15/03/2026
Parade Ogoh-Ogoh Tahun 90-an
Perayaan Hari Raya Nyepi yang jatuh setiap satu tahun sekali, biasanya pada bulan Maret dalam kalender Masehi, merupakan perayaan Tahun Baru Caka bagi umat Hindu, khususnya di Bali. Perayaan ini dijalankan dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian, yang salah satunya adalah amati lelungan atau tidak bepergian sama sekali. Selama Nyepi, Bali memasuki suasana hening dan refleksi, menjadikannya salah satu tradisi spiritual yang unik.
Sehari sebelum Nyepi, masyarakat Bali merayakan Hari Pengrupukan, sebuah momen ketika berbagai desa mengadakan pawai Ogoh-Ogoh yang diarak mengelilingi wilayah banjar masing-masing. Parade ini biasanya dimulai pada sore hingga malam hari, dengan iringan gamelan dan semangat kebersamaan masyarakat.
Tradisi mengarak Ogoh-Ogoh pada Hari Pengrupukan mulai berkembang sekitar tahun 1980-an dan sejak saat itu terus tumbuh menjadi bagian penting dari budaya Bali. Hingga kini, pawai Ogoh-Ogoh menjadi simbol kreativitas, gotong royong, sekaligus ekspresi seni para pemuda banjar.
Sanur pun memiliki sejarah perayaan yang tak kalah meriah. Melalui video di atas, kita sejenak kembali ke tahun 1990-an untuk melihat bagaimana rupa Ogoh-Ogoh dari Banjar Blanjong, Banjar Batanpoh, dan Banjar Belong, yang kala itu diarak oleh para pemuda banjar setempat.
Kini, Ogoh-Ogoh tidak hanya diarak saat Hari Pengrupukan, tetapi juga dilombakan dalam berbagai festival di Bali. Salah satu yang akan hadir pada 18 Maret 2026 adalah Mel Festival, yang menampilkan Ogoh-Ogoh dari beberapa banjar di kawasan Mel Sanur.
Berlokasi di Semawang Point, festival ini menjadi kesempatan bagi masyarakat dan pengunjung untuk menyaksikan berbagai karya Ogoh-Ogoh dari banjar-banjar sekitar dalam satu tempat, sekaligus merasakan semangat kebersamaan dan kreativitas budaya yang terus hidup di Sanur.
Video Archive by
I Made Surastha
https://youtube.com/?si=ju7Pmwwwv-4r9dtY