03/11/2024
Mochammad Djamhar Abdul Karim :
===============
*MAKRIFAT*
*KEKASIH ALLOH*
===============
Assalamualaikum WrWb Abah mohon pencerahannya mengenai pergaulan baik diri dan anak sebaiknya yang seperti apa, trmksh
===========
Wslm Wr Wb,
Bisa Kalian Fahami Poin-poin ini sbb :
1. Jikalau Kalian Duduk Bersama dengan Orang-orang yang Sering Mengecam Wali Alloh maka KedudukanMu akan Jatuh dalam Pandangan Alloh SWT dan Kalian akan segera Mendapatkan MurkaNYA Berupa Kemalangan dan Kenelangsaan Diri, Maka itu Jauhilah.
2. Jika Kalian Sering-sering Duduk dengan Siapa, Akrab dengan Siapa maka Sesungguhnya RuhMu Merasa Nyaman dengan Duduk-duduk seperti itu maka Sahabat Karib Kalian itu Sesungguhnya Keadaan DiriMu yang Sebenarnya. Pabila Mereka Orang yang Benar dan Baik Perilakunya maka Beruntunglah Trtapi Pabila Sebaliknya maka Sadarilah dan Rubahlah DiriMu maka akan Berubah juga PergaulanMu.
3. Orang yang Ngelantur Bergaulnya dengan Orang yang Ngelantur, Orang yang Tertata Dirinya Bergaulnya dengan Orang yang sudah Tertata Dirinya. Adapun Orang yang Menyamar Adalah Orang yang sudah Tertata Baik Diri dan Kehidupannya Tetapi Secara Kasat Mata ia Bergaul dengan Orang-orang yang Ngelantur, Padahal Hakikatnya ia sudah Tertata.
4. Cara Berpakaian Kalian, Cara Berbicara Kalian, Cara Berperilaku Kalian d.l.l. Apakah Masih Tergolong Kasar, Sedang Apakah Halus Perangainya, Anggun dilihatnya. Pabila Masih Kasar seperti Orang yang Kurang Pendidikannya maka Pergaulan Kalian pun akan Berjumpa dengan Orang-orang yang seperti itu Jua.
5. Circle (Sirkel) Pergaulan Diri Sangatlah Penting, Pabila Kalian Tak Merasa Cocok dengan Pergaulan yang Tertata Rapi maka Janganlah Negatif, Seharusnya Sadarkan Diri Kalian supaya bisa Berubah lebih Baik lagi. KESALAHAN yang Fatal Adalah karena Asbab Keawaman Diri yakni Merasa Cocok dengan Circle yang Justru Tambah Memperburuk Diri dan Keadaan Diri Kalian.
6. Kesalahan Pergaulan maka Kesalahan Pilihan, Kesalahan Pergaulan maka Kesalahan Konsep dan Prinsip Diri maka Berdampak (Impact) pada Berbagai Sendi-sendi Kehidupan Kalian Nantinya.
7. Ketika Kalian Bersama Guru, Berjuang Bersama Guru Mendapatkan Ketenangan, Mendapatkan Kedamaian dan Menjadi Solusi Berbagai Persoalan Hidup maka Dekati dan Rapatkan Diri Kalian kepada Guru Tersebut, KESALAHAN Fatalnya Adalah karena Asbab Keawaman Diri Kalian Memilih Jalan Menjuahi Guru yang Sebenarnya Sangat Penting didalam Diri dan Kehidupan Kalian.
8. Problem Hutang, Penyakit, Permasalahan Kehidupan, Permasalahan Kerjaan, Permasalahan Teman, Permasalahan Tumah Tangga d.l.l. Terkadang Baik Jiwa-jiwa yang Lemah, Pikiran yang Lemah, Hati yang Lemah, Ruhani yang Lemah Menjadi Faktor Penyebab ia Menjauh kepada Gurunya sehingga Semakin Menjauh kepada Alloh SWT, Hal ini Jangan sampai Terjadi. Pabila Terjadi maka Datangi, Minta Maaf, Minta Bimbingannya lalu Diri dan Kehidupan Kalian Normal Kembali.
9. Berusahalah Tuk Tak Mengejek Seseorang, Tak Menentangnya, Tak Membandingkan antara KeadaanMu dengan Keadaannya, serta Tak Menyamakan AmalMu dengan Amalnya tetapi Kembalilah Semua itu pada Al-Quran dan As-Sunnah.
10. Para Wali Alloh itu adalah Mereka yang sudah Duduk Bersama Alloh SWT dimanapun Mereka Berada dengan Tulus Ikhlas yang disertai dengan Muroqobah (Pengawasan Diri). Mereka Serahkan Kendali Mereka kepada Alloh SWT sehingga Mereka Campakkan Dirinya secara Pasrah dihadapanNYA dan Mereka Tak Mau Membela Diri ketika Ada Kejadian Tertentu sebab Mereka Malu kepada Alloh SWT, maka itu Biasanya Alloh SWT yang akan Memerangi Siapapun yang Memerangi WaliNYA itu dengan Berbagai Cara yang bahkan diluar Batas Logikanya Ummat Manusia.
11. Alloh SWT sudah Biasa Menguji Para WaliNYA itu Melalui Manusia Terutama Lewat Orang-orang yang Berilmu, maka itu Jarang Sekali Kalian Temukan Ada yang Alloh SWT Lapangkan Dadanya Tuk Mengakui Kewaliannya. Justru Seringnya Sebaliknya, yakni dengan Berkata : *"Wali Alloh itu Memang Benar Adanya, tetapi dimana Mereka.?"*. Jauhilah oleh Kalian yakni Orang yang Mengaku-ngaku sebagai Wali Alloh dan Berlarilah darinya seperti Larinya Orang yang sedang dikejar oleh Anjing or Harimau.
12. Tahukah Kalian yang dinamakan Faqih Menurut Ilmu Hakekat itu, Jadi Faqih itu Bukanlah Orang yang Mata Hatinya Tersingkap oleh Hijab-hijab tetapi Faqih itu adalah Orang yang Memahami Rahasia Penciftaannya yakni Alloh SWT Menciftakannya Tuk Taat Mengabdi. Kalau Faqih semacam ini sudah Kalian Fahami maka Kalian akan Bersikap Zuhud ketika Hidup didunia ini, Senang Mengumpulkan Amal-amal Sholeh Akhirat, Meninggalkan Nafsu-nafsu yg akan Menyengsarakannya, Sibuk selalu dengan Robbnya, Merenungkan Hari Akhir Dirinya, Selalu Bersiap-siap Tuk Persiapan Hari Esok diakhirat serta Mengingat saat Semua Ummat Manusia dikumpulkan suatu saat Nanti.
13. Nabi S.A.W. pernah Bersabda : *"Mukmin yang Kuat itu Lebih Baik dalam Pandangan Alloh SWT daripada Mukmin yang Lemah, dan pada Masing-masing Ada Kebaikannya"*, HR Imam Muslim. Tahukah Kalian Apakah Maksudnya Mukmin yang Kuat itu.?., Apakah yang Ototnya Kuat.?, Apakah yang Hartanya Kuat.?, *Ketahuilah Mukmin yang Kuat itu adalah Mukmin yang Qolbunya dicahaya dengan Nur Keyakinan yang Teruji*. Mereka Bersegera Menuju Alloh SWT dengan selalu Membersihkan Qolbunya dari Segala Sesuatu Selain Alloh SWT, karenanya Merekalah yang Lebih dahulu Bergegas Menuju Alloh SWT Tanpa Ada Kesibukan or Alasan or Apapun yang Menghalanginya Tuk Mendekat dan Bersama Alloh SWT.
14. Tahukah Kalian, Apakah yang Biasanya Menghalangi Kalian Tuk Menuju kepada Alloh SWT.?. Itulah Kebergantungan Kalian pada Makhluk sehingga Setiap Kali Qolbu Kalian ingin Menuju Allph SWT maka Qolbu Kalian akan ditarik Tak Berdaya oleh Kebergantungan itu.
15. Ingatlah FirmanNYA ini : *"Pada Hari Saat Harta dan Anak-anak Tak Bermanfaat Kecuali Orang yang Mendatangi Alloh SWT dengan Qolbu yang Selamat (Qolbun Salim)", QS. Asy-Syu'aro ayat 88-89. Ketahuilah, Qolbu yang Selamat itulah Qolbu yang Bersih yang Tak Terkait selain Alloh SWT.
16. Ada lagi : *"Sesungguhnya Kalian datang kepada Kami dalam Keadaan Sendiri-sendiri sebagamana Kami Ciftakan Kalian Pertama Kalinya..."*, QS. Al-An'am ayat 94. Maksud Ayat ini adalah Kalian Tak Bisa Sampai kepada Alloh SWT Kecuali Kalau Kalian Datang Sendirian Tanpa Sesuatu SelainNYA, Artinya Benar-benar Taubat Tanpa Taubatnya Tersebut dikaitkan or Gantungkan dengan Penyakit, Permasalah Hidup d.l.l.nya, Inilah Taubat yang Benar itu.
17. Ada lagi : *"Bukankah Alloh SWT Mendapati Kalian dalam Keadaan Yatim lalu Alloh SWT Melindunginya"*, QS. Adh-Dhuha ayat 6. Maksudnya adalah Alloh SWT baru akan Melindungi Kalian ketika Kalian Betul-betul Merasa Yatim dari SelainNYA.
18. Ada Lagi : *"Ingatlah, Sesungguhnya Para Wali Alloh itu Tak Merasa Takut dan Tak p**a Merasa Bersedih Hati yaitu Mereka yang Beriman dan Bertaqwa"*, QS. Yunus ayat 62-63".
19. Sabda Nabi S.A.W. : *"Sesungguhnya Alloh SWT itu Ganjil, maka Tidak Menyukai Kecuali yang Ganjil"*. Maksudnya adalah Alloh SWT Menyukai kepada Siapapun yang Qolbunya itu Bersih dari SelainNYA sehingga Para Wali Alloh itu Bagaimana Mungkin Mereka Bersandar kepada Selain Alloh SWT, setelah Mereka Menyaksikan KeesaanNYA itu didalam Ihsannya.
20. Ketika Kalian Memiliki Hewan or Tanaman or Benda yang Unik (Ganjil) bin Langka dan Tentunya Harganya pun Lebih Tinggi Nilainya daripada Benda yang Biasa-biasa saja Tak ada Keganjilannya, maka seperti Itulah Gambaran Kemuliaan Darojatnya Para Wali Alloh didalam Tauhidulloh, Mereka Orang-orang yang Unik (Ganjil) dan Orang Menyukai Orang-orang yang Ganjil.
Admin Grup WhatsApp : Kang Ma'riful Anwar (087786443377)
~ ADMIN ~
INFORMASI MURRI PUSAT Klik link di bawah ini:
https://linkr.bio/murripusat
22/10/2024
15/10/2024
11/10/2024
02/10/2024
25/09/2024