27/03/2018
.
KITA KEHILANGAN JIWA BANGSA SEJAK AMANDEMEN UUD 1945.
Panca Sila itu bukan hanya milik kita tetapi terlebih adalah diri kita ,yakni diri kebangsaan ,diri ke Indonesia an yang seturut von sagviny :setiap bangsa itu memiliki jiwanya masing-masing yang disebut VOLKGEIST.
Juga Ernest Renan menegaskan :Une nation est une ame ,een natei is een ziel .(bangsa itu satu jiwa ,bangsa itu mempuntai jiwa nya sendiri ) (Soekarno Lahir nya Panca Sila 1945). Apa yang terjadi sekarang sejak Amandemen UUD 1945 ,bukan hanya nilai-nilai yang di buang ,justru jiwa bangsa telah dihabisi ,kita kehilangan jiwa bangsa ,kita kehilangan jatidiri bangsa dan kita menjadi bangsa penjiplak jiwa bangsa lain ,kekuasaan di pertarungkan kalah menang ,kuat-kuatan ,banyak-banyakan suara ,caci maki ,saling fitna, debad-debadan ,Liberalisme ,padahal asal nya kita bangsa gotong royong .
DI TAHUN POLITIK MANUSIA DEMI KEKUASAAN MENG HALALKAN SEGALA CARA .
Memasuki tahun 2018 Indonesia menjadi negara yang kehilangan jati diri nya nilai -nilai luhur yang di ajarkan oleh nenek moyang dan pendiri negeri ini di porak porandakan dengan di amandemen nya UUD 1945 ,
Amandemen bukan sekedar menambahi dan mengurangi pasal -pasal UUD 1945 tetapi yang di amandemen adalah jati diri bangsa Indonesia ,tata nilai di jungkir balikan dan demokrasi Liberal dianggap agama baru dan semua hanyut termasuk para tokoh agama .
Sebaik nya kita sadar dan merenungi ajaran nenek moyang kita tentang hidup,tentang berbangsa dan bernegara agar kita sadar menjadi Indonesia bukan Indonesia di liberalkan .
SEMBILAN FILOSOFI JAWA YANG DI AJARKAN OLEH SUNAN KALI JAGA
1. URIP IKU URUP
“Hidup itu nyala. Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik”
2. MEMAYU HAYUNING BAWANA
Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan, serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak
3. SURO DIRO JOYO JAYADININGRAT LEBUR DENING PANGAS TUTI
“Sagala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar”
👇