PGRI Kabupaten Bima

PGRI Kabupaten Bima PGRI lahir tanggal 25 November 1945, hanya berselang tiga bulan setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan. Pendirinya antara lain : Rh.

Semangat dan suasana batin perjuangan kemerdekaan Indonesia turut membidani lahirnya PGRI. Pada perkembangan selanjutnya semangat kemerdekaan itu senantiasa mewarnai perjuangan PGRI. bertempat disekolah Guru Putri(SGP) Surakarta diselenggarakan Kongres I PGRI dari tanggal 24-25 November 1945. Pada kongres itu disepakati berdirinya PGRI sebagai wahana persatuan dan kesatuan segenap guru di seluruh Indonesia. Koesnan, Amin Singgih, Ali Marsaban, Djajeng Soegianto, Soemidi Adisasmito, Abdullah Noerbambang, dan Soetono

25/11/2018

Selamat Hari Guru Nasional Tahun 2018

05/10/2017
04/07/2017
25/11/2016

SELAMAT HARI ULANG TAHUN PGRI KE-71 DAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2016

SEJARAH SINGKAT PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI)*

Semangat kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru-guru bangsa Indonesia. Organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman 8elanda berdiri pad a tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah. Dengan latar pendidikan yang berbeda-beda mereka umumnya bertugas di Sekolah Oesa dan Sekolah Rakyat Angka Dua.

Tidak mudah bagi PGHB memperjuangkan nasib para anggotanya yang memiliki pang kat, status sosial dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Sejalan dengan keadaan itu maka di samping PGHB berkembang p**a organisasi guru baru antara lain Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan Guru Ambachlsschool (PGAS), Perserikatan Normaalschool (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HKSB), disamping organisasi guru yang bercorak keagamaan, kebangsaan atau lainnya seperti Chrislelijke Onderwijs Vereneging (COV), Kalolieke Onderwijsbond (KOB), Vereneging Van Muloleerkrach/en (WM), dan Nederlands Indische Onderwijs Genoolschap (NIOG).

Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Semangat perjuangan ini makin berkobar dan memuncak pad a kesadaran dan cita·cita kemerdekaan. Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak "merdeka".

Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diu bah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan nama ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata ulndonesia" yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya kata "Indonesia" ini sang at didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.

Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas.

Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta. Melalui kongres ini segala organisasi dan kelompok guru sepakat dihapuskan. Mereka adalah -guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan guru yang aktif be~uang, dan pegawai Kementerian Pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam kong res inilah, pada tanggal 25 November 1945 -seratus hari setelah proklamasl kemerdekaan Republik Indonesla- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dldlrikan.

Sejak Kongres Guru Indonesia itu, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Jiwa pengabdian, tekad perjuangan dan semangat persatuan dan kesatuan PGRI yang dimiliki secara historis terus dipupuk dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam rona dan dinamika politik yang sangat dinamis, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tetap setia dalam pengabdiannya sebagai organisasi perjuangan, organisasl profesi, dan organisasi ketenagakerjaan, yang bersifat unltarlstlk, independen dan tldak berpolitik praktls.

Untuk itulah, sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Preslden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagal Hari Guru Nasional , dan diperingati setiap tahun.

Semoga PGRI, guru dan bangsa Indonesia tetap jaya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

19/11/2013
19/11/2013

Pedoman HGN dan HUT Ke-68 PGRI Tahun 2013 dapat diunduh melalui menu download atau klik disini

28/09/2013

3,7 Juta Guru Ancam Mogok Mengajar

JAKARTA--Beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan dengan produsen tempe dan tahu yang mogok besar-besaran karena memprotes kinerja pemerintah. Sabtu pekan depan (5/10) giliran guru-guru se Indonesia menggelar aksi mogok mengajar. Mereka mengganti aktifitas mengajar dengan doa bersama.

Aksi mogok mengajar ini hasil dari rapat akbar Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI). Mereka memilih menggelar aksi pada 5 Oktober karena bertepatan dengan Hari Guru Internasional. Ketua Umum PB PGRI Sulistyo menuturkan aksi mogork mengajar ini dilakukan lingkungan guru PGRI mulai dari tingkat sekolah, ranting (kecamatan), kabupaten, provinsi, hingga di pusat.

"Jumlah pasti guru di Indonesia sampai sekarang tidak jelas. Estimasi kami guru-guru yang akan berdoa bersama dan tidak mengajar mencapai 3,7 juta orang," katanya. Surat pemberitahuan aksi massal ini sudah dikirim mulai dari Presiden SBY, Mendikbud Mohammad Nuh, hingga Kapolri Timur Pradopo. Sulistyo mengatakan mereka tidak perlu menunggu izin kepolisian karena aksi yang mereka lakukan adalah aksi damai.

Dia menjelaskan di tingkat sekolah aksi doa bersama dilakukan seluruh guru. Meskipun anjurannya hanya sepuluh menit, Sulistyo mengatakan pada Sabtu itu juga pembelajaran umumnya diliburkan. "Doa bersama ini tentu butuh persiapan pada jam-jam sebelumnya," kata dia.

Sabtu sekolah kan libur? Sulistyo mengatakan kondisi itu hanya terjadi di Jakarta dan kota-kota besar. Tetapi di daerah-daerah pembelajaran reguler tetap berlangsung mulai Senin hingga Sabtu.

Sulistyo mengatakan aksi mogok mengajar nasional ini dilakukan untuk mengkritik implementasi kebijakan pemerintah terkait urusan guru yang semakin buruk. Mulai dari urusan sertifikasi guru, pemerataan distribusi pendidik, tunjangan sertifikasi, inpassing atau penyetaraan guru swasta seperti PNS, pengangkatan guru honorer, dan lainnya.

Soal pemenuhan kekurangan guru, Sulistyo mengatakan saat ini jenjang SD kekurangan sekitar 440 ribu guru. Karena tidak dipenuhi pemerintah, jumlah guru swasta atau non PNS membludak. Sedangkan di SMP kekurangan 150 ribu guru BK (Bimbingan Konseling). Kekurangan juga di SMK untuk guru produktif.

Sementara untuk urusan sertifikasi guru, Sulistyo mengamati setiap tahun semakin buruk. Dia mengatakan saat ini sejatinya masuk pencairan tunjangan sertifikasi guru triwulan ketiga. "Tetapi untuk triwulan kedua saja masih banyak yang belum dicairkan," tandasnya.

Sulistyo mengatakan aksi mogok massal ini akan disusul dengan audiensi kepada sejumlah menteri. Mulai dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, Menteri Keuangan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. "Dengan doa jutaan guru, PGRI berharap bisa menggetarkan arsy malaikat," kata dia. Melalui aksi massal ini juga Sulisyto berharap pemerintah bisa meningkatkan kinerjanya. (wan)

http://www.jpnn.com/read/2013/09/28/193106/3,7-Juta-Guru-Ancam-Mogok-Mengajar-

16/07/2012

Guru sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan menjadikan peran yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tuntutan peran guru tersebut menjadi semakin besar dengan telah dicanangkannya “guru sebagai profesi†oleh Presiden pada tanggal 4 Desember 2004. Sehingga pada tahun 2005 terbitlah Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Sehubungan dengan hal tersebut, kebijakan Pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan profesi guru telah dilakukan melalui berbagai upaya.

Profesionalisme guru diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kode etik profesi. Pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui upaya peningkatan kompetensi guru yang dilaksanakan dan diperuntukan bagi semua guru baik yang sudah bersertifikat maupun belum bersertifikat. Sehubungan dengan itu, uji kompetensi guru (UKG) dilakukan untuk pemetaan kompetensi, pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) dan sebagai entry point penilaian kinerja guru (PKG). Dengan demikian UKG bukan merupakan resertifikasi atau uji kompetensi ulang maupun untuk memutus tunjangan profesi.

http://bpsdmpk.kemdikbud.go.id/ukguru/index.php?pg=home

07/07/2012

Mataram (Global FM Lombok)- Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB, Drs. H. Ali A Rahim, mengatakan, uji kompetensi ulang bagi guru bersertifikasi yang akan digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) hanya pemetaan. Artinya, dalam uji kompetensi ulang itu, tidak masalah ...

06/07/2012

Kota Bima, Bimakini.com.-Jika guru honor pada setiap sekolah di Kota Bima dikeluarkan, maka yang paling terdepan menentangnya adalah Persatuan Guru R...

Address

SMPN 3 Woha, Jln. Lintas Sumbawa, Talabiu/Woha
Bima
84171

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PGRI Kabupaten Bima posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category