Ayah Enha

Ayah Enha

Share

Berharap kematian husnil khatimah, semoga Allah ijabah

19/05/2026

Healing the planet, upgrading the mindset.

Menyambut Hari Kebangkitan Nasional dengan manifesto baru: Komitmen dan Aksi Nyata Green Pesantren. Saatnya kita mendefinisikan ulang apa artinya “bangkit” di era modern, bukan cuma soal teknologi, tapi juga tentang harmoni dengan bumi.

Bersama para narasumber hebat yang bakal sharing dari sudut pandang parenting, inovasi birokrasi, hingga formulasi herbal & eco living. It’s an intellectual convergence you don’t want to miss.

Save the date & drop by:
📅 Rabu, 20 Mei 2026 | 08.00 WIB
🏢 Aula Pesantren Motivasi Indonesia

Be there, because the future belongs to those who care today.

SantriInovatif

19/05/2026

Satya Jiwa Santri Pesantren Motivasi Indonesia

07/05/2026

Sorry, ini tulisan lumayan panjang, tapi akan menjawab kegelisahan banyak alumni pesantren...

■■■■■■■■■■■■■■■
Banyak alumni pesantren sebenarnya menyimpan kegelisahan yang sama.

Mengajar berhari-hari, menyiapkan materi dengan sungguh-sungguh, meninggalkan keluarga, mengorbankan waktu dan tenaga… namun pada akhirnya ilmu diperlakukan seolah tidak memiliki nilai. Ironisnya, di saat yang sama, seminar-seminar motivasi, kelas pengembangan diri, hingga workshop spiritual modern justru dihargai sangat tinggi oleh pasar.

Di titik ini muncul pertanyaan yang sensitif: "Apakah berarti ilmu agama harus dijual?"

Jawabannya: ngga banget lah.

Tetapi ada satu hal yang harus dipahami dengan jernih:
profesionalitas bukan lawan keikhlasan.

Selama ini banyak orang saleh merasa bersalah ketika menerima penghargaan tinggi dari keilmuan yang dimilikinya. Seolah-olah semakin murah dirinya dihargai, semakin tinggi tingkat keikhlasannya. Padahal Islam tidak pernah mengajarkan kehinaan ekonomi kepada ahli ilmu.

Para ulama besar dalam sejarah hidup dengan kemuliaan. Ada yang berdagang, punya karya, jadi penasihat kerajaan, mengajar dengan sistem wakaf pendidikan yang kuat, bahkan membangun ekosistem ekonomi umat. Mereka tidak menjual agama, tetapi mereka memahami bagaimana menjaga kemuliaan ilmu.

Masalahnya hari ini bukan pada ilmunya. Masalahnya ada pada cara ilmu itu diposisikan di hadapan pasar modern.

Orang kota hidup di tengah dunia yang sangat kompetitif. Mereka terbiasa dengan: sistem yang rapi, penyampaian yang profesional, visual yang menarik, bahasa yang relevan, dan pengalaman belajar yang menyentuh kebutuhan hidup mereka.

Mereka tidak anti agama.

Mereka hanya tidak terbiasa dengan pendekatan dakwah yang terlalu normatif, monoton, dan jauh dari realitas keseharian mereka.

Padahal jika direnungkan lebih dalam, banyak konsep yang hari ini dijual mahal oleh industri pengembangan diri sebenarnya memiliki akar yang sangat kuat dalam tradisi Islam.

Perhatikan bagian ini:

■ Tentang Self Release Technique, pesantren sudah lama mengenal konsep tawakal.

■ Tentang emotional healing, para ulama telah membahas tazkiyatun nafs sejak ratusan tahun lalu.

■ Tentang Life Abundance, Islam memiliki konsep syukur dan barakah.

■ Tentang Relationship dan Family Wisdom, kitab-kitab fikih dan adab membahasnya dengan sangat detail.

■ Tentang Islamic Mindfulness, kitab-kitab tasawuf menghidangkan ragam materi mulai dari teori sampai praktek nyata.

■ Tentang Islamic Wealth Management, Bab Mu'amalah dalam kitab-kitab kuning menyodorkan materi yang berlimpah.

Artinya, pesantren sebenarnya memiliki “tambang emas ilmu” yang luar biasa. Hanya saja sering kali bahasa penyampaiannya belum diterjemahkan ke dalam kebutuhan masyarakat modern.

Karena itu, yang dibutuhkan bukan menjual agama. Yang dibutuhkan adalah: menerjemahkan mutiara ilmu pesantren dengan kemasan yang mampu dipahami dan diapresiasi oleh pasar yang tepat.

Inilah mengapa sebuah materi fikih keluarga bisa berubah menjadi training “Access to Family Success”.
Bukan karena substansinya berubah, tetapi karena pendekatan penyampaiannya dibuat lebih relevan dengan problem keluarga modern.

Asmaul Husna saja, dalam sebuah sajian training Emotional Spiritual Quotient, menarik banyak orang untuk merogoh kocek mahal, ketimbang sekedar pelajaran di majelis TPA yang senandung nyanyiannya ya mirip-mirip lah.

Perhatikan lagi bagian ini:

■ Singkong Goreng vs Crispy Cassava
■ Nasi Goreng vs Fried Rice
■ Kue Tradisional vs Traditional Indonesian Platter
■ Soto Asap Archipelago
■ Serabi Gourmet: Serabi tradisional dengan berbagai topping premium.
■ Pastel Premium: Pastel renyah dengan isian wagyu atau jamur truffle.
■ Klepon Glow Bites: Klepon dengan warna pastel dan isian gula aren cair.
■ Talam Pandan Fusion: Kue talam tradisional yang ditata estetik ala fine dining.
■ Kremesan Gluten-Free: Mengubah lauk pendamping menjadi camilan sehat (healthy comfort food).

Sebutin aja menu dengan nama-nama yang fancy, jumlahnya ribuan, tapi bisa bikin hidangan ala kampung naik kelas hahaha 😁

Sama seperti kopi.

Kopi di warung dan kopi di kafe premium bisa berasal dari biji yang sama. Tetapi pengalaman, branding, pelayanan, storytelling, dan positioning membuat nilainya berbeda di mata pasar.

Begitu p**a ilmu.

Ilmu yang sama bisa dihargai berbeda tergantung bagaimana ia dikemas, disampaikan, dan diarahkan kepada audiens yang tepat.

Karena itu, para santri dan alumni pesantren perlu mulai menyadari bahwa masa depan dakwah tidak cukup hanya melahirkan: ustadz atau guru ngaji. Tetapi pesantren masa depan mulai menyiapkan strategi untuk bikin alumninya naik level, guru ngaji yang juga seorang trainer, consultant, author, digital educator, eco preacher, parenting expert, bahkan AI dakwah architect.

Sebab Indonesia sedang bergerak menuju era baru: wellness economy, spiritual economy, meaningful learning dan human transformation industry.

Masyarakat modern sedang mencari makna hidup, ketenangan batin, arah keluarga, kesehatan mental, hingga nilai spiritual dalam kehidupan mereka. Dan anehnya, sering kali jawaban itu justru mereka cari kepada motivator, influencer, atau trainer asing, padahal pesantren sudah memiliki khazanah ilmunya sejak lama.

Maka sudah saatnya pesantren belajar berbicara dengan bahasa zaman. Bukan kehilangan ruh. Bukan menjual agama. Tetapi menghadirkan ilmu Islam dengan lebih elegan, profesional, dan relevan.

Karena sesungguhnya: "Jangan tetapkan harga ketika engkau menjadi penceramah agama. Tetapi bidiklah pasar yang tepat, lalu gunakan metode yang tepat untuk memonetisasi skill dan keilmuan dengan elegan."

Dan ketika itu dilakukan dengan niat yang benar, maka profesionalitas tidak akan mengurangi keikhlasan, justru bisa menjadi jalan agar ilmu lebih luas manfaatnya, lebih terjaga martabatnya, dan lebih kuat menopang perjuangan dakwah itu sendiri.

Ayah Enha
■ Alumni Pesantren Al Falah, Ploso
■ Alumni Pesantren Darul Hadits, Malang
■ Alumni Pesantren Mamba'ul Huda, Magelang
■ Pengasuh Pesantren Motivasi Indonesia

■ Founder The Da'i Builder Hub
■ Founder Da'i Multi Income
■ Founder Super Family Consulting
■ Founder Ngaji Saham Nusantara
■ Peramu Islamic Creative Parenting
■ Peramu Quantum Berkat Management

■ Penulis Buku "Awas Illegal Wedding"
■ Penulis Buku "Indahnya Perceraian"
■ Penulis Buku "Gusti Allah mboten Sare"
■ Penulis Buku "Kiai Endas, Ngaji Raga, Ngaji Ati, Ngaji Laku"

■ Mantan Penghulu yang pernah menikahkan lebih dari 1000 pasang pengantin
■ Mantan PNS 15 Tahun (Resign atas permintaan sendiri, tanpa pensiun dini)

20/04/2026

Radar Langit

Hati-hati dengan kesalehan publikatif...

​Itu kondisi di mana dirimu begitu bernafsu ingin dikenali sebagai orang saleh di bumi. Kamu sibuk memoles citra, menata kata agar terlihat bijak, dan memastikan setiap sujudmu terekam dalam ingatan manusia.

​Padahal, buat apa sibuk mengejar "verifikasi" dari penduduk bumi yang pandangannya terbatas?

​Diamlah sejenak. Biarkan ketulusanmu bekerja dalam sunyi. Tak perlu berteriak agar dunia tahu siapa kamu. Sebab, jika engkau tulus, justru penduduk langitlah yang akan sibuk mempublikasikan kesalehanmu ke seluruh penjuru semesta tanpa perlu engkau minta.

Kesalehan yang asli itu seperti akar; ia menghujam dalam ke tanah, tak terlihat, tapi ia yang memastikan pohon itu tetap tegak dan berbuah lebat. Jangan jadi daun yang hanya bergoyang di pucuk agar dilihat orang, tapi kering saat kemarau datang.

​Cukupkan dirimu dengan pandangan Allah. Karena saat Dia sudah ridha, Dia sendiri yang akan menanamkan rasa cinta ke dalam hati manusia untukmu. Itu jauh lebih abadi daripada sekadar "like" dan "share" di layar ponselmu.

​Ayah Enha
Bila rasa pamer mulai menyelinap, segeralah berwudhu dan carilah pojok ruangan yang paling gelap untuk menangis sendirian... itu saja!

19/04/2026

Dibalik Tabir Kematian

Al Imam Wahab bin Munabbih menuturkan sebuah cerita tentang pertemuan seorang raja dengan malaikat maut.

Ada seorang raja yang ingin pergi berkunjung ke suatu wilayah kekuasaanya. Ia meminta mengambilkan pakaian untuk dipakainya pergi. Tapi dia tidak tertarik dengan pakaian itu, dan minta diambilkan yang lainnya. Ini terjadi berkali-kali, sampai akhirnya ia mau memakai pakaian yang dis**ainya.

Begitu p**a dengan binatang kendaraan yang akan dinaikinya, sampai akhirnya ia mau naik binatang tunggangan yang terbaik. Lalu datanglah iblis meniupkan sifat takabur melalui lubang hidung sang raja, sehingga tiba-tiba ia menjadi sombong.

Sang raja yang dikawal banyak pengawalnya mulai melakukan perjalanan dengan sikap penuh kesombongan. Ia memandang orang lain dengan sebelah mata.

Tiba-tiba ia datang kepada seseorang dengan penampilan yang kusut kumal. Ia mengucapkan salam kepada sang raja, tetapi tidak menjawabnya. Merasa terhina, orang itu kemudian merampas tali kekang kuda sang raja. Sang raja marah dan membentak:

"Lepaskan! Kamu telah melakukan kesalahan besar."

Tetapi orang itu berani melawan. “Aku ada satu permintaan kepada Anda,” katanya.

“Sabarlah, sampai aku berhenti,” kata raja.

“Tidak, sekarang saja!” kata orang itu.

Dengan paksa ia menarik tali kekang kuda sang raja, sehingga kuda itu berhenti. Sang raja lalu berkata, “Ayo katakan apa keperluanmu!”

“Ini rahasia,” jawab orang itu.

Maka sang raja lalu mendekatkan kepalanya ke orang itu. Dan sambil berbisik orang itu berkata, “Aku adalah malaikat maut.”

Mendengarnya seketika wajah sang raja berubah pucat pasi. Lidahnya kelu. Dengan gemetar sang raja berkata, “Beri aku tenggang waktu sampai aku kembali kepada keluargaku untuk mengucapkan selamat tinggal dan menyelesaikan semua urusanku.”

Sang malaikat maut itu berkata, "Demi Allah, tidak bisa! Kamu sudah tidak sempat lagi melihat keluargamu, hartamu, dan kerajaanmu." Setelah berkata begitu sang malaikat maut langsung mencabut nyawa sang raja. Seketika ia sang raja itu jatuh tersungkur laksana seonggok kayu kering.

Sang malaikat maut melanjutkan perjalanannya. Ia lalu bertemu seseorang yang beriman. Setelah menyampaikan salam kepada orang tersebut, dan si mukmin itu membalas salamnya, sang malaikat maut lalu berkata kepadanya, “Aku punya keperluanmu. Aku ingin mengungkapkan sendiri di dekat telingamu.”

“Baiklah, silakan!” jawab si mukmin.

Sang malaikat maut lalu berbisik, “Aku adalah malaikat maut.”

Seketika orang itu menjawab, "Selamat datang, wahai malaikat yang lama tidak pernah aku lihat. Demi Allah, tidak ada siapa pun di muka bumi yang lebih aku tunggu-tunggu untuk bisa bertemu selain kamu."

Mendengar itu sang malaikat maut berkata kepadanya, “Selesaikan terlebih dahulu urusanmu yang membuatmu pergi.”

Tapi mukmin itu menjawab, “Aku tidak punya urusan lain yang lebih penting dan lebih aku s**a daripada bertemu dengan Allah.”

Sang malaikat maut pun berkata, “Kalau begitu silahkan kamu pilih waktunya kapan aku akan mencabut nyawamu?”

Ia bertanya, “Jadi kamu memberiku kesempatan untuk memilih?”

“Ya!” jawab malaikat.”Kalau begitu izinkan aku untuk berwudhu dan shalat terlebih dahulu. Setelah itu cabutlah nyawaku saat aku sedang bersujud.”

Malaikat maut menuruti permintaan si mukmin tersebut.

■■■■■■■■■■■■■
Ssssttttt... banguuuun... sholatlah walau hanya dua raka'at, tahajudmu bukan karena perintah, tapi karena kamu merasa perlu bersyukur atas karunia yang Allah berikan berulang-ulang.

Notes: titip do'a yaa, sebut nama Istana Yatim Nurul Mukhlisin, lancarkan pembangunannya, sukseskan program pemberdayaan untuk santri-santrinya, dah itu aja.

20/01/2025

*Menikah*

Pernikahan itu hak setiap manusia. Meskipun, ada yang sudah menjalaninya, ada yang belum, ada yang malu², ada yang sembunyi², ada juga yang kelewat getol sampe nambah berkali².

Menikah, bagi yang belum, merupakan impian indah yang selalu hadir setiap saat, bukan hanya saat tertidur tapi juga terjaga.

Menikah, bagi yang sudah, merupakan karunia yang menjadikan hidup tak lagi sunyi, apalagi dengan kehadiran buah hati.

Menikah, bagi yang sudah menjalani lalu konflik tak berkesudahan, merupakan PRAHARA yang menyakitkan.

Menikah, bagi yang berada dalam tekanan pasangan, seperti berada dalam penjajahan, tiada kemerdekaan yang menyenangkan.

Menikah, bisa membawa Anda SAKINAH atau malah menjadi PRAHARA dan anehnya Anda sama sekali tidak tau saat sebelum memutuskan menikahinya. Anda hanya memiliki impian, keinginan atau kepercayaan semoga semuanya baik2, nyatanya...centang perenang.

Yang belum menikah malah belum tau rasanya, ngotot banget pengen nikah, sesudah nikah, ribut lalu ngotot² pengen pisah.

Woles bro.... 😀

Jangan bingung dulu, saya saja yang bingung, ya saya bingung kok ada orang menyikapi konflik yang dirawat hingga lama, padahal agama gak bikin repot, pilihannya hanya dua kok; *bertahan dengan ma'ruf atau berpisah dengan ihsan.* _Kalo ihsan sudah gak cocok ya lepasin tuh ihsan, bertahanlah dengan si ma'ruf._

Ma'ruf itu Berdamai dengan Keadaan, ihsan itu menyempurnakan sikap penuh kemuliaan. Baca QS Al-Baqarah 229:

_Talak (yang dapat dirujuk) itu dua kali. (Setelah itu suami dapat) menahan dengan baik atau melepaskan dengan baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali keduanya (suami dan istri) khawatir tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu (wali) khawatir bahwa keduanya tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah, maka keduanya tidak berdosa atas bayaran yang (harus) diberikan (oleh istri) untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barang siapa melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang zalim._
-----------------------------

Penyelesaian konflik itu memang gampang² susah, tapi tanpa menemuinya pasti akan jadi susah banget. So, temui dia dan komunikasikanlah. Macet? Berikhtiyarlah dengan kemuliaan sikapmu. sampai kapan? Sampai Allah memisahkan Zaid dengan Zainab, lalu menikahkan Zainab dengan Rasulullah. Pada ujungnya perpisahan itu bisa berlangsung dengan indah, bukan dengan kepala pecah dan mengorbankan anak².

Rekomendasi status untuk timeline di medsos Anda:

*"Benahi biduk rumah tangga yang retak, bangkit dan segera bergerak karena diam saja membuat masalah semakin berkarat... Itu saja!"*

_Menikah memang menyenangkan, menikah lagi belum tentu menyelesaikan._ 😀😎

Ayah Enha

16/10/2024

Imam Syafi'i sempat tidak mau menyolatkan jenazah Abu Nawas yang dikenal sebagai pemabuk, pelaku maksiat.

Tapi kemudian ditemukan kertas di saku baju Abu Nawas yang sudah jadi mayit yang bertuliskan syair dan dikenal saat ini dengan nama Al-I'tiraf. Imam Syafi'i tergugah dengan sya'ir tersebut, menangis sejadi-jadinya dan kemudian menyolatkan jenazah Abu Nawas.

Jangan berburuk sangka kepada siapapun sudaramu yang wafat lebih dulu. Do'akan dan bersaksilah atas kebaikan yang pernah dilakukannya, meski sedikit.

09/10/2024

Kematian dalam al-Quran:

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.

"Katakanlah: Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)

2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.

"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun?" (QS An-Nisa 4:78)

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
"Katakanlah: Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS al-Jumu’ah, 62:8)

4. Kematian datang secara tiba-tiba.
"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS, Luqman 31:34)

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat
"Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS, Al-Munafiqun, 63:11)

09/10/2024

الله يَتَوَفَّى الْاَنْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا وَالَّتِيْ لَمْ تَمُتْ فِيْ مَنَامِهَاۚ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضٰى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْاُخْرٰىٓ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّىۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

Allah menggenggam nyawa (manusia) pada saat kematiannya dan yang belum mati ketika dia tidur. Dia menahan nyawa yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir.

QS Az Zumar ayat 42

09/10/2024

Kematianku

Kekasih ....
Suatu ketika aku akan wafat
Menyandang bulu dan sayap laksana malaikat
Dan akan segera ku akhiri cerita
Saat sisa nafasku berhenti dibatas waktu ...
Bila tiba saat ku pergi ...
Jangan ada derai air mata kedukaan
Karna ratapmu akan patahkan sayapku ..
Kepergiaanku menempuh puncak impian
Ketika sang utusan merengkuh jiwa ini
Hapuslah air matamu ..
Meski terus kau percikan duka atas kepergianku, Aku tak akan pernah kembali
Dan sungguh tak ingin kembali ..
Biarlah jiwaku tenang berlalu ...
Dalam dekapan hangat sayap malaikat
Merengguk anggur kebebasan semu
Diantara setumpuk timbangan perbuatanku ..
Aku berharap ....
Jasad matiku kau balut dengan senyum
Benamkan kebalik tanah penuh ketulusan
Iringi kepergianku dengan doa
Mungkin itu akan meringankan bebanku ..
Biarlah pusara ini menjadi saksi ....
Bahwa aku pernah mengembara, melintasi lembah mimpi
Sekejap tersenyum merengguk manisnya dosa duniawi
Yang kini tinggal belulang, membujur kaku ditengah sepi ..
Akan kunanti dirimu didepan gerbang keabadian ..
Mungkin dalam penantian ini
Masih ada celah tuk wujudkan dahaga rindu ditelaga cinta ..

16/02/2024

Assalamualaikum Wr. Wb.

WEBINAR INTERNATIONAL: SANTRI MENDUNIA
TIPS & TRIK TEMBUS BEASISWA MAROKO 🇲🇦🇲🇦🇲🇦

Kini saatnya para santri melesatkan kapasitas diri yang sangat berharga untuk menajamkan langkah masa depan di negara yang dijuluki negara Al-Maghribi 🇲🇦🇲🇦 Santri Mendunia secara eksklusif akan mengupas tuntas seluk beluk hingga strategi menjadi awardee beasiswa di negara ini. Simak diskusinya bersama keynote Speaker yang super dan Narasumber Penerima beasiswa tahun 2023 yang pastinya seru dan asik yaitu :

Keynote Speaker
Ketua Umum Santri Mendunia
Moh Abdul Aziz Nawawi, S.Pd., M.Pd, Ph.D (Cand) C.STMI., CT.NNLP., C.HNI., CH., CPSA., C.AR., C.TM(Ketua Umum Santri Mendunia)
&
M. Ramlan Noerwahid (Institut Faqih Ar-Rachuni)

Narasumber:
Ahmad Shiddiq (Penerima beasiswa PBNU di Institut Faqih Ar-Rhouni,Kenitra,Maroko)

Muhammad Giyas Yousfa Adzan (Penerima beasiswa PBNU di Institut Faqih Ar-Rhouni,Kenitra,Maroko)

Narottama (Penerima beasiswa PBNU di Institut Faqih Ar-Rhouni,Kenitra,Maroko)

Sania Rivka Madina(Penerima beasiswa KEMENAG di Universitè Ibn Tofail,Kenitra,Maroko)

Pada:
📝: 18 Februari 2024
⏱️: 13.00 WIB
📍: Exclusive Zoom Meeting

Benefit🎁: relasi yang banyak, masuk ke grup komunitas luar negeri, ilmu yang bermanfaat, gratis.

Segera daftar gratis melalui tautan berikut:
https://forms.gle/aJMLafJAx2438m8EA

CP : +212713501553

Sampai Jumpa di forum
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Want your school to be the top-listed School/college?