30/05/2022
Home
Opini
Senin, 04 November 2019 - 10:35:07 Wib Dibaca : 43963 Kali
TAK PANTAS SINGA MELADENI ANJING
Rilis
Rilis
Reporter
Teks foto: Kadis Kominfotik Kabupaten Bengkalis
75
Shares
facebook sharing button
twitter sharing button
whatsapp sharing button
Belum lama ini.
Sehabis apel masuk kantor, seorang sejawat ke ruang kerja kami.
Dia menceritakan perihal sesuatu.
Tentang sebuah peristiwa yang dialaminya sehari sebelumnya.
Belum the end ‘tuntas’ ceritanya, langsung kami potong.
“Lain kali, tak usah dilawan. Meneng wae! Lebih baik diam! Selesai masalah!,” penggal kami.
Kami potong, karena kami sudah tahu dan paham betul the main character ‘pemeran utama’ di tuturannya itu.
Kami berani begitu, juga dikarenakan almarhum ebak ‘ayah’ memberikan tunjuk ajar demikian.
Tak mungkin ebak mengajari anaknya sesuatu yang tak rancak. Tak elok. Tak santing.
Setiap orang tua yang baik, tentu akan mengajarkan sesuatu yang sadis ‘sangat cantik’ (bahasa Ambon, Maluku) pada buah hatinya. Bahkan tersadis.
Kata ebak, satu diantara orang yang tak boleh dilawan yaitu orang buyan ‘bebal; bodoh’. Apalagi buyan bange ‘bebal nian’.
Islam, agama yang kami anut, pun mengajarkan umatnya demikian.
Firman-Nya dalam surah Al-A’raf ayat 199, artinya, “Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.”
Bodoh di ayat tersebut, sesuai sebuah rujukan, adalah sok pintar.
Sok, tipe orang seperti ini tak mau mendengar pendapat orang lain.
Siapa pun berseberangan pasti salah. Demikian bunyi Pasal 1 dalam diskresinya.
Sedangkan Pasal 2 dalam regulasinya yang tak bisa diamandemen itu, “Kembali ke Pasal 1.”
Ali bin Abi Thalib pun “muak” dengan orang bebal.
“Jangan nasihati orang bodoh, karena dia akan membencimu. Tapi, nasihatilah orang berakal, niscaya dia akan mencintaimu,” pesan Ali bin Abi Thalib.
"Jika engkau duduk bersama orang bodoh, maka diamlah. Jika engkau duduk bersama ulama, maka diamlah. Sesungguhnya diammu di hadapan orang bodoh, akan menambah kebijaksanaanmu, dan diammu di hadapan ulama akan menambah ilmumu," kata Sayidina Hasan al Basri