaran Islam adalah ajaran agama yang ilmiyah yang dibangun di atas bukti dan dalil-dalil, baik itu dalil syar’i berupa Al Quran dan Sunnah atau bukti material yang teruji secara ilmiyah sesuai dengan bidangnya; dimana bisa dijelaskan hubungan sebab dan akibatnya dengan jelas. .

⛈ Kita ambil contoh; BMKG memperkirakan cuaca dengan bukti material yang jelas dan bisa dibuktikan. Lawannya, pawang hujan atau dukun ketika ditanya, apakah minggu depan hujan?

Dia akan menjawab tanpa memiliki dalil/bukti material dan apa yang dia sebutkan tidak bisa diuji oleh orang lain. .

Dari sini kita memahami dalam beragama atau mengamalkan sesuatu harus ada satu dari dua hal:

(1) Dalil Al Quran atau hadits yang menunjukkan hal tersebut;

(2) Bukti material yang jelas sebab dan akibatnya dan bisa diuji. Kalau tidak ada satu dari keduanya, maka itulah yang dikenal dengan khurafat (cerita bohong tanpa bukti) atau Tathoyur (menganggap sial karena sesuatu) dan yang sejenisnya. .

➡️ Darinya, kita memahami bahwa dua unyeng-unyeng (pusaran) di kepala anak yang dianggap sebagai tanda keburukan itu tidak ada hubungannya sama sekali dan termasuk khurafat atau Tathoyur.

Wallahu a’lam.

✍️Ustadz Ammi Nur Baits

11/08/2024

Bismillāh....semoga besok, Allāh limpahkan keberkahanNya sehingga segala urusan dapat dipermudah dan dilancarkan. Āmīn...

14/07/2024

Mendidik yang kurang tepat, bahkan menjadi sebuah kesalahan yang cukup fatal.

Misal...:
1. Untuk menjauhkan anak menjadi penikmat rokok, bukan malah mengenalkan anak tersebut dengan memberi dan mencicipkan rokok dengan dalih agar anak tersebut tidak penasaran. Setiap anak memang memiliki keingintahuan yang cukup tinggi, oleh karena itu berikan pemahaman yang baik dan mudah dimengerti oleh anak tersebut dengan contoh yang nyata, misal..dengan menghisap rokok maka mulut akan menjadi bau dan batuk, atau asap rokok akan menimbulkan polusi dan mengganggu orang lain.

2. Agar anak terhindar dari narkoba, bukan dengan memberikan secuil barang harom tersebut kepada anak dengan dalih biar tau bentuk dan efeknya jika dikonsumsi. Berikan pemahaman yang cukup mudah dengan contohnya, misal.. dengan mengkonsumsinya maka akan menjadi ketergantungan dan akan melakukan hal yang lebih buruk lagi untuk mendapatkan barang tersebut.

3. Untuk menghindarkan anak dari minuman keras beralkohol, maka bukan dengan menyuguhkan segelas minuman tersebut kepada anak dengan dalih agar tau rasanya tidak nyaman dan berharap akan dibuangnya. Sekali lagi berikan pemahaman yang jelas dan lugas, dengan mengkonsumsi minuman tersebut maka perut akan menjadi panas dan keracunan, dapat menyebabkan muntah dan masih banyak yang lainnya.

4. Agar anak kelak dapat menutup aurotnya dengan sempurna, maka semenjak dini, ajari anak dengan pakaian yang tertutup, sampaikan pemahaman yang mudah ia mengerti, bahwa ini adalah perintah agama, perintah Allāh, dengan menutup aurot maka tidak semua orang bisa dengan nyaman melihat dan menikmati anggota tubuh kita yang seharusnya tertutupi, dengan menutup aurot dapat melindungi diri dari keburukan-keburukan yang akan mengganggu seorang muslimah. Bukan malah dengan pemikiran sebaliknya, contoh... mumpung anak masih kecil dan belum dibebani syari'at, dengan mudahnya dikenakan pakaian-pakaian mini yang penting anaknya s**a dan nampak cantik serta lucu, sehingga ketika dewasa nanti melekatlah pada benak si anak dengan pakaian-pakaian seksi yang baginya akan menambah kecantikan dan kemolekan tubuhnya.

Jadi begitu ya ikhwah.., jangan sampai didikan yang kita sampaikan kepada anak-anak nanti malah menjerumuskan mereka dan malah menjadikan bumerang bagi kita.

Want your school to be the top-listed School/college in Denpasar?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

Address

Denpasar