I Love Pps Nurul Qarnain & Miftahul Ulum & MiftahuL Khairat

I Love  Pps Nurul Qarnain & Miftahul Ulum & MiftahuL Khairat ummat beragama saling menghargai

22/08/2021
03/07/2021

👍👍👍

23/03/2020

CINTA DAN WAKTU
Di suatu p**au kecil, tinggallah para kurcaci yg mengemban tugas sesuai namanya masing-masing. Ada kurcaci Kesedihan, Kurcaci Kekayaan, Kurcaci Kegembiraan, Kurcaci Kecantikan, dll.

Suatu ketika, datang badai yg menghempaskan p**au kecil itu. Air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan p**au itu. Semua penghuni p**au berusaha untuk cepat-cepat menyelamatkan diri.

Kurcaci Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak memiliki perahu. Ia berdiri di atas batu karang di tepi pantai, mencoba mencari pertolongan. Sementara itu, air makin naik dan membasahi kaki Cinta.

Tak lama kemudian, Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu.

”Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta.

”Aduh maaf, Cinta!” kata Kekayaan. Perahuku terlalu penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagi p**a, tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.” Kekayaan lalu cepat-cepat mengayuh perahunya. Cinta sedih sekali. Kemudian, dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya.

”Kegembiraan! Tolong aku!” teriak Cinta.

Namun, Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tidak mendengarkan teriakan Cinta.

Air semakin tinggi, membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik.

Tak lama kemudian, lewatlah Kecantikan.

”Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!” teriak Cinta

”Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini,” sahut Kecantikan.

Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu, lewatlah Kesedihan.
”Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu,” pinta Cinta.

”Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja...” jawab Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.

Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara.

”Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!”

Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di p**au terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi.

Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang telah menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada kepada seorang penduduk tua di p**au itu, siapa sebenarnya orang tua itu.

”Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu”, jawab orang itu.

”Tapi mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku”, tanya Cinta keheranan.

”Sebab”, kata orang itu, ”Hanya waktulah yang tahu berapa nilai Cinta sesungguhnya...”

🍃☕〰Dalam sebuah acara Reuni, beberapa alumni menjumpai *guru sekolah mereka  dulu.* Mereka menceritakan kisah sukses mas...
24/01/2020

🍃☕〰

Dalam sebuah acara Reuni, beberapa alumni menjumpai *guru sekolah mereka dulu.*

Mereka menceritakan kisah sukses masing-masing ...

Ada yang menjadi :
- Menteri
- Gubernur
- WaGub
- Walikota
- WaWalikota
- Bupati
- Wakil Bupati,
- Direktur BUMN,
- Direktur Bank,
- Pengusaha sukses,
- PNS,
- Guru,
- Dokter,
- Arsitek,
- Pengacara,
- Anggota dewan,
- Ketua LSM,
- Wartawan,
- Konsultan,
- Kepala Desa
dan lain-lainnya.

Melihat para alumni tersebut ramai-ramai membicarakan kesuksesan mereka, guru tersebut segera ke dapur kemudian mengambil seteko kopi panas dan beberapa *cangkir kopi yang berbeda-beda.*

‎Mulai dari cangkir yang terbuat dari kristal, kaca, melamin dan plastik.

_“Sudah, sudah ..._
_Ngobrolnya berhenti dulu._
_Ini Bapak sudah siapkan kopi buat kalian,”_
seru sang guru memecah *keasyikan obrolan* mereka.

Hampir serempak, mereka kemudian berebut *cangkir terbaik* yang bisa mereka dapat.
Akhirnya, di meja yang tersisa hanya satu buah cangkir plastik yang *paling jelek.*

Lantas, setelah semua mendapatkan cangkirnya, sang guru pun mulai menuangi cangkir itu dengan kopi panas dari teko yang telah disiapkannya.

_“Mari, silakan diminum,”_
ajak sang guru, yang kemudian ikut mengisi kopi dan meminum dari *cangkir terakhir yang paling jelek.*

_“Bagaimana rasanya?_
_Nikmat kan?_
_Ini dari kopi hasil kebun keluarga saya sendiri.”_

_“Wah, enak sekali Pak ... Ini kopi paling sedap yang pernah saya minum,”_
timpal salah satu murid yang langsung diiyakan oleh teman yang lain.

_“Nah, kopinya enak ya?_
_Tapi, apakah kalian tadi memperhatikan._
_Kalian hampir saja berebut untuk memilih cangkir yang paling bagus hingga hanya menyisakan satu cangkir paling jelek ini?”_
tanya sang guru.

Murid-murid itu pun saling berpandangan.

_"Perhatikanlah, bahwa kalian semua memilih *cangkir yang bagus* dan kini yang tersisa hanyalah *cangkir yang murah dan tidak menarik.*_

_Memilih hal yang terbaik adalah wajar dan manusiawi._

_Namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yang bagus perasaan kalian mulai terganggu._

_Kalian secara otomatis melihat cangkir yang dipegang orang lain dan mulai membandingkan-nya._

_Pikiran kalian terfokus pada *cangkir,* padahal yang kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan *kopinya.‎*_

_Hidup kita, baik kehidupan dunia maupun kehidupan ibadah, seperti kopi dalam analogi tersebut di atas, sedangkan cangkirnya adalah sarana, pekerjaan, jabatan, atau harta benda yang kita miliki."_

Semua alumni tertegun mendengar penjelasan dari sang guru.

Penjelasan dari sang guru telah menyentak kesadaran mereka.

_"Anak-anakku tercinta ..."_
lanjut sang guru.

_"Jangan pernah membiarkan *cangkir* mempengaruhi *kopi* yang kita nikmati._

_*Cangkir* bukanlah yang utama, *kualitas kopi itulah yang terpenting.*_

_Jangan berpikir bahwa :_
*- kekayaan yang melimpah,*
*- sarana yang mewah,*
*- karier yang bagus dan*
*- pekerjaan yang mapan*
merupakan jaminan kebahagian hidup dan kenikmatan dalam beribadah.

_*Itu konsep yang sangat keliru.*_

_Kualitas hidup dan ibadah kita ditentukan oleh :_
*"Apa yang ada di dalam"*
bukan
*"Apa yang kelihatan dari luar"*

_Status, pangkat, kedudukan, jabatan, kekayaan, kesuksesan, pop**aritas, adalah sebuah predikat yang disandang._
_Tak salah jika kita mengejarnya._
_Tak salah p**a bila kita ingin memilikinya._

_*Namun, semua itu hanya sarana.*_

_Sarana hanya bermanfaat apabila bisa mengantarkan kita pada tujuan._

_Apa gunanya memiliki segala sarana, namun tidak pernah merasakan :_
_- kedamaian,_
_- ketenteraman,_
_- ketenangan,_
*dan*
_- kebahagian sejati di dalam kehidupan kita, yaitu forever love❤ ?_

_*Itu sangat menyedihkan.*_

_Karena hal itu sama seperti kita menikmati *kopi* kualitas buruk yang disajikan di sebuah *cangkir* kristal yang mewah dan mahal ..."_

_Kunci menikmati *kopi* bukanlah seberapa bagus *cangkir*-nya, tetapi seberapa bagus kualitas *kopi*-nya ..."_

Semoga Bermanfaat...

Semoga Ramadan tahun INI bisa meningkatkan iman kita kepada Allah swt...1440 h.
19/05/2019

Semoga Ramadan tahun INI bisa meningkatkan iman kita kepada Allah swt...
1440 h.

RAPAT AREMAUntuk menyambut bulan duci ramadanSemoga berkah D
27/01/2019

RAPAT AREMA
Untuk menyambut bulan duci ramadan

Semoga berkah
D

Kalau tau ini Anda sudah waktunya nikah...
12/07/2018

Kalau tau ini
Anda sudah waktunya nikah...

26/11/2017

Santri
Yg p**angan
Jaga tuturkatanya pada masarakat
Bagaimana nm santri mu harum merona

Hidup bersama hatiTak kala kau senang ,ingat kau pasti matTak kala kau sedih kau ugc matiHiduplah ikuti arus angin matah...
17/09/2017

Hidup bersama hati
Tak kala kau senang ,ingat kau pasti mat
Tak kala kau sedih kau ugc mati
Hiduplah ikuti arus angin matahari
Tawakal
Ihtiyar
Lakukan yang terbaik untuk jasad kita nanti ,,,
Karna kita tak ada yg abadi,,,,,,

05/07/2017

Kalo sudah tak percaya dengan barokah kpd guru .. jangan harap ilmu yg di dapat berkah...

Address

Kumpai Besar
Besar

Telephone

+6281545916752

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when I Love Pps Nurul Qarnain & Miftahul Ulum & MiftahuL Khairat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to I Love Pps Nurul Qarnain & Miftahul Ulum & MiftahuL Khairat:

Shortcuts

Share

Category