SMA Negeri 1 Boja

SMA Negeri 1 Boja SMA Negeri 1 Boja berdiri pada tahun 1985 melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indon

PELAKSANAAN POSBINDU “CERDIK” MELALUI EDUKASI GIZI BERIMBANGSMA Negeri 1 Boja melalui program kegiatan Sekolah Siaga Kep...
26/05/2023

PELAKSANAAN POSBINDU “CERDIK” MELALUI EDUKASI GIZI BERIMBANG

SMA Negeri 1 Boja melalui program kegiatan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) melakukan implementasi POSBINDU CERDIK bertema Edukasi Gizi Berimbang melalui “Isi Piringku” pada salah satu Sekolah TK Tarbiyatul Athfal Kaligading pada 12 Mei 2023. Siswa yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR) bersama dengan guru pendamping, melakukan edukasi tentang makanan sehat gizi berimbang sehari-hari dan manfaatnya bagi tubuh. Melalui games edukatif, siswa TK nampak antusias dan mampu menyerap ilmu yang diberikan dari kakak-kakak PMR.
Harapan dari kegiatan tersebut adalah mampu meningkatkan kerjasama SMA Negeri 1 Boja serta mewujudkan generasi muda yang sehat dengan tumbuh kembang yang baik.

26/05/2023

Pojok TIRAI Wujudkan Generasi Emas yang Cerdas

Berita hoax saat ini sudah menyasar ke beberapa aplikasi pesan instan yang cukup pop**ar digunakan oleh masyarakat. Seiring dengan kemajuan teknologi, hoax juga bermacam-macam bentuknya. Seperti survey yang dilakukan oleh Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) pada tahun 2019. Berita hoax dari tulisan sebanyak 79,7%, foto editan 57,8%, foto dengan caption palsu 66,3%, video editan(dipotong-potong) 45,70%, video dengan caption atau narasi palsu 53,2%, berita/foto/video lama diposting kembali 69,20%. Menganalisa dari data tersebut maka tingkat hoax yang cukup tinggi perlu adanya tindaklanjut untuk mengawal literasi, meningkatkan dan membudayakan literasi dikalangan generasi. Tentu dengan mengidentifikasi berita hoax supaya tidak mudah terprovokasi.
Salah satu organisasi yang melakukan studi tentang kualitas pendidikan di dunia secara rutin adalah PISA (Programme for International Students Assessment). Program ini digagas oleh Organization for Economic Co-operation and Development atau OECD. Dari hasilriset PISA, Indonesia menempatkan pada posisi 62 pada bidang sains, posisi 61 pada bidang membaca, dan posisi 63 pada bidang matematika. Melihat rendahnya minat baca di Indonesia yang sangat memprihatinkan. Maka, perlu strategi menjadikan capaian literasi meningkat. Salah satunya dengan menjadikan posisi literasi pad atahap mahir. Literasi mahir merupakan kemampuan kita mampu dalam mengintegrasikan beberapa informasi lintas teks, mengevaluasi isi, kualitas, cara penulisan suatu teks dan sikap reflektif. Bukan sekadar membaca, menulis saja tetapi ke level lebih tinggi sesuai teks dan konteks secara menyeluruh.
Derasnya arus informasi palsu di era teknologi yang berkembang pesat saat ini, bisa dibendung melalui kecerdasan dalam berliterasi digital. Pemahaman literasi digital menunjukkan kemampuan dalam memilah informasi yang berguna dan diperlukan, atau merugikan. Literasi digital bisa menghindarkan kita dari kasus hukum. Dengan kita upload di medsos, tanpa kita sadari kalau upload sesuatu yang tidak cerdas, tidak hati-hati, maka kita akan terkena kasus hukum. Sudah banyak kasus seperti ini. Karenanya kita harus menjadi generasi cerdas. Karena banyak informasi berserakan dan kita harus pandai memilih, informasi mana yang kita perlukan.
Sebagai individu yang bisa mengolah dan memahami informasi dengan baik, akan mendapatkan keuntungan. Informasi yang bermanfaat tersebut bisa diakses secara digital melalui koleksi perpustakaan yang sudah digital seperti perpustakaan e Graha Widya. Peserta didik cukup menginstal mendaftarkan sebagai anggota dan dapat menjadikan sumber belajar secara daring maupun offline dating ke perpustakaan secara langsung. Pada setiap kelas sudah ada pojok literasi, sudut-sudut ruang difasilitasi pojok literasi dan berdigital. Program ini diselenggarakan dalam rangka menigkatkan literasi digital. Untuk mewujudkan generasi termakan berita hoax.
Pesatnya perkembangan teknologi digital membawa beragam informasi yang semakin banyak dikirim melalui gawai salah satunya yaitu buku digital (e-book), implikasi penggunaan e-book pada era digital membuat membaca menjadi lebih mudah karena e-book dapat dibaca kapan pun dan di mana pun, penggunaan e-book pada era digital memiliki kelebihan di antaranya; (1) lebih praktis dan mudah dibawa kemana-mana; (2) e-book ramah lingkungan; (3) e-book tahan lama; (4) e-book mudah dalam penggandaan; dan (5) e-book mudah dalam pendistribusian. Hal ini telah tersedia juga dalam perpustakaan digital (I Graha Widya).
Program Pojok TIRAI mampu mewujudkan generasi cerdas merupakan akronim yaitu Pojok Literasi Digital mampu mewujudkan generasi cerdas sadar isu lingkungan. Sebagai generasi harus memahami isu lingkungan yang sedang berkembang di masyarakat. Sebagaimana branding sekolah Adiwiyata dan SSK (Sekolah Siaga Kependudukan) serta dukungan dari Gerakan Literasi Sekolah berkolaborasi meningkatkan prestasi. Menjadikan generasi cerdas yang sadar akan isu lingkungan pada saat ini. Oleh karena ada setiap pojok-pojok yang dijadikan literasi digital seperti isu lingkungan stunting ada spot pojok literasi digitalnya, taman baca berbarcode, pojok kependudukan berbarcode, konsep grafik kependudukan berbarcode, pojok jamu-jamuan berakronim nilai-nilai kependudukan berbarcode. Pada kelompok kerja smanja forest berbarcode.
Barcodisasi merupakan literasi digital yang bisa diterapkan untuk menjadikan generasi cerdas tidak mudah terpengaruh berita hoax. Sedangkan pengisi konten merupakan kolaborasi siswa ekstrakurikuler jurnalistik, siswa OSIS dan duta literasi, duta kependudukan dan duta lingkungan. Sehingga dengan komitmen, sinergi dan kobalorasi yang kuat dapat menumbuhkan budaya literasi pada generasi masa kini.
Generasi muda mesti menyadari isu lingkungan yang sedang berkembang supaya dapat meminimalisir kemungkinan buruk yang akan terjadi. Sebagai salah satu contoh kasus stunting yang sedang menjadi focus BKKBN saat ini. Sebagai pelaksana Sekolah Siaga Kependudukan maka, adanya pojok literasi stunting. Pojok literasi ini selain dikawal oleh tim stunting juga bekerjasama dengan pihak Puskesmas dalam memfasilitasi edukasi perihal pencegahan stunting. Pojok literasi digital tentang kesehatan remaja bekerjasama dengan pihak UKS (Unit Kesehatan Sekolah) dan PMR (Palang Merah Remaja). Bagaimana dampak dari pernikahan dini, apa dampak dari merokok serta bagaimana melakukan prinsip hidup sehat. Generasi yang berkontribusi dalam membangun kesadaran perilaku sehat melalui saka bhakti husada. Melayani masyarakat melakukan pengabdian dengan posbindu. Dimana dari kegiatan rutinitas tersebut difasilitasi juga dalam digital sebagai edukasi. Menjadi generasi berencana untuk masa depan gemilang. Generasi cerdas yang sehat dan siap menghadapi bonus demografi.
Hadirnya mading digital atau e Magazine sebagai media social yang dapat diakses perkembangannya juga oleh generasi muda. Dengan memperbanyak konten-konten positif dan pengetahuan tentunya sesuai dengan kebutuhan generasi muda. Mading online ini juga update setiap periodic. Begitu p**a dengan majalah gelora yang menampung aspirasi dari para siswa generasi muda dalam berbagai kolom. Sehingga bukan lagi pada tataran minat baca tetapi ketepatan bacaan sesuai usia dan kebutuhan generasi muda. Pengelola dari peserta didk tentang e Magazine, majalah sekolah dan bulletin baik cetak maupun online. Komitmen ini mengingat tim satgas GLS (Gerakan Literasi Sekolah) sangat konsen dalam kemajuan literasi sekolah. Selaras dengan amanat Gerakan Literasi Sekolah yang dikembangkan dalam Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.
Munculnya generasi cerdas dari suatu negara atau bangsa dimulai dari kerinduan akan pengetahuan dan ilmu pengetahuan yang hanya bisa diperoleh dari kebiasaan gemar membaca. Generasi cerdas dan cinta membaca pada gilirannya juga akan memajukan peradaban bangsa itu. Hal ini dapat kita buktikan pada bangsa-bangsa maju di dunia yang perpustakaannya sudah lebih dahulu maju berkembang dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat yang berbudaya baca tinggi.
SDM ( Sumber Daya Manusia ) yang cerdas dan berkualitas awalnya dimulai dari kegemaran membaca sehingga berbagai ilmu pengetahuan dan pengetahuan mampu dikuasai yang bersangkutan. Dengan mau belajar untuk meluangkan waktu dengan rajin membaca, masyarakat terutama generasi muda sebagai penerus menjadi terdidik, terpelajar dan mampu mengikuti peristiwa dan perkembangan teknologi di era teknologi informasi saat ini. Rendahnya kegemaran tingkat membaca dapat disebabkan berbagai aspek salah satunya didominasi budaya masyarakat Indonesia yang masih didominasi budaya tutur karena bentuk pertukaran informasinya masih dalam bentuk lisan. masyarakat Indonesia sedang mengalami transformasi yang sangat hebat.
Tantangan yang dihadapi pendidikan Indonesia saat ini adalah rendahnya minat baca siswa, banyak faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca siswa, salah satunya yaitu ketersediaan buku bacaan yang masih terbatas (Azis, 2018). Senada dengan pendapat tersebut, Utami dkk. (2021) menyatakan bahwa faktor rendahnya minat baca siswa yaitu kurang mendukungnya sarana dan prasarana seperti jenis buku bacaan yang kurang bervariatif. Faktor lainnya yang menyebabkan rendahnya minat baca siswa dan masyarakat secara umum yaitu harga buku yang tidak terjangkau, kurangnya fasilitas perpustakaan, tidak adanya perhatian dan kesadaran dari keluarga dan lingkungan untuk menumbuhkan minat baca anak sejak dini serta belum adanya keseriusan pemerintah untuk memajukan minat baca masyarakat (Yoni, 2020).
Tantangan terbesar dunia saat ini adalah menangkal peredaran hoaks. Menurutnya, hoaks menjangkiti seluruh kalangan, dari berbagai latar belakang pendidikan. Supayakita tidak mudah terpengaruh dan percaya hoax harus menekankan pentingnya kesadaran dalam menerima dan mengolah informasi. Kita sebagai generasi muda tidak boleh asal menerima saja informasi yang masuk. Tetapi difilter terebih dahulu, mengecek kebenarannya.
Dibutuhkan kecakapan atau kemampuan untuk mengolah sumber informasi dari media digital termasuk menyaring, mengevaluasi, dan menyebarkannya. Dengan adanya internet, warga dunia sudah saling terhubung dan karenanya dibutuhkan penyaring. Supaya ada kontrol dan menjadikan media sosial bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas kita.
Kecakapan literasi secara digital bermanfaat tidak hanya untuk kehidupan pribadi, tapi juga dalam kehidupan social tapi memastikan bacaan anak-anak itu sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan membudayakan literasi akan mampu meningkatkan generasi yang cerdas, unggul dan berkarakter yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Berbagai upaya melalui Gerakan Literasi Sekolah adanya kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran. Adanya pojok literasi cetak dan digital, bulletin digital, pojok kependudukan digital, taman baca digital, pojok kesehatan reproduksi remaja. Pelayanan pengabdian generasi muda aktif dibidang saka bhakti husada, posbindu. Tersedianya majalah sekolah “gelora” yang terbit setiap satu semester sekali juga digital. Mading digital yang update secara kontinu. Tidak ada kesuksesan kecuali dilakukan dengan bersinergi, komitmen dan berkolaborasi bersama-sama membangun generasi literat. Oleh karena melalui program Pojok TIRAI (Pojok Literasi Digital) akan mampu mewujudkan generasi emas yang cerdas dan berkarakter yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Merdeka Belajar bagi Peserta DidikOeh Senirah,S.Pd.,M.M._Guru SMAN 1 Boja Keberagaman...
26/05/2023

Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Merdeka Belajar bagi Peserta Didik
Oeh Senirah,S.Pd.,M.M._Guru SMAN 1 Boja
Keberagaman latar belakang, gaya belajar dan kebutuhan setiap peserta didik dalam suatu
sekolah merupakan fakta. Sejauhmana kita sebagai guru sudah melayani kebutuhan peserta didik
dalan kelas dalam mewujudkan merdeka belajar. Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
(student centered) yang bukan lagi berpusat pada guru (teacher centered) menjadi lebih fleksibel
dan terfokus pada peserta didik buka hanya isapan jempol semata. Pelayanan pemenuhan
kebutuhan belajar mereka menjadi sebuah momentum untuk perbaikan proses belajar dan
kualitas di satuan pendidikan. Keunikan dari setiap peserta didik (diversity learners) dalam suatu
kelas sebagai miniatur mini keberagaman dalam masyarakat.
Keberagaman peserta didik di kelas selama ini masih menjadi kendala yang langsung
dihadapi oleh guru dan belum menjadi budaya positif dalam pemberian layanan pendidikan yang
harus diberikan. Guru masih bekerja berkutat secara mandiri untuk menyelesaikan permasalahan
mereka pada saat menghadapi peserta didik dengan kemampuan akademik yang bervariasi.
Kurangnya informasi mengenai latar belakang, social, budaya dan siapa peserta didik dengan
kemampuan beragam tersebut menjadi akar permasalahan mengapa penanganan mereka masih
minim. Sehingga menyebabkan peserta didik tidak senang, tidak nyaman dalam pembelajaran
bahkan cenderung malas. Peserta didik kurang mampu mengeksplor kemampuan diir mereka
karena kurang kepekaan dari guru akan kebutuhan mereka.
Tidak jarang ditemukan peserta didik diejek, diolok-olok ketika nilai akademiknya
rendah, dibanding-bandingkan dengan peserta didik yang akademiknya tinggi. Kita perlu
ketahui bahwa setiap peserta didik mempunyai keunikan tersendiri, mempunyai keunggulan yang berbeda antara satu dengan lainnya. Bisa jadi lemah pada salah satu mata pelajaran bisa
juga unggul dalam bidang seni, budaya, sastra dan tari dan lainnya. Oleh karena, guru
semaksimal mungkin mewadahi, memberi peluang potensi-potensi peserta yang perlu
dikembangkan dengan melakukan pendampingan.
Acap kali, pandangan terhadap kualitas pendidikan berkembang dari waktu ke waktu
melalui kurikulum. Hadirnya kurikulum merdeka dengan harapan mampu mewujudkan peserta
didik yang berkarakter profil pelajar pancasila. Kurikulum merdeka menjadi salah satu solusi
merdeka belajar bagi peserta didik. Hal ini sesuai Keputusan kepala badan standar, kurikulum,
dan asesmen pendidikan nomor 009/H/KR/2022 tentang dimensi, elemen, dan subelemen profil
pelajar pancasila pada kurikulum merdeka. Profil pelajar Pancasila merupakan bentuk
penerjemahan tujuan pendidikan nasional. Implementasinya bahwa dalam pembelajaran yang
bermakna tentu memperhatikan kebutuhan belajar peserta didik, bakat, minat dan lingkungan
belajar yang nyaman, aman dan kondusif. Supaya peserta didik mampu bersaing global dengan
berkarakter profil pelajar pancasila.
Penyesuaian sistem pendidikan terhadap pemenuhan kebutuhan belajar peserta didik
adalah hal yang mutlak untuk terwujudnya kualitas pendidikan. Kebutuhan belajar dari setiap
peserta didik berbeda-beda. Hal tersebut terkait erat dengan faktor eksternal maupun internal
peserta didik tersebut. Kasus yang paling banyak ditemui antara lain kesibukan orang tua,
brokenhome dan permasalahan pergaulan. Gaya belajar dan potensi belajar yang beragam adalah
contoh kasus lainnya yang mengarah pada pencapaian hasil yang beragam p**a, namun hal
tersebut seringkali dipungkiri seiring ditemukannya banyak masalah pemberian bahan ajar yang
sama untuk semua peserta didik. Pada peserta didik berbakat, mereka kurang mendapat
pengayaan secara mendalam sementara bagi peserta didik yang mempunyai hambatan belajar
akan mudah mengalami ketertinggalan dan diabaikan tanpa diperhatikan. Kondisi ini
menunjukkan keberagaman peserta didik di dalam kelas menjadi tantangan bagi guru. Secara
tidak langsung hal ini menjadi tolak ukur kualitas pendidikan yang hingga sejauh ini
memerlukan dukungan dari banyak pihak.
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan usaha penyesuaian proses pembelajaran dengan
memberikan beragam cara melalui diferensiasi pembelajaran berdiferensiasi antara lain;
lingkungan belajar mengundang minat peserta didik untuk belajar, kurikulum memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas, terdapat penilaian berkelanjutan, guru menanggapi
atau merespon kebutuhan belajar peserta didik, dan manajemen kelas efektif. Guru memahami
kondisi social emosional baik diri sendiri maupun peserta didik. Tidak lupa mampu menciptakan
suasana pemeblajaran yang menyenangkan dengan adanya ice breaking terutama pada waktuwaktu
rawan

mengantuk. Guru memfasilitasi peserta didik sesuai dengan kebutuhannya, karena
setiap peserta didik mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi
perlakuan yang sama antara satu dengan lainnya.
Suasana kelas yang belum menerapkan pembelajaran berdiferensiasi adalah guru lebih
memaksakan egonya sendiri. Guru tidak memahami minat, dan keinginan peserta didiknya.
Kebutuhan belajar murid tidak semuanya terpenuhi karena ketika proses pembelajaran
menggunakan satu metode yang menurut guru sudah baik, guru tidak memberikan beragam
kegiatan dan beragam pilihan seperti konten beragam, proses dan produk beragam p**a.
Sehingga peserta didik kurang mendapatkan ruang dalam mengekplor kemampuan sesuai dengan
gaya belajar mereka. Karena setiap peserta didik ada yang belajarnya bersifat auditory, visual,
audiovisual. Oleh karena pembelajaran berdiferensiasi perlu mendapatkan dukungan, penguatan
dan penerapan dari seluruh stake holder pendidikan.
Dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi untuk mewujudkan merdeka belajar
peserta didik dengan melakukan pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan tiga aspek, yaitu:
kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar murid (bisa dilakukan melalui wawancara,
observasi, dan atau survey menggunakan angket). Selain itu juga merencanakan pembelajaran
berdiferensiasi berdasarkan hasil pemetaan (memberikan berbagai pilihan baik dari strategi,
materi, dan cara belajar). Selanjutnya mengevaluasi dan erefleksi pembelajaran yang sudah
berlangsung.
Melalui upaya pembelajaran berdiferensiasi ini mampu memerdekakan belajar peserta
didik. Salah satu caranya dengan menganalisa pemetaan yang akurat maka rencana pembelajaran
akan tepat melalui asesmen. Untuk memperoleh data kebutuhan belajar peserta didik dapat
menjalin kerjasamanya antara guru, peserta didik dan pihak Bimbingan Konseling maupun
Orangtua tentunya dukungan masyarakat dan dunia pendidikan secara umum. Dengan merdeka
belajar mampu mentransformasi pendidikan demi terwujudnya peserta didik yang memiliki profil pelajar pancasila. Karena dengan merdeka belajar mampu melepaskan penat atas
pembelajaran yang monoton, tidak kreatif dan rutin. Memberikan kesempatan belajar sesuai
bakat dan minat peserta didik, secara bebas dan mandiri. Sehingga peserta didik akan dapat
mengembangkan ketrampilan, pengetahuan dan karakter menjadi SDM (Sumber Daya Manusia)
unggul yang mampu menghadapi tantangan dunia.

ORANGTUA MENGAJAR: KOLABORASI STAKEHOLDER CAPAI TUJUAN PENDIDIKAN DI SMAN 1 BOJA  Sinergitas dalam mencapai tujuan pendi...
26/05/2023

ORANGTUA MENGAJAR: KOLABORASI STAKEHOLDER CAPAI TUJUAN PENDIDIKAN DI SMAN 1 BOJA

Sinergitas dalam mencapai tujuan pendidikan salah satunya dengan berkolaborasi dengan
Orantua sebagai stakeholder. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa keberhasilan belajar murid tidak mutlak berada ditangan pendidik. Oleh karena dengan adanya implementasi Kurikulum Merdeka, sekolah terus bergerak dalam upaya memfasilitasi dan memenuhi kebutuhan belajar murid yang heterogen. Latar belakang yang berbeda dan bakat minat yang berbeda p**a.
Program Orangtua mengajar merupakan salah satu terobosan dari SMA Negeri 1 Boja dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan. Kerjasama yang telah dibangun ini dikembangkan dalam hal fasilitasi pengajaran kepada murid di sekolah. Secara berkala program Orangtua mengajar ini dilakukan dengan berbagai profil supaya dapat mengetahui perkembangan pendidikan dan perkembangan pengembangan diri murid.
Antusias Orangtua menyambut baik adanya program ini. Melalui pendekatan yang dilakukan sekolah dirasa cukup berhasil karena mampu menjaring kesiapan Orangtua yang berkenan memberikan motivasi belajar siswa sekaligus sharing tentang knowledge sesuai dengan passion dari Orangtua. Begitu sebaliknya murid yang terlibat diambil perkelas sesuai dengan bakat minat mereka yang relevan dengan profil narasumber dari Orangtua mengajar. Hal ini
bermaksud bahwa untuk mencapai keselarasan dan tujuan serta harapan murid.
Sebagaimana pelaksanaan Orangtua mengajar pada hari Rabu tanggal 15 Februari 2023 atas nama Ibu Tri Wahyuni, S.S,M.Li yakni Orangtua murid dari Ahwan Nathansyah Hanifuzzaman kelas X.G dengan materi “Sebagai Apa Kau Ingin Dikenang-Sebuah Strategi
Menulis Sederhana di Media Sosial”. Beliau yang bekerja pada isntansi BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) Republik Indonesia. Adapun karyanya yang berjumlah 26 telah mampu ia
torehkan dan mengisi diberbagai acara kepenulisan.
Materi yang cukuo menarik dengan didahului pemberian motivasi pada murid-murid untuk terus berkarya dalam bentuk tulisan. Sesuai pesan beliau menulislah sebagai apa kau ingin dikenang. Selain itu beliau juga memberikan kiat-kiat menulis diantaranya dengan kepo, alamiah, paksa dan biasakan, buat target, cari komunitas menulis, bawa aalat tulis kemana saja, sering menyimak seminar kepenulisan, cari referensi sebelum menulis, membaca dulu kemudian lakukan riset dan tulislah dengan kejujuran. Sedangkan pesan sebelum acara penutupan dengan menyampaikan trigatra Bangun Bahasa “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah dan Kuasai Bahasa Asing”

EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)DI SMP NEGERI 1 BOJA   Merasakan kemajuan teknologi dan berkembangnya pend...
26/05/2023

EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)
DI SMP NEGERI 1 BOJA


Merasakan kemajuan teknologi dan berkembangnya pendidikan sekaligus rumah
tangga pada masa ini, merupakan salah satu akibat keluar masuknya budaya asing bagi bangsa
Indonesia. Tentunya sudah membawa dampak ke dalam perilaku maupun sifat kita sehari-hari.
ketika anak-anak maupun para remaja sudah merasakan dampak dari era globalisasi ini maka
akan timbul perilaku yang terkadang dapat dikatakan menyimpang atau buruk. Arus gelombang
modernisasi yang kebanyakan hanya memikirkan sisi untung tanpa sisi ruginya sudah banyak
dilakukan oleh masyarakat terutama remaja. Banyak permasalahan-permasalahan seperti malas
berolahraga karena lebih ingin bermain HP, tidak ingin memakan makanan yang sehat dan
bergizi karena sudah tersedia makanan fast food yang lebih enak dan cepat, dan menganggap
remeh hal-hal kecil seperti tidak mencuci tangan dengan benar.
Pada Rabu, 24 Mei 2023, kami PMR Wira Unit SMA Negeri 1 Boja melakukan
pengedukasian ke SMP Negeri 1 Boja yang terletak di Sapen, Boja, Kecamatan Boja,
Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. edukasi ini berguna untuk memberikan informasi dan juga
mengajak para siswa siswi SMP Negeri 1 Boja untuk lebih giat berperilaku yang memiliki
keterkaitan dengan pola hidup bersih dan sehat, sekaligus mengetahui dampak yang akan
dirasakan apabila tidak melakukan pola hidup bersih dan sehat. Edukasi yang dilakukan oleh
PMR Wira Unit SMA Negeri 1 Boja ini dilaksanakan dengan konsep yang santai dan interaktif
kepada para pendengarnya, keaktifan para siswa dan siswi SMP Negeri 1 Boja juga berhasil
menghidupkan atau memeriahkan suasana interaktif pada acara tersebut.
Acara pengedukasian ini dibuka dengan drama kecil nan singkat, dimana salah satu
narasumber berpura-pura tangannya kotor dan lupa untuk mencuci tangannya, kemudian
narasumber lainnya memberikan penjelasan mengenai manfaat cuci tangan dan juga teknik
mencuci tangan dengan benar berdasarkan tujuh langkah mencuci tangan. Materi ini juga
dipraktikan oleh para siswa dan siswi
SMP Negeri 1 Boja bersama-sama dengan
panduan dari narasumber. Kemudian
materi dilanjut dengan pengenalan PHBS
(Pola Hidup Bersih dan Sehat) seperti
pengertian, tujuan, dan manfaatnya lebih
dalam.


Satu per satu narasumber mulai menjelaskan tentang materi PHBS dan memberikan
dampak positifnya bagi jiwa dan raga. Materi tersebut mencakup cara mencuci tangan beserta
manfaatnya, alasan memakai baju bersih dan rapi, cara untuk mengefisiensi air besih, himbauan
untuk tidak merokok dan dampak yang akan dirasakan akibat merokok, cara mengatasi jentik
sekaligus menjelaskan pentingnya 3M, memberikan nasihat tentang makan makanan bergizi,
menginformasikan salah satu kebutuhan tubuh yaitu berolahraga, dan mendorong pemikiran
untuk membuang sampah pada tempatnya. Semua materi tersebut disampaikan dalam bentuk
yang informatif, deskriptif, dan objektif. Tak luput dalam memberikan sedikit gurauan agar
mencairkan suasana dan tidak terlalu tegang.

Bahasa yang digunakan juga telah disempurnakan dan dibuat sesederhana mungkin
tetapi tidak membuat canggung para pendengarnya. Setiap salah satu narasumber memberikan
informasi, narasumber lain juga ikut mendengarkan dan merespon dengan tanggap.
Di bagian akhir materi, siswa dan siswi SMP Negeri 1 Boja diajak untuk bermain suatu
permainan yang diberi nama “estafet bunga”. Permainan ini dimulai dari orang pertama yang
akan mengestafetkan bunga ke orang yang berada di sampingnya, dan orang tersebut akan
mengestafetkan bunga ke orang yang disebelahnya. Permainan ini diiringi oleh lagu “disini
senang, disana senang”. Ketika lagu tersebut selesai dinyanyikan, maka orang yang terakhir
memegang bunga akan mendapatkan pertanyaan, dan jika orang tersebut berhasil menjawab
pertanyaanya akan diberi bingkisan yang sudah dipersiapkan oleh remaja PMR Wira Unit SMA
Negeri 1 Boja.
Selain kegiatan yang nengedukasi ini PMR Wira SMAN Negeri 1 Boja tentunya akan terus
memberikan pengedukasian tentang beberapa materi Kesehatan, kemanusiaan, kekeluargaan,
kebersihan, dan masih banyak lagi bagi para siswa dan siswi di seluruh sekolah. Dengan
harapan dapat melahirkan pemikiran generasi baru yang lebih bersimpati dan berempati dan
selalu turut serta dalam mencegah permasalahan hidup yang dialami oleh anak-anak, remaja, maupun orang tua yang akan, sudah, dan
baru saja terjadi.

CEGAH STUNTING PENUHI GIZI SEIMBANG Gizi seimbang untuk anak usia dini sangat diperlukan agar dapat mengoptimalkan tumbu...
26/05/2023

CEGAH STUNTING PENUHI GIZI SEIMBANG


Gizi seimbang untuk anak usia dini sangat diperlukan agar dapat mengoptimalkan tumbuh
kembang anak dan menjaga kesehatan tubuh. Gizi seimbang untuk anak usia dini dapat membantu
kinerja otak dan mengingkatkan potensinya dan agar anak terhindar dari stunting.
Dalam upaya pencegahan stunting pada anak, PIK-R SMA N 1 Boja melakukan bakti
masyarakat melalui kerjasama dengan TK yang ada di sekitar SMA N 1 Boja. Pada kesempatan
ini PIK-R SMA N 1 Boja melakukan bakti masyarakat di TK Pertiwi Bebengan dengan sasaran
kelas A dan B berjumlah 25 siswa, yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 24 Mei tahun 2023.
Adapun materi yang disampaikan yaitu memberikan contoh makanan yang bergizi dan
mengenalkan jenis jenis makanan yang sehat dan makanan yang tidak sehat. Pemberian materi
dilakukan dengan cara yang menyenangkan dengan menempelkan gambar makanan sesuai dengan
kategori makanan sehat dan makanan tidak sehat dan membiasakan menjaga. Peserta terlihat
antusias dan senang ketika mengikuti kegiatan tersebut.
Dari kegiatan tersebut diharapkan peserta memeliki ketertarikan untuk mengkonsumsi
makanan yanng bergizi.

S*X EDUCATION FOR CHILDREN'S N TOODLER  Pendidikan seksual merupakan suatu keterampilan dan pengetahuan yang perlu diber...
26/05/2023

S*X EDUCATION FOR CHILDREN'S N TOODLER


Pendidikan seksual merupakan suatu keterampilan dan pengetahuan yang perlu diberikan
sedini mungkin kepada anak mengenai perilaku seksual untuk menghadapi hal-hal yang akan
terjadi di masa depan seiring bertambahnya usia serta membentuk karakter dan pola perilaku agar
mampu terhindar dari perilaku-perilaku yang beresiko terhadap pelecehan seksual maupun
perilaku seksual menyimpang.
Dalam upaya pencegahan terjadinya kekerasan seksual pada anak, PIK-R SMA N 1 Boja
melakukan bakti masyarakat melalui kerjasama dengan Sekolah Dasar yang ada di sekitar SMA N
1 Boja. Pada kesempatan ini PIK-R SMA N 1 Boja melakukan bakti masyarakat di SD N 2
Bebengan dengan sasaran siswa kelas 1, yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 24 Mei tahun
2023.
Adapun materi pendidikan seksual yang diberikan yaitu mengenal dan memahami anggota
tubuh mereka yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh orang lain, serta bagaimana sikap yang
dapat mereka ambil ketika terjadi indikasi oknum yang hendak menyentuh anggota tubuh mereka.
Pemberian materi dilakukan dengan cara yang menyenangkan dengan mengenal sentuhan yang
boleh dan tidak boleh menggunakan lagu. Peserta terlihat antusia dan senang ketika mengikuti
kegiatan tersebut.
Dari kegiatan tersebut diharapkan peserta dapat menjaga diri mereka sehingga tidak
mengalami kekerasan seksual.

Address

Jalan Raya Bebengan 203 D Boja , Indonesia
Boja
51381

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SMA Negeri 1 Boja posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to SMA Negeri 1 Boja:

Shortcuts

Share