12/05/2026
Sekelumit Cerita Keteladanan dari Ust. Aun yang bisa diambil Hikmahnya ..
___
Beliau disebut sebagai Bapak para asatidzah. Mendirikan Pondok Pesantren Al-Furqon Al-Islami Gresik taun 1989. Dengan jumlah alumni tahun 2025 sebanyak 15.512 santri tersebar di seluruh Indonesia dan sebagian sudah mendirikan berbagai pondok pesantren. Jumlah santrinya tahun ini ada 2.717 orang.
Meski begitu sangat terkenal sebagai sosok yang sangat gigih dalam berdakwah, sederhana dan tawadhu. Di antara kisah beliau yang menyebar dari mulut ke mulut untuk diteladani bukan dengan fanatisi:
√ Beliau pernah makan nasi sisa di panci berupa intip karena belum ada kiriman beras dari ortu pas mondok.
√ Menyalin kamus bahasa Arab karena tak mampu membeli.
√ Pulang dari pondok ke rumah dengan berjalan kaki karena tak punya uang. Berjalannya di waktu malam menghindari terik matahari.
√ Beliau pernah memanggul zak karung berisi sisa jualan di pasar lalu menaruhnya di depan ruang kelas di Ma'had, untuk kemudian mengajar.
√ Pernah mobil tua beliau mogok saat berdakwah, lalu berjalan kaki di tengah malam gelap gulita untuk mengisi kajian.
√ Kadang yang hadir kajian hanya segelintir orang, bahkan pernah santri yang datang hanya tiga, namun tak pernah menyurutkan beliau untuk terus mengajar sebagaimana biasa saat hadirinnya banyak.
√ Beliau pernah diuji dengan fitnah dan tuduhan keji tapi semua tak membuat beliau berhenti berdakwah.
√ Sering p**ang larut malam dari berdakwah di berbagai pelosok, sesampai di rumah orang mengira beliau akan istirahat tapi ternyata lanjut sholat malam dengan lantunan bacaan ayat-ayat Al-Qur'an yg panjang.
(Tulisan Ust Nurkholid)
√ Beliau pernah berkata, "Saya serahkan sepenuhnya Al-Furqon pada pengurus selanjutnya. Saya sudah tidak mampu lagi. Titip anak saya agar tetap bisa mengajar di Al-Furqon. Jangan diberi jabatan jika memang tidak layak."
Kata-kata yang sangat jarang kita dengar dari pendiri sekaligus pucuk pimpinan sekaligus simbol perkembangan suatu lembaga. Sangat tawadhu dan terlihat faham betul bahwa semua yang dimiliki di dunia ini akan kembali pada Allah dan maslahatnya untuk semua orang, bukan segelintir orang. Sungguh sosok yang sangat bersahaja, sosok teladan yang patut dicontoh oleh kita selanjutnya dalam mengelola lembaga(Ustadz Wahab Rajasam)
√ Karena tidak ada bis, beliau pernah naik truk untuk tetap melanjutkan jadwal mengajar keluar kota.
√ Tak jarang beliau tidak mau dijemput, bahkan sering jalan kaki supaya tak merepotkan panitia.
√ Saat singgah saat safar, beliau sering sambil membersihkan musholla atau masjid.
(Tulisan akun Barokah Jaya Abadi)
√ Beliau juga sangat dermawan, saya beberapa kali diberi uang oleh beliau. Ada cerita kalau beliau tambal ban atau tambah angin, beliau memberi tidak sedikit kadang 100rb.
(Komentar akun Herri Pur)
√ Guru yg benar untuk ditiru kesungguhannya, jauh dari hiruk pikuk perselisihan metode dakwah, pendahulu dakwah as-sunah dengan majalah Al Furqon nya saat itu membuka kebenaran metode beribadah kepada Alloh AZZA wa Jalla.
(Komentar akun Faisal)
√ Rumah beliau sangat sederhana dan tidak pernah di renovasi.
√ Istri beliau pernah meminjam mobil pondok untuk keluar dan beliau berkata kepada istri beliau, "jangan lupa bayar uang sewanya karena itu mobil umat".
Masyaallah padahal itu mobil beliau yang beli tapi seolah-olah tidak pernah memilikinya. (Komentar akun Ummu Salma)
√ Dulu ketika belajar hanya berbekal sedikit dari orang tuanya, terkadang makan dari sisa-sisa, bahkan untuk bisa terus belajar, beliau sambil bekerja sebagai tukang masak, bahkan saat sekolah di Saudi pun, beliau sambil kerja saat liburan sebagai pekerja bangunan.
√ Beliau adalah orang yang zuhud dengan dunia dan sederhana. Berbagai pekerjaan kasar dilaluinya sejak belajar, mulai sebagai tukang masak, tukang jam, nyelep (penggilingan), dagang, kuli bangunan, bahkan mencari tomat busuk untuk dijadikan sebagai sambal tomat.
√ Beliau amat bersahaja dan tidak ingin merepotkan panitia, nginap di masjid dan kamar seadanya, bahkan tidak ingin untuk diperlakukan istimewa. Terkadang beliau hanya meminta bantal untuk istirahat di masjid, terkadang p**a hanya tidur di mobil.
√Beliau juga tidak malu untuk makan dari sisa-sisa makanan orang lain yang tidak dihabiskan, bahkan beliau pernah bilang: “Saya paling tidak s**a jika ada yang buang-buang makanan. Kalau ada yang tidak habis, berikan kepada saya untuk saya manfaatkan”.
√ Beliau juga tidak mau mengambil gaji tetapnya dari pondok kecuali hanya sebagian kecil saja dan sedikit sekali.
√ Beliau adalah seorang yang tawadhu. Masih teringat dalam memori saat saya masih belajar, beliau bersama kami gotong royong menyelesaikan pembangunan salah satu bangunan pondok di tengah guyuran air hujan.
√ Beliau juga sering memperbaiki mobilnya sendiri yang terkadang membuat orang yang melihatnya tidak percaya kalau itu adalah beliau.
√ Betapa sering kami mendengar beliau mengatakan kepada para santrinya: “Saya ini bodoh, sedikit ilmu, jika kalian mendapatiku salah, tolong tegurlah aku. Sungguh saya sangat senang jika ada yang menasehatiku”.
√ Beliau juga sangat terbuka untuk menerima nasehat dan kritikan dari sebagian santrinya bahkan berterima kasih serta mendoakan kebaikan untuknya. Hal ini adalah sesuatu yang sangat populer di kalangan para murid-murid beliau.
√ Semangat dan motivasi dakwah beliau sangat tinggi, sulit tertandingi di hari-hari ini. Beliau berdakwah dan mengajar seakan tanpa mengenal rasa lelah, setiap pekan mulai hari jumat pagi hingga malam senin meninggalkan rumah untuk berdakwah di tempat yang berbeda-beda. Herannya, seringkali beliau bepergian itu dengan menyetir mobil sendiri. Dan selebihnya waktu beliau digunakan untuk mengajar di pondok beliau dan tempat-tempat terdekat.
√ Beliau tetap mengajar dan mengisi taklim walau sakit. Beliau pantang untuk membatalkan taklim tanpa alasan syari yang kuat dan mendesak.
√ Pernah juga kami melakukan safar bersama beliau ke Kediri dalam rangka dakwah, beliau yang menyetir mobil dan jalan saat itu macet panjang sehingga sangat melelahkan, kamipun lelap dalam tidur di mobil, terbangun ketika sampai tujuan pada pertengahan malam. Saat kami bangun untuk ke kamar mandi, ternyata kami dapati beliau sedang terbangun dan tidak istirahat.
√ Masih teringat, ketika kami masih belajar, beliau datang dari safar yang jauh di pagi hari, kami dan teman-teman mengira akan libur karena beliau pasti lelah dan butuh istirahat, tetapi ternyata beliau tetap mengajar.
√ Seringkali kami para dai dan ustadz muda merasa malu dan kalah jauh dengan beliau yang sudah tidak lagi muda tetapi semangat membaja. Pernah suatu saat kami menggantikan jadwal safari dakwah beliau, dan subhanallah usai p**ang kami langsung jatuh sakit karena capek dengan padatnya jadwal taklim.
suatu saat seorang murid beliau bertanya kepada beliau: “Apa rahasia antum begitu kuat, tidak mudah lelah seperti kami? Beliau menjawab: “Perbedaan orang beriman dengan orang awam adalah kalau orang awam biasa olah raganya adalah olah raga badan, ruhnya digerakkan oleh badan sehingga ketika lelah maka seluruh tubuhnya ikut lelah dan berhenti beraktivitas, sedangkan orang beriman, olah raganya adalah ruh dan jiwanya, badannya digerakkan oleh ruhnya, sehingga walau tubuhnya terluka atau lelah, dia tetap termotivasi untuk beraktivitas mewujudkan keinginannya”.
cobaan dan ujian hidup pernah menimpa beliau, baik ujian dakwah, keluarga dan diri sendiri, tetapi beliau menghadapi semuanya dengan sabar. Beliau pernah diintimidasi karena berdakwah di Kediri sehingga membuat beliau p**ang kampung. Beliau pernah didemo dan disidang bahkan pondoknya akan ditutup, tetapi beliau sabar, berdoa dan bertawakkal kepada Allah, bahkan pernah beliau juga diancam untuk dibun*h.
juga pernah sakit yang mengharuskannya operasi, tetapi beliau diam-diam tanpa memberitahu siapapun termasuk keluarganya karena tidak ingin mereka menjadi risau dan terbebani.
masalah yang kami hadapi sekarang ini yang kami belum menemukan solusinya, tetapi tatkala kami meminta pertimbangan beliau, kami mendapati solusi yang baik.
adalah orang yang sangat memanfaatkan waktu dan tidak menyia-nyiakannya. Sekalipun di dalam mobil, beliau memanfaatkan untuk murojaah hafalan Al Qur’an, membaca kitab atau lainnya yang bermanfaat.
bukan hanya ahli sebagai pendakwah dan pendidik agama, tetapi beliau juga ahli di berbagai bidang dunia, beliau ahli di bangunan, memperbaiki jam, mobil, penjahit, bisnis dan lain sebagainya.
(Tulisan Ustadz Abu Ubaidah As-Sidawi hafidzahullah -murid sekaligus menantu beliau-).
beliau ngisi dauroh di Palangkaraya, ana di beri kitab sebanyak satu lemari untuk dibaca dan di pelajari. semoga menjadi kan Amal jariyah beliau Aamiiin.
(Komentar Abu Nuril)
kalian tau, rumahnya 25 tahun yg lalu (kabarnya sampai sekarang masih sama).
Aku masih ingat, rumah yg amat sangat sederhana untuk seorang ustadz yg punya pondok (bahkan aku baru tau sekarang pondoknya jadi lebih luas, megah, dan ya Allah perkembangan nya pesat sekali).
Aku dan beberapa temen s**a bantu bersih-bersih rumah ustadz Aun. Dulu aku mondok masih kecil masih SMP. Aku paling s**a ikut membersihkan tiap sudut rumah beliau kalo pas beliau dan keluarga safari dakwah, menatap tumpukan kitab kitabnya di ruang tamu, dengan cahaya temaram. Aaah bener ada nya ustadz Aun mengajar kan hidup tawadhu yg luar biasa.
(Komentar akun Ainul Fauzieyah)
Dan tak terhitung yang komentar tulisan beliau di majalah AlFurqon dan Al Mawaddah menjadi washilah mendapat hidayah dan memotivasi untuk terus belajar ilmu syari.
Sungguh seorang dai yang tidak hanya mengajarkan kebaikan, tapi juga mengamalkan dan memberikan tauladan dengan perilakunya.
Sungguh, sebuah kesedihan yang mendalam tatkala kehilangan seorang ahli ilmu seperti beliau...
Semoga Allah Ta'ala rahmati beliau dan pahala jariyah mengalir tiada henti dan kematiannya dijadikan husnul-khatimah dan mengumpulkan kita bersamanya dan orang-orang shalih di akhirat kelak. Aamiin..