09/07/2019
DOSA DIRI SENDIRI
Pernahkah Anda mengalami ketika shalat berjamaah di masjid yang penuh sesak tiba-tiba Anda merasa ada cairan yang jatuh di kepala Anda dan ternyata itu adalah kotoran cicak? Atau, pernahkah Anda menaiki sepeda motor di depan sebuah pasar tradisional yang ramai dan tiba-tiba ban sepeda motor Anda terkena paku hingga Anda harus menuntunnya menuju tukang tambal ban?
Bila Anda pernah mengalami itu semua atau yang semisalnya, atau kelak hal semacam itu terjadi pada diri Anda, janganlah menggerutu, marah atau bahkan menyalahkan pihak lain yang belum tentu bersalah. Salahkan saja diri Anda dan introspeksilah. Karena bisa jadi terjadinya sesuatu yang tak menyenangkan pada diri Anda dikarenakan karena dosa dan kesalahan yang pernah Anda perbuat sebelumnya, mungkin satu atau dua jam yang lalu, dua atau tiga hari yang lalu, atau bahkan mungkin dosa yang pernah Anda perbuat sekian tahun yang lalu.
Mengapa demikian?
Allah subhânahû wa ta’âlâ berfirman di dalam Surat An-Nisa ayat 79:
وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ
Artinya: “Dan apapun yang mengenaimu berupa kejelekan maka itu dari dirimu sendiri.”
Penjelasan para ulama ahli tafsir dalam menafsirkan ayat ini menunjukkan satu kesimpulan bahwa kejelekan apapun yang menimpa diri seseorang adalah karena perbuatan dosa yang telah dilakukannya. Dalam kitab Tafsîr Jalâlain misalnya dijelaskan bahwa kejelekan itu mendatangimu karena dosa-dosa yang telah engkau lakukan mengakibatkan terjadinya kejelekan itu (Jalaludin As-Suyuthi dan Jalaludin Al-Mahalli, Tafsîr Jalâlain, [Kairo: Darul Hadis, tt.], hal. 114).
Sementara Imam ‘Alauddin Ali bin Muhammad Al-Baghdadi atau yang lebih dikenal dengan Al-Khazin di dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa kejelekan yang menimpa dirimu berupa kesulitan, kepayahan, hal yang tak disenangi, dan penyakit itu semua berasal dari dirimu sendiri sebab dosa yang engkau perbuat menyebabkan terjadinya semua itu. Dan kejelekan itu menimpamu sebagai hukuman atas dosamu itu.