14/06/2020
NAMAMU SUDAH DI TELITI BELUM..? 🤭😄😊
Seorang santri bernama Ainur Rofiq sowan kepada Syaikhona Maimoen Zubair. Setelah berjabat tangan dengan beliau, santri itu ditanya: "Asmane sinten?". (Siapa Namamu).
Santri itu menjawab: "Ainur Rofiq Mbah".
Mbah Yai pun bertanya sambil tersenyum: "Ainur Rofiq apa Aunur Rofiq?".
Syaikhona Maimoen Zubair menjelaskan bahwa orang jawa kadangkala kurang pas dalam memberikan sebuah nama.
Sebagaimana contoh: Ainur Rofiq عين الرفيق yang berarti dzat-nya teman atau diri dari teman yang pemurah, atau diri dari ALLOH. Biasanya kata Ain عين digunakan untuk perempuan.
Sedangkan yang dimaksud adalah dengan nama itu orang tua berharap agar anaknya menjadi penolong teman atau seorang penolong ALLOH Yang Maha Pemurah. Sehingga nama yang seharusnya dipakai untuk mengibaratkan maksud itu adalah Aunur Rofiq عون الرفيق. Kata Aun عون biasanya digunakan untuk laki-laki.
Mbah Yai juga mencontohkan: bila nama untuk laki-laki maka diibaratkan dengan Shobbah dengan Ba' ditasydid صباح. Bila untuk nama perempuan maka diibaratkan dengan Shobah Ba' tanpa tasydid صباح.
Begitu juga dengan Nurul Huda adalah nama untuk perempuan.
Dulu Syaikhona mempunyai putri yang diberi nama "Izzah". Hal itu diambil dari kata Robbil Izzati رب العزة.
Mbah Zubair ayah Mbah Maimoen kemudian mengkritik nama itu. Kemudian memberikan pertanyaan: Bagaimana cara membaca ini:
خروا لِعَزّةَ ركّعا وسجودا
Khorru Liazzata Rukka'an Wasujuda.
وعزة اسم امرأة عشق بها كُثيِّر صاحب الشعر.
Azzah adalah nama perempuan yang digandrungi oleh Kutsayyir pemilik syi'ir sebagai berikut:
لو يسمعون كما سمعت كلامها * خروا لِعَزّةَ ركّعا وسجودا.
Siapa itu Kutsayyir?.
كثير عزة هو أبو صخر كثير بن عبد الرحمن بن أبي جمعة الأسود بن عامر بن عويمر الخزاعي، أحد عشاق العرب المشهورين به. وهو صاحب عزة بنت جميل بن حفص بن إياس بن عبد العزى بن حاجب ابن غفار بن مليل بن ضمرة بن بكر بن عبد مناة بن كنانة بن خزيمة ابن مدركة بن إلياس بن مضر بن نزار بن معد بن عدنان. وله معها حكايات ونوادر وأمور مشهورة، وأكثر شعره فيها.
Mbah Maimoen pun mengganti nama putri beliau yang sebelumnya bernama Izzah menjadi Azzah.
Ada seorang santri bercerita:
Nama saya Ahmad Syafi'ul Umam, waktu itu saya ikut ngaji ihya pagi, dan posisi saya duduk di dekat pintu kamar Mbah Moen.
Kebetulan waktu itu saat ngaji saya tertidur. Saat Mbah Yai akan masuk ke kamar pribadi karena suatu hal, beliau mendapati saya dalam keadaan duduk bersila dan menunduk karena tertidur.
Seketika santri yang duduk di dekat saya menyenggol saya dengan jarinya (Njawil) dan ketika saya terbangun Mbah Yai Maimoen sudah di dekat saya dan bertanya: "Sopo iki?". (Siapa ini...).
Saya dengan sayup-sayup karena baru saja bangun menjawab: "Kulo Ahmad Syafi'ul Umam Mbah".
أحمد شفيع الأمم
Mbah Yai dawuh: "Ojo Syafi'ul Umam, tapi Syafi'ul Ummah Yo".
أحمد شفيع الأمة
Dengan mengganti "Umam" menjadi "Ummah".
Begitulah ketelitian beliau dalam memberikan nama.
Copas Mas Kyai Kantong Umur