15/01/2023
Gara-gara kuliah doktor: Sebenernya kuliah itu buat apa?
Pengalaman saat kuliah memang seru untuk diceritakan. Seperti ada perjuangan hebat yang sudah dilalui. Review artikel, makan mie instan, diskusi dengan dosen, berdebat dalam rapat, membuat organisasi, hadir di seminar, presentasi di konferensi, menulis jurnal dan berbagai aktivitas lainnya, hampir semua kejadian menunjukkan keprihatinan. Hahaa kayak nggak ada gitu enak-enaknya sama sekali.
Kita sebenernya paham sih, biar terkesan menjadi cerita yang mengagumkan terkadang memang kita nakal memberi bumbu-bumbu tambahan.
Buat saya hal tersebut ok ok saja kok, selama kita jujur memang demikian adanya, mendramatisir kejadian biar nggak terlalu bosen, nggak terlalu bermasalah deh. Saya juga terkadang masih s**a begitu sih, yee sama saja ternyata. Hahaa.
Bener, dari sekian banyak kejadian atau peristiwa selama kita kuliah, selalu aja ada momen yang terkesan dan melekat terus di pikiran, dan kita sering menceritakannya berulang-ulang.
Cuma belakangan saya terganggu, ceilah, iya, serius. Ada semacam refleksi tentang apa pentingnya kuliah di zaman kiwari. Apakah kuliah benar-benar membantu kita sukses dalam hal berkarya, kepribadian dan karir? Tentu, jawabannya beragam. Semua masih bergantung pada cara pandang dan pertimbangan kita masing-masing. Ada banyak jumlah orang lulus kuliah berhasil dalam berbagai bidang, meski kita tidak tahu jumlah percisnya berapa. Kita juga tidak bisa menafikan tidak sedikit jumlah orang yang setelah kuliah kurang beruntung, kalah telak dari temen-temen yang sukses berniaga. Jadi apa kuliah masih bisa dianggap sebagai faktor penentu keberhasilan kita di usia dewasa?
Sebenarnya bisa jadi memang tidak ada faktor yang berpengaruh secara pasti. Semua bersifat dinamis dan terberi. Hubungan sebab akibat dalam urusan karya, kepribadian dan karir seseorang nyaris tidak berlaku lintas dimensi dan konteks. Kekenyangan memang akibat dari sebab makan terlalu banyak. Logika sebab akibat benar terjadi dan berlaku dalam konteks rasa kenyang itu. Namun, mengapa kuliah tidak selalu menjadi sebab orang-orang sukses dalam banyak bidang ya?
Penasaran, saya jadi penasaran. Pagi ini semoga ada jawaban dari sebab membaca buku yang memperdebatkan hukum kausalitas oleh Al-Ghazali dan E. Kant. Sebuah pertandingan pemikiran yang layak disimak.
kamu yang mau ikut menyimak, dapatkan bukunya di sini: https://shope.ee/1L7KP4nZl2