02/09/2026
Seri Sains untuk Ayah-Bunda dan Pendidik
Seri 6
Pengenalan sains sebagai jalan mengenal Allah lewat ciptaan-Nya sebenarnya bisa dimulai sangat dini — sebagaimana aqidah juga mulai ditanamkan sejak usia belia. Bagaimana persisnya pengenalan sedini itu bekerja, akan kita bahas di seri tersendiri nanti, insyaAllah.
Untuk sekarang, mari kita lihat wujud konkretnya di jenjang awal SD: bagaimana belajar IPAS sambil mengenal Allah berjalan di Kelas 1 dan 2 — yang dalam struktur kurikulum saat ini dikelompokkan sebagai Fase A.
Meski Kelas 1-2 disebut Fase A, IPAS sebagai mata pelajaran mandiri sebenarnya baru resmi berdiri sendiri mulai Fase B, Kelas 3 (CP2025). Fase A tidak punya IPAS tersendiri.
Tapi ini bukan berarti pengenalan sains pada anak ditunda sampai Kelas 3. Justru sebaliknya: di Fase A, tema-tema IPAS — tubuh, panca indra, alam sekitar — dijadikan jangkar untuk mata pelajaran Bahasa dan Matematika. Anak belajar membaca lewat cerita tentang tubuhnya sendiri, belajar berhitung lewat mengukur dan membandingkan benda di sekitarnya. Pengenalan sains tidak hilang — ia menyatu, muncul di mana-mana, bukan di satu jam pelajaran saja.
Sains di usia ini murni pengalaman langsung: dilihat, disentuh, dicoba — belum diberi label ilmiah yang berat. Di ujung pengamatan itu, ada satu titik singgung yang sederhana tapi penting: tubuh yang bekerja serapi ini adalah amanah dari Allah, wajib dijaga.
Setahun kemudian, Kelas 2 melangkah sedikit lebih jauh: anak mulai memahami akibat, bukan sekadar mengenal. Di bab "Kebutuhan Hidup Manusia", ia tidak cuma tahu jenis makanan, tapi mulai memahami kenapa makanan harus halal dan thayyib, apa yang terjadi kalau berlebihan, dan kenapa qana'ah (merasa cukup) membuat hati tenang. Ia jadi "detektif dapur" — mencari label halal sendiri, bukan diberi jawaban jadi.
Di titik ini p**a anak berkenalan dengan anjuran Rasulullah ﷺ soal pembagian makan, minum, dan napas — dan studi gizi saat ini pun cenderung sejalan dengan pola makan tidak berlebihan seperti ini. Bukan hadits yang menunggu restu sains, tapi sains yang belakangan menyusul menunjukkan pola serupa.
Dua tahun Fase A ini menanam kebiasaan mengamati, sebelum nanti di Fase B, Kelas 3, anak resmi belajar mengklasifikasi dan menganalisis mekanisme di balik ciptaan Allah.
Di Seri 7, kita masuk Fase B — Kelas 3 dan 4, saat IPAS resmi berdiri sendiri dan anak mulai diajak berpikir lebih sistematis.