12/04/2019
Didalam tubuh manusis tersdapat dua jenis sel darah, yakni sel darah merah dan dan sel darah putih (leukosit). Sel darah merah dalam tubuh berfungsi untuk mengangkut oksigen ke organ dan jaringan tubuh, sedangkan sel darah putih memiliki fungsi untuk membantu untuk melawan infeksi.
Sel darah putih dalam tubuh mempunyai peranan yang cukup penting dari sistem kekebalan tubuh yang membantu melawan penyakit dan infeksi.
Nah, penyakit Leukopenia ini terjadi ketika kandungan sel darah putih dalam tubuh terlalu sedikit.
Melansir dari laman MedicalNews, penyebab penyakit leukopenia ini sebenarnya bisa beragam, mulai dari masalah sumsum tulang, penyakit autoimun seperti lupus atau rheumatoid arthritis, serta adanya infeksi pada tubuh penderitanya.
"Jika tubuh seseorang sedang melawan infeksi, maka hal ini dapat mempengaruhi sel darah putih dalam tubuhnya. Mereka akan memiliki lebih sedikit jumlah sel darah putih di aliran darah," demikian tulis mereka dalam situs tersebut.
Virus penyebab infeksi dapat mempengaruhi keadaan sumsum tulang yang menyebabkan kadar sel darah putih atau leukosit rendah. Infeksi dalam darah dapat menyebabkan tubuh akan menggunakan sel darah putih lebih banyak dari biasanya. Terkadang juga, orang dengan HIV (Human Immunodeficiency Virus) juga mengalami kekurangan sel darah putih.
"Penyakit Leukopenia akan menyebabkan tubuh menjadi tidak bisa melawan infeksi. Penderitanya akan terisolasi untuk sementara waktu dari lingkungan luar dan pisihkan dari orang yang sehat," jelas situs tersebut.
Adapun cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi jika kekurangan sel darah putih adalah dengan cara kemoterapi. Cara yang lebih umu adalah dengan mengkonsumsi makanan sehat, istirahat yang cukup, hindari luka dan goresan, serta terapkan kebiasaan hidup bersih.