Kuliah Baik Program PAI Terakreditasi

Kuliah Baik Program PAI Terakreditasi

Share

S1 PAI TERAKREDITASI BAIK MURAH TERJANGKAU ONLINE OFFLINE pendaftarannya, Rp. 2 Juta untuk beli NIMKO. . Mandiri 133-00-1177672-1 Achmad hodori .

S1 Jurusan PGSD ___ � Kuliah S1 Berijazah Negara � Kelas Karyawan Kuliah Ahad saja jam 07.30 sd selesai � Gelar S.Pd Terakreditasi � Tidak perlu Mahir bahasa Arab � Berlaku Konversi Nilai � Ada Kelas Online � Peserta Terbatas, Segera isi formulir Online nya lalu dilunasi pendaftarannya setelah itu masuk grup. . Langkah-langkah Daftar Kuliah: . � Is formulir online, Klik di sini : https://goo.gl/H

19/05/2026

Kritik Sanad Terhadap Perkataan Imam Tawus dan Ibnu Juraij dalam Masalah Tahlilan 7 Hari dan 40 Hari Setelah Pemakaman.
____

Karena Mayyit mendapat ujian/fitnah paling berat dihari hari-hari itu dimana orang mu'min akan diuji selama 7 hari dan orang munafik akan diuji selama 40 hari.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam suatu atsar dari Thowus,

قال طاوس : إن الموتى يفتنون في قبورهم سبعا ، فكانوا يستحبون أن يطعم عنهم تلك الأيام .

Thowus berkata,

"Sesungguhnya mayyit akan difitnah/diuji didalam kubur mereka selama 7 hari. Oleh sebab itu para ulama menganjurkan untuk memberikan makanan sebagai sedekah atas nama mereka dihari-hari tersebut".

Atsar tersebut diriwayatkan oleh Thawus bin Kaysan dengan sanad:

حدثنا هاشم بن القاسم، حدثنا الأشجعي، عن سفيان، قال: قال طاوس: "إن الموتى يفتنون في قبورهم سبعًا، فكانوا يستحبون أن يطعم عنهم تلك الأيام."

“Sesungguhnya mayit diuji di kubur mereka selama tujuh hari, maka mereka dahulu menyukai untuk memberi makan atas nama mayit pada hari-hari tersebut.”

Referensi :
Diriwayatkan oleh Ahmad bin Hanbal dalam kitab Az-Zuhd.
Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim al-Ashbahani dalam Hilyatul Auliya’ (4/11).
( Web Islam-QA )

Susunan sanad:

هاشم بن القاسم , الأشجعي (عبيد الله بن عبد الرحمن الأشجعي), سفيان الثوري, طاوس بن كيسان

Keterangan ulama tentang sanad
Sebagian ulama menilai sanadnya shahih sampai kepada Thawus karena para perawinya tsiqah.
(Islam-QA)

Namun atsar ini mursal / munqathi’, karena Sufyan al-Tsauri tidak mendengar langsung dari Thawus menurut mayoritas ahli hadits. Karena itu sebagian muhaddits melemahkannya dari sisi ittishal sanad.
(Islam-QA)

Jadi, ini bukan hadits Nabi ﷺ, tetapi atsar tabi'in dari Thawus bin Kaysan.

Dalam riwayat lain disebutkan,

قال ابن جريج في مصنفه ، عن الحارث بن أبي الحارث ، عن عبيد بن عمير قال : يفتن رجلان مؤمن ومنافق ، فأما المؤمن فيفتن سبعا ، وأما المنافق فيفتن أربعين صباحا .

Ibnu Juraij berkata dalam kitabnya dari Al-Harits bin Abi Al-Harits dari Ubaid bin Umair, ia berkata,

"Akan diuji dialam kubur 2 golongan yakni golongan mu'min dan golongan munafik. Adapun golongan mu'min akan diuji selama 7 hari sedangkan golongan munafik akan diuji selama 40 pagi/hari".

[𝐀𝐥-𝐇𝐚𝐚𝐰𝐢 𝐋𝐢𝐥𝐟𝐚𝐭𝐚𝐚𝐰𝐢, 𝐉𝐮𝐳 2 𝐡𝐚𝐥. 216]

Atsar tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Juraij dalam Musannaf-nya dengan sanad:

قال ابن جريج: أخبرني الحارث بن أبي الحارث، عن عبيد بن عمير قال:"يفتن رجلان مؤمن ومنافق، فأما المؤمن فيفتن سبعًا، وأما المنافق فيفتن أربعين صباحًا."

“Diuji dua jenis orang: mukmin dan munafik. Adapun mukmin diuji selama tujuh hari, sedangkan munafik diuji selama empat puluh pagi.”

Susunan sanad

عبد الملك بن عبد العزيز بن جريج (ابن جريج), الحارث بن أبي الحارث, عبيد بن عمير الليثي

Referensi
Atsar ini disebutkan oleh, مصنف ابن أبي شيبة (kitab al-Jana’iz), Dinukil juga oleh Jalaluddin as-Suyuthi dalam Syarh ash-Shudur.
Disebut p**a oleh Ibnu Rajab al-Hanbali dalam pembahasan fitnah kubur.

Keterangan sanad
Ini adalah atsar tabi‘i, bukan hadits Nabi ﷺ.
Ubaid bin Umair termasuk tabi‘in senior.
Sanadnya bergantung pada keadaan al-Harith bin Abi al-Harith, dan ia termasuk rawi yang tidak terlalu kuat; karena itu atsar ini tidak mencapai derajat shahih sebagai hujjah independen.

Kandungannya juga termasuk perkara ghaib yang biasanya tidak ditetapkan kecuali dengan dalil marfu’. Karena itu para ulama tidak menjadikannya dalil pasti tentang lamanya fitnah kubur.

18/05/2026

Aturan ⅓ Pembagian Daging Qurban, Tidak ada Haditsnya dari Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam.
___

Syariat tidak pernah menetapkan angka pasti berapa banyak peserta qurban boleh mengambil daging dari hewan qurbannya.

Tidak ada dalil yang membatasi harus sepertiga, seperempat, atau sekian kilogram.

Allah berfirman:

لِّیَشۡهَدُوا۟ مَنَـٰفِعَ لَهُمۡ وَیَذۡكُرُوا۟ ٱسۡمَ ٱللَّهِ فِیۤ أَیَّامࣲ مَّعۡلُومَـٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِیمَةِ ٱلۡأَنۡعَـٰمِۖ فَكُلُوا۟ مِنۡهَا وَأَطۡعِمُوا۟ ٱلۡبَاۤىِٕسَ ٱلۡفَقِیرَ

Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukanatas rezeki yang Dia berikan kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.

[Surat Al-Hajj: 28]

..فَكُلُوا۟ مِنۡهَا وَأَطۡعِمُوا۟ ٱلۡقَانِعَ وَٱلۡمُعۡتَرَّۚ

“Makanlah darinya dan berilah makan orang yang sengsara lagi fakir.” (QS. Al-Hajj: 36)

Ayat ini menunjukkan dua perkara: boleh makan dan boleh memberi, tanpa pembatasan kadar.

Dijelaskan oleh Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni: tidak ada ukuran baku dalam pembagian daging qurban. Seseorang boleh menyedekahkan semuanya, boleh memakan semuanya, namun yang lebih utama adalah: sebagian dimakan, sebagian dihadiahkan, dan sebagian disedekahkan.

Anjuran yang masyhur (bukan kewajiban):

1/3 dimakan
1/3 dihadiahkan
1/3 disedekahkan
Ini anjuran kebaikan, bukan aturan yang mengikat.

Hal berdasarkan dari Riwayat Alqamah dari Ibnu Mas‘ud

قال علقمة (تابعي): "بعث معي عبد الله (ابن مسعود) بهدية (أي أضحية أو هدي)، فأمرني أن آكل ثلثاً، وأن أرسل إلى أهل أخيه عتبة بثلث، وأن أتصدق بثلث".

“Alqamah berkata: Abdullah bin Mas‘ud mengutus bersamaku seekor hewan hadyu (atau qurban), lalu beliau memerintahkanku agar:
memakan sepertiganya, mengirim sepertiga kepada keluarga saudaranya ‘Utbah, dan menyedekahkan sepertiga kepada orang-orang miskin.”

Juga Riwayat dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu:

الضحايا والهدايا: ثلث لك، وثلث لأهلك، وثلث للمساكين

“Daging qurban dan hadyu itu, sepertiga untukmu, sepertiga untuk keluargamu,
dan sepertiga untuk orang-orang miskin.”

Riwayat-riwayat ini menjadi dasar anjuran pembagian daging qurban menjadi tiga bagian Untuk dimakan sendiri, Untuk hadiah kepada kerabat/tetangga, Untuk sedekah kepada fakir miskin.

Namun pembagian sepertiga ini hukumnya bukan wajib, melainkan sunnah dan bentuk yang dianjurkan oleh banyak ulama. Yang Diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud dan Abdullah bin Umar dalam berbagai kitab atsar dan musannaf yaitu Al-Mushannaf
Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab
Al-Mughni

Namun Ini Berlaku Jika Ia Sendiri yang Menyembelih dan Mengelola Qurbannya

Kelonggaran ini sangat tepat ketika peserta qurban menyembelih sendiri hewannya, atau minimal mengurus langsung pembagiannya. Karena ia tahu persis:

Berapa bagian yang layak untuk keluarganya
Berapa yang harus dibagikan kepada fakir miskin
Dan ia bisa menjaga keseimbangan antara hak diri dan hak orang lain

Adapun jika qurban dikelola panitia dan melibatkan banyak peserta, maka tidak pantas seseorang mengambil seenaknya, karena di sana ada:

Hak peserta lain, Hak fakir miskin, Amanah pembagian yang adil, Hikmah Kehati-hatian Ini

Sikap menahan diri saat pembagian oleh panitia adalah untuk menghindari Keserakahan yang tidak terasa, Mengambil jatah yang bukan haknya, Mengurangi bagian fakir miskin, Melanggar amanah pembagian

Karena qurban bukan sekadar daging, tapi ibadah berbagi dan mendekatkan diri kepada Allah.

Tidak ada batasan syariat berapa banyak peserta boleh mengambil daging qurbannya.
Yang utama bahwa tetap berbagi kepada fakir miskin.

Lebih aman mengambil secukupnya bila pembagian melalui panitia, demi menjaga amanah dan keadilan.

Adapun konsep “sepertiga” dalam syariat memang sangat dikenal dalam bab wasiat, karena wasiat termasuk bagian dari hibah ataupun hadiah, berdasarkan sabda Nabi ﷺ kepada Sa'd bin Abi Waqqash:

الثُّلُثُ وَالثُّلُثُ كَثِيرٌ

“Sepertiga, dan sepertiga itu sudah banyak.”
(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)

14/05/2026

Penggunaan Bahasa sansekerta yang akrab Di telinga Umat Islam
___

• Dirgahayu dari dīrghāyu dīrgha = panjang
āyu = umur/kehidupan
Maknanya: “semoga panjang umur” atau “berumur panjang.”

• Bahasa dari bhāṣā = ucapan/bicara
• Agama dari āgama = tradisi/ajaran
• Pustaka dari pustaka = kitab/buku
• Manusia dari manuṣya = manusia
• Raja dari rājan = penguasa
• Putra / Putri anak laki-laki / perempuan
• Desa dari deśa = wilayah/tempat
• Surga dari svarga = alam kenikmatan
• Neraka dari naraka = alam siksa
• Jaya kemenangan/kejayaan
• Pahlawan dari phalavān (yang kuat/berhasil)
• Samudra laut luas
• Wacana dari vacana = perkataan/pembicaraan
• Cinta dari cintā = pikiran/perhatian/rasa kasih
• Karya dari kārya = pekerjaan/hasil kerja
• Bhakti / Bakti pengabdian
• Griya rumah/tempat tinggal
• Siswa murid/pelajar
• Wanita sering dikaitkan dengan Sanskerta • • Vanitā = perempuan
• Utama terbaik/paling tinggi
• Sejahtera dari sujātra atau bentuk serapan terkait kesejahteraan
• Trimurti : 3 perwujudan

Contoh dalam kalimat:

“Pesantren Griya Sunnah”
“Pustaka Imam Syafi’i
” Trimurti Gontor "
_____

Disclaimer:
Penggunaan bahasa secara etimologis (Lughatan) akan memiliki makna umum yang bisa terlepas dari makna asal. Etimologis selalu berimplikasi umum karena sifatnya yang universal. Etimologis memiliki karakter menembus batas bisa digunakan oleh siapa saja tidak dibatasi oleh agama tertentu.

Misalnya :
Trimurti yang artinya tiga perwujudan. Tidak selamanya makna ini merujuk kepada 3 perwujudan dewa tapi juga bisa dijewantahkan kepada 3 perwujudan cita cita yang diemban oleh 3 Pioneer yang bercita cita mewujudkan tujuan yang sama.

Trimurti dalam pemaknaan Nggontor adalah Tiga Orang Pioneer yang berusaha mewujudkan cita cita yang sama..

12/05/2026

Sekelumit Cerita Keteladanan dari Ust. Aun yang bisa diambil Hikmahnya ..
___
Beliau disebut sebagai Bapak para asatidzah. Mendirikan Pondok Pesantren Al-Furqon Al-Islami Gresik taun 1989. Dengan jumlah alumni tahun 2025 sebanyak 15.512 santri tersebar di seluruh Indonesia dan sebagian sudah mendirikan berbagai pondok pesantren. Jumlah santrinya tahun ini ada 2.717 orang.

Meski begitu sangat terkenal sebagai sosok yang sangat gigih dalam berdakwah, sederhana dan tawadhu. Di antara kisah beliau yang menyebar dari mulut ke mulut untuk diteladani bukan dengan fanatisi:

√ Beliau pernah makan nasi sisa di panci berupa intip karena belum ada kiriman beras dari ortu pas mondok.

√ Menyalin kamus bahasa Arab karena tak mampu membeli.

√ Pulang dari pondok ke rumah dengan berjalan kaki karena tak punya uang. Berjalannya di waktu malam menghindari terik matahari.

√ Beliau pernah memanggul zak karung berisi sisa jualan di pasar lalu menaruhnya di depan ruang kelas di Ma'had, untuk kemudian mengajar.

√ Pernah mobil tua beliau mogok saat berdakwah, lalu berjalan kaki di tengah malam gelap gulita untuk mengisi kajian.

√ Kadang yang hadir kajian hanya segelintir orang, bahkan pernah santri yang datang hanya tiga, namun tak pernah menyurutkan beliau untuk terus mengajar sebagaimana biasa saat hadirinnya banyak.

√ Beliau pernah diuji dengan fitnah dan tuduhan keji tapi semua tak membuat beliau berhenti berdakwah.

√ Sering p**ang larut malam dari berdakwah di berbagai pelosok, sesampai di rumah orang mengira beliau akan istirahat tapi ternyata lanjut sholat malam dengan lantunan bacaan ayat-ayat Al-Qur'an yg panjang.
(Tulisan Ust Nurkholid)

√ Beliau pernah berkata, "Saya serahkan sepenuhnya Al-Furqon pada pengurus selanjutnya. Saya sudah tidak mampu lagi. Titip anak saya agar tetap bisa mengajar di Al-Furqon. Jangan diberi jabatan jika memang tidak layak."

Kata-kata yang sangat jarang kita dengar dari pendiri sekaligus pucuk pimpinan sekaligus simbol perkembangan suatu lembaga. Sangat tawadhu dan terlihat faham betul bahwa semua yang dimiliki di dunia ini akan kembali pada Allah dan maslahatnya untuk semua orang, bukan segelintir orang. Sungguh sosok yang sangat bersahaja, sosok teladan yang patut dicontoh oleh kita selanjutnya dalam mengelola lembaga(Ustadz Wahab Rajasam)

√ Karena tidak ada bis, beliau pernah naik truk untuk tetap melanjutkan jadwal mengajar keluar kota.

√ Tak jarang beliau tidak mau dijemput, bahkan sering jalan kaki supaya tak merepotkan panitia.

√ Saat singgah saat safar, beliau sering sambil membersihkan musholla atau masjid.
(Tulisan akun Barokah Jaya Abadi)

√ Beliau juga sangat dermawan, saya beberapa kali diberi uang oleh beliau. Ada cerita kalau beliau tambal ban atau tambah angin, beliau memberi tidak sedikit kadang 100rb.
(Komentar akun Herri Pur)

√ Guru yg benar untuk ditiru kesungguhannya, jauh dari hiruk pikuk perselisihan metode dakwah, pendahulu dakwah as-sunah dengan majalah Al Furqon nya saat itu membuka kebenaran metode beribadah kepada Alloh AZZA wa Jalla.
(Komentar akun Faisal)

√ Rumah beliau sangat sederhana dan tidak pernah di renovasi.

√ Istri beliau pernah meminjam mobil pondok untuk keluar dan beliau berkata kepada istri beliau, "jangan lupa bayar uang sewanya karena itu mobil umat".
Masyaallah padahal itu mobil beliau yang beli tapi seolah-olah tidak pernah memilikinya. (Komentar akun Ummu Salma)

√ Dulu ketika belajar hanya berbekal sedikit dari orang tuanya, terkadang makan dari sisa-sisa, bahkan untuk bisa terus belajar, beliau sambil bekerja sebagai tukang masak, bahkan saat sekolah di Saudi pun, beliau sambil kerja saat liburan sebagai pekerja bangunan.

√ Beliau adalah orang yang zuhud dengan dunia dan sederhana. Berbagai pekerjaan kasar dilaluinya sejak belajar, mulai sebagai tukang masak, tukang jam, nyelep (penggilingan), dagang, kuli bangunan, bahkan mencari tomat busuk untuk dijadikan sebagai sambal tomat.

√ Beliau amat bersahaja dan tidak ingin merepotkan panitia, nginap di masjid dan kamar seadanya, bahkan tidak ingin untuk diperlakukan istimewa. Terkadang beliau hanya meminta bantal untuk istirahat di masjid, terkadang p**a hanya tidur di mobil.

√Beliau juga tidak malu untuk makan dari sisa-sisa makanan orang lain yang tidak dihabiskan, bahkan beliau pernah bilang: “Saya paling tidak s**a jika ada yang buang-buang makanan. Kalau ada yang tidak habis, berikan kepada saya untuk saya manfaatkan”.

√ Beliau juga tidak mau mengambil gaji tetapnya dari pondok kecuali hanya sebagian kecil saja dan sedikit sekali.

√ Beliau adalah seorang yang tawadhu. Masih teringat dalam memori saat saya masih belajar, beliau bersama kami gotong royong menyelesaikan pembangunan salah satu bangunan pondok di tengah guyuran air hujan.

√ Beliau juga sering memperbaiki mobilnya sendiri yang terkadang membuat orang yang melihatnya tidak percaya kalau itu adalah beliau.

√ Betapa sering kami mendengar beliau mengatakan kepada para santrinya: “Saya ini bodoh, sedikit ilmu, jika kalian mendapatiku salah, tolong tegurlah aku. Sungguh saya sangat senang jika ada yang menasehatiku”.

√ Beliau juga sangat terbuka untuk menerima nasehat dan kritikan dari sebagian santrinya bahkan berterima kasih serta mendoakan kebaikan untuknya. Hal ini adalah sesuatu yang sangat populer di kalangan para murid-murid beliau.

√ Semangat dan motivasi dakwah beliau sangat tinggi, sulit tertandingi di hari-hari ini. Beliau berdakwah dan mengajar seakan tanpa mengenal rasa lelah, setiap pekan mulai hari jumat pagi hingga malam senin meninggalkan rumah untuk berdakwah di tempat yang berbeda-beda. Herannya, seringkali beliau bepergian itu dengan menyetir mobil sendiri. Dan selebihnya waktu beliau digunakan untuk mengajar di pondok beliau dan tempat-tempat terdekat.

√ Beliau tetap mengajar dan mengisi taklim walau sakit. Beliau pantang untuk membatalkan taklim tanpa alasan syari yang kuat dan mendesak.

√ Pernah juga kami melakukan safar bersama beliau ke Kediri dalam rangka dakwah, beliau yang menyetir mobil dan jalan saat itu macet panjang sehingga sangat melelahkan, kamipun lelap dalam tidur di mobil, terbangun ketika sampai tujuan pada pertengahan malam. Saat kami bangun untuk ke kamar mandi, ternyata kami dapati beliau sedang terbangun dan tidak istirahat.

√ Masih teringat, ketika kami masih belajar, beliau datang dari safar yang jauh di pagi hari, kami dan teman-teman mengira akan libur karena beliau pasti lelah dan butuh istirahat, tetapi ternyata beliau tetap mengajar.

√ Seringkali kami para dai dan ustadz muda merasa malu dan kalah jauh dengan beliau yang sudah tidak lagi muda tetapi semangat membaja. Pernah suatu saat kami menggantikan jadwal safari dakwah beliau, dan subhanallah usai p**ang kami langsung jatuh sakit karena capek dengan padatnya jadwal taklim.

suatu saat seorang murid beliau bertanya kepada beliau: “Apa rahasia antum begitu kuat, tidak mudah lelah seperti kami? Beliau menjawab: “Perbedaan orang beriman dengan orang awam adalah kalau orang awam biasa olah raganya adalah olah raga badan, ruhnya digerakkan oleh badan sehingga ketika lelah maka seluruh tubuhnya ikut lelah dan berhenti beraktivitas, sedangkan orang beriman, olah raganya adalah ruh dan jiwanya, badannya digerakkan oleh ruhnya, sehingga walau tubuhnya terluka atau lelah, dia tetap termotivasi untuk beraktivitas mewujudkan keinginannya”.

cobaan dan ujian hidup pernah menimpa beliau, baik ujian dakwah, keluarga dan diri sendiri, tetapi beliau menghadapi semuanya dengan sabar. Beliau pernah diintimidasi karena berdakwah di Kediri sehingga membuat beliau p**ang kampung. Beliau pernah didemo dan disidang bahkan pondoknya akan ditutup, tetapi beliau sabar, berdoa dan bertawakkal kepada Allah, bahkan pernah beliau juga diancam untuk dibun*h.

juga pernah sakit yang mengharuskannya operasi, tetapi beliau diam-diam tanpa memberitahu siapapun termasuk keluarganya karena tidak ingin mereka menjadi risau dan terbebani.

masalah yang kami hadapi sekarang ini yang kami belum menemukan solusinya, tetapi tatkala kami meminta pertimbangan beliau, kami mendapati solusi yang baik.

adalah orang yang sangat memanfaatkan waktu dan tidak menyia-nyiakannya. Sekalipun di dalam mobil, beliau memanfaatkan untuk murojaah hafalan Al Qur’an, membaca kitab atau lainnya yang bermanfaat.

bukan hanya ahli sebagai pendakwah dan pendidik agama, tetapi beliau juga ahli di berbagai bidang dunia, beliau ahli di bangunan, memperbaiki jam, mobil, penjahit, bisnis dan lain sebagainya.
(Tulisan Ustadz Abu Ubaidah As-Sidawi hafidzahullah -murid sekaligus menantu beliau-).

beliau ngisi dauroh di Palangkaraya, ana di beri kitab sebanyak satu lemari untuk dibaca dan di pelajari. semoga menjadi kan Amal jariyah beliau Aamiiin.
(Komentar Abu Nuril)

kalian tau, rumahnya 25 tahun yg lalu (kabarnya sampai sekarang masih sama).
Aku masih ingat, rumah yg amat sangat sederhana untuk seorang ustadz yg punya pondok (bahkan aku baru tau sekarang pondoknya jadi lebih luas, megah, dan ya Allah perkembangan nya pesat sekali).
Aku dan beberapa temen s**a bantu bersih-bersih rumah ustadz Aun. Dulu aku mondok masih kecil masih SMP. Aku paling s**a ikut membersihkan tiap sudut rumah beliau kalo pas beliau dan keluarga safari dakwah, menatap tumpukan kitab kitabnya di ruang tamu, dengan cahaya temaram. Aaah bener ada nya ustadz Aun mengajar kan hidup tawadhu yg luar biasa.
(Komentar akun Ainul Fauzieyah)

Dan tak terhitung yang komentar tulisan beliau di majalah AlFurqon dan Al Mawaddah menjadi washilah mendapat hidayah dan memotivasi untuk terus belajar ilmu syari.

Sungguh seorang dai yang tidak hanya mengajarkan kebaikan, tapi juga mengamalkan dan memberikan tauladan dengan perilakunya.
Sungguh, sebuah kesedihan yang mendalam tatkala kehilangan seorang ahli ilmu seperti beliau...
Semoga Allah Ta'ala rahmati beliau dan pahala jariyah mengalir tiada henti dan kematiannya dijadikan husnul-khatimah dan mengumpulkan kita bersamanya dan orang-orang shalih di akhirat kelak. Aamiin..

06/05/2026

Pembelajaran Tauhid Harus Didahulukan Sebelum Al Qur'an. Ini Faktanya
___

Screenshot diatas adalah bukti empiris bahwa banyak penghafal Al-Quran yang Melenceng jauh akhlak dan Adabnya hingga kekokohan tauhidnya dikarenakan fondasi tauhidnya lemah. Hal ini disebabkan karena pembelajaran Tauhid di usia dini tidak diproitaskan dan terlalu memaksakan pembelajaran Al Qur'an. Sehingga ia menjadi seorang hafidz yang bermaksiat.

Hal ini sudah terjadi dalam sejarah bahwa Pembunuh Ali bin Abi Thalib yaitu Abdurrahman bin Muljam dikenal sebagai orang yang rajin ibadah dan hafal Al-Qur’an secara Mutqin. Dalam banyak riwayat sejarah, ia digambarkan sebagai ahli baca Al-Qur’an, tetapi pemahamannya menyimpang karena pemikiran Khawarij.
Sehingga ia berani nembuhun Khalifah Ali bin Abi Thalib.

Hal Ini menjadi pelajaran penting dalam Islam hafal Al-Qur’an saja tidak cukup tanpa pemahaman yang benar, adab, dan mengikuti manhaj yang lurus.

Tauhid merupakan Pondasi dari segala disiplin ilmu. Mengapa tauhid menjadi Pondasi?

Karena di dalam pembelajaran tauhid terkandung unsur pendidikan Karakter.

Saat Seseorang sudah memahami, Menyelami, meresapi nikmatnya Ma'rifatullah (Memahami sifat Allah Dengan Jalan Ilmu tauhid yang benar) maka pemahaman itu akan membentuk akhlak (Karakter) yang indah.

Karena puncak segala Keilmuan akan berujung kepada..

Rasa Takut Kepada Allah

(Imam Ahmad, Al-Furu u' 2/354)

Maka Tahapan Pendidikan Anak Sesuai Petunjuk Rasulullah Shallalahu Alaihi Wa Sallam adalah :

1. Iman Sebelum al-Qur’an.

Dari Jundab Bin Abdullah ia berkata:

Saat Belia kami hidup bersama Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam kami mempelajari Iman sebelum mempelajari al-Quran. Kalian mempelajari al-Qur’an Terlebih Dahulu Sebelum Mempelajari Iman.

(Shahih Ibnu Majah: 61, Dishahihkan oleh

Syeikh al-Bani)

2. Adab Sebelum Ilmu.

Ibnul Mubarok berkata :

تعلمنا الأدب ثلاثين عاماً، وتعلمنا العلم عشرين

Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.

3. Ilmu Sebelum Amal.

Firman Allah ta’ala,

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ

Maka ilmuilah (ketahuilah) Bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu

(QS. Muhammad [47]: 19)

Imam Sufyan Bin Uyainah membaca ayat ini, lalu mengatakan :

“Tidakkah engkau mendengar bahwa Allah memulai ayat ini dengan mengatakan ‘ilmuilah’, kemudian Allah memerintahkan untuk beramal (Beristighfar)?”

(Fathul Bari, Ibnu Hajar, 1/108)

Kesimp**an:

Pembelajaran Tauhid Harus Didahulukan Sebelum Al Qur'an. Karena
Aqidah Yang Benar akan Berefek kepada Akhlak yang baik dan puncak segala ilmu
Adalah Rasa Takut Kepada Allah
___

Ustadz Khudori Sirojuddin
Mudir Pesantren Inklusi Griya Sunnah Cileungsi Bogor
wa.me/6281317002011

05/05/2026

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Ika Fitriana Dewi, Mar Lini, Nuzul Dianperdana, Suratmin Suwarno, Ardiansyah Abu Hilyah, Khudori Bagus, Heru Wijaya, Kahfi Rizal, Wong Deso, Kusnaidi Kusnaidi, Ahade Cordoba

28/04/2026

Begini Kifarat Dosa Bagi Laki laki Pernah Khilaf menyentuh Perempuan Lain.
____

أتتني امرأة تبتاع مني بدرهم تمرا ، فقلت : إن في البيت تمرا أطيب وأجود من هذا ، فدخلت ، فأهويت إليها فقبلتها

فأتيت عمر فسألته ، فقال : اتق الله ، واستر على نفسك ، ولا تخبرن أحدا . فلم أصبر حتى أتيت أبا بكر فسألته ، فقال : اتق الله ، واستر على نفسك ، ولا تخبرن أحدا
أصبر حتى أتيت أبا بكر فسألته ، فقال : اتق الله ، واستر على نفسك ، ولا تخبرن أحدا

قال : فلم أصبر حتى أتيت النبي - صلى الله عليه وسلم - فأخبرته ، فقال : " أخلفت رجلا غازيا في سبيل الله في أهله بمثل هذا ؟ " حتى ظننت أني من أهل النار ، حتى تمنيت أني أسلمت ساعتئذ

فأطرق رسول الله - صلى الله عليه وسلم - ساعة ، فنزل جبريل ، فقال : " [ أين ] أبو اليسر ؟ " . فجئت

فقرأ علي : ( وأقم الصلاة طرفي النهار وزلفا من الليل ) إلى ( ذكرى للذاكرين )

فقال إنسان : يا رسول الله ، أله خاصة أم للناس عامة ؟ قال " للناس عامة "

Dari Abul Yusr Ka'ab bin Amr al-Anshari Radhiallahu'anhu, ia berkata:

Seorang wanita datang kepadaku untuk membeli kurma dariku seharga satu dirham. Lalu aku berkata: "Sesungguhnya di rumahku ada kurma yang lebih baik dan lebih bagus daripada ini". Maka ia pun masuk ke rumahku. Lalu aku mendekatinya dan menciuminya.

Kemudian aku datang kepada Umar bin Khathab dan bertanya kepadanya. Umar berkata: "Bertakwalah kepada Allah, tutuplah aibmu tersebut, dan jangan sekali-kali engkau kabarkan kepada siapa pun!"

Namun aku tidak sabar, hingga aku datang kepada Abu Bakar ash-Shiddiq dan bertanya kepadanya. Ia berkata: "Bertakwalah kepada Allah, tutuplah aibmu, dan jangan sekali-kali engkau kabarkan kepada siapa pun!".

Aku tetap tidak sabar, hingga aku mendatangi Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam lalu aku menceritakan hal itu kepadanya. Maka beliau bersabda: "Beraninya engkau melecehkan istri dari seorang lelaki yang sedang berjihad di jalan Allah dengan perbuatan seperti ini!!".

(Kemarahan Nabi ini) sampai membuat aku mengira bahwa aku pasti masuk neraka. Sampai aku berharap seandainya aku baru masuk Islam saat itu.

Kemudian Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam menundukkan kepala sejenak, lalu malaikat Jibril turun, lalu Nabi berkata: "Di mana Abul Yusr?". Aku pun datang.

Lalu beliau membacakan kepadaku ayat

وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَیِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفࣰا مِّنَ ٱلَّیۡلِۚ إِنَّ ٱلۡحَسَنَـٰتِ یُذۡهِبۡنَ ٱلسَّیِّـَٔاتِۚ ذَ ٰ⁠لِكَ ذِكۡرَىٰ لِلذَّ ٰ⁠كِرِینَ

Dan laksanakanlah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).

[Surat Hud: 114]

Lalu seseorang bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah ayat ini khusus untuk Abul Yusr atau untuk seluruh manusia?". Beliau menjawab: "Untuk seluruh manusia”.

(HR. at-Tirmidzi [4/128], dishahihkan oleh Syaikh Muqbil dalam Shahih al-Musnad hal.137).

Dosa seperti mencium wanita yang bukan mahram bisa dihapus dengan amal shalih
Di antaranya melalui shalat lima waktu Selama menjauhi dosa besar.

Allah Subhanahu Wataala Berfirman:

إِن تَجۡتَنِبُوا۟ كَبَاۤىِٕرَ مَا تُنۡهَوۡنَ عَنۡهُ نُكَفِّرۡ عَنكُمۡ سَیِّـَٔاتِكُمۡ وَنُدۡخِلۡكُم مُّدۡخَلࣰا كَرِیمࣰا

Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).

[Surat An-Nisa': 31]

Karena pada dasarnya semua dosa berkatagori sayyiat atau dosa dosa kecil bisa termaafkan dengan taqwa dan amal shaleh
Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam bersabda

Dari Abu Dzar al-Ghifari رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَن

“Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, dan iringi keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya, serta berakhlaklah kepada manusia dengan akhlak yang baik.”

(HR. Tirmidzi – Hasan Shahih)

26/04/2026

Hakikat dosa

___

Hati hati jika sebuah Dosa sudah tidak Merasa Menganjal di Hatimu dan kamu Malah s**a orang mengetahuinya..

Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam bersabda:

وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ، وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ

“Dosa adalah sesuatu yang terasa mengganjal di dadamu dan engkau tidak s**a jika orang lain mengetahuinya.”

(HR. Muslim No. 2553)

Hadits ini menegaskan bahwa fitrah hati yang sehat akan menolak keburukan. Ada “getaran” dalam dada rasa tidak nyaman, ragu, atau gelisah dan itu adalah alarm iman.

Namun masalahnya muncul ketika Dosa tidak lagi mengganjal, Keburukan tidak lagi disembunyikan, bahkan dibanggakan

Hati tidak lagi merasa bersalah
Di titik itu, seseorang tidak lagi sekadar berbuat dosa tapi telah kehilangan sensitivitas iman.

Bangga dengan karakter buruk
Jika ada orang yang bangga dengan karakter buruknya maka Mereka bukan sekadar salah tapi mereka bangga dalam kesalahan.

Rasulullah ﷺ memberikan peringatan tegas tentang orang yang terang-terangan dan bangga dengan dosa:

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ

“Semua umatku akan diampuni kecuali orang-orang yang terang-terangan (berbuat dosa).”

(HR. Bukhari No. 6069)

Dalam riwayat lain dijelaskan, di antara bentuknya adalah menceritakan dan menampakkan dosa dengan bangga.
Lebih dalam lagi, Nabi ﷺ menetapkan standar hati:
وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ

“Dosa adalah yang mengganjal di dadamu…”
(HR. Muslim No. 2553)

Jika dosa sudah tidak mengganjal bahkan dibanggakan maka hati telah kehilangan fungsinya. Tidak mengingkari artinya tanda lemahnya iman.

Bangga dengan keburukan adalah bentuk kesesatan yang lebih dalam dan mendekati
kebinasaan.

Karena iman hidup dengan rasa malu dan penyesalan.

Saat dosa dipamerkan dan dibanggakan, yang hilang bukan hanya rasa takut tapi juga iman itu sendiri.

Di zaman ini banyak orang yang membanggakan karakter buruknya. Dia menganggap karakter buruk itu tidak berbobot dosa. Karakter buruk itu misalnya Kebiasaan Menjilat. Saat ini menjilat menjadi sebuah Dosa yang Dipoles Jadi Prestasi

Ada ironi zaman ini bahwa sesuatu
yang seharusnya ditutup rapat justru malah dipamerkan. Menjilat, yang jelas tercela, dipoles seolah-olah itu “skill sosial”.

Padahal dalam syariat, itu bukan keahlian melainkan penyakit hati.
Karena Pujian Berlebihan Itu Membinasakan
Sebagaiana Sabda Rasulullah Sollollohu alaihi wa salam bagi orang yang menjilat:

وَيْحَكَ ! قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ

“Celaka engkau! Engkau telah memotong leher temanmu.”

( HR. Bukhari Muslim )

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَنْ نَحْثُوَ فِي وُجُوهِ الْمَدَّاحِينَ التُّرَابَ

“Rasulullah memerintahkan menaburkan tanah ke wajah para penjilat.”

( HR. Muslim )

Ini bukan sekadar larangan ringan.
Ini peringatan keras bahwa menjilat merusak manusia dari dalam.

Maka Bangga dalam Dosa merupakan kesalahan Tapi bangga dengan menjilat dan memamerkannya itu sudah menjadi Tingkatan yang lebih Parah

Allah ﷻ berfirman:
فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى

“Jangan kalian mensucikan diri kalian.”
(QS. An-Najm: 32)

Diri kalian jangan disucikan begitup**a kepada diri orang lain, jangan mudah mensucikan.

Membanggakan diri dalam keburukan adalah bentuk tertutupnya hati, hilangnya rasa malu, nurani yang mati, Memang seorang Penjilat sering cepat naik kedudukan, dekat dengan kekuasaan, dianggap “pintar membawa diri”, Tapi itu sebenarnya kenaikan semu.

Karena ia dihargai bukan karena kualitas
tapi karena kemampuan menyenangkan ego orang lain.

Maka Menjilat adalah bentuk dosa akhlak,
Bangga dengan menjilat Mencerminkan kerusakan hati. Jika seseorang merasa hebat karena menjilat, sebenarnya ia sedang menunjukkan bahwa ia tidak punya nilai kecuali pujian yang ia lontarkan

Want your school to be the top-listed School/college in Bogor?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Perumahan Metland Cileungsi Blok Ab 16 No 27
Bogor
16820

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00
Saturday 08:00 - 17:00
Sunday 08:00 - 17:00