Muda Jangan Riba

Muda Jangan Riba

Share

Jangan riba pokoknya!

11/04/2026

Semoga Allah sayangi ibu-ibu kita sebagaimana mereka telah menyayangi kita sejak kita belum mengerti apa-apa.

- Amiin

10/04/2026

Semoga Allah karuniakan kepada kita pasangan yang menjadi ketenangan jiwa dan jadikan kita layak menjadi ketenangan baginya.

07/04/2026

Coba perhatikan satu ayat ini.

Ketika Luqman hendak menasihati anaknya,
kalimat pertama yang keluar bukan:

❌ "Kamu harus..."
❌ "Jangan sampai kamu..."
❌ "Awas kalau kamu..."

Tapi —

يَا بُنَيَّ
"Yā bunayya..."
Wahai anakku tersayang.

---

Kata bunayya itu unik.

Dalam bahasa Arab, itu bentuk kecil dari kata ibn (anak).
Seperti kita bilang "nak" dengan nada yang paling lembut,
paling hangat,
paling penuh cinta.

Sebelum satu pun nasihat keluar —
Luqman sudah lebih dulu membangun jembatan ke hati anaknya.

---

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ

"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya,
ketika dia memberi pelajaran kepadanya,
'Wahai anakku sayang, janganlah engkau mempersekutukan Allah...'"

📖 QS. Luqman: 13

---

Ini bukan kebetulan.

Kata yā bunayya diulang tiga kali oleh Luqman
dalam satu rangkaian nasihat yang sama.
(Ayat 13, 16, dan 17)

Tiga kali mengingatkan diri sendiri —
dan mengingatkan anaknya —
bahwa di balik setiap nasihat, ada cinta yang tulus.

---

Gentle parenting bukan tren baru.

Ia adalah cara Al-Qur'an mengajarkan kita
bahwa anak yang merasa dicintai
lebih mudah menerima kebenaran.

Anak yang merasa aman
lebih berani tumbuh.

Anak yang diajak bicara dengan hormat
akan belajar menghormati.

---

Jadi kalau hari ini kamu lelah —
lelah jadi orang tua,
lelah jaga sabar,
lelah merasa nggak cukup baik —

Ingat Luqman.

Dia pun manusia biasa.
Tapi dia mulai dari tempat yang benar:

Cinta dulu. Nasihat kemudian.

---

Semoga Allah mudahkan kita mendidik anak-anak kita
dengan cara yang paling indah —
cara yang sudah Allah titipkan dalam kitab-Nya. 🤍🤲




06/04/2026

Mungkin hari ini bukan batu yang menghimpitmu.
Mungkin itu tagihan yang menumpuk.
Rencana yang berantakan.
Hubungan yang retak.
Tubuh yang sakit.
Atau sekadar rasa lelah yang tidak bisa dijelaskan kepada siapapun.

Tapi coba ingat Bilal.

Ia tidak mengandalkan kekuatannya sendiri.
Ia tidak berjuang sendirian.
Ia hanya menyebut satu nama.
Dan nama itu cukup.

"Katakanlah, Dialah Allah, Yang Maha Esa."
— QS. Al-Ikhlas: 1

05/04/2026

Semoga rumah tangga kita jadi tempat pulang yang paling dirindukan. 🤍



04/04/2026

03/04/2026

17/02/2026
28/01/2026

Semoga Allah menggantinya dengan yang lebih bail lagi, amiin.

26/01/2026





Want your school to be the top-listed School/college in Bandung?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Bandung