Yuk-Jadi Orangtua Shalih

  • Home
  • Yuk-Jadi Orangtua Shalih

Yuk-Jadi Orangtua Shalih Sebelum meminta anak shalih, yuk-jadi orangtua shalih. Yuk jadikan keluarga tempat terindah untuk anak-anak kita: surga dunia.

03/06/2026

Ada dua cerita sampai ke saya.
Seorang adik yang mulai melepas hijabnya di luar rumah. Seorang anak yang melakukan hal yang sama karena sedang marah pada ayahnya.

Sebelum marah, tanya dulu pada diri sendiri. Sudahkah kita menanamkan keyakinan, atau hanya kebiasaan?

Karena hijab yang lahir dari tekanan akan mudah lepas ketika tekanan itu hilang.
Kalau anaknya sedang marah, yang perlu diperbaiki bukan penampilannya dulu. Tapi hubungannya.

Dua sebab berbeda. Tapi pertanyaannya sama: kita harus bagaimana?
Simak video ini untuk tahu jawabannya!

02/06/2026

Sejak lahir, mata anak sebenarnya didesain untuk melihat sekeliling, bukan fokus ke satu titik kecil.

Mereka tertarik dengan gerakan di samping, perubahan cahaya, dan dunia luas di sekitar tubuhnya.

Tapi pelan‑pelan, banyak dari kita justru “melatih” mata anak untuk hanya menatap satu benda saja: layar HP.

Bukan cuma soal konten yang berbahaya, tapi cara melihat dunia yang ikut menyempit. Anak kurang eksplor, kurang menoleh, kurang mengamati lingkungan nyata.

Padahal, kemampuan melihat luas ini sangat penting untuk perkembangan otak, rasa ingin tahu, dan kemampuan anak membaca situasi di sekitarnya.

Selengkapnya di youtube Abaihsan Channel dengan judul "Kenapa Orang Berilmu Bisa Jadi Pelaku Pencab*lan?"

02/06/2026

Menjadi orang tua bukan tanda bahwa kita telah selesai belajar. Justru di sinilah, pembelajaran yang paling dalam sesungguhnya dimulai.

Setiap tingkah anak yang membingungkan, setiap pertanyaan yang tak terduga, setiap tantangan yang hadir di tengah keseharian rumah, adalah undangan dari Allah untuk kita tumbuh lebih dalam.

Anak sedang berproses menjadi dirinya. Maka orang tua pun harus terus berproses menjadi versi terbaiknya. Inilah yang membuat kita juga bisa jadi orangtua yang tenang, sebab karena terus berkembang maka kesalahan pun bagian dari proses menjadi lebih baik.

Karena keluarga yang sehat bukan keluarga yang bebas dari masalah, melainkan keluarga yang tidak pernah berhenti belajar bersama.

Anak tidak butuh orang tua yang sempurna. Anak butuh orang tua yang tidak berhenti bertumbuh.

credit to:

31/05/2026

Pernah merasa heran kenapa anak bisa langsung ceria begitu diajak main ayunan atau digendong sambil digoyang pelan?

Buat mereka, sensasi itu bukan sesuatu yang benar‑benar baru. Sejak sebelum lahir, tubuh mereka sudah terbiasa dengan ritme gerakan tubuh ibunya: berjalan, bangun, duduk, berubah posisi. Semua itu terekam sebagai pengalaman gerak yang nyaman.

Itu sebabnya banyak anak justru lebih mudah tenang ketika diberi kesempatan bergerak dan “bergoyang” daripada disuruh diam terus. Bukan sekadar cari perhatian, tapi memang sistem keseimbangannya butuh diaktifkan.

Di video ini, kita bahas cara melihat hobi anak meloncat dan senang diayun bukan sebagai kenakalan, tapi sebagai kebutuhan perkembangan yang bisa kita arahkan dengan cara yang sehat dan aman.

Selengkapnya, di youtube Abaihsan Channel dengan judul "Pahami Ini Sebelum Memasukkan Anak ke Pesantren".

29/05/2026

Selama ini ganti popok di mal = urusan ibu.

Karena memang fasilitasnya cuma ada di toilet wanita.

Tapi coba masuk toilet pria di IKEA Alam Sutera dan IKEA Padalarang ada baby changing table. Beneran ada. 🤯

Sementara IKEA Sentul? Belum ada.

Ini bukan soal kecil.
Ini soal sinyal — fasilitas yang ada (atau tidak ada) mengirim pesan:
“Ganti popok bukan urusan ayah.”

Padahal anak butuh dua orang tua, bukan satu ibu yang serba bisa sendirian.

Ayah enggak harus jadi ibu.
Tapi kalau ibu lagi pegang anak yang lain,
kalau ibu lagi kelelahan —
ayah harusnya bisa, mau, dan difasilitasi.

IKEA sudah mulai.
Kapan mall lain menyusul? 👀

“Kenapa anak saya sudah sering diingatkan…tapi tetap mengulang kesalahan yang sama?”Karena anak bukan hanya butuh diberi...
28/05/2026

“Kenapa anak saya sudah sering diingatkan…
tapi tetap mengulang kesalahan yang sama?”

Karena anak bukan hanya butuh diberi tahu, mana yang benar dan salah.�Mereka juga perlu belajar berpikir tentang akibat dari setiap tindakan, kenapa sebuah perbuatan benar dan kenapa perbuatan lain salah.

Buku 20 Sikap hadir dengan cerita yang mengajak anak:�bertanya → berpikir → menyimpulkan → bertindak

Bukan sekadar disuruh patuh, tapi dilatih memahami:�• sebab–akibat�• mengambil keputusan dengan sadar�• menilai dampak tindakan bagi diri sendiri dan orang lain

Di sinilah critical thinking anak mulai tumbuh.�Bukan lewat ceramah panjang, tapi lewat cerita yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari

✨ Karena saat anak paham alasan di balik sebuah sikap, mereka akan lebih mudah belajar melakukannya dengan sadar.

Semoga buku ini bisa menjadi salah satu teman belajar yang menemani proses tumbuh kembang anak di rumah 🌱��Ini buku pertama di Indonesia yang sepanjang bukunya orangtua benar-benar dicontohkan bagaimana berdialog dengan anak yang melatih anak kemampuan berfikir dengan metode non-direct communication. ��Sebetulnya, ini buku anak atau buku untuk orangtua sih?

Tampilannya sebetulnya buku cerita untuk anak, tapi dibaliknya justru orangtua memiliki banyak referensi bagaimana berkomunikasi dengan anak yang mencerdaskan anak. Boleh dibilang ini buku parenting orangtua yang menyamar jadi buku cerita anak.

Ayah Bunda bisa mendapatkan buku 20 sikap di
https://buku.abaihsan.id

28/05/2026

Kadang kita terlalu percaya diri:
“Anak saya ngerti kok mana yang halal dan haram.”
“Suami/istri saya orang baik, enggak mungkin macam‑macam.”

Padahal, sejak awal agama sudah mengingatkan: yang berbahaya itu bukan cuma zina, tapi momen sebelum itu terjadi. Saat berduaan, batas mulai bergeser, rasa malu perlahan turun, dan pelan‑pelan logika kalah oleh emosi.

Dan ini bukan cuma soal remaja labil. Orang dewasa, pintar, bahkan yang ngerti agama sekali pun bisa jatuh di titik yang sama ketika meremehkan batas pergaulan.

Bukan karena mereka tidak tahu ilmunya, tapi karena pada titik tertentu emosi bisa menutup akal.

�Selengkapnya di youtube Abaihsan Channel dengan judul "Kenapa Orang Berilmu Bisa Jadi Pelaku Pencab*lan?"

25/05/2026

“Ayah jangan atur aku.”
“Mama nggak usah kepo isi HP aku.”
Kalimat seperti ini makin sering terdengar dari anak-anak sekarang.

Seringkali orangtua langsung panik…
marah, tersinggung, atau merasa kehilangan kendali.

Lalu bagaimana cara terbaik orang tua merespon hal ini?
Simak video ini untuk tahu jawabannya!

22/05/2026

Orang bilang nikah itu “mengekang.”

Tapi nggak ada yang cerita bahwa pulang cepat itu ternyata melegakan.
Tidur teratur itu menyehatkan.
Makan dengan tenang itu membahagiakan.

Mungkin yang kita sebut “ketidakbebasan”—sebenarnya adalah struktur yang selama ini kita butuhkan.

Rumah bukan penjara. Rumah adalah pelabuhan.

Address

Citigarden Residence C27 Jalan Atput Bandung

40194

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yuk-Jadi Orangtua Shalih posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

  • Want your school to be the top-listed School/college?

Share