16/01/2017
Mendidik sebagai guru atau orang tua adalah sebuah keharusan dan panggilan jiwa.....
Metode Baru mengendalikan anak bermasalah (SD)
Senin, 16 Januari 2017
Oleh : Ryan Ar Rayyan
Praktisi dan Konselor Daily Character Building
Pernahkah anda yang sekarang profesinya sebagai pengajar ataupun orang tua merasa kebingungan dengan tujuan anda mengajar?
Atau merasa kehilangan ruh dalam mengajar?
Atau merasa apapun yang anda lakukan tidak dapat merubah sikap anak didik anda?
ya,.....itu semua telah saya alami, dan saya menjalani proses yang tidak sedikit untuk menemukan formula, metode, rumus ataupun cara yang tepat dalam memperbaikinya.
Banyak, bahkan mungkin terlalu banyak buku, artikel atau bahkan seminar yang membahasnya.
Tapi terkadang saya pribadi merasakan bahwa semua itu terasa semu dan hanya sesuatu yang menambahkan pengetahuan saja, tanpa merubah keadaan apapun dalam diri kita dan lingkungan sekitar kita.
Jawaban demi jawaban saya coba untuk mencarinya. Semua anak didik saya adalah amanah saya, beban yang akan memberatkan timbangan kebaikan yang terus memberatkannya sampai akhirnya saya mendapatkan penghargaan sebagai penghuni Jannah-Nya.
Luar biasa, sahabat pembelajar,.....Allah Mencintai saya seperti halnya anda. Dia tunjukkan saya ilham untuk memakai sebuah metode baru,....penyempurna metode sebelumnya.
yaitu:
1. Lima Point dicuekin (berlaku kelipatan jika melakukan kesalahan yg lain)
Memberikan penjelasan tentang kesepakatan baru mengenai punishment untuk teman yang berbuat kesalahan dengan tidak mengajaknya berbicara atau bermain (dicuekin). dan memberinya point lima. poin tersebut akan berkurang seiring dengan tindakan atau kegiatan positif anak tersebut. Seperti membantu teman, guru atau siapapun yang menurutnya membutuhkan bantuannya. maka apabila point yang dimaksud sudah hilang, maka hukuman dicuekin dari teman-teman sekelas maupun gurunya tidak berlaku lagi.
Dengan cara ini anak didik akan lebih peka untuk mencari pengurangan point dengan melakukan kebaikan apapun yang dapat dilakukannya. Intinya dengan melakukan banyak kebaikan, maka akan mengurangi bahkan menghapus hukuman karena kesalahannya. Hal ini sejalan dengan Firman Allah Swt dalam Surat Al Zalzalah 7-8.
"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”
Bahkan Rasulullah Saw pernah bersabda dari saudara Anas Bin Malik Ra.
مَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ، كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةً ، فَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ لَهُ عَشْرًا ، وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّـئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ، لَـمْ تُكْتَبْ شَيْئًا فَإِنْ عَمِلَهَا ، كُتِبَتْ سَيِّـئَةً وَاحِدَةً.
"Barangsiapa menginginkan kebaikan kemudian tidak mengerjakannya, maka satu kebaikan ditulis untuknya. Jika ia mengerjakan kebaikan tersebut, maka sepuluh kebaikan ditulis baginya. Dan barangsiapa menginginkan kesalahan kemudian tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis apa-apa baginya. Jika ia mengerjakan kesalahan tersebut, maka ditulis satu kesalahan baginya" (HR. Muslim no. 162)
Luar biasa, kanak didik kita telah diberikan pelajaran penting tentang berharganya melakuan kebaikan, meski awalnya terpaksa
karena ingin mengurangi point hukumannya, nemun karena berulang dan terus menerus, Insya Allah anak didik kita akan selalu terjaga dari perbuatan kemungkaran, sekurang-kurangnya kebaikan mereka lebih banyak dibandingkan kesalahannya.
2. Selalu memberikan contoh
Hal ini penting, ketika anak didik kita memrlukan sebuah model real mengenai materi atau topik pembahasan yang sedang disampaikan kepada anak didik kita.
Misalnya, ketika kita menyampaikan pentingnya mencintai dan menghafalkan Al Quran, maka kita mulai melakukannya dengan meghafalkan, membaca, dan menceritakan cerita-cerita inspiratif ke pada anank didik kita agar menarik minatnya untuk melakukan hal yang sama seperti kita.
Jazakallah, untuk sekarang dicukupkan dulu, Insya Allah dilain kesempatan kita lanjutkan pembahasan lainnya.
NB. Membuka dialog dan konsultasi mengenai pembentukan karakter anak didik.
Silahkan, Comment n Like