29/10/2017
HATI DAN HAWA NAFSU .
Penolakan dan penentangan terhadap berbagai ketetapan dan keputusan Allah SWT , adalah tanda kematian agamanya seseorang , tanda matinya cahaya keimanan dan tanda tidak adanya ketawakkalan serta keikhlasan dalam seluruh yang di kerjakannya.
Hati seseorang tiadalah akan mampu mengerti juga memahami mengapa dan kenapa ini bisa terjadi, dan mengapa dia bisa tidak mengerti ..??.
Kita hanya tahu bahwa Hawa nafsulah yang selalu merongrong dan mengajak manusia untuk menolak dan menentang ketetapan Allah SWT , atas dirinya .
Maka barang siapa yang ingin memperbaiki hatinya dia harus mampu menjinakkan dan melatih hawa nafsunya agar mau menerima ketetapan Tuhannya.
Karena pada dasarnya Hawa Nafsu akan selalu mengajak kepada keburukan dan kejahatan , akan tetapi setelah dia bisa di jinakkan dan di latih , dia akan berbalik selalu mengajak kepada kebaikan dan kebenaran , mengajak melakukan ketaatan dan menjahui kemaksiatan .
Orang yang telah mampu menjinakkan dan melatih hawa nafsunya , sahlah baginya untuk menisbatkan dirinya dengan Nabiyullah Ibrohim As , gambaran manusia yang telah mampu memadamkan panasnya api kehidupan dan menjadikannya sesuatu yang dingin ,sejuk dan nyaman , sehingga mampu memberikan kesejukan dan kenyamanan kepada masyarakat di sekitarnya .
Beliau adalah gambaran manusia yang sukses menjalani peran hidupnya sebagai hamba Allah yang mencurahkan seluruh hidupnya untuk kepentingan orang banyak , tanpa dia mengharapkan imbalan atau apapun dari apa yang telah di kerjakanya , beliaulah gambaran manusia yang telah Taslim kepada ketetapan Allah , dan tawakkal , memasrahkan hasil apapun yang telah di lakukannya kepada ketetapan Allah , SWT.
Orang yang telah Taslim dan Tawakkal akan selalu mendapatkan pertolongan Allah , sehingga dia akan selalu sukses dan berhasil dalam setiap peran lakon hidup yang harus di jalaninya .
Maka Perbaikilah Hatimu dengan menjinakkan dan melatih Hawa nafsumu agar mau menerima dan menyerahkan segala yang di lakukan , kepada ketetapan dan pilihan Allah SWT. Amin , Allahumma bimannika wakaromika.
Dan ketahuilah . " Hati bagikan burung yang terbang di angkasa luas ,bagaikan mutiara yang masih di dalam cangkangnya di lautan lepas , dan bagaikan timbunan harta karun di dalam tambangnya yang masih keras.
Bila ingin mendapatkanya maka fokuslah pada ,burungnya , mutiaranya dan hartanya , jangan perdulikan yang lainnya.
Wallahu A'lamu Bisyowab.