Halal bihalal hari ini jam 2.
Diharapkan kehadirannya.
Dan euuu... anu nya.
Majelis TALIM Al-Barkah Karangmalang
“Barang siapa membangun Masjid/Majlis (di dunia) maka Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga(Al-hadist)” 1.
MajlisTa`lim sebagai tempat pengembangan serta memahami Al-Qur`an dan Al-Hadist yang tidak membatasi Islam hanya pada suatu pola budaya tertentu.
2. Majlis Ta`lim tempat mendidik Sumber Daya Manusia menuju kekuatan, keimanan dan ketaqwaan.
3. Majlis Ta`lim tempat mengembangkan serta memahami dimensi kerohanian dan kecintaan kepada Allah swt.
4. Majlis Ta`lim sebagai tempat mengembangkan serta me
23/09/2015
http://liriksolawat.com/doa/tata-cara-shalat-idul-adha-dan-idul-fitri-904
Tata Cara Shalat Idul Adha dan Idul Fitri - Teks dan Lirik Sholawat Tata Cara Shalat Idul Adha dan Idul Fitri Takbir, Doa dan Bacaan Bilal
28/01/2015
Muludan
Jangan Bersedih Atas Kegagalan, Karena Anda
Masih Memiliki Banyak Kenikmatan!
Renungkanlah: betapa banyaknya nikmat dan karunia Allah yang Ada
pada Anda. Lalu, bersyukurlah kepada-Nya atas semua itu, dan sadarilah
bahwa Anda benar-benar telah bergelimang dengan pemberian-Nya.
Allah berfirman,
{Dan, jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan
mampu menghitungnya.}
(QS. Ibrahim: 34)
{Dan, menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin.}
(QS. Luqman: 20)
{Dan, apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allahlah datangnya.}
(QS. An-Nahl: 53)
Allah menegaskan betapa besarnya kenikmatan yang Dia berikan
kepada hamba-hamba-Nya sebagaimana berikut,
{Bukankah Kami telah memberikan kepadanya kedua mata, Lidah dan dua bibir
Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.}
(QS. Al-Balad: 8-10)
Ada banyak kenikmatan yang terus mengalir: nikmat kehidupan,
nikmat kesehatan, nikmat pendengaran, nikmat penglihatan, nikmat kedua
tangan dan kedua kaki, nikmat air dan udara, dan nikmat makanan. Dan,
yang paling agung dari semua itu adalah nikmat hidayah rabbaniyah, yakni
agama Islam. Apakah Anda ingin mata Anda dibeli dengan harga satu juta
dolar? Apakah Anda ingin menjual kedua telinga Anda dengan harga satu
juta dolar? Apakah Anda ingin kedua kaki Anda dibeli dengan harga satu
juta dolar? Apakah Anda ingin kedua tangan Anda dibeli dengan harga
satu juta dolar? Apakah Anda ingin menjual hati Anda dengan harga satu
juta dolar? Betapa banyak harta yang ada di tanganmu namun Anda tidak
menunaikan rasa syukurmu.
Jika orang bodoh bicara, jangan kau timpali
sebab sebaik-baik jawaban baginya adalah diam seribu bahasa..
syair..
Hukum kematian manusia masih terus berlaku,
karena dunia juga bukan tempat yang kekal abadi.
Adakalanya seorang manusia menjadi penyampai berita,
dan esok hari tiba-tiba menjadi bagian dari suatu berita,
ia dicipta sebagai makhluk yang senantiasa galau nan gelisah,
sedang engkau mengharap selalu damai nan tenteram.
Wahai orang yang ingin selalu melawan tabiat,
engkau mengharap percikan api dari genangan air.
Kala engkau berharap yang mustahil terwujud,
engkau telah membangun harapan di bibir jurang yang curam.
Kehidupan adalah tidur panjang, dan kematian adalah kehidupan,
maka manusia di antara keduanya; dalam alam impian dan khayalan
Maka, selesaikan segala tugas dengan segera, niscaya umur-umurmu,
akan terlipat menjadi lembaran-lembaran sejarah yang akan
ditanyakan.
Sigaplah dalam berbuat baik laksana kuda yang masih muda,
kuasailah waktu, karena ia dapat menjadi sumber petaka
Dan zaman tak akan pernah betah menemani Anda, karena ia
akan selau lari meninggalkan Anda sebagai musuh yang menakutkan
dan karena zaman memang dicipta sebagai musuh orang-orang
bertakwa.
syair....
عَنِ اِبْنِ عُمَرَ - رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( أَبْغَضُ اَلْحَلَالِ عِنْدَ اَللَّهِ اَلطَّلَاقُ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ , وَابْنُ مَاجَهْ , وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ , وَرَجَّحَ أَبُو حَاتِمٍ إِرْسَالَهُ
Dari Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Perbuatan halal yang paling dibenci Allah ialah cerai." Riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah. Hadits shahih menurut Hakim. Abu Hatim lebih menilainya hadits mursal.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ أََحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ فِي رِزْقِهِ, وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ, فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ ) أَخْرَجَهُ اَلْبُخَارِيُّ
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa ingin dilapangkan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menghubungkan tali kekerabatan (silaturrahim)." Riwayat Bukhari.
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ, فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ, فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ, فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اَللَّهُ وَسَقَاهُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
وَلِلْحَاكِمِ: ( مَنْ أَفْطَرَ فِي رَمَضَانَ نَاسِيًا فَلَا قَضَاءَ عَلَيْهِ وَلَا كَفَّارَةَ ) وَهُوَ صَحِيحٌ
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa lupa bahwa ia sedang shaum, lalu ia makan dan minum, hendaknya ia meneruskan puasanya, karena sesungguhnya ia telah diberi makan dan minum oleh Allah." Muttafaq Alaihi.
Menurut riwayat Hakim: "Barangsiapa yang berbuka pada saat puasa Ramadhan karena lupa, maka tak ada qodlo dan kafarat baginya." Hadits Shahih.
Keutamaan Ilmu
Semangat seseorang dalam menuntut ilmu tentu didasari seberapa besar dia memahami apa itu ilmu, apa keutamaan ilmu? Imam Al Ghazali menjelaskan bahwa dengan ilmu, manusia jadi tahu mana jalan yang mendaki, dan bagaimana cara mendakinya, tahu bagaimana melewati halangan dan rintangan yang melintang di jalan tersebut. Pendakian yang akan dilakukan tentu semata-mata agar bisa semakin dekat dengan Allah SWT.
“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (Az-Zumar: 9)
“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Mujadilah: 11)
Dalam Al Qur’an sangat jelas menerangkan bahwa Manusia yang berilmu memiliki derajat yang lebih tinggi dari orang yang tidak berilmu. Imam Syafi’i pernah berkata “Demi Allah hakikat seorang pemuda adalah dengan ilmu dan taqwa; jika kedua hal itu tiada padanya maka tak bisa disebut pemuda”. Pesan yang ingin disampaikan oleh Imam Syafi’i adalah Pemuda harus memiliki Ilmu yang membuat dirinya Semakin Bertaqwa. Bukan ilmu para kaum liberal, yang akan membuat semakin bingung apa itu sebuah kebenaran. Semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang, akan semakin kabur pandangan ia tentang kebenaran.
11/05/2013
kondisi terbaru, pembangunan majelis...
Tewasnya Musuh Islam Umayyah Bin Khalaf
Pada Perang Badar, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memuliakan Bilal bin Rabah radhiyallahu ‘anhu dan orang-orang yang dianiaya olehnya. Dia menjadi tuan, Maha benar Allah tatkala berfirman,
“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi).” (QS. Al-Qashash: 5)
Adapun Umayyah bin Khalaf, kesudahannya adalah akhir kehidupan paling buruk dan paling mengerikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk melemparkan bangkai kaum musyrikin ke dalam sumur Badr, hanya saja Umayyah adalah orang yang gemuk, dia membengkak seketika itu juga. Tatkala akan diceburkan ke sumur dagingnya mengelupas, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan, “Biarkanlah dia.” Lantas mereka membiarkannya di tempatnya dan menimbuninya dengan tanah, hingga terpendam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat mereka saat beridiri, sambil menyebut nama-nama mereka seraya berkata, “Apakah kalian telah mendapati apa yang dijanjikan oleh Rabb kalian?!”
Sungguh indah, apa yang diungkapkan penyair Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu Hassan bin Tsabit dalam menggambarkan orang-orang yang dimasukkan ke sumur, dia berkata dari sebuah syair yang panjang. Kami pilih darinya bait-bait berikut ini:
Rasulullah memanggil mereka ketika kami melempar bangkai mereka secara bersama-sama ke dalam sumur. Bukankah kalian mendapati perkataanku benar dan siksa Allah menyentuh sampai ke hati. Mereka bisu, seandainya mereka berucap niscaya akan mengatakan. Engkau benar dan engkau pemilik ide yang jitu.
Orang kuffar Quraisy kembali ke Mekah dalam keadaan murung penuh dengan kesusahan serta kekalahan yang telak. Yang pertama kali tiba dengan membawa kekalahan kaum musyrikin dan bencana mereka, adalah al-Husaiman bin Abdillah al-Khuza’i, dialah yang menyesali terbunuhnya orang-orang terhormat Quraisy seraya berkata, “Utbah telah terbunuh, demikian p**a Syaibah, Abu Jahal, dan Umayyah. Kemudian dia menyebut-nyebut para petinggi itu.”
Shafwan bin Umayyah bin Khalaf berkata, sedang dia duduk dalam kamar bersama sekelompok orang dari Quraisy, “Demi Allah orang ini tidak berakal, hatinya telah terbang. Tanyakanlah kepadanya tentang aku, sesungguhnya aku mengira dia akan menyebutku.”
Sebagian mereka berkata kepada al-Husaiman, “Apakah engkau mengetahui berita tentang Shafwan bin Umayyah dan apa yang dilakukannya?”
Dia menjawab, “Ya, dia sedang duduk di kamar. Sungguh aku telah melihat bagaimana ayahnya Umayyah bin Khalaf dan saudaranya saat keduanya dibunuh.”
Demikianlah Allah telah menghinakan Umayyah, kabar kematiannya telah sampai kepada keluarganya. Dia adalah orang yang hina saat hidup dan ketika mati.
Al-Halabi rahimahullah menyebutkan dalam buku sejarahnya, “Telah sampai penghinaan ucapan laknat kepada Umayyah bin Khalaf melalui lisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah hijrah ke Madinah, karena Umayyah merupakan penyebab gangguan Rasul tercinta dan para sahabatnya yang mulia, yaitu orang-orang yang tertimpa sakit dan demam di awal hijrah mereka. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa, “Ya Allah, laknatlah Syaibah bin Rabi’ah dan Umayyah bin Khalaf sebagaimana mereka mengeluarkan kami dari tempat tinggal kami, ke tempat yang berwabah.”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan Umayyah bin Khalaf dan sekelompok kaum musyrikin tatkala mereka menyiksa Beliau di Mekah. Mereka semua terbunuh di Badr, karena itu di hari Badr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di atas sumur seraya mengajak mereka berbicara dengan menyebut nama-nama mereka, “Wahai ‘Utbah bin Rabi’ah, wahai Syaibah bin Rabi’ah, wahai Umayyah bin Khalaf, wahai Abu Jahal bin Hisyam.” Beliau menghitung mereka seraya bersabda, “Apakah kalian mendapati apa yang dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya? Sesungguhnya aku mendapati apa yang dijanjikan Rabbku benar terjadi (kemenangan).”
Ya, Maha Benar Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, janji Allah Subhanahu wa Ta’ala benar adanya. Umayyah bin Khalaf memperoleh kehinaan sebagai imbalan atas apa yang diperbuat oleh kedua tangannya, Dia menjadi salah satu penghuni Neraka.
Gembong kekufuran, Umayyah bin Khalaf, salah seorang pemilik hati yang keras dari kalangan musyrikin Quraisy, termasuk salah seorang yang berbuat keonaran dan kerusakan di muka bumi dan merusak hubungan antar sesama manusia. Jelas bagi kita perjalanan hidupnya, tidak tersisa celah dari kesempatan untuk mengganggu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melainkan Umayyah adalah salah seorang yang paling berperan di kalangan orang-orang yang berbuat kejam baik dengan perkataan maupun perbuatan. Maka dia layak menerima siksa paling berat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala di dunia. Dan di akhirat lebih pedih dan kekal serta lebih dahsyat.
Bagi orang yang menelusuri pemikiran Umayyah dan kejiwaannya, dia akan melihat Umayyah meliuk-liuk dalam hal harta yang hina sebagai bahan pertumbuhannya, dan berkembang pemikirannya. Dia mengira bahwa harta dan kedudukan, merupakan tonggak kehidupan dan tambatan kemuliaan.
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menyebutkan bahwa Umayyah bin Khalaf al-Jumahi mengajak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada perkara yang dibencinya, menjauhkan diri dari orang-orang miskin dan mendekati para pembesar Mekah. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan firman-Nya:
“Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingati kami.” (QS. Al-Kahfi: 28), maksudnya kami tutup hatinya dari menerima tauhid.
“Serta menuruti hawa nafsunya.” (QS. Al-Kahfi: 28), maksudnya syirik.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan sejumlah ayat yang mulia berkenaan dengan Umayyah, memperingatkan sifatnya yang tercela, mengancamnya dengan neraka. Alangkah buruknya neraka sebagai tempat kembali. Kemudian menyebut sebagian sifat yang menjadikannya termasuk penghuni neraka.
Di dalam surat Al-Lail firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).” (QS. Al-Lail: 14-16)
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati Umayyah, bahwa dia orang yang plaing melarat, karena dia mendustakan Alquran dan berpaling dari ketaatan terhadapnya. Sebagaimana dia mendustakan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berpaling dari keimanan kepadanya, bahkan menghalanginya dan mengganggu orang yang beriman. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifatinya (orang yang paling celaka), mengkhususkan baginya siksa yang menyala-nyala dan api neraka paling panas.
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata tatkala menafsirkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Tidak ada yang masuk ke dalamnya, kecuali orang yang paling celaka.”
“Orang yang paling celaka adalah Umayyah bin Khalaf dan yang semisalnya dari orang-orang yang mendustakan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Nabi sebelumnya.”
Di tempat lain dalam Alquran al-Karim, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengisyaratkan sifat tercela lainnya yang ada pada Umayyah, semuanya menunjukkan keburukannya dan sifat pengecut serta kesewenang-wenanganannya. Dia tukang mengumpat, memfitnah, dan mencela. Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan surat al-Humazah yang menjanjikan baginya api neraka yang menyala-nyala.
“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.” (QS. Al-Humazah: 1-9)
Sekump**an ulama tafsir dan para penulis sejarah menyebutkan, surat ini turun berkenaan dengan Umayyah bin Khalaf.
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Utsman dan Ibnu Umar, keduanya berkata: (Mengenai ayat ini)
“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela.”
“Kami senantiasa mendengar bahwa (ayat inI) turun karena Umayyah Khalaf.”
Ibnu Ishaq rahimahullah berkata, “Umayyah bin Khalaf, apabila dia melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dia mengumpat dan mencelanya.”
Mengenai makna Al-Humazah dan Al-Lumazah terdapat banyak pendapat:
Al-Humazah adalah orang yang s**a mencari aib, orang yang s**a mencari cela manusia dan menghina di depan yang bersangkutan. Al-Lumazah adalah orang yang s**a mencela, menjelakkan nasab manusia dan menghina di belakang yang bersangkutan.
Sebagian besar para tabi’in serta fuqaha di kalangan mereka, seperti al-Hasan al-Bashri, Mujahid bin Jubair –atau Jabr- dan Atha bin Abi Rabah rahimahullah berkata, “Al-Humazah adalah yang mencela, menuduh seseorang di depan orangnya. Al-Lumazah adalah yang mencela seseorang saat dia tidak ada (menggunjing).”
Inilah sifat tercela yang ada pada diri Umayyah bin Khalaf, selain mencela dan mengumpat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia pun mencerca manusia dan mencari aib mereka, saat berhadapan maupun tatkala berjauhan, ialah akhlak terendah, karenanya dia dibalas –selain dengan kekufurannya- Neraka Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menyala-nyala yang disediakan untuknya dan orang-orang sepertinya, yakni mereka yang melukan pelanggaran, melampui batas dan durhak terhadap perintah Rabb mereka, dan tidaklah Allah Subhanahu wa Ta’ala menzhalimi seorang pun.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
4186