Santri Pejuang MURRI

Santri Pejuang MURRI

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Santri Pejuang MURRI, Tutor/Teacher, Banten.

03/11/2024

Mochammad Djamhar Abdul Karim :
===============
*MAKRIFAT*
*KEKASIH ALLOH*
===============

Assalamualaikum WrWb Abah mohon pencerahannya mengenai pergaulan baik diri dan anak sebaiknya yang seperti apa, trmksh

===========
Wslm Wr Wb,
Bisa Kalian Fahami Poin-poin ini sbb :
1. Jikalau Kalian Duduk Bersama dengan Orang-orang yang Sering Mengecam Wali Alloh maka KedudukanMu akan Jatuh dalam Pandangan Alloh SWT dan Kalian akan segera Mendapatkan MurkaNYA Berupa Kemalangan dan Kenelangsaan Diri, Maka itu Jauhilah.

2. Jika Kalian Sering-sering Duduk dengan Siapa, Akrab dengan Siapa maka Sesungguhnya RuhMu Merasa Nyaman dengan Duduk-duduk seperti itu maka Sahabat Karib Kalian itu Sesungguhnya Keadaan DiriMu yang Sebenarnya. Pabila Mereka Orang yang Benar dan Baik Perilakunya maka Beruntunglah Trtapi Pabila Sebaliknya maka Sadarilah dan Rubahlah DiriMu maka akan Berubah juga PergaulanMu.

3. Orang yang Ngelantur Bergaulnya dengan Orang yang Ngelantur, Orang yang Tertata Dirinya Bergaulnya dengan Orang yang sudah Tertata Dirinya. Adapun Orang yang Menyamar Adalah Orang yang sudah Tertata Baik Diri dan Kehidupannya Tetapi Secara Kasat Mata ia Bergaul dengan Orang-orang yang Ngelantur, Padahal Hakikatnya ia sudah Tertata.

4. Cara Berpakaian Kalian, Cara Berbicara Kalian, Cara Berperilaku Kalian d.l.l. Apakah Masih Tergolong Kasar, Sedang Apakah Halus Perangainya, Anggun dilihatnya. Pabila Masih Kasar seperti Orang yang Kurang Pendidikannya maka Pergaulan Kalian pun akan Berjumpa dengan Orang-orang yang seperti itu Jua.

5. Circle (Sirkel) Pergaulan Diri Sangatlah Penting, Pabila Kalian Tak Merasa Cocok dengan Pergaulan yang Tertata Rapi maka Janganlah Negatif, Seharusnya Sadarkan Diri Kalian supaya bisa Berubah lebih Baik lagi. KESALAHAN yang Fatal Adalah karena Asbab Keawaman Diri yakni Merasa Cocok dengan Circle yang Justru Tambah Memperburuk Diri dan Keadaan Diri Kalian.

6. Kesalahan Pergaulan maka Kesalahan Pilihan, Kesalahan Pergaulan maka Kesalahan Konsep dan Prinsip Diri maka Berdampak (Impact) pada Berbagai Sendi-sendi Kehidupan Kalian Nantinya.

7. Ketika Kalian Bersama Guru, Berjuang Bersama Guru Mendapatkan Ketenangan, Mendapatkan Kedamaian dan Menjadi Solusi Berbagai Persoalan Hidup maka Dekati dan Rapatkan Diri Kalian kepada Guru Tersebut, KESALAHAN Fatalnya Adalah karena Asbab Keawaman Diri Kalian Memilih Jalan Menjuahi Guru yang Sebenarnya Sangat Penting didalam Diri dan Kehidupan Kalian.

8. Problem Hutang, Penyakit, Permasalahan Kehidupan, Permasalahan Kerjaan, Permasalahan Teman, Permasalahan Tumah Tangga d.l.l. Terkadang Baik Jiwa-jiwa yang Lemah, Pikiran yang Lemah, Hati yang Lemah, Ruhani yang Lemah Menjadi Faktor Penyebab ia Menjauh kepada Gurunya sehingga Semakin Menjauh kepada Alloh SWT, Hal ini Jangan sampai Terjadi. Pabila Terjadi maka Datangi, Minta Maaf, Minta Bimbingannya lalu Diri dan Kehidupan Kalian Normal Kembali.

9. Berusahalah Tuk Tak Mengejek Seseorang, Tak Menentangnya, Tak Membandingkan antara KeadaanMu dengan Keadaannya, serta Tak Menyamakan AmalMu dengan Amalnya tetapi Kembalilah Semua itu pada Al-Quran dan As-Sunnah.

10. Para Wali Alloh itu adalah Mereka yang sudah Duduk Bersama Alloh SWT dimanapun Mereka Berada dengan Tulus Ikhlas yang disertai dengan Muroqobah (Pengawasan Diri). Mereka Serahkan Kendali Mereka kepada Alloh SWT sehingga Mereka Campakkan Dirinya secara Pasrah dihadapanNYA dan Mereka Tak Mau Membela Diri ketika Ada Kejadian Tertentu sebab Mereka Malu kepada Alloh SWT, maka itu Biasanya Alloh SWT yang akan Memerangi Siapapun yang Memerangi WaliNYA itu dengan Berbagai Cara yang bahkan diluar Batas Logikanya Ummat Manusia.

11. Alloh SWT sudah Biasa Menguji Para WaliNYA itu Melalui Manusia Terutama Lewat Orang-orang yang Berilmu, maka itu Jarang Sekali Kalian Temukan Ada yang Alloh SWT Lapangkan Dadanya Tuk Mengakui Kewaliannya. Justru Seringnya Sebaliknya, yakni dengan Berkata : *"Wali Alloh itu Memang Benar Adanya, tetapi dimana Mereka.?"*. Jauhilah oleh Kalian yakni Orang yang Mengaku-ngaku sebagai Wali Alloh dan Berlarilah darinya seperti Larinya Orang yang sedang dikejar oleh Anjing or Harimau.

12. Tahukah Kalian yang dinamakan Faqih Menurut Ilmu Hakekat itu, Jadi Faqih itu Bukanlah Orang yang Mata Hatinya Tersingkap oleh Hijab-hijab tetapi Faqih itu adalah Orang yang Memahami Rahasia Penciftaannya yakni Alloh SWT Menciftakannya Tuk Taat Mengabdi. Kalau Faqih semacam ini sudah Kalian Fahami maka Kalian akan Bersikap Zuhud ketika Hidup didunia ini, Senang Mengumpulkan Amal-amal Sholeh Akhirat, Meninggalkan Nafsu-nafsu yg akan Menyengsarakannya, Sibuk selalu dengan Robbnya, Merenungkan Hari Akhir Dirinya, Selalu Bersiap-siap Tuk Persiapan Hari Esok diakhirat serta Mengingat saat Semua Ummat Manusia dikumpulkan suatu saat Nanti.

13. Nabi S.A.W. pernah Bersabda : *"Mukmin yang Kuat itu Lebih Baik dalam Pandangan Alloh SWT daripada Mukmin yang Lemah, dan pada Masing-masing Ada Kebaikannya"*, HR Imam Muslim. Tahukah Kalian Apakah Maksudnya Mukmin yang Kuat itu.?., Apakah yang Ototnya Kuat.?, Apakah yang Hartanya Kuat.?, *Ketahuilah Mukmin yang Kuat itu adalah Mukmin yang Qolbunya dicahaya dengan Nur Keyakinan yang Teruji*. Mereka Bersegera Menuju Alloh SWT dengan selalu Membersihkan Qolbunya dari Segala Sesuatu Selain Alloh SWT, karenanya Merekalah yang Lebih dahulu Bergegas Menuju Alloh SWT Tanpa Ada Kesibukan or Alasan or Apapun yang Menghalanginya Tuk Mendekat dan Bersama Alloh SWT.

14. Tahukah Kalian, Apakah yang Biasanya Menghalangi Kalian Tuk Menuju kepada Alloh SWT.?. Itulah Kebergantungan Kalian pada Makhluk sehingga Setiap Kali Qolbu Kalian ingin Menuju Allph SWT maka Qolbu Kalian akan ditarik Tak Berdaya oleh Kebergantungan itu.

15. Ingatlah FirmanNYA ini : *"Pada Hari Saat Harta dan Anak-anak Tak Bermanfaat Kecuali Orang yang Mendatangi Alloh SWT dengan Qolbu yang Selamat (Qolbun Salim)", QS. Asy-Syu'aro ayat 88-89. Ketahuilah, Qolbu yang Selamat itulah Qolbu yang Bersih yang Tak Terkait selain Alloh SWT.

16. Ada lagi : *"Sesungguhnya Kalian datang kepada Kami dalam Keadaan Sendiri-sendiri sebagamana Kami Ciftakan Kalian Pertama Kalinya..."*, QS. Al-An'am ayat 94. Maksud Ayat ini adalah Kalian Tak Bisa Sampai kepada Alloh SWT Kecuali Kalau Kalian Datang Sendirian Tanpa Sesuatu SelainNYA, Artinya Benar-benar Taubat Tanpa Taubatnya Tersebut dikaitkan or Gantungkan dengan Penyakit, Permasalah Hidup d.l.l.nya, Inilah Taubat yang Benar itu.

17. Ada lagi : *"Bukankah Alloh SWT Mendapati Kalian dalam Keadaan Yatim lalu Alloh SWT Melindunginya"*, QS. Adh-Dhuha ayat 6. Maksudnya adalah Alloh SWT baru akan Melindungi Kalian ketika Kalian Betul-betul Merasa Yatim dari SelainNYA.

18. Ada Lagi : *"Ingatlah, Sesungguhnya Para Wali Alloh itu Tak Merasa Takut dan Tak p**a Merasa Bersedih Hati yaitu Mereka yang Beriman dan Bertaqwa"*, QS. Yunus ayat 62-63".

19. Sabda Nabi S.A.W. : *"Sesungguhnya Alloh SWT itu Ganjil, maka Tidak Menyukai Kecuali yang Ganjil"*. Maksudnya adalah Alloh SWT Menyukai kepada Siapapun yang Qolbunya itu Bersih dari SelainNYA sehingga Para Wali Alloh itu Bagaimana Mungkin Mereka Bersandar kepada Selain Alloh SWT, setelah Mereka Menyaksikan KeesaanNYA itu didalam Ihsannya.

20. Ketika Kalian Memiliki Hewan or Tanaman or Benda yang Unik (Ganjil) bin Langka dan Tentunya Harganya pun Lebih Tinggi Nilainya daripada Benda yang Biasa-biasa saja Tak ada Keganjilannya, maka seperti Itulah Gambaran Kemuliaan Darojatnya Para Wali Alloh didalam Tauhidulloh, Mereka Orang-orang yang Unik (Ganjil) dan Orang Menyukai Orang-orang yang Ganjil.

Admin Grup WhatsApp : Kang Ma'riful Anwar (087786443377)

~ ADMIN ~
INFORMASI MURRI PUSAT Klik link di bawah ini:
https://linkr.bio/murripusat

22/10/2024

Mochammad Djamhar Abdul Karim :
==================
*MAKRIFAT*
*PEMIMPIN WANITA*
==================

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh abah nuwun sewu didesa sy ada calon kepala desa yang dari wanita, kaya-kayanya suara terbanyak akan jatuh pada wanita tersebut, terus bagaimana pandangan abah mengenai pemimpin seorang wanita itu nuwun sanget Bah pandonganipun

===========
Wslm Wr Wb,
1. Kalau Membahas Imam Sholat maka Wajib Laki-laki didahulukan Tetapi bila Pemimpin, sebab Mengenai Pemimpin ini Sunnatullohnya bahwa : *"Ar Rijaalu Qowamuna 'Alan Nisaa, Sifat Laki-laki Pemimpin atas Sifat Wanita"*.

2. Lafadz *"Ar Rijaal"* Banyak yang Memaknai Jenis Kelamin Laki-laki, maka Otomatis Keliru sebab Kalau Jenis Kelamin Laki-laki Arabicnya *"Adz Dzakaru"*, maka itu Jenis Kelamin Wanita (Untsa) bisa saja Memiliki Sifat Laki-laki (Ar Rijaal) dan Tandanya ia bisa Memimpin Rumah Tangganya sehingga Suaminya Memiliki Sifat Wanita (An Nisaa) maka itu Banyak Para Suami dinafkahi oleh Para Isterinya, Begitu pun Pemimpin-pemimpin Lainnya Baik suatu Daerah, Negara maupun Kerajaan Walaupun dengan Segala Keterbatasannya Seorang Wanita (ibu) maka ia Bisa saja Memiliki Sifat Ar Rijaal sebab Sunnatullohnya seperti itu, yaitu : *Sifat Laki-laki akan Memimpin Sifat Wanita*, Memang seharusnya Jenis Kelamin Laki-laki Memiliki Sifat Laki-laki Barulah Sempurna.

3. Maka Jangan Salah Memaknai Ayat-ayat Al Quran sebab bisa Banyak Hal Kelirunya, Bahkan Banyak Umat Islam yang dikafir-kafirkan dan disesatkan dengan Dalil-dalil dari Alquran, Padahal Fungsi Al Quran itu Tuk Mendalili Dirinya Sendiri agar Menjadi Sebuah Petunjuk Nyata.

4. Dalam Catatan MURRI Banyak Para Sahabat Nabi S.A.W. Wanita juga Ulama Wanita yang Menjadi Tokoh dan Pemimpin Dunia, maka itu yang disebut *"Rijaalulloh, Sifat Laki-lakiNYA"* Adalah Para Kekasih Alloh SWT dari Jenis Kelamin Laki-laki dan Jenis Kelamin Wanita.

5. Seperti Halnya di Nusantara Jaman Dahulu, dimana Kekuasaan Kerajaannya sampai ke Asia Tenggara sampai Mengecil ke Daerah-daerah, Banyak juga yang saat itu Pemimpinnya Seorang Wanita sejak Tahun 500 Masehi, seperti :
1). Mahendradatta : Beliau Putri Kerajaan Medhang Kamulan dari Wangsa Isyana, Beliau Memiliki Putra Seorang Raja Airlangga.
2). Pramodhawardhani : Beliau Putri Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra yaitu Rakai Pikatan sampai ke Mataram Kuno.
3). Anarawati : Beliau Putri Tunggal Kerajaan Islam Champa (Kamboja) yakni Prabu Brawijaya sampai ke Majapahit ke Kerajaan Islam.
4). Isyana Tunggawijaya : Beliau Putri Mpu Sindok, Raja Mataram Kuno.
5). Ken Dedes : Beliau Permaisuri Raja Tumapel Tunggul Ametung lalu Menikah dengan Ken Arok dan Melahirkan Raja-raja Jawa.
6). Raden Ayu Sedhah Mirah : Beliau Putri Raja Blambangan, Beliau Ahli Perang dan Kanuragan.
7). Dyah Sureswari : Beliau Seorang Ratu Kerajaan Pajang.
8). Dyah Wijayakumara Rajasawardhana : Beliau Ratu Kerajaan Kahuripan.
9). Jayawardhani Jayeswari : Beliau Ratu Kerajaan Dhaha.
10). Dewi Suhita : Beliau Putri Raja Wikramawardhana dan Ratu Kusumawardhani dari Kerajaan Majapahit Sekitar Tahun 1429-1447 Masehi.

11). Kusumawardhani : Beliau Putri Raja Hayam Wuruk dan Paduka Sori, Bertugas di Kerajaan Singosari.
12). Gayatri : Beliau Putri Bungsu Raja Kertanagara lalu Menikah dengan Raden Wijaya Raja Majapahit.
13). Prajnaparamita Jayendra Dewi : Beliau Putri Raja Kertanagara.
14). Prameswari Mahadewi : Beliau Putri Raja Kertanagara.
15). Tribhuwana Tunggadewi Jayawisnuwardhani : Beliau Putri Raden Wijaya.
16). Shima : Beliau Ratu Kerajaan Kalingga Jawa Tengah Pantai Utara. Beliau Lahir Tahun 611 di Banyuasin Palembang.
17). dan Lain-lain Masih Banyak hingga Puluhan sebagai Wanita Pemimpin Nusantara saat itu.

6. Maka itu Para Sahabat Wanita MURRI Jangan Manja, Jangan Cengeng, Jangan Mudah Ambekan, Jangan Mudah Down Putus Asa, Jangan Mudah Kecewa dalam Hal Takdir Apapun, maka Jadilah Sosok-sosok Wanita yang Memiliki Sifat Rijaalulloh, itulah Para Wanita Kuat Tahan Uji Para Kekasih Alloh, Bukan Kuat Kerja dalam Urusan Duniawi saja.

*"Semoga Alloh SWT Ijabah, Aamiin"*.

~ ADMIN ~
INFORMASI MURRI PUSAT
Klik link di bawah ini:
https://linkr.bio/murripusat

15/10/2024

Mochammad Djamhar Abdul Karim :
==================
*MAKRIFAT*
*DASAR HUKUM ZINA*
==================

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Abah saya mau tanya perihal hukum sms dan telpon laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya tanpa keperluan (hanya basa-basi atau ngobrol biasa), itu diperbolehkan apa tdk, apa dianggap sama seperti kholwat berduaan, tolong kalau bisa diberi sumbernya dan dasar hukumnya, trmkasih

===========
Wslm Wr Wb,
Saya Walaupun sbg Pembimbing MURRI dibanyak Tempat, Tetapi Tuk Urusan Telpon dalam Satu Tahun Benar-benar bisa Kehitung sama Jari, Jangankan sama Wanita yang Bukan Mahromnya, sama Lelaki pun Sangat Langka Sekali Bisa Calling Saya, Tuk yang Menelpon Yaa Buanyak sebab Mereka Umumnya ndak Tahu dan disamakan dengan Umumnya Umat yang dikenalnya serta Akhlak Umumnya Menganggap Hal itu Biasa-biasa sja, Tapi Saya punya HP Suaranya pun Tak Terdengar (Silent) dan Akhirnya Tak diangkat. Biasanya Kalau Japri Lewat WA itupun yang Sekiranya Penting dan Sangat Penting, Tapi Bila ndak Terlalu Penting-penting Amat maka ndak Perlu dibalas (Mungkin diantara Kalian Ada yang Mengalaminya), dan Sebenarnya ndak dibalasnya itu Merupakan Jawabannya, Semoga dimaklumi Adanya.

Komunikasi Lewat Handphone itu dihukumi samadengan Komunikasi secara Langsung maka Hukum Komunikasi dengan Lawan Jenis yang Bukan Mahromnya ndak diperbolehkan Terkecuali Ada Hajat seperti dalam Rangka Muamalah, Melamar, Belajar Mengajar d.l.l. Banyak Kitab-kitab Ulama Membahas ini spt :
1. Kitab Tausyih ‘Ala Ibni Qosim Hal.197.
2. Kitab Al Fatawi Al Fiqhiyyah Al Kubra Jilid 1 Hal. 203.
3. Kitab I’anatut Tholibin Jilid 3 Hal. 260.
4. Kitab Qolyubi ‘Umairoh Jilid 3 Hal. 209.
5. Kitab I’anatut Tholibin Jilid 3 Hal. 301.
6. Kitab Al Fiqhul Islami Jilid 9 Hal. 6292.
7. Kitab Is’adur Rofiq Jilid 2 Hal. 105.
8. Kitab Hasyiyah Al Jamal Jilid. IV Hal. 120 :

(و) سن (نظر كل) من المرأة والرجل (للآخر بعد قصده نكاحه قبل خطبته غير عورة) في الصلاة وإن لم يؤذن له فيه أو خيف منه الفتنة للحاجة إليه فينظر الرجل من الحرة الوجه والكفين وممن بها رق ما عدا ما بين سرة وركبة كما صرح به ابن الرفعة في الأمة وقال أنه مفهوم كلامهم وهما ينظرانه منه فتعبيري بما ذكر أخذا من كلام الرافعي وغيره أولى من تعبير الأصل كغيره بالوجه والكفين واحتج لذلك بقوله صلى الله عليه وسلم للمغيرة وقد خطب امرأة "انظر إليها فإنه أحرى أن يؤدم بينكما" أي أن تدوم بينكما المودة والألفة رواه الترمذي وحسنه والحاكم وصححه وقيس بما فيه عكسه وإنما اعتبر ذلك بعد القصد لأنه لا حاجة إليه قبله ومراده بخطب في الخبر عزم على خطبتها لخبر أبي داود وغيره "إذا ألقي في قلب امرئ خطبة امرأة فلا بأس أن ينظر إليها" وأما اعتباره قبل الخطبة فلأنه لو كان بعدها لربما أعرض عن منظوره فيؤذيه.

9. Kitab Ihya ‘Ulumiddin Jilid 3 Hal. 99 :

وهذا يدل على أنه لا يجوز للنساء مجالسة العميان كما جرت به العادة في المأتم والولائم فيحرم على الأعمى الخلوة بالنساء ويحرم على المرأة مجالسة الأعمى وتحديق النظر إليه لغير حاجة وإنما جوز للنساء محادثة الرجال والنظر إليهم لأجل عموم الحاجة.

10. Kitab Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Jilid 1 Hal. 12763 :

الكلام مع المرأة الأجنبية ذهب الفقهاء إلى أنه لا يجوز التكلم مع الشابة الأجنبية بلا حاجة لأنه مظنة الفتنة وقالوا إن المرأة الأجنبية إذا سلمت على الرجل إن كانت عجوزا رد الرجل عليها لفظا أما إن كانت شابة يخشى الافتنان بها أو يخشى افتنانها هي بمن سلم عليها فالسلام عليها وجواب السلام منها حكمه الكراهة عند المالكية والشافعية والحنابلة وذكر الحنفية أن الرجل يرد على سلام المرأة في نفسه إن سلمت عليه وترد هي في نفسها إن سلم عليها وصرح الشافعية بحرمة ردها عليه.

11. Kitab Bariqoh Mahmudiyyah Jilid 4 Hal. 7 :

(السادس والخمسون التكلم مع الشابة الأجنبية فإنه لا يجوز بلا حاجة) لأنه مظنة الفتنة فإن بحاجة كالشهادة والتبايع والتبليغ فيجوز (حتى لا يشمت) العاطسة (ولا يسلم عليها ولا يرد سلامها جهرا بل في نفسه) إذا سلمت عليه (وكذا العكس) أي لا تشمته الشابة الأجنبية إذا عطس قال في الخلاصة أما العطاس امرأة عطست إن كانت عجوزا يرد عليها وإن كانت شابة يرد عليها في نفسه وهذا كالسلام فإن المرأة الأجنبية إذا سلمت على الرجل إن كانت عجوزا رد الرجل عليها السلام بلسانه بصوت يسمع وإن كانت شابة رد عليها في نفسه وكذا الرجل إذا سلم على امرأة أجنبية فالجواب فيه يكون على العكس (لقوله صلى الله تعالى عليه وسلم واللسان زناه الكلام) أي يكتب به إثم كإثم الزاني كما في حديث العينان تزنيان واليدان تزنيان والرجلان تزنيان والفرج يزني وما في القنية يجوز الكلام المباح مع المرأة الأجنبية فمحمول على الضرورة أو أمن الشهوة أو العجوز التي ينقطع الميل عنها.

Kalian yang Hidupnya Seradag-serudug Mungkin karena Belum Tahu or Belum Memahami Aturan Ajaran Islam secara Tafshili, Pabila Kalian Tahu maka Insya Alloh akan Taat dan Patuh Mengikutinya. Sebab Zina Terbagi 2 yaitu :
1. *Zina Majazi*, yaitu : Zina yang dilakukan oleh Hati, Mata, Lisan, Pendengaran, Tangan, Kaki dan Anggota Tubuh Lainnya.
2. *Zina Hakiki*, : Zina Dosa Besar.

Dalam Kitab Shohih Imam Al Bukhori, Kitab Shohih Imam Muslim dan Sunan Abu Daud d.l.l. Riwayat dari Abu Hurairoh R.A. dan Ibnu Abbas R.A. bahwa Rosululloh S.A.W. Bersabda :

إن الله كتب على ابن آدم حظه من الزنا أدرك ذلك لا محالة فزنا العينين النظر وزنا اللسان النطق والنفس تمنى وتشتهي والفرج يصدق ذلك أو يكذبه.

*"Alloh SWT telah Menakdirkan Anak Adam sebagian dari Zina yang akan dialaminya, Bukan Mustahil, Zina Kedua Mata Adalah Melihat, Zina Mulut Adalah Berkata, Zina Hati Adalah Berharap dan Berkeinginan, Sedangkan Alat Kelamin itu Membuktikannya or Mendustakannya (Ada Terselip Zina Tak Bisa dibohongi)"*. Dalam Kitab Syarah Shohih Muslim Jilid 16 Hal. 205, Imam An Nawawi Berkata :

واما قول بن عباس ما رايت شيئا اشبه باللمم مما قال ابو هريرة فمعناه تفسير قوله تعالى الذين يجتنبون كبائر الاثم والفواحش إلا اللمم إن ربك واسع المغفرة ومعنى الآية والله اعلم الذين يجتنبون المعاصي غير اللمم يغفر لهم اللمم كما في قوله تعالى إن تجتنبوا كبائر ما تنهون عنه نكفر عنكم سيئاتكم فمعنى الآيتين أن اجتناب الكبائر يسقط الصغائر وهي اللمم وفسره بن عباس بما في هذا الحديث من النظر واللمس ونحوهما وهو كما قال هذا هو الصحيح في تفسير اللمم وقيل ان يلم بالشئ ولا يفعله وقيل الميل إلى الذنب ولا يصر عليه وقيل غير ذلك مما ليس بظاهر واصل اللمم والالمام الميل إلى الشئ وطلبه من غير مداومة والله اعلم

*"Adapun Pengertian dari Ucapan Ibnu Abbas R.A., Aku ndak Melihat Sesuatu yang lebih Mirip dengan ‘Kesalahan Kecil’ daripada Hadits Riwayat Abu Hurairah R.A. Adalah Tafsir dari Orang yang Menjauhi Dosa Besar dan Perbuatan Keji selain Kesalahan Kecil. Sungguh, TuhanMu Maha Luas AmpunanNYA. Pengertian Ayat ‘Orang yang Menjauhi Maksiat selain Kesalahan Kecil’, Orang yang Melakukan Kesalahan Kecil akan diampuni sebagaimana dalam ayat ‘Jika Kalian Menjauhi Dosa Besar yang dilarang, maka Kami akan Mengampuni Kesalahan KecilMu.’ Pengertian Dua Ayat ini (QS. An Najm Ayat 31-32) Adalah bahwa Penjauhan Diri dari Dosa Besar Menggugurkan Dosa Kecil, yaitu Kesalahan Kecil. Kata ‘Kesalahan Kecil’ ini ditafsirkan oleh Ibnu Abbas R.A. dengan Pandangan, Sentuhan or Sejenisnya sebagaimana dikatakannya Adalah Shohih Terkait Tafsir Kata ‘Al Lamam’ or Kesalahan Kecil. Ada yang Menafsirkan, Seseorang Melakukan Dosa Kecil, tetapi ndak Melakukan Dosa Besar. Ada lagi yang Menafsirkan bahwa Kesalahan Kecil itu Adalah Keinginan Hati yang Kuat, Tetapi ndak Terus Menerus. Ada lagi yang Menafsirkan selain dari itu semua, yang ndak secara Zhohir. Sementara Asal Kata Al Lamam or Ilmam Adalah Kecenderungan dan Keinginan Terhadap Sesuatu yang ndak Terus Menerus"*.

Maka itu,
_*"Orang Islam ndak Boleh Meremehkan Zina Majazi, Orang yang Melakukan Zina Majazi Tetap harus Bertobat kepada Alloh SWT dan ndak Meneruskan Praktik Zina Majazinya, Orang yang Menjauhi Zina Hakiki Terbilang Orang Islam yang Baik, Tetapi Orang yang Melakukan Zina Majazi sangat Dekat dengan Zina Hakiki, sebab Umumnya sebelum Zina Hakiki maka didahului oleh Zina Majazi, disini Letak Bahayanya Zina Majazi itu. Semoga Diri Kita dan Anak Keturunan Kita dijauhkan dan diselamatkan dari Segala Perbuatan Zina Majazi dan Zina Hakiki agar Terselamatkan dan dijauhkan p**a Anak-anak Keturunan Zina or Lemah Urusan Syahwatinya, Aamiin Ya Robb"*_.

~ ADMIN ~
INFORMASI MURRI PUSAT
Klik link di bawah ini:
https://linkr.bio/murripusat

11/10/2024

Mochammad Djamhar Abdul Karim :
===================
*MAKRIFAT*
*ANAK RANTAU MURRI*
===================

Assalamualikum wr wb abah mnta nasehat buat anak2 perantawan dinegeri orang agar lbh mendapatkan pelajaran

===========
Wslm Wr Wb,
Menurut Sebagian Orang, Anak Rantau itu Enak Punya Duit Banyak, Hidup Bisa Bebas, Bisa Main Kesana-kemari, Bisa Beli ini itu, Bisa Jalan-jalan, Bisa Senang-senang d.l.l., Sebenarnya Anggapan spt itu Keliru Besar Justru Mereka itu Banyak Sedihnya, Banyak Pahit Getirnya sebab Jauh dari Keluarga, Jauh dari Kerabat, Kalau Lapar Masak Sendiri dan Usaha Sendiri, Bahkan Kalau Makan pun Sendirian, Kalau Kangen Paling Bisanya Telponan, Hidup spt ini Tuk Sementara Waktu saja karena Terpaksa harus Menjalani Takdir spt itu diluar Rencana Mereka, sebab Walaupun dilihatnya Ketawa-ketiwi, Senyum Bahagia Tetapi Aslinya Banyak Sedihnya dan dibuat Bahagia saja daripada dibuat Mumet makanya Keluarga yang ditinggalkan agar Kerjasama yang Baik Pabila dapat Kiriman Uang, Doakan Mereka Para Anak Rantau Jangan sampai Iman Islamnya Hilang, Akhlak dan Ibadahnya Menurun, Do'akan Mereka.

Paling Tidak Rasakan Apa yang Mereka sedang Rasakan, Baik Capeknya dan Banyak Permasalahannnya. Mereka yang Punya Keluarga Pastinya Kangen, Apalagi yang Punya Anak maka Takala Mereka Melihat Anak-anak Kecil Pastinya Mereka akan Ingat kepada Anak Mereka yang ditinggalkan. Miliki Usaha dinegeri Sendiri itu Lebih Baik bila Masih Bisa dikondisikan, Ibarat Pepatah Jawa : *"Mangan Ora Mangan Tetep Ngumpul"*. Ini Ungkapan Sederhananya, Walaupun Kenyataannya harus Ada yang Keluar Tuk Cari Makanan.

*SAJAK TUK SAHABAT RANTAU*

Merantau akan Memberikan Kamu Banyak Pengalaman Hidup. Pergilah sejauh Mungkin tapi Jangan sampai Lupa Pulang.

Kesendirian Adalah hal yang Paling Sering Kamu Rasakan sebagai Anak Rantau. Tetapi Apa yang sedang Kamu Rasakan itu hampir ndak Pernah diungkapkan kepada Orang Tua.

Bila Tiba saat Berkumpul Bersama Keluarga, disitulah Kebahagiaan Sejati yang Sebenarnya.

Merantau itu Bukanlah Hal Remeh. Jauh dari Orang Tua dan Keluarga Adalah Hal yang Paling Mudah Tuk dijalani.

Tetapi, Berbahagialah Mereka yang saat ini Berada Jauh di Tanah Rantau sebab Biasanya Semakin Jauh dari Orang Tua dan Keluarga, Justru Hati akan Semakin Dekat.

Kamu Mungkin punya Mental yang Jauh lebih Kuat Bila dibandingkan dengan Mereka yang masih Tinggal Satu Atap dengan Orang Tua sebab Setiap Masalah yang Mendatangi, Kamu Lawan dengan Keteguhan yang Hebat.

Bila Rindu Mengetuk Hati, Kadang hanya Tangisan yang Kamu Tahan pada Setiap Malam dn Siangnya.

Ibu, Ayah, AnakKu Meskipun Kita Berjauhan Aku Berjanji Tuk Sekuat Tenaga akan Membahagiakan diriMu.

Do'a disetiap sujudMu selalu Menyertai setiap Langkah PerjuanganKu Menuju Perbaikan, Kalam Ini Selalu Menghujam QolbuMu.

Sepintar-pintarnya Melakukan Penghematan, Ada Masanya dimana Bertahan Hidup diperantauan Tanpa Uang Satu Sen pun.

Ketika Sakit Menyerang Jasad, begitu Jarang Kami Berterus Terang kepada Ayah dan IbuMu sebab Kamu ndak ingin Merepotkan Orang Tua dengan Banyak Keluhan ini dan itu.

Jika ditanya Mengenai Kabar, Kami Senantiasa Menjawab : *"Kami Baik-baik saja dan Sehat"*. Kami Ndak mau Menambah Beban Orang Tua.

Hidup Berhemat Merupakan Bagian dari Proses Perjuangan. Kamu Yakin ndak Ada Proses yang Menghianati Hasil.

Dimana Bumi dipijak disitulah Langit dijunjung, sebagai Perantau Kamu harus Menghormati Adat dan Istiadat dimana pun Kamu Berada.

Dalam Hati Seorang Anak Rantau Berucap : *"Teruntuk Orang TuaKu dan KeluargaKu, Terima Kasih telah Mengizinkan Aku Tuk Pergi dan Menjadikan Aku lebih Kuat dan lebih Mandiri seperti Sekarang ini, agar Bisa berkompetisi di Alam Dunia ini"*.

~ ADMIN ~
INFORMASI MURRI PUSAT
Klik link di bawah ini:
https://linkr.bio/murripusat

02/10/2024

Mochammad Djamhar Abdul Karim :
================
*MAKRIFAT*
*SYARAT DAKWAH*
================

Assalamualaikum Wr Wb, Salam santun Abaah, Semoga Alloh SWT Senantiasa Merahmati Abah Sekeluarga Aamiin.
Sebelumnya saya dan keluarga menghaturkan Minal Aidzin wal Fa'idzin Mohon maaf atas segala salah dan dosa saya selama ini Baik Dzohir maupun Bathin. Abaah, Sebenarnya saya selalu ingin curhat sama Abah tentang berbagai hal, namun saya ndak tau bagaimana cara menyampaikannya dan juga terkadang saya merasa malu karna mungkin terlalu banyaknya dosa pada diri saya terutama sama Abah sy belum bisa Sami'naa Wa Atho'naa secara total seperti sahabat MURRI yg lainnya.

Abaah, semenjak Abah menyarankan agar saya fokus di Kuningan, semenjak itu p**a saya mulai lebih merapatkan lagi pada sekelompok anak-anak muda yg mempunyai grup Sholawatan yg senantiasa mendawamkan *Ratibul Hadad* setiap bada magrib, dan terkadang saya di tunjuk tuk memimpin hadoroh sebelum Rotib dimulai, tatkala saya membaca hadoroh "Istighosah Umat" diantaranya ada yg menginginkan Hadoroh tersebut, setelah ngobrol2 sm mereka diantaranya ada yg menginginkan Dzikir Manaqib jg, namun saya menyarankan mending *Istighosah Umat* az dan ternyata mereka mau, setelah kita sepakat tuk *Dzikir Istighosah Umat* lalu kontek sama temen-temen grupnya agar semuanya menjadwalkan waktunya tuk *Istighosah Umat* dan akan dimulai insya Allah pada bulan Juni antara minggu ke 3 or 4, tuk itu saya mohon Doa dan arahannya dari Abah agar lancar jaya, dan saya ingin menggiring grup ini ke MURRI.
Hatur nuhun atas semua bimbingan dan perhatian Abah khususnya pd saya.

===========
Wslm Wr Wb,
Biasanya Takala Pernah Membuka suatu Daerah lalu Berhasil maka ditempat Lain pun akan Berhasil p**a, Dahulu Kamu Pernah Pengalaman Membuka didaerah Lain dan Besar juga Istiqomah sampai sekarang maka bisa dicoba didaerah Lainnya, Khususnya di Tempat Tinggal. Dari Pengalaman yang sudah-sudah Apa Kekurangan dan Kelemahannya agar dikoreksi dan diperaiki. Insya Alloh akan Berhasil bahkan lebih Besar lagi.

Syarat Dakwah yang diberikan MURRI Pada Kalian yang Hendak Berdakwah Cukup 3 Hal sbg Awalannya, yakni sbb :
1. Utamakan Selalu Berdo'a Memohon Rohmat Alloh SWT setiap akan Berangkat Dakwah lalu Minta Hidayah dan Taufiq Alloh SWT, sebab Umat bisa Sadar itu Berkat Rohmat Alloh SWT. Contoh : Baca Syahadat, Sholawat dan Basmalah lalu Berdo'a : "Ya Alloh Turunkanlah Rohmat-MU, Hidayah dan Taufiq-MU, Berkah dan Ridho-Mu pada Diri dan Kehidupan Kami, dan Ampunilah Salah dan Dosa Kami, Aamiin Bisirril Faatihah".
2. Harus Ikhlas, Jangan Bertujuan karena Panggilan Kehormatan ini dan itu, Jangan karena Duniawi, Jangan karena Pahala ini dan itu Tetapi Lillah Wa Billahi Ta'alaa.
3. Pakai Akhlaknya, Kalau Manggil Lihat Asal Daerahnya (Bang, Mas, Kang, Gus, Mpo, Ceu, Teteh, Mbak d.l.l.), Baik Perkataan Maupun Sikap Perbuatan.

Hidup Berkah dan Mulia (BERUNTUNG) dengan Jalan Dakwah Ada 3 Tingkatan dan Tahapan, yakni sbb :
1. *Da'i Tingkat Awal* : Sambil Bekerja sambil Berdakwah ke Beberapa Umat Tapi Fokus, disisa-sisa Waktunya Bekerja dipakai Berdakwah, Sesuaikan dengan Kemampuan Basic dan Waktu Luangnya. Masih Rezeki Kasab (Usaha) Tapi Berkah dan Halalan Thoyyiban.
2. *Da'i Tingkat Menengah* : Totalitas Waktunya dipakai Tuk Berdakwah ke Banyak Umat, Baik Siang Maupun Malamnya Tanpa Kenal Lelah. Masih Rezeki antara Kasab dan Tajrid, Tapi akan Banyak Hikmahnya.
3. *Da'i Tingkat Akhir* : Totalitas Waktunya dipakai Tuk Berdakwah ditambah dengan Baik Harta maupun Dirinya sudah diwakafkan Tuk Keperluan dan Kemaslahatan Umat Banyak. Ibarat punya Tanah Bukan dibangun Kontrakan Tapi dibuat Tepat Singgahnya Umat, dibuatkan Majelis Ilmu dan Dzikir, dibuat Tempat yang dibutuhkan Orang Banyak. Ibarat Punya Uang dipakai Tuk Kemasalahatan Umat Banyak Bukan Tuk Kepentingan Keluarga dan Pribadi. Rezekinya sudah Tajrid.

*"Dakwah Adalah Mengajak kepada Perbuatan yang Ma'ruf (Baik), Melarang Perbuatan yang Keji dan Munkar serta Berjuang Fii Sabilillah dengan Harta dan Dirinya (Biamwaalihim Wa Anfusihim)"*. Orang yang BERUNTUNG Adalah Sesuai Firman Alloh SWT QS. Ali Imron Ayat 104 :

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ.

*"Dan Hendaklah diantara Kalian Ada Segolongan Orang (Majelis MURRI maka dibentuk) yang Menyerukan kepada Kebajikan, Menyuruh (Berbuat) yang Makruf, dan Mencegah dari yang Mungkar. Dan Mereka itulah Orang-orang yang Beruntung (Mendapatkan Jannah dan Ridho Alloh SWT Baik didunia Maupun diakhirat Kelak)"*.

~ ADMIN ~
INFORMASI MURRI PUSAT
Klik link di bawah ini:
https://linkr.bio/murripusat

25/09/2024

Mochammad Djamhar Abdul Karim :
=============
MAKRIFAT
BERSHOLAWAT
=============
*Share Tuk Pepeling Diri

"Ada Sholawat (Baca) Ada Bersholawat (Mahabbatur Rosul), Ada Dzikrulloh (Baca) Ada Berdzikir (Mahabbatulloh), Ada Doa (Baca) Ada Berdoa (Melaksanakan Proses yg dimintanya dalam Do'a itu)".

"Pabila Kita Membaca Sholawat Nabi Sebanyak-banyaknya Maka dimaksudkan Adalah Mahabbatur Rosul shg dgn Mahabbah itu Ada Semacam Nur Muhammad yg Membentuk kepada Akhlak Baik (Husnul Khulq) Maka itu Ada Hadits yg sudah Masyhur dari Sahabat Abu Hurairoh Bahwa Nabi S.A.W. Bersabda : "Innamaa Bu'itstu Liutammima Makaarimal Akhlaaq, Sesungguhnya Aku diutus (Alloh SWT) Tuk Menyempurnakan Akhlak yang Mulia", HR. Ahmad, Al Hakim dan Al Baihaqi. Berarti Pabila Kita Hendak Mengamalkan Hadits ini harus Memiliki Akhlak yg Baik sbg Penjewantahan dari Mahabbatur Rosul or diistilahkan dgn Bersholawat tadi sebab Banyak yg Membaca Sholawat Namun Banyak yg Saling Hujat Menghujat, Banyak yg Saling Bermusuhan Satu Sama Lainnya d.l.l. Maka Sholawatnya itu Terkotori, Tercoreng oleh Perbuatan Buruknya itu shg Sangat Jauh dari Kata-kata "Bersholawat" Alias Mahabbah kepada Nabi S.A.W.".

Sebab,
"Nabi S.A.W. Bersabda dari Sahabat Abu Darda R.A. : "Atsqolu Maa Yudho'u Fil Miizaani Yaumal Qiyaamati Taqwallohi Wa Husnul Khulqi, (Amal Perbuatan) yg Paling Berat di Mizan (Timbangan) Adalah Taqwa kepada Alloh SWT dan Budi Pekerti yg Baik", HR. Abu Daud dan At Tirmidzi. Berarti Antara Taqwa kepada Alloh SWT dgn Budi Pekerti yg Baik itu Nyambung Alias Sejalan Bukan Malah Bertolak Belakang Yaitu Ibadahnya Rajin Namun Akhlaknya Buruk, Itu Berarti Pada Hakekatnya Belumlah Menyentuh kepada Taqwa kepada Alloh SWT".

"Banyak juga yg Berkata Bahwa : "Budi Pekerti, Akhlak yg Baik, Etika itu Bisa dibentuk oleh Lingkungan dan Pergaulan" Secara Syareatnya Memang Seakan-akan spt itu Bener, Tetapi Ketahuilah Bahwa Akhlak yg Terpuji itu Adalah Karunia Alloh SWT kepada Hamba Pilihannya yg Memang Terpilih. Akhlak yg Mulia itu Adalah Anugerah Alloh SWT yg Alloh SWT Kehendaki kpd Hambanya Tuk Menjadi Seorang Hamba yg Baik shg Jadilah Ia Baik. Akhlak spt ini ndak Bisa Berpura-pura or Bersandiwara Menjadi Orang Baik Tetap saja Pabila Belum dikaruniai Akhlak yg Baik selalu Setiap Harinya dalam Keberpura-puraan or Bahasa Umumnya dikenal dgn Perbuatan Membohongi Dirinya Sendiri. Maka itu, Pabila Seorang Hamba Belum dikehendaki Alloh SWT Menjadi Orang Baik maka Jadi Buruklah Akhlak Perilakunya, Niat Hatinya, Jalan Pikirannya Maupun Suara Lisannya shg Seringnya Terpeleset, Lengah, Su-ul Adab dan Kurangnya Sadar Diri".

Jadi,
"Bersholawat ini Maksudnya Adalah Terbentuk pada Akhlak yang Baik (Husnul Khulq) yg Merupakan Sifat Para Nabi dan Rosul, Perbuatan Utama Orang-orang yg Siddiq dan Secara Hakekatnya Merupakan Hasil Mujahadahnya Orang-orang yg Bertaqwa tadi sbg Latihan Orang-orang yg Rajin Ibadah Setiap Harinya. Oleh karena Itu Pabila Kita Memiliki Akhlak yg Baik ini, Maka Separuhnya Iman pun telah Kita Miliki Itulah Buah dari Bersholawat Nabi Alias Mahabbah kepada Nabi Muhammad S.A.W. akan Terjaga Semua Indrawi yg Zhohir mupun yg Bathin dari Segala Kesia-siaan Akhlak Perilaku yg ndak Baik. Maka itu Jaga Lisan, Jaga Hati dan Pikiran, Jaga Diri dan Eling Waspada Selalu, agar Mawas Diri pun Setiap saat selalu OnLine dan selalu OnTime Terjaga".

Admin Grup WhatsApp : Kang Ma'riful Anwar (087786443377)

~ ADMIN ~
INFORMASI MURRI PUSAT
Klik link di bawah ini:
https://linkr.bio/murripusat

Want your school to be the top-listed School/college in Banten?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Address

Banten