PEPATAH LAMA
Ada pepatah lama yang masih tidak asing dan masih kerap dipakai oleh sebagian besar orang. Bahwa, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Banyak orang mengartikan bahwa sifat anak anak tak akan jauh berbeda dari sifat orang tuanya. Kira-kira seperti itu juga pengertiannya.
Hal itu tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Sebab, karakter dan sifat kita atau sifat anak-anak, terbentuk dan dipengaruhi oleh banyak faktor, terlebih adalah dengan dan di dalam lingkungan mana dia dibentuk dan dibesarkan (dididik). Pada kedalaman mana jangkarnya tertanam atau terpasang. Dari kebiasaan dan pembiasaan- pembiasaan seperti apa yang dia jalani dan dia hadapai, jika berulang hal itu akan terpasang cukup dalam di pikiran bawah sadarnya.
Hal-hal itulah yang akan lebih membentuk karakter seseorang hingga usia dewasanya.
Apa yang sering dia dengar, apa yang sering dia lihat, apa yang sering dia pikirkan, apa yang sering dia katakan, akan muncul sebagai karakternya.
Anak-anak, dan juga kita ketika dilahirkan, benar-benar seperti kertas putih bersih, maka kedua orang tualah yang pertama kali memberi warna di dalam. Melalui banyak pembiasaan, besarnya pengharapan, dan segenap usaha dalam proses memberikannya pendidikan yang katanya "lebih baik".
Pembiasaan yang dominan itulah yang kerap menjadi sifat atau karakternya.
Sifat sifat orang tua, yang katanya menurun pada anak anaknya, bukanlah secara genetik mengalir. Melainkan dari kebiasaan apa yang dia rasakan, apa yang dia lihat dan apa yang sering dia dengar, akan menjadi suatu pembenaran yang akan muncul secara tidak sadar sebab adanya pembenaran dalam pikiran bawah sadarnya, meskipun pikiran sadarnya menolak hal itu.
Dan perasaan adalah gerbang besar sebagai masuknya aneka informasi ke dalam pikiran bawah sadar.
Terkadang dan sering, orang tua tidak sadar bahwa telah memberikan aneka pendidikan, mewarnai kertas putih dengan aneka warna yang sebenarnya tidak mereka harapkan. Tetapi seperti itulah adanya. Maka buah jatuh tak jauh dari pohonnya, bisa benar adanya.
Pada figur lainnya, anak-anak dengan karakter yang tangguh dan kuat, mengasah dan mendapat input dari beragam lingkungan pendidikan, banyak diwarnai oleh pola pikir dan pola asuh di luar kedua orang tua dan lingkungan keluarga, pepatah lama tersebut belum tentu benar.
Jadi, tidak perlu melebelkan atau saling melebelkan,. Apalagi dalam kehidupan rumah tangga, sebab kita sebagai orang tua, sebagai pendidik dan sebagai makhluk sosial juga memberi warna pada lingkungan di manapun, kita telah berkontribusi dalam karakter anak-anak.
Umiyati Sanusi
Blog Pribadi
Want your school to be the top-listed School/college in Cianjur Regency?
Click here to claim your Sponsored Listing.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Telephone
Website
Address
Cianjur Regency