07/04/2026
*Sebuah Syukur*
Empat dasawarsa telah terlampaui, bukan sekadar tentang angka, melainkan tentang jejak yang tertinggal dan napas yang masih Tuhan titipkan. Di usiaku yang ke-40 ini, aku bersimpuh membawa syukur yang tak bertepi.
Untuk Istriku, Sang Sauh Hati: Terima kasih telah menjadi dermaga paling teduh. Di usia ini, doaku adalah agar Allah senantiasa menguatkan pundakmu, mempercantik sabarmu, dan menjaga cinta kita agar tetap mekar hingga ke keabadian. Engkaulah alasan setiap perjuanganku terasa ringan.
Untuk Putra Sulungku: Jadilah laki-laki yang kokoh seperti karang, namun lembut seperti embun pagi. Semoga Ayah bisa menjadi kompas yang benar bagimu, membimbingmu menjadi sebaik-baiknya manusia yang bermafaat bagi sesama.
Untuk Kecil yang Masih Rahasia (Tujuh Minggu di Rahim): Meski wujudmu belum nampak, detakmu telah menjadi musik terindah di rumah ini. Tumbuhlah dengan sehat dalam lindungan-Nya. Kami menantimu dengan cinta yang meluap, wahai kado terindah di usiaku yang ke-40.
Tuhan, bimbinglah langkahku agar sisa usiaku menjadi berkah, dan jadikanlah aku imam yang mampu menuntun kapal kecil ini menuju rida-Mu.
Cilegon, 7 April 2026