IPARI Bangkalan

IPARI Bangkalan Menebar Manfaat dengan Media

🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 — 17 Agustus 2026Kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah, teta...
17/08/2026

🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩

17 Agustus 1945 — 17 Agustus 2026

Kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah, tetapi amanah untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kerukunan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.

Mari kita maknai kemerdekaan dengan pengabdian, keteladanan, dan kerja nyata. Dari setiap langkah kecil dalam melayani masyarakat, kita ikut merawat Indonesia.

Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat, Bersatu dalam Keberagaman.

🇮🇩 Merdeka! Merdeka! Merdeka!

IPARI Kementerian Agama Kabupaten Bangkalan
Mengabdi dengan Ikhlas, Menebar Moderasi, Merawat Kerukunan.

17/08/2026

Doa tulus dipanjatkan untuk negeri di usia ke-81 kemerdekaan. Dalam Upacara Peringatan HUT RI, Menag Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa perjalanan bangsa ke depan masih panjang dan penuh tantangan. Namun, berbekal kerukunan dan persatuan sebagai kekuatan, mari terus bahu-membahu melangkah menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

🇮🇩 DARI MADRASAH, UNTUK INDONESIA!Tiga siswa madrasah berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan terpilih menjadi an...
16/08/2026

🇮🇩 DARI MADRASAH, UNTUK INDONESIA!

Tiga siswa madrasah berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan terpilih menjadi anggota Paskibraka Tingkat Pusat dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.

✨ Mereka adalah:
🇮🇩 Rizqy Aditya Siregar — MAN Insan Cendekia Siak, Provinsi Riau
🇮🇩 Adzra Khairy Fadian — MAN 1 Kota Serang, Provinsi Banten
🇮🇩 Khalyana Zahira Sandi — MAN 1 Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan

Ketiganya membuktikan bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan dan akademik, tetapi juga memiliki kedisiplinan, ketangguhan fisik, karakter, serta nasionalisme untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.

Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi madrasah sekaligus inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Dari ruang kelas madrasah, langkah mereka kini sampai ke Istana Merdeka untuk mengemban tugas mulia mengibarkan Sang Merah Putih. 🇮🇩✨

Selamat bertugas! Jadilah teladan bagi generasi muda dan teruslah mengharumkan nama madrasah serta Indonesia.








Siap-siap bikin 17 Agustusan tahun ini makin berkesan! Dalam rangka  , Semarak Pesta Rakyat 2026 akan hadir di 3 titik s...
15/08/2026

Siap-siap bikin 17 Agustusan tahun ini makin berkesan!

Dalam rangka , Semarak Pesta Rakyat 2026 akan hadir di 3 titik secara serentak, yaitu di kawasan Monas, Sarinah, dan Bundaran HI pada 17 Agustus 2026! Saatnya kita merayakan indahnya persatuan dalam

Apa saja yang bisa kamu nikmati? 🤔
- Ada ribuan porsi kuliner Nusantara gratis dari 1.200 UMKM yang berlokasi di Monas.
- Lomba khas 17-an di Monas dan Karnaval Kendaraan Hias.
- Konser musik di panggung hiburan bareng musisi favorit kamu.
- ​Malam Merdeka! Tutup hari dengan nonton drone show, video mapping, dan pesta kembang api!

Yuk, luangin waktu dan ajak rombonganmu! Sampai ketemu di Pesta Rakyat 2026 😉🇮🇩


Menyikapi tradisi Maulid Nabi Muhammad ﷺ; "Berbeda dalam pandangan, bersatu dalam kecintaan kepada Rasulullah ﷺ"Allah Sw...
14/08/2026

Menyikapi tradisi Maulid Nabi Muhammad ﷺ; "Berbeda dalam pandangan, bersatu dalam kecintaan kepada Rasulullah ﷺ"

Allah Swt. menciptakan manusia dengan beragam cara berpikir, latar belakang, dan pemahaman. Dalam perjalanan sejarah Islam, para ulama pun tidak selalu memiliki pandangan yang sama dalam setiap persoalan. Perbedaan itu bukanlah tanda kelemahan agama, melainkan bukti keluasan ilmu dan rahmat Allah bagi hamba-Nya.

Begitu p**a dalam menyikapi tradisi Maulid Nabi Muhammad ﷺ. Ada ulama yang memandang peringatan Maulid sebagai sarana dakwah untuk menumbuhkan cinta kepada Rasulullah ﷺ melalui shalawat, pembacaan siroh, sedekah, dan pengajian. Ada p**a ulama yang memilih tidak memperingatinya karena ingin mencukupkan diri dengan amalan yang dicontohkan secara langsung oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabat.

Kedua pandangan tersebut lahir dari semangat yang sama, yaitu keinginan untuk memuliakan agama Allah dan mengikuti Rasulullah ﷺ sebaik mungkin. Karena itu, perbedaan ini tidak seharusnya berubah menjadi permusuhan.

Yang merayakan Maulid jangan merasa paling benar hingga merendahkan saudaranya yang tidak merayakan. Sebaliknya, yang tidak merayakan jangan mudah menyalahkan atau mencela mereka yang mengisinya dengan shalawat, sedekah, dan kajian keislaman. Perbedaan cara tidak boleh menghilangkan rasa persaudaraan.

Jangan sampai perbedaan dalam satu persoalan membuat kita melupakan begitu banyak persamaan yang Allah anugerahkan kepada kita.

Rasulullah ﷺ mengajarkan akhlak yang lembut, santun, dan penuh kasih sayang. Beliau tidak mengajarkan umatnya untuk mudah bermusuhan karena perbedaan yang masih menjadi ruang ijtihad para ulama. Justru beliau mengajarkan agar umat Islam menjadi pribadi yang menjaga lisan, menghormati sesama, dan mengutamakan persatuan.

Maulid akan menjadi indah apabila melahirkan akhlak yang indah. Maulid akan bernilai apabila menjadikan hati semakin lembut, lisan semakin santun, dan persaudaraan semakin erat. Jangan sampai kita sibuk memperdebatkan cara mencintai Rasulullah ﷺ, tetapi lupa meneladani akhlak beliau dalam menghormati sesama.

Marilah kita menjadikan perbedaan sebagai sarana untuk saling belajar, bukan saling menjatuhkan. Jadikan perbedaan sebagai warna yang memperindah persaudaraan, bukan tembok yang memisahkan hati.

Belajar dari perbedaan akan melahirkan sikap rendah hati. Kita akan menyadari bahwa ilmu Allah sangat luas, sementara pengetahuan manusia memiliki keterbatasan. Karena itu, semakin banyak belajar, seharusnya semakin santun dalam berbicara dan semakin bijaksana dalam bersikap.
Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya untuk mencintai ilmu, menghormati orang yang berilmu, dan menjaga akhlak ketika terjadi perbedaan.

Jangan sampai semangat membela pendapat membuat kita kehilangan adab. Sebab, akhlak yang mulia adalah salah satu warisan terbesar yang ditinggalkan Rasulullah ﷺ.

Maka, apabila kita memilih memperingati Maulid, laksanakanlah dengan penuh keikhlasan, memperbanyak shalawat, membaca siroh Nabi, bersedekah, dan meneladani akhlaknya. Dan apabila kita memilih untuk tidak memperingatinya, hormatilah saudara-saudara kita yang memiliki pandangan berbeda selama mereka tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Marilah kita menjadikan perbedaan sebagai jembatan untuk saling mengenal, saling belajar, dan saling menghormati. Sebab, umat yang kuat bukanlah umat yang selalu memiliki pandangan yang sama dalam setiap persoalan, melainkan umat yang mampu menjaga persatuan di tengah perbedaan yang masih berada dalam ruang ijtihad.

Semoga Allah Swt. menyatukan hati umat Islam, memperkuat ukhuwah, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang mencintai Rasulullah ﷺ dengan mengikuti ajaran serta meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Karya Nurun Najmah, Penyuluh Agama Islam Kab Bangkalan

Bait demi bait Doa Menteri Agama RI pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD tahun 2026 dipanjatkan, menja...
14/08/2026

Bait demi bait Doa Menteri Agama RI pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD tahun 2026 dipanjatkan, menjadi pengingat bahwa perbedaan adalah rahmat dan persatuan adalah tali pengikat yang menjaganya. Di tengah segala keragaman, ada kebersamaan yang harus terus kita jaga dengan rasa saling menghormati.

​Menyambut , mari resapi doa tersebut sebagai bahan refleksi. Karena pada hakikatnya —bahu-membahu dan saling mendoakan demi melapangkan jalan menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur dalam hangatnya ❤️✨




Momentum kemerdekaan hendaknya tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga pengingat untuk terus bersyukur atas ni...
08/08/2026

Momentum kemerdekaan hendaknya tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga pengingat untuk terus bersyukur atas nikmat persatuan dan kedamaian yang kita rasakan sebagai bangsa. Di tengah berbagai tantangan global, Indonesia memiliki modal besar untuk terus tumbuh melalui semangat gotong royong, toleransi, dan optimisme.

Sebagaimana pesan Menteri Agama RI, "Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia, mari kita jadikan momentum kemerdekaan RI tahun 2026 sebagai penguat rasa syukur, persatuan, dan optimisme dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Di tengah dunia yang tidak menentu, Bangsa Indonesia harus tetap bersyukur karena berada di jalur yang tepat."

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan media sosial membuat informasi keagamaan tersebar begitu cepat. Di tengah ...
07/08/2026

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan media sosial membuat informasi keagamaan tersebar begitu cepat. Di tengah derasnya arus informasi, setiap orang memiliki tanggung jawab untuk lebih cermat dalam menerima, memahami, dan menyebarkan konten agar tidak terjebak pada hoaks maupun informasi yang menyesatkan.

Mari manfaatkan teknologi sebagai sarana memperluas ilmu, menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat, serta membangun ruang digital yang santun, edukatif, dan penuh inspirasi. Kemajuan teknologi akan menjadi berkah apabila digunakan dengan ilmu, etika, dan tanggung jawab.

Ketua PD IPARI Bangkalan: Story Telling Jadi Media Tanamkan Nilai Kepahlawanan dan Keteladanan Wali NusantaraBangkalan –...
07/08/2026

Ketua PD IPARI Bangkalan: Story Telling Jadi Media Tanamkan Nilai Kepahlawanan dan Keteladanan Wali Nusantara

Bangkalan – Ketua Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Bangkalan, Zakariya, menegaskan bahwa lomba Story Telling bertema Pahlawan dan Wali Nusantara merupakan sarana edukasi yang efektif dalam membentuk karakter generasi muda. Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Tanjungbumi, Kamis (6/8), dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Zakariya, di tengah derasnya arus informasi digital, generasi muda membutuhkan media pembelajaran yang mampu menghubungkan mereka dengan sejarah dan jati diri bangsa. Melalui story telling, peserta tidak hanya belajar menyampaikan cerita secara komunikatif, tetapi juga menghayati nilai perjuangan para pahlawan serta keteladanan para wali yang berperan besar dalam membangun peradaban Islam di Nusantara.

"Kegiatan ini sangat penting karena mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus memperkuat karakter generasi muda. Mereka belajar menghargai jasa para pahlawan, meneladani akhlak para wali, serta melatih keberanian, kreativitas, dan kemampuan berkomunikasi. Inilah bekal yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman," ujar Zakariya.

Ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis budaya dan nilai keagamaan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi profesi seperti IPARI menjadi langkah strategis untuk melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, serta memiliki semangat kebangsaan dan moderasi beragama.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan dewan juri dari unsur PD IPARI Kabupaten Bangkalan, yaitu Mufarrohah selaku Kepala KUA Kecamatan Kwanyar, Sainiyah selaku Kepala KUA Kecamatan Kokop, dan Moh. Samsul Arifin selaku Ketua Tim IT IPARI Kabupaten Bangkalan. Ketiganya memberikan penilaian terhadap kemampuan peserta dalam menguasai materi, teknik bercerita, ekspresi, intonasi, serta penghayatan terhadap kisah pahlawan dan wali Nusantara.

Address

Kab. Bangkalan
Bangkalan

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when IPARI Bangkalan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share