Komunitas Pembelajar Karakter

Komunitas Pembelajar Karakter Komunitas pembelajar, pembelajar karakter, inspirasi karakter, belajar karakter, komunitas pembelajar karakter, artikel karakter, artikel pembelajar,

28/09/2024

Beberapa peristiwa viral.
1. Pembubaran acara diskusi Diaspora oleh preman
2. Hubungan s*ksual guru dan siswa
3. Hubungan s*ksual siswa sma dan smp yg ditonton oleh temannya

Mana menurut anda yg mengerikan?
Jika menurut sya.. Semuanya. Berawal dri sistem pemerintahan dan pendidikan yg tak bermutu.. Akhirnya terkuak satu persatu hasilnya.

Bukan kodok biasa
07/09/2022

Bukan kodok biasa

IkatanRyan Ar Rayyan Senin, 22 Juni 2020 (1 Dzulqaidah 1441 H)Ikatan adalah sesuatu yg dapat dianalogikan sebagai sebuah...
22/06/2020

Ikatan

Ryan Ar Rayyan
Senin, 22 Juni 2020 (1 Dzulqaidah 1441 H)

Ikatan adalah sesuatu yg dapat dianalogikan sebagai sebuah dampak dari adanya hukum sebab akibat di dalam kehidupan. Berawal dri kata "ikat" yg berarti hubungan interaksi yg terbentuk atas dampak dari sebuah proses tertentu. Dalam dunia pendidikan dpt dikategorikan sebagai proses belajar dan mengajar yg dilakukan seorang duru dan siswanya.

Didalam interaksi tersebut tidak jarang akan membentuk sebuah interaksi yg berujung kepada sebuah ikatan... Dan ikatan ini tentunya bermakna sangat spesial utk kedua pihak. Kesan dan dampak dri interaksi tersebut tentunya akan menciptakan sebuah kualitas ikatannya masing2. Tergantung kesan yg ditangkap masing-masing.

Terlepas dri itu semua, tak dapat dipungkiri bahwa masa pandemi ini sedikit banyaknya menggeser sedikit sendi-sendi pembiasaan karakter dan pola pembelajaran sistem pendidikan yg sedang terbangun.

Peran guru dalam beradaptasi ditengah pandemi dan dukungan dri orang tua siswa sangat berarti didalamnya. Siswa yg dijadikan objek pembelajaran di setting sedemikian rupa dalam rangka merekayasa pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. Acapkali nampak kekurangan dan kelemahan disana dan sini. Seyogyanya itu adalah sunnatullah, maksudnya kelaziman yg terjadi karena tidak biasa. Maka jalan terbaik adalah terus belajar dan bergerak menyempurnakan ikhtiar untuk mencapai tujuan pembelajaran yg mampu beradaptasi dengan kondisi saat ini.

Sedikit menoleh kepada sisi lain, dampak dari masa pandemi ini sangat besar jarak yang terdampak dari proses pembelajaran yg ada. Yaitu hilangnya nilai2 pendidikan karakter atau Daily Character Building Education System. Dan itulah yg terpenting dari semua pembelajaran pada umumnya.

Dan dampak yang lainnya adalah tingkat kejenuhan siswa dlm belajar. Pihak sekolah dan orang tua seyogyanya bekerja sama satu sama lain untuk mencari solusi terbaik.

Semoga ayah dan bunda, ananda dan guru2 pembelajar karakter selalu dlm Rahmat dan hidayah-Nya. Aamiin Yaa mujiibatishaalihiin.

, Tak kita ingkari banyak hal yg hilang ketika masa pandemi Covid ini. Termasuk sekolah. Namun perkenankan sy mempersembahkan lagu...

Mendidik sebagai guru atau orang tua adalah sebuah keharusan dan panggilan jiwa.....
16/01/2017

Mendidik sebagai guru atau orang tua adalah sebuah keharusan dan panggilan jiwa.....

Metode Baru mengendalikan anak bermasalah (SD)
Senin, 16 Januari 2017
Oleh : Ryan Ar Rayyan
Praktisi dan Konselor Daily Character Building

Pernahkah anda yang sekarang profesinya sebagai pengajar ataupun orang tua merasa kebingungan dengan tujuan anda mengajar?

Atau merasa kehilangan ruh dalam mengajar?

Atau merasa apapun yang anda lakukan tidak dapat merubah sikap anak didik anda?

ya,.....itu semua telah saya alami, dan saya menjalani proses yang tidak sedikit untuk menemukan formula, metode, rumus ataupun cara yang tepat dalam memperbaikinya.

Banyak, bahkan mungkin terlalu banyak buku, artikel atau bahkan seminar yang membahasnya.

Tapi terkadang saya pribadi merasakan bahwa semua itu terasa semu dan hanya sesuatu yang menambahkan pengetahuan saja, tanpa merubah keadaan apapun dalam diri kita dan lingkungan sekitar kita.

Jawaban demi jawaban saya coba untuk mencarinya. Semua anak didik saya adalah amanah saya, beban yang akan memberatkan timbangan kebaikan yang terus memberatkannya sampai akhirnya saya mendapatkan penghargaan sebagai penghuni Jannah-Nya.

Luar biasa, sahabat pembelajar,.....Allah Mencintai saya seperti halnya anda. Dia tunjukkan saya ilham untuk memakai sebuah metode baru,....penyempurna metode sebelumnya.

yaitu:
1. Lima Point dicuekin (berlaku kelipatan jika melakukan kesalahan yg lain)

Memberikan penjelasan tentang kesepakatan baru mengenai punishment untuk teman yang berbuat kesalahan dengan tidak mengajaknya berbicara atau bermain (dicuekin). dan memberinya point lima. poin tersebut akan berkurang seiring dengan tindakan atau kegiatan positif anak tersebut. Seperti membantu teman, guru atau siapapun yang menurutnya membutuhkan bantuannya. maka apabila point yang dimaksud sudah hilang, maka hukuman dicuekin dari teman-teman sekelas maupun gurunya tidak berlaku lagi.

Dengan cara ini anak didik akan lebih peka untuk mencari pengurangan point dengan melakukan kebaikan apapun yang dapat dilakukannya. Intinya dengan melakukan banyak kebaikan, maka akan mengurangi bahkan menghapus hukuman karena kesalahannya. Hal ini sejalan dengan Firman Allah Swt dalam Surat Al Zalzalah 7-8.

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”

Bahkan Rasulullah Saw pernah bersabda dari saudara Anas Bin Malik Ra.

مَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ، كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةً ، فَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ لَهُ عَشْرًا ، وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّـئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ، لَـمْ تُكْتَبْ شَيْئًا فَإِنْ عَمِلَهَا ، كُتِبَتْ سَيِّـئَةً وَاحِدَةً.

"Barangsiapa menginginkan kebaikan kemudian tidak mengerjakannya, maka satu kebaikan ditulis untuknya. Jika ia mengerjakan kebaikan tersebut, maka sepuluh kebaikan ditulis baginya. Dan barangsiapa menginginkan kesalahan kemudian tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis apa-apa baginya. Jika ia mengerjakan kesalahan tersebut, maka ditulis satu kesalahan baginya" (HR. Muslim no. 162)

Luar biasa, kanak didik kita telah diberikan pelajaran penting tentang berharganya melakuan kebaikan, meski awalnya terpaksa
karena ingin mengurangi point hukumannya, nemun karena berulang dan terus menerus, Insya Allah anak didik kita akan selalu terjaga dari perbuatan kemungkaran, sekurang-kurangnya kebaikan mereka lebih banyak dibandingkan kesalahannya.

2. Selalu memberikan contoh

Hal ini penting, ketika anak didik kita memrlukan sebuah model real mengenai materi atau topik pembahasan yang sedang disampaikan kepada anak didik kita.

Misalnya, ketika kita menyampaikan pentingnya mencintai dan menghafalkan Al Quran, maka kita mulai melakukannya dengan meghafalkan, membaca, dan menceritakan cerita-cerita inspiratif ke pada anank didik kita agar menarik minatnya untuk melakukan hal yang sama seperti kita.

Jazakallah, untuk sekarang dicukupkan dulu, Insya Allah dilain kesempatan kita lanjutkan pembahasan lainnya.

NB. Membuka dialog dan konsultasi mengenai pembentukan karakter anak didik.

Silahkan, Comment n Like

Metode Baru mengendalikan anak bermasalah (SD)Senin, 16 Januari 2017Oleh : Ryan Ar RayyanPraktisi dan Konselor Daily Cha...
16/01/2017

Metode Baru mengendalikan anak bermasalah (SD)
Senin, 16 Januari 2017
Oleh : Ryan Ar Rayyan
Praktisi dan Konselor Daily Character Building

Pernahkah anda yang sekarang profesinya sebagai pengajar ataupun orang tua merasa kebingungan dengan tujuan anda mengajar?

Atau merasa kehilangan ruh dalam mengajar?

Atau merasa apapun yang anda lakukan tidak dapat merubah sikap anak didik anda?

ya,.....itu semua telah saya alami, dan saya menjalani proses yang tidak sedikit untuk menemukan formula, metode, rumus ataupun cara yang tepat dalam memperbaikinya.

Banyak, bahkan mungkin terlalu banyak buku, artikel atau bahkan seminar yang membahasnya.

Tapi terkadang saya pribadi merasakan bahwa semua itu terasa semu dan hanya sesuatu yang menambahkan pengetahuan saja, tanpa merubah keadaan apapun dalam diri kita dan lingkungan sekitar kita.

Jawaban demi jawaban saya coba untuk mencarinya. Semua anak didik saya adalah amanah saya, beban yang akan memberatkan timbangan kebaikan yang terus memberatkannya sampai akhirnya saya mendapatkan penghargaan sebagai penghuni Jannah-Nya.

Luar biasa, sahabat pembelajar,.....Allah Mencintai saya seperti halnya anda. Dia tunjukkan saya ilham untuk memakai sebuah metode baru,....penyempurna metode sebelumnya.

yaitu:
1. Lima Point dicuekin (berlaku kelipatan jika melakukan kesalahan yg lain)

Memberikan penjelasan tentang kesepakatan baru mengenai punishment untuk teman yang berbuat kesalahan dengan tidak mengajaknya berbicara atau bermain (dicuekin). dan memberinya point lima. poin tersebut akan berkurang seiring dengan tindakan atau kegiatan positif anak tersebut. Seperti membantu teman, guru atau siapapun yang menurutnya membutuhkan bantuannya. maka apabila point yang dimaksud sudah hilang, maka hukuman dicuekin dari teman-teman sekelas maupun gurunya tidak berlaku lagi.

Dengan cara ini anak didik akan lebih peka untuk mencari pengurangan point dengan melakukan kebaikan apapun yang dapat dilakukannya. Intinya dengan melakukan banyak kebaikan, maka akan mengurangi bahkan menghapus hukuman karena kesalahannya. Hal ini sejalan dengan Firman Allah Swt dalam Surat Al Zalzalah 7-8.

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”

Bahkan Rasulullah Saw pernah bersabda dari saudara Anas Bin Malik Ra.

مَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ، كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةً ، فَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ لَهُ عَشْرًا ، وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّـئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ، لَـمْ تُكْتَبْ شَيْئًا فَإِنْ عَمِلَهَا ، كُتِبَتْ سَيِّـئَةً وَاحِدَةً.

"Barangsiapa menginginkan kebaikan kemudian tidak mengerjakannya, maka satu kebaikan ditulis untuknya. Jika ia mengerjakan kebaikan tersebut, maka sepuluh kebaikan ditulis baginya. Dan barangsiapa menginginkan kesalahan kemudian tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis apa-apa baginya. Jika ia mengerjakan kesalahan tersebut, maka ditulis satu kesalahan baginya" (HR. Muslim no. 162)

Luar biasa, kanak didik kita telah diberikan pelajaran penting tentang berharganya melakuan kebaikan, meski awalnya terpaksa
karena ingin mengurangi point hukumannya, nemun karena berulang dan terus menerus, Insya Allah anak didik kita akan selalu terjaga dari perbuatan kemungkaran, sekurang-kurangnya kebaikan mereka lebih banyak dibandingkan kesalahannya.

2. Selalu memberikan contoh

Hal ini penting, ketika anak didik kita memrlukan sebuah model real mengenai materi atau topik pembahasan yang sedang disampaikan kepada anak didik kita.

Misalnya, ketika kita menyampaikan pentingnya mencintai dan menghafalkan Al Quran, maka kita mulai melakukannya dengan meghafalkan, membaca, dan menceritakan cerita-cerita inspiratif ke pada anank didik kita agar menarik minatnya untuk melakukan hal yang sama seperti kita.

Jazakallah, untuk sekarang dicukupkan dulu, Insya Allah dilain kesempatan kita lanjutkan pembahasan lainnya.

NB. Membuka dialog dan konsultasi mengenai pembentukan karakter anak didik.

Silahkan, Comment n Like

Address

Manisi
Cibiru

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Komunitas Pembelajar Karakter posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category