Majelis Nuruniyah

Majelis Nuruniyah

Share

Iman Tauhid Ma'rifat Islam

01/03/2023

Untuk meraih sebuah pencapaian perlulah adanya proses "pengorbanan dan perjuangan" baik harta maupun perbuatan (action)
Proses bisa dilalui dengan jalan yang mudah maupun sulit (terserah Allah memberikan kehendak seperti apa, bagaimana jalan dan seberapa hasilnya)
Kita hanyalah disyariatkan untuk berusaha semampunya..
Karena kehendak Allah didepan kita tidak tahu..
Awalnya Sulit akhirnya mudah, awalnya mudah bisa akhirnya sulit,
Awalnya sulit bisa seterusnya sulit dan awalnya mudah bisa akhirnya mudah p**a..

Terus belajar (tholabul'ilmi)
Mendekatkan diri kepada Allah SWT

05/07/2022

Iblis memiliki banyak cara dan banyak trik, manusia akan diarahkan untuk berbuat buruk dan jahat, bilamana gagali, iblis akan menyuruh untuk beribadah tetapi menghilangkan kemurnian dr ibadahnya itu dgn berbagai cara dgn menghembuskan perasaan riya dan ingin dipuji, jika masih gagal, iblis akan menghembuskan perasaan puas dan bangga dengan ibadahnya, jika gagal iblis akan menghembuskan prasaan mendapat pahala dan ditrima amalnya. Selagi manusia masih sibuk dengan dunia, iblis akan semakin mudah membelokkan apa yg ada di dalam dada manusia, meniupkan dan mendatangkan was-was.

Iblis hanya tidak sanggup mengoda org2 yg mukhlis yang menyerahkan dirinya secara totalitas kepada Allah. ikhlas itu adalah salah satu rahasia diantara rahasia Ketuhanan yang ada didalam qolbu hamba2 yg dicintaiNYA. ikhlas adalah urusan hakekat yang tdk bisa dimengerti oleh orang2 yang hatinya tertutup kotoran2 dari kebus**an dunia. Iblis akan selalu menggerakkan hati manusia untuk merasa berilmu dan membanggakan ibadah2 yg dilakukannya.

Iblis akan menghalang-halangi manusia, agar manusia jauh dari pengetahuan tentang essensi Ketuhanan yang sebenarnya, Iblis akan menggerakkan manusia2 untuk mensukseskan aksinya itu. Agar cita2nya iblis untuk melahirkan dajjal dimuka bumi segera terwujud. Bilamana ada yg berusaha untuk menyadarkan manusia ttg esensi Ketuhanan, maka iblis akan menggerakkan manusia2 lainnya untuk memusuhi dan membungkamnya, agar kebenaran itu mati, lalu dajjal lahir dan berkuasa dimuka bumi ini.

Repost .Indonesia

18/06/2022

Dalam hal menuntut ilmu itu ada 2 sisi yang mesti difahami:
1. sisi kesuksesan dan keberhasilan menuntut ilmu
2. sisi keberkahan dari ilmu

1. agar berhasil dalam menuntut ilmu, maka yang diperlukan adalah: daya serap yang tinggi, kebersihan hati, ketekunan dan keuletan terhadap apa2 yang di ajarkan seorang guru kepadanya.........

2. agar memperoleh keberkahan dari ilmu tersebut, yang diperlukan adalah sebuah sikap yang tawadhu' dan menghormati guru yang telah mengajarinya. karena guru dalam hal ilmu itu adalah berlaku sebagai orang tua ruhani bagi murid2nya............

seseorang bisa sukses menuntut ilmu karena ketekunannya namun tak memperoleh keberkahan karena bersikap kurang ajar bahkan melecehkan gurunya sendiri.........

maka bagi penuntut ilmu, mesti mengetahui 2 sisi hal tersebut agar ia bisa berhasil dalam menuntut ilmu dan sekaligus memperoleh keberkahan dari ilmu yang sedang dituntutnya..........

ilmu yang tidak memiliki keberkahan akan sulit bermanfaat bahkan membawa banyak mudhorot........
fahamilah hal ini........

Repost .indonesia

25/12/2020
17/08/2018

Allah SWT berfirman;
"Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. Dan bertaqwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!"(Al- Baqarah: 197).
Dan pada ayat lain Allah SWT juga berfirman;
"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik."
(Al -a'raf: 26).

kenapa demikian ? Karena dengan taqwa segala amal ibadah diterima dihadapanNya, sebab taqwa adalah sudah mencapai "TAWADLU, QONA'AH, WAROH dan YAQIN".
Karena apa saja yang diberikan oleh Allah SWT dapat dijalakan secara baik dan benar sesuai dengan sifat Tuhannya, maka nampaklah jelas penghambaan terhadap Tuhan (Allah SWT), Dengan kata lain "Tidak menyekutukanNya atau berbuat Syirik", baik syirik kecil (asghor) maupun yang samar (khofi).
Semoga kita selalu mendapat Rahmat Allah SWT dengan diberikannya rasa kesemangatan untuk terus belajar (mengkaji dan memahami ilmuNya),
Karena dengan adanya kita belajar adalah wujud atau bentuk dari pengakuan diri kita yang belum bisa apa-apa dan belum bisa mengamalkan dari segala apa yang DIA perintahkan, dan juga agar diri ini tidaklah menjadi sombong, karena jika kita tidak terus belajar mengkaji dan memahami ilmuNya, maka diri ini sudahlah sombong terhadap Allah dan RosulNya.

☆ Ust. Hamzah ☆

17/08/2018

Ada satu kisah dari Nabi SAW, bahwasannya ketika anak Adam melangsungkan penikahan maka setan mengutus 3 golongan anak buahnya. Ketika Setan yang pertama di utus lalu setelahnya ia kembali p**ang dan menghadap, ia ditanya oleh komandannya,
"~apa yang engkau hasiĺkan ?
~mereka (pasutri) sudah aku bikin ribut terus ndan, sahut setan pertama.
~ GOBLOG 😈! jawab komandannya".

Lalu diutuslah setan yang kedua dan setelah kembali menghadap ia ditanya,
" ~ Apa hasilnya ?
Ia menjawab ; mereka sudah aku bikin pisah ranjang.
~ Masih GOBLOG ! Jawab komandannya geram 😈👹 ".

lalu dikirim setan yang ketiga setelah selesai melaksanakan tugasnya ia p**ang dan menghadap lalu ditanya,
"~ Bagaimana hasilnya ?
~ lalu ia menjwab; setelah aku amati siang malam tanpa lelah dan tanpa tidur aku menjadi tau kelemahan yang ada pada mereka, maka aku mebiarkannya tidak ribut dan tidak pisah ranjang, tapi menjadikan hati mereka berpisah sehingga Allah SWT menghukumi mereka "BERCERAI"
~ MANTAP !!👍👍👏👏, jawab komandan.

Maka setan yang ketiga ia mendapatkan apresiasi atas keberhasilannya merusak anak cucu Adam.
Menjauhkannya dari Agama sehingga rusak keImanannya, yang akhirnya mengaku beriman namun tidak mau memahami Iman,
Mengaku Islam tapi tidak mau memahami Islam.

Inilah kelemahan kita, semoga kita mendapat Rahmat sehingga tetap mau belajar sebagaimana perintah Nabi Muhamad SAW , " belajarlah dari ayunan sampe masuk keliang lahat".
selagi kita bernafas dan selagi kita sehat, mencari ilmu jangan pernah bosan ✊.

☆ Ust. Hamzah ☆

12/08/2018

“Rasulullah SAW menjelaskan pada Sabdanya, tegaknya Negara ditunjang oleh empat pilar.
"》Pertama bi’ilmil ulama (dengan ilmu ulama),
-》kedua bi-adillatil umaro (dengan keadilan para pemimpin/pejabat/pemerintah/penguasa),
-》ketiga bisaqoowatil aghniyaa (peran/dermawannya orang-orang kaya),
-》keempat bidu’aail fuqoroo-i wal masaakiin (doanya orang-orang lemah/miskin).”

¤ Hakekat mengenai hadist ini adalah kita sebagai seorang muslim harus punya guru untuk membimbing, agar kita paham tentang sumber daya manusia yaitu IMAN, sehingga sebelum kita adil terhadap orang lain maka hendaknya kita sudah adil pada diri kita sendiri.
Sebab bagaimana mungkin bisa adil pada orang lain ? kalaulah pada diri sendiri belum dapat berlaku adil ?
Dan jika sudah tumbuh rasa keadilan pada diri sendiri, maka akan melahirkan sifat "pemaaf" pada kesalahan rakyat yang dipimpinnya dan juga terhadap orang-orang disekitarnya , tidak menjadikan adigang adigung adiguna(tidak sombong) dan dapat menjalankan Amanah dengan memberikan hak-hak rakyatnya.
Kalau sudah demikian maka dapat mendo'akan rakyat yang telah mendzoliminya dengan do'a yang berkalimatkan kebaikan untuk kemakmuran rakyatnya.

Semoga kita semua senantiasa mendapat Rahmat Allah SWT dan pertolonganya serta bimbingaNya.
Aamiin Ya Robbal'alamiin

☆ Ust. Hamzah Abdul Aziz ☆

23/02/2018

KIAT MERINGANKAN BEBAN TAKDIR

Ibnu Athaillah as-Sakandary : "Pedihnya bencana menjadi ringan, manakala anda mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Ta'ala adalah yang memberi cobaan bagimu. Dzat yang menghadapkan takdir-takdir padamu adalah Dia yang mengembalikan padamu agar ada kebaikan ikhtiar darimu." Allah Ta'ala Maha Indah sifat-Nya, Mulia tindakan-Nya, sama sekali tidak bertujuan mencederai hambanya, kecuali demi kemashlahatan si hamba itu sendiri, untuk meraih anugerah dan keutamaan dari-Nya. Bukan untuk menyiksa mereka. Allah Ta'ala telah berfirman kepada Nabi-Nya, "Bersabarlah pada hukum Tuhanmu, karena sesungguhnya kamu ada dalam penglihatan kami." (QS. Ath-Thur 48), sebagaimana Allah Ta'ala mengembalikan padamu apa yang engkau s**a, maka bersabarlah terhadap apa yang ditakdirkan padamu. Mayoritas orang merasa pedih dengan takdir yang menderanya, semata karena belum faham, bahwa semua itu adalah cara-Nya menguji mereka. Ujian itu dari Allah jua. Ujian tentu demi peningkatan derajat dan sekaligus kesiapan ikhtiar yang lebih baik dari sebelumnya, sehingga anugerah dan keutamaan dari Allah Ta'ala diterima dengan jiwa yang benar. Inilah perlunya ridha, sabar dan pasrah jiwa kepada-Nya dalam kondisi apap pun.

~AL-HIKAM~

29/10/2017

HATI DAN HAWA NAFSU .
Penolakan dan penentangan terhadap berbagai ketetapan dan keputusan Allah SWT , adalah tanda kematian agamanya seseorang , tanda matinya cahaya keimanan dan tanda tidak adanya ketawakkalan serta keikhlasan dalam seluruh yang di kerjakannya.
Hati seseorang tiadalah akan mampu mengerti juga memahami mengapa dan kenapa ini bisa terjadi, dan mengapa dia bisa tidak mengerti ..??.
Kita hanya tahu bahwa Hawa nafsulah yang selalu merongrong dan mengajak manusia untuk menolak dan menentang ketetapan Allah SWT , atas dirinya .
Maka barang siapa yang ingin memperbaiki hatinya dia harus mampu menjinakkan dan melatih hawa nafsunya agar mau menerima ketetapan Tuhannya.
Karena pada dasarnya Hawa Nafsu akan selalu mengajak kepada keburukan dan kejahatan , akan tetapi setelah dia bisa di jinakkan dan di latih , dia akan berbalik selalu mengajak kepada kebaikan dan kebenaran , mengajak melakukan ketaatan dan menjahui kemaksiatan .
Orang yang telah mampu menjinakkan dan melatih hawa nafsunya , sahlah baginya untuk menisbatkan dirinya dengan Nabiyullah Ibrohim As , gambaran manusia yang telah mampu memadamkan panasnya api kehidupan dan menjadikannya sesuatu yang dingin ,sejuk dan nyaman , sehingga mampu memberikan kesejukan dan kenyamanan kepada masyarakat di sekitarnya .
Beliau adalah gambaran manusia yang sukses menjalani peran hidupnya sebagai hamba Allah yang mencurahkan seluruh hidupnya untuk kepentingan orang banyak , tanpa dia mengharapkan imbalan atau apapun dari apa yang telah di kerjakanya , beliaulah gambaran manusia yang telah Taslim kepada ketetapan Allah , dan tawakkal , memasrahkan hasil apapun yang telah di lakukannya kepada ketetapan Allah , SWT.
Orang yang telah Taslim dan Tawakkal akan selalu mendapatkan pertolongan Allah , sehingga dia akan selalu sukses dan berhasil dalam setiap peran lakon hidup yang harus di jalaninya .
Maka Perbaikilah Hatimu dengan menjinakkan dan melatih Hawa nafsumu agar mau menerima dan menyerahkan segala yang di lakukan , kepada ketetapan dan pilihan Allah SWT. Amin , Allahumma bimannika wakaromika.
Dan ketahuilah . " Hati bagikan burung yang terbang di angkasa luas ,bagaikan mutiara yang masih di dalam cangkangnya di lautan lepas , dan bagaikan timbunan harta karun di dalam tambangnya yang masih keras.
Bila ingin mendapatkanya maka fokuslah pada ,burungnya , mutiaranya dan hartanya , jangan perdulikan yang lainnya.

Wallahu A'lamu Bisyowab.

02/10/2017

CP

JANGAN IKUT CAMPUR URUSAN ALLAH

"Ingatlah, jangan sampai engkau ikut mengatur bersama Allah. Orang yang ikut mengatur bersama Allah seperti orang yang diutus majikannya ke suatu daerah untuk membuatkan beberapa baju baginya. Si pelayan itu pun pergi ke daerah tersebut dan setibanya di sana ia bertanya: 'Di mana aku akan tinggal? Siapa yang akan kunikahi?' Ia sibuk dengan berbagai urusan itu sehingga melupakan mengerjakan tugas yang diamanatkan majikannya. Ketika dipanggil p**ang, balasan yang akan ia dapat dari majikannya adalah pemecatan dan murka sang majikan.
Itulah balasan bagi orang yang sibuk dengan urusannya sendiri sehingga lalai terhadap hak sang majikan. Wahai mukmin, keadaanmu pun seperti itu. Allah telah mengirimmu ke dunia ini. Dia memerintahkanmu untuk mengabdi kepada-Nya. Pada saat yang sama, Dia juga mengatur dan mengurusi semua kebutuhanmu. Tapi, jika engkau sibuk dengan urusan sendiri sehingga melalaikan hak-hak Tuhan, berarti engkau telah menyimpang dari garis petunjuk dan meniti jalan kebinasaan.
Orang yang ikut mengatur bersama Allah dan orang yang menyerahkan urusan kepada Allah seperti dua pelayan raja. Pelayan pertama sibuk memenuhi perintah raja. Ia tidak dipalingkan oleh urusan pakaian dan makanan, dan yang ada di benaknya hanyalah bagaimana mengabdi dengan baik kepada sang majikan. Ia tidak sibuk dengan urusan dan kepentingan dirinya sendiri.
Sementara, pelayan kedua banyak disibukkan urusan dan kepentingan dirinya sendiri sehingga setiap kali dibutuhkan oleh sang majikan, ia malah sibuk mencuci pakaiannya, berkendara, atau memperbagus pakaiannya.
Tentu saja pelayan pertama lebih berhak mendapat perhatian sang majikan daripada yang kedua. Si majikan tidak membeli pelayan itu kecuali agar ia mengabdi kepadanya. Demikian p**a hamba yang cermat dan mendapat taufik. Ia lebih sibuk menunaikan hak-hak Allah dan menjalankan perintah-Nya ketimbang memperhatikan keinginan dan tuntutan pribadi.
Dalam kondisi semacam itu Allah yang akan mengurusi semua kebutuhannya dan akan memberinya berbagai karunia karena ia jujur dan bertawakal. Ini sesuai dengan firman Allah: 'Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Dia mencukupinya.' (QS At-Thalaq 65: 3). Sementara, orang yang lalai tidak seperti itu. Ia akan selalu sibuk mencari dunia dan berbagai hal yang dapat memenuhi keinginan nafsunya."
--Syekh Ibnu Atha'illah dalam kitab Taj Al-'Arus

Photos 25/08/2017

SYEKH IBNU ARABI DAN SURAH YASIIN
Syekh Ibnu Arabi dalam kitab Al-Washaya li-Ibn Arabi pernah menceritakan keutamaan Surah Yasin. Beliau mengatakan:
"Perbanyaklah membaca Al-Quran dengan pengkajian (tadabbur), jika engkau seorang yang alim, sebab yang demikian itu adalah dzikir yang paling tinggi kepada Allah. Jika engkau berada dalam jamaah yang sedang membaca Al-Quran, maka bacalah bersama mereka pada surah yang mereka sepakati. Jika mereka berselisih tinggalkanlah mereka!"

Syekh Ibnu Arabi bercerita:
"Jika engkau menjenguk orang sakit, bacakanlah kepadanya surah Yasiin. Karena, aku pernah merasakan bahwa surah itu sungguh menakjubkan. Aku pernah menderita sakit hingga aku pingsan dan hampir mati. Lalu, aku bermimpi melihat suatu kaum yang aku tidak pernah melihat mereka sebelumnya. Mereka hendak menyakitiku.

Lalu, aku melihat seorang yang sangat tampan dan sangat harum tubuhnya. Dia menghalau mereka dariku dan mampu mengalahkan mereka.
Maka, aku bertanya, "Siapakah engkau?"
Dia menjawa, "Aku adah surah Yasiin. Akulah yang membelamu."
Kemudian, aku siuman dari pingsanku. Tiba-tiba, aku mendapati ayahku sedang duduk didekat kepalaku, sambil menangis. Kulihat dia membaca Surah Yasiin hingga selesai. Lalu, aku ceritakan apa yang kusaksikan di dalam mimpiku kepada ayahku. Setelah itu kutemukan dalam sebuah hadis dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda, "Bacakan surah Yasiin kepada orang yang mati di antara kamu."

Begitu banyak keutamaan dan keistimewaan Surah Yasiin. Maka, mari melestarikan, menjaga dan membiasakan membaca Surah Yasiin, seperti yang diajarkan oleh orangtua, guru, wali dan ulama dari masyarkat kita secara turun-temurun, agar ia menjadi perisai diri dan penguat ibadah. Mari kuatkan jamaah dzikir, tahlil dan yasiin. Semoga Allah SWT memberi keberkahan, keluasan ilmu dan rezeki. Aamiin.

Salam,

Halim Ambiya
Pendiri dan Admin Tasawuf Underground

Want your school to be the top-listed School/college in Cirebon?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

Address

Cirebon