10/02/2025
"Burung, Harimau, dan Da'wah yang Tertolak"
Di sebuah hutan lebat, hiduplah seekor burung bernama anta. Tubuhnya indah, bulunya halus, dan ia dikenal bijak. Sementara itu, ada seekor harimau bernama Abu. Ia lincah, cepat, dan penuh percaya diri.
Suatu hari, Anta dan Abu mendapat tugas untuk mengajak hewan-hewan di hutan menuju jalan yang benar. "Kita harus menyeru mereka kepada kebaikan," kata Anta dengan tenang. Abu mengangguk, tapi dalam hatinya, ia merasa yakin bahwa dirinya lebih mampu karena suaranya lantang dan langkahnya gesit.
Mereka pun mulai berdakwah. Abu, dengan aumannya yang menggelegar, langsung menerkam kesempatan pertama. Ia melompat ke tengah kawanan rusa dan berkata dengan suara keras, "Hei kalian! Bertobatlah sebelum terlambat! Jika tidak, kalian akan menyesal selama-lamanya!"
Para rusa gemetar ketakutan. Alih-alih mendengarkan, mereka lari terbirit-birit. Abu mendengus kesal. "Kenapa mereka tidak mau mendengar? Aku sudah menyampaikan kebenaran!"
Anta, yang sejak tadi mengamati, hanya tersenyum. Ia kemudian terbang perlahan menuju sekumpulan rusa yang sedang berkerumun di rumput. Dengan suara tenang dan lembut, ia berkata, "Wahai teman-teman, tahukah kalian bahwa ada jalan yang lebih baik untuk hidup? Jalan yang penuh kedamaian dan keberkahan?"
Rusa-rusa itu mengangguk dan mulai tertarik. Mereka mendekat, mendengar dengan saksama, bahkan bertanya.
Abu yang melihat hal itu mendekati Anta dan berkata, "Kenapa caramu berhasil? Aku sudah berteriak sekeras mungkin, tapi mereka malah lari!"
Anta tersenyum, "Wahai Abu, da'wah bukan tentang siapa yang paling keras, tetapi siapa yang paling menyentuh hati. Engkau datang dengan ancaman, mereka pun takut. Sementara yang mereka butuhkan adalah kelembutan, hingga mereka pun mendengar."
Abu terdiam. Ia sadar bahwa selama ini ia terlalu mengandalkan kekuatannya tanpa memahami hati mereka yang ia seru.
Saudaraku..
Da'wah bukan soal siapa yang paling kuat atau paling keras. Kata-kata yang lembut lebih mudah meresap ke hati daripada teriakan yang mengancam. Seperti burung yang sabar dan penuh hikmah, hendaknya kita menyeru kepada kebaikan dengan akhlak yang baik, bukan dengan ketakutan.
Cibinong 11 Sya'ban 1446 H