27/08/2026
Kadang-kadang aku merenung tentang kata-kata yang terasa begitu akrab, namun menyimpan makna yang mendalam. Seperti Istighfar & Tawbah. Sekilas terdengar sederhana — meminta maaf dan bertobat. Tapi, entah kenapa, setiap kali mendengarnya, selalu ada nuansa berbeda dalam hatiku. Semacam keheningan yang menyelimuti, seakan-akan ingin mengingat lagi perjalanan panjang yang tidak sepenuhnya kupahami.
Bayangkan malam yang sepi saat suara angin menyusup di antara celah-celah jendela, dan kita berbisik dalam hati, mencari kedamaian yang mungkin tersembunyi di balik kata-kata itu. Ada yang bilang, inilah jalan untuk menemukan kembali diri yang hilang. Tapi aku nggak tau kenapa, kadang merasa ada lebih dari sekedar kata-kata. Apakah kita sungguh-sungguh memahami artinya, atau hanya sekadar di permukaannya saja?
Apa yang sesungguhnya kita harapkan saat mengucapkan Istighfar & Tawbah? Apakah benar-benar untuk perubahan di dalam, atau hanya penghiburan luar?