07/05/2019
Promo berlaku untuk semua produk Abaca baik flashcard maupun mainan edukasi
Ready stock
Pengiriman dari Bandung
klik bit.ly/Mamahtrio for info and order
Amazing Kids sebagai media informasi dunia anak terkini dari berbagai hal seperti pendidikan, kesehatan, sarana bermain dan media belajar.
07/05/2019
Promo berlaku untuk semua produk Abaca baik flashcard maupun mainan edukasi
Ready stock
Pengiriman dari Bandung
klik bit.ly/Mamahtrio for info and order
Mengapa anak saya tidak tertarik belajar membaca?
Bunda, sebelum mengajarkan anak membaca ada baiknya kemampuan pramembaca (pre reading skills) anak dipupuk jaaauuh sebelum anak-anak kita harapkan bisa membaca.
Kemampuan tersebut antara lain:
1. Kaya Kosa Kata
Sejak bayi sering2lah berdialog dengan anak kita. Meski mereka belum bisa menanggapi, tapi mereka mendengar-merekam dalam memorinya. Saat memandikan, memakaikan baju, menyusui, menyuapi makan, dll berdialoglah!
2. Kesadaran akan Tulisan Cetak
Membacakan buku pada anak ternyata merupakan salah satu prereading skill yg hubungannya adalah: anak jadi tahu dan paham bahwasanya huruf-huruf itu bisa dilisankan. Anak mengetahui cara membalik halaman buku, arah membaca tulisan yang benar, dll.
3. Kegemaran akan Bacaan
Kegemaran atau motivasi membaca adalah keinginan dan kesediaan anak untuk membaca. Salah satu upaya yg dapat kita lakukan agar minat baca mereka tinggi adalah dgn mendisplay buku2 mereka di rak buku yg mudah diambil. Kemudahan anak utk dekat dan mudah dgn "penampakan buku" akan lbh memungkinkan mereka mengambil dan membaca buku2nya, bukan? ๐
4. Keterampilan Mendengar (menyimak) dan Bernarasi
Anak-anak yang memiliki keterampilan memyimak yg baik akan lebih mudah menceritakan kembali apa yang ia alami/lihat/dengar. Pada kemampuan ini diharapkan anak-anak mampu bercerita banyak hal ttg apa yg mereka alami dengan bahasanya sendiri.
5. Kesadaran Fonologis
Kesadaran fonologis adalah kemampuan utk mendengar dan mengidentifikasi bbg bunyi dlm kata-kata yg diucapkan.
6. Pengenalan Huruf
Kesiapan pramembaca ini memungkinkan seorang anak untuk mengenali huruf dan bunyinya, termasuk juga mengenali perbedaan huruf kapital dgn huruf kecil.
Nahh..jadi sebelum mengajarkan anak membaca, kuatkan dulu prereading skillnya ya, Bundaaa ๐
Semangat pagi. Semangat membersamai buah hati ๐
# Julia Sarah rangkuti
Abaca Flashcard siap mendampingi tahapan membaca si buah hati
Untuk informasi dan pemesanan
082111097555
12/09/2017
USIA BERAPA ANAK BOLEH MEMAKAI HAND PHONE (HP)?
Harga HP makin murah, bisa dicicil lagi. Paket internet juga begitu. Semua orang bisa punya dan memakai. Lalu bagaimana dengan anak-anak? Tema inilah yang tim Yassiruu-IZI Jatim obrolkan dengan Ibu Meiana Evyta, konselor keluarga dan perkembangan anak.
O iya, yang dimaksud HP di sini lebih pada smartphone karena memang sekarang ini, smartphone yang bisa digunakan untuk mengakses banyak hal di dunia maya.
HP sekarang sudah bisa dimiliki banyak kalangan, tanggapan ibu terkait fenomena ini terutama bagi anak-anak bagaimana?
Menggunakan telepon genggam, HP (handphone) sangat lumrah. Tidak hanya di kota ,orang kantoran dan berpunya saja, di Indonesia, satu keluarga paling tidak punya satu HP.
Pengguna HP juga bukan orang dewasa saja. Remaja bahkan anak-anak juga โdemamโ ingin punya. Muncul pertanyaan, sejak usia berapa anak-anak bisa dibekali HP ?
Yang perlu diperhatikan saat membekali HP ke anak-anak adalah โtanda-tanda perkembangannyaโ. Orang tua perlu cermat apakah anaknya termasuk bisa diberi tanggung jawab atau tidak. Apakah mereka paham penggunaan HP secara aman? Karena kematangan satu anak dengan anak yang lain berbeda meski usianya sama.
Kenapa orang tua mesti cermat?
Karena HP punya pengaruh yang kuat pada perkembangan anak. Fasilitas-fasilitas yang ada dalam HP sekarang bukan sekedar alat komunikasi, tapi juga bisa jadi sarana hiburan.
Apakah ada pengaruh yang buruk bagi anak-anak?
Bila anak belum matang dan bertanggung jawab dibekali HP, mereka akan sering terlena. Pikiran dan konsentrasinya bisa terpusat pada game, tontonan, lagu atau hiburan lain yang ada di HP. Ini bisa membuat anak malas belajar, sekolah atau beraktivitas positif lainnya.
Bagaimana kiat mengatur penggunaan HP untuk anak?
Untuk menyikapi efek negatif yang mungkin ditimbulkan HP, ada baiknya orang tua tahu waktu yang tepat dalam membekali HP pada anaknya.
Berikut ini kiat-kiat kapan sebaiknya HP boleh diberikan pada anak:
1. Hindarkan balita dari HP.
Sebenarnya pada usia balita, anak sudah bisa diperkenalkan penggunaan hape karena mereka sudah bisa memencet-mencet tombol.
Namun hal ini banyak menimbulkan efek negatif karena mereka jadi kurang menjelajahi dunia nyata sekelilingnya. Ini juga akan mengurangi aktivitas yang berhubungan dengan panca indra yang lain selain mata. Bila kurang dilatih, kemampuan panca indera akan berkurang.
Oleh sebab itu, HP sebaiknya diberikan saat anak benar-benar butuh dan bisa dipercaya memegangnya. Minimal usia mereka menginjak 10-11 tahun atau lebih baik lagi setelah duduk di bangku sekolah menengah saja.
Di usia ini, mereka sudah ini mereka sudah memasuki awal praremaja. Harapannya, mereka akan lebih mudah diberi pengertian tentang dampak positif dan negatifnya.
Orang tua harus mendampingi anak saat menggunakan HP.
Bila anak sudah siap dibekali HP, sebaiknya orang tua tetap mendampingi. Saat mereka memakai hape, usahakan menggunakan HPnya di ruang keluarga sehingga bisa diawasi.
Hindarkan anak memakai HP di kamar. Orang tua harus memonitor dan menemani aktivitas putra-putrinya saat menggunakan aplikasi HP. Karena ada aplikasi-aplikasi yang berbahaya yang mengandung sadistis atau pornografi.
2. Batasi waktunya.
Anak yang berusia empat sampai lima tahun, sebaiknya tidak lebih dari setengah jam memakai HP. Untuk usia enam hingga tujuh tahun, tidak lebih dari sejam.
Bila terlalu banyak menatap HP , dikhawatirkan akan merusak mata anak. Sementara untuk usia di bawah sekolah menengah, disarankan memakai HP hanya saat mereka libur.
Awasi fasilitas dan konten yang ada di HP anak.
Orang tua harus mengontrol isi (baik aplikasi atau pesan) yang ada di hape anak. Pilih yang sekiranya dapat meningkatkan motivasi belajar anak. Berikan peringatan bila ada isi yang dikhawatirkan mempengaruhi pikiran anak.
3. Usahakan yang menunjang sekolahnya.
Bagi anak usia sekolah, gunakan aplikasi HP yang mendukung kegiatan belajar dan menunjang kurikulum pelajaran. Cari aplikasi yang membantu anak untuk bisa menjelajah alam, keanekagaraman hayati, mengenal bangsa-bangsa dan sebagainya yang tidak ada di buku sekolah.
4. Berikan HP yang sederhana.
Cukup berikan HP yang sesuai dengan kebutuhan anak saja. Terutama untuk berkomunikasi dengan orang tua. Bukan untuk โjor-joranโ dan bersaing dengan teman-temannya. Juga bukan ajang gaya-gayaan, bersaing atau mengikuti tren.
Hindari handphone yang mendukung banyak game. Ini bisa jadi bumerang. Kalau anak sudah kecanduan, dia bisa sembunyi-sembunyi main game, bahkan saat di sekolah.
Semoga panduan tentang membekali HP pada anak-anak ini bermanfaat.
Wallahu a'lam.
Cintai Anakmu untuk Selamanya
๐๐ง๐ฆ๐๐ง๐ฆ๐๐ง๐ฆ๐
Pada saatnya anak-anak akan pergi, meninggalkan kita, sepi...
Mereka bertebaran di muka bumi untuk melaksanakan tugas hidupnya; berpencar, berjauhan.
Sebagian di antara mereka mungkin ada yang memilih untuk berkarya dan tinggal di dekat kita agar berkhidmat kepada kita.
Mereka merelakan terlepasnya sebagian kesempatan untuk meraih dunia karena ingin meraih kemuliaan akhirat dengan menemani dan melayani kita.
Tetapi pada saatnya, kita pun akan pergi meninggalkan mereka.
Entah kapan.
Pergi dan tak pernah kembali lagi ke dunia ini....
Sebagian di antara kematian adalah perpisahan yang sesungguhnya; berpisah dan tak pernah lagi berkumpul dalam kemesraan penuh cinta.
Orangtua dan anak hanya berjumpa di hadapan Mahkamah Allah Ta'ala, saling menjadi musuh satu sama lain, saling menjatuhkan.
Anak-anak yang terjungkal ke dalam neraka itu tak mau menerima dirinya tercampakkan sehingga menuntut tanggung-jawab orangtua yang telah mengabaikan kewajibannya mengajarkan agama.
Adakah itu termasuk kita?
Alangkah besar kerugian di hari itu jika anak dan orangtua saling menuntut di hadapan Mahkamah Allah Ta'ala.
Inilah hari ketika kita tak dapat membela pengacara, dan para pengacara tak dapat membela diri mereka sendiri.
Lalu apakah yang sudah kita persiapkan untuk mengantarkan anak-anak p**ang ke kampung akhirat?
Dan dunia ini adalah ladangnya...
Sebagian di antara kematian itu adalah perpisahan sesaat; amat panjang masa itu kita rasakan di dunia, tapi amat pendek bagi yang mati.
Mereka berpisah untuk kemudian dikumpulkan kembali oleh Allah SWT.
Tingkatan amal mereka boleh jadi tak sebanding.
Tapi Allah Ta'ala saling susulkan di antara mereka kepada yang amalnya lebih tinggi.
Allah Ta'ala berfirman:
"ูุงูุฐูู ุขู
ููุง ูุงุชุจุนุชูู
ุฐุฑูุชูู
ุจุฅูู
ุงู ุฃูุญููุง ุจูู
ุฐุฑูุชูู
ูู
ุง ุฃูุชูุงูู
ู
ู ุนู
ููู
ู
ู ุดูุก ูู ุงู
ุฑุฆ ุจู
ุง ูุณุจ ุฑููู"
"Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya."
(QS. Ath-Thuur, 52: 21).
Diam-diam bertanya, adakah kita termasuk yang demikian ini?
Saling disusulkan kepada yang amalnya lebih tinggi.
Termasuk kitakah?
Adakah kita benar-benar mencintai anak kita?
Kita usap anak-anak kita saat mereka sakit.
Kita tangisi mereka saat terluka.
Tapi adakah kita juga khawatiri nasib mereka di akhirat?
Kita bersibuk menyiapkan masa depan mereka.
Bila perlu sampai letih badan kita.
Tapi adakah kita berlaku sama untuk "masa depan" mereka yang sesungguhnya di kampung akhirat?
Tengoklah sejenak anakmu.
Tataplah wajahnya. Adakah engkau relakan wajahnya tersulut api nereka hingga melepuh kulitnya?
Ingatlah sejenak ketika engkau merasa risau melihat mereka bertengkar dengan saudaranya.
Adakah engkau bayangkan ia bertengkar denganmu di hadapan Mahkamah Allah Ta'ala karena lalai menanamkan tauhid dalam dirinya?
Ada hari yang pasti ketika tak ada pilihan untuk kembali.
Adakah ketika itu kita saling disusulkan ke dalam surga atau saling bertikai?
"Maka, cintai anakmu untuk selamanya!"
Bukan hanya untuk hidupnya di dunia.
Cintai mereka sepenuh hati untuk suatu masa ketika tak ada sedikit pun pertolongan yang dapat kita harap kecuali pertolongan Allah Ta'ala.
Cintai mereka dengan pengharapan agar tak sekedar bersama saat dunia, lebih dari itu dapat berkumpul bersama di surga.
Cintai mereka seraya berusaha mengantarkan mereka meraih kejayaan, bukan hanya untuk kariernya di dunia yang sesaat.
Utk diriku dan ortu yg lain.
Lebih dari itu untuk kejayaannya di masa yang jauh lebih panjang.
Masa yang tak bertepi...
๐๐ง๐ฆ๐๐ง๐ฆ๐๐ง๐ฆ๐
(Mohammad Fauzil Adhim penulis buku best seller Segenggam Iman utk Anak dan Saat berharga utk Kita)
โโโคโโ
Mengajarkan Sopan Santun pada Anak
โโโคโโ
Oleh:Ida Nur Laila
๐๐๐๐๐
Saya pernah menulis di fb tentang Revo dan kentut besarnya.
Saat itu saya terkesan dengan pilihan sikap Revo. Saya ulangi deh ceritanya.
Kami sedang di sebuah toko, memilih mainan untuk hadiah ultah teman Revo.
Tiba-tiba ia berkata," Sebentar Mi..."
Tentu saja saya kaget dan melihat kemana ia berlari.
Revo hanya keluar ke halaman toko. Berdiam sebentar di bawah terik matahari. Kemudian berlari balik ke tempat saya masih terlongong.
Ia lantas berbisik di telingaku:
"Umi, aku tadi kentut dulu..."
"Ooh anak pintar, anak sopan " sambil kuacungkan jempol.
Yah sebagaimana anak biasa lainnya, Revo tidak selalu sopan. Kadang ada tingkahnya yang kurang berkenan di hatiku. Dan tentu saya akan menegurnya dengan cara yang sebaik mungkin menurut situasi dan kondisi.
Terkadang saya melihat ada orang tua yang kalah kuasa dari anaknya.
Seorang ibu muda pembeli di apotek, tidak berkutik ketika anaknya meminta ini itu. Mula-mula anak ini minta vitamin kunyah. Setelahnya ia minta permen yang berharga cukup mahal.
Ibunya lantas mengeluh bahwa anak ini selalu demikian. Jika tidak dituruti akan marah dan mengamuk. Kadang mogok makan.
Saat si anak menarik-narik tangan ibunya untuk p**ang, sang ibu terpaksa menurutinya sekalipun urusannya belum selesai. Benar-benar kulihat ia dalam kendali anaknya.
Pada kesempatan lain saya menyarankan pada si ibu untuk ikut pengajian atau klub parenting di tempat saya. Menurut saya, apa yang terjadi pada si anak bermula dari kesalahan ibu. Hehe salah asuhan lah.
"Maaf bu saya tidak bisa. Kalau saya bawa dia, saya hanya akan sibuk bolak-balik ke warung karena ia selalu minta jajan ini itu. Apalagi jika sedang diajak pergi."
"Ibu beli jajannya saat berangkat dan sebagian dijanjikan saat p**ang kalau ia berlaku manis..."
" Tidak bisa bu. Dia diajak acara PKK yang cuma sebentar saja malah rewel bikin malu karena minta ini itu apalagi pengajian yang agak lama....:
Kulihat nada putus asa pada alasannya.
Di kasus lain ada orang tua yang lebih permisif lagi. Dua anaknya heboh luar biasa. Mau di rumah, di sekolah atau sedang bertamu, sama saja.
Ada saja ulah mereka yang menyisakan kekacauan.
Kulihat pangkal masalahnya adalah sikap orang tua.
"Jangan nak."
Sudah.
Saat anaknya tidak patuh atau tidak mendengarkan, si ibu tidak melanjutkan.
"Maaf bu, tolong anaknya diingatkan..." kataku saat si anak sudah sangat mengganggu forum.
"Lha, sudah kan bu, tapi dia enggak nurut"
jawab si ibu tenang.
Sebenarnya bagaimana sikap orang tua dalam mengajar sopan santun pada anak? Dan mulai kapan?
Mulai kapan adalah sejak sedini mungkin. Anak meniru dan belajar dari orang tua dan sekitarnya.
Perlakukan anak dengan sopan sebagai individu. Jangan karena masih kanak-kanak maka orang tua dan lingkungan mengabaikan dan memperlakukannya seenaknya.
Bagaimana sih memperlakukan seenaknya itu?
Misal nih, ada anak giginya ompong. Lalu orang dewasa menyapanya:
"Yee siapa nih namanya yang giginya ompong...?"
Kali lain si anak melihat ada orang dewasa yang giginya ompong. Lalu ia menyapa:
"Bapak siapa namanya yang giginya ompong?"
Lantas orang akan mengatai dia sebagai anak yg tidak sopan.
Atau ibu yang menegur dan membentak anaknya di depan orang banyak. Lantas anak meniru memanggil ibunya dengan suara keras, ibunya mengatakan bahwa si anak itu tidak sopan karena membentak ibunya di depan orang banyak.
Yah logikanya kalau si ibu saja tidak malu membentak anak di depan orang banyak, maka kira-kira ia mudah membentak anak di rumahnya sendiri.
Ada saja orang tua yang enggan minta maaf pada anak saat berbuat salah, tetapi selalu menuntut anak untuk minta maaf.
Intinya pertama adalah sejak dini perlakukan anak dengan sopan dan menxontohkan bersikap sopan kepada siapapun. Itulah keteladanan.
Kedua, berikan arahan. Bisa jadi anak berlaku tidak sopan karena belum tahu cara lain yang lebih sopan.
Misal ia salim jabat tangan dengan tangan kiri, lalu kita kasih contoh dengan tangan kanan.
Misal dia merebut mainan, kita ajari untuk meminjam dengan baik-baik.
Jika kita akan mengajak anak ke suatu acara penting, dari awal beritahukan dan contohkan bagaimana nantinya harus bersikap.
Berikan gambaran situasinya nanti dan siapa saja yang akan hadir, bagaimana ia berlaku dsb.
Ketiga, memakai sarana cerita atau analisa kasus.
Suatu ketika kami sedang di sebuah pet shop. Anak pemiliknya seusia dengan Revo. Ia berjingkrak-jingkrak dari satu kursi ke kursi yang lain. Ia mendominasi meja karyawan hingga mereka terganggu pekerjaannya.
Saat saya berbisik:
"Po, itu ada anak kecil seperti kamu..."
"Enggak, " tolak Revo "Dia enggak sopan. Aku kan enggak lompat-lompat di kursi...."
"Oh iya benar..." kataku penuh syukur.
Walaupun pada masa kecilnya Revo pernah lakukan hal yang serupa. Rupanya ia sudah tidak ingat masa-masa itu.
Dialog kita dengan anak saat melihat kasus itu akan membentuk kefahaman anak.
Keempat dengan reward dan punishment.
Berikan penghargaan pada anak atas setiap kesopanannya. Dan kita juga bisa mensepakati hukuman untuk ketidak sopanan. Tapi sebaiknya hukuman memang disepakati agar orang tua tidak terjebak pada hukuman yang emosional.
Kelima dengan doa.
Yakinlah doa orang tua itu "bekerja" dengan cara yang istimewa.
Telah banyak bukti keajaiban doa. Anak-anak bersama kita tapi jiwa mereka digenggam Sang Pemilik. Mohon kepada Allah untuk menjaga dan menuntun anak kita. Bisa saja suatu saat mereka baik, lalu menurun pada masa yang lain. Bermohon pada Allah agar hidayah dapat menetap di hati kita dan anak-anak kita.
Semoga lima hal diatas dapat mengantarkan kita mendidik anak-anak yang sopan.
Amiin.
7 TIPS PENGASUHAN ANAK DI ERA DIGITAL
Oleh: ibu Elly Risman
Membesarkan anak di zaman millenial butuh usaha ekstra dibanding puluhan tahun yang lalu. Perkembangan dunia digital tak hanya memberi kemudahan, malah kadang membuat gap antara orangtua dan anak. Tak jarang berakhir dengan anak yang membangkang atau masalah lainnya.
Psikolog dan Pendiri Yayasan Kita dan Buah Hati Elly Risman berbagi tujuh cara mengasuh anak di era digital yang bisa dipraktikkan agar hubungan antara orangtua dan anak tetap terjaga.
1. Tanggung Jawab Penuh
Ketika bicara mengenai pola asuh anak, peran seorang ibu seringkali dianggap hal paling utama. Padahal menurut Elly, sosok ayah dalam mendidik anak tak kalah penting. Di era digital seperti sekarang ini, ayah dan ibu harus memiliki pandangan yang sama, yaitu sama-sama bertanggungjawab atas jiwa, tubuh, pikiran, keimanan, kesejahteraan anak secara utuh. Masih banyak orangtua muda masa kini yang melepaskan anak-anaknya secara total di tangan orang ketiga, entah mertua atau pembantu. Namun jika hal ini terpaksa dilakukan, maka perlu dicek kembali bagaimana sejarah dari orang yang Anda rekrut untuk menjaga buah hati.
"Sebuah tesis pernah membahas mengenai peran ayah. Anak-anak yang kurang sosok ayah, dan dia punya anak laki dia nakal, agresif, narkoba, seks bebas. Anak perempuan biasanya depresi, seks bebas. Jadi ayah harus selalu ada, p**ang kerumah di era digital," ujar Elly di Plaza Selatan, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (26/5/2016).
2. Kedekatan
Perlu adanya kedekatan antara ayah dan anak, juga ibu ke anak. Kedekatan ini bukan hanya berarti melekat dari kulit ke kulit, melainkan jiwa ke jiwa. Artinya, Anda dan pasangan tak bisa hanya sering memeluk sang anak namun juga harus dekat secara emosional. "Banyak anak yang tidak dapat hal itu dari kecil sehingga jiwanya hampa," tambah Elly.
3. Harus Jelas Tujuan Pengasuhan
"Dari riset yang saya lakukan untuk ibu 25-45 tahun, bekerja tak bekerja, ekonomi menengah ke atas dan menengah ke bawah. Mereka tidak punya tujuan pengasuhan. Mereka tidak tahu anak ini mau di bawa ke mana?"
Elly menyarankan agar orangtua mulai merumuskan tujuan pengasuhan sejak anak dilahirkan. Perlu membuat kesepakatan bersama suami, prioritas apa saja yang diberikan kepada anak dan bagaimana cara pendekatannya.
4. Berbicara Baik-baik
Orangtua harus belajar berbicara baik-baik dengan anak. Tidak boleh membohongi, lupa membahas keunikan anak, dan juga perlu membaca bahasa tubuh, serta mau mendengar perasaan anak.
"Menyalahkan, memerintah, mencap, membandingkan, komunikasi seperti ini akan membuat anak merasa tak berharga, tak terbiasa memilih dan tak bisa mengambil keputusan."
5. Mengajarkan Agama
Menjadi kewajiban orangtua untuk mengajarkan anak-anaknya tentang agama. Pendidikan tentang agama perlu ditanam sejak sedini mungkin. Dalam hal ini, mengajarkan agama tak hanya terbatas ia bisa membaca Al-Qur'an misalnya, bisa berpuasa atau pergi ke gereja. Orangtua perlu menanamkan secara emosional agar anak menyukai aktivitas itu.
"Jangan kosong dan lalu dimasukkan ke sekolah agama. Tidak ada dasarnya jika begitu. Bisa dan s**a itu berbeda. Bisa hanya sekadar melakukan, tapi jika s**a, ada atau tidak ada orangtua dia akan tetap baik," tuturnya.
6. Persiapkan Anak Masuk Pubertas
Kebanyakan orangtua malu membicarakan masalah seks dengan anak dan cenderung menghindarinya. Menurut Elly, pembicaraan justru perlu dimulai sejak dini dengan bahasa yang mengikuti usianya.
"Kalau sudah keluar air mani, sudah menstruasi, itu artinya mereka sudah aktif secara seksual dan sudah telat untuk menanamkan tentang pemahaman seks. Ya jadi s**a-s**anya anak, dia bebas melakukan berbagai macam hal," tambah Elly.
7. Persiapkan Anak Masuk Era Digital
Bukan berarti Anda harus memberikannya gadget sejak bayi. Namun mengajarkan anak jika penggunaan gadget ada waktunya dan memiliki batasan untuk itu. Akses internet pun perlu dibatasi untuk mencegah anak melihat situs yang tidak diinginkan.
"Ajarkan mereka untuk menahan pandangan, menjaga kemaluan. Karena jika otakmu rusak, kemaluanmu tidak bisa dikendalikan. Jika kita tidak membicarakan, anak tidak tahu bagaimana akan bersikap." tuturnya.
Kedepankan komunikasi sebagai pengganti gadget. Sebagai contoh, ajak anak bicara tiap kali p**ang sekolah. Hal-hal di sekolah seperti tugas menumpuk, teman jahil atau guru menyebalkan sudah menjadi hal berat untuknya. Oleh karena itu, Elly menyarankan untuk berkomunikasi tentang perasaannya. Misalnya tanya perasaannya di hari itu, apa yang membuatnya bahagia dan apa yang membuatnya sedih. Dengan begitu, secara otomatis anak akan dengan mudah bercerita pada Anda tiap kali ia merasakan sesuatu.
"Ketika anak dibatasi dia pegang gadget, orangtua perlu beri alternatif lain. Tidak bisa kalau ibu atau ayahnya tidak di rumah. Contohnya ikuti les berenang, main basket, futsal, gitar atau apa yang dis**ai anak," pungkas Elly.
"Multiple intelligence"
Tidak ada anak yg terlahir bodoh, hanya saja kecerdasan anak beragam. Klo kata iklan 'beda anak beda pintar'. Jadi klo anak kita selalu dpt nilai matematika di bawah standar meskipun sudah berusaha belajar bukan berarti dia bodoh tp mgkn dia mempunyai jenis kecerdasan yg lain.
Menurut Howard Gardner kecerdasan adalah kump**an kemampuan atw ketrampilan yg dpt di tumbuh kembangkan. Kecerdasan tidak tetap dan bersifat laten, ada pada setiap orang namun kadar pengembangannya yg berbeda-beda. Gardner membagi kecerdasan mjd 8 jenis kecerdasan (teori multiple intelligence)
1. Kecerdasan logika matematika
kecerdasan ini mencakup kepekaan terhadap angka,urutan, logika dan keteraturan. Juga kemampuan untuk memecahkan masalah dgn memikirkan dan menyusun solusi dgn urutan logis. Anak dgn kecerdasan jenis ini akan menunjukkan ketertarikan pada analogi dan silogisme, mengerti pola hubungan dan mampu berfikir secara deduktif dan induktif.
contoh profesi yg sesuai: ilmuan, insinyur, computer programmer, peneliti, akuntan, ahli matematika.
2. Kecerdasan verbal linguistik
Kemampuan untuk dapat menggunakan kata-kata scr efektif, lisan ataupun tulisan. Juga termasuk kepekaan thdp arti kata,suara,ritme dan intonasi dr kata yg diucapkan. Anak dgn jenis kecerdasan ini jika terasah akan pandai mengekspresikan diri melalui bahasa lisan dan tulisan. Mereka jg memiliki perbendaharaan kata yg luas, menyukai puisi dan permainan kata.
Contoh profesi yg sesuai: ahli bahasa, ahli hukum, presenter, penulis.
3.kecerdasan visual spasial
Kecerdasan ini melibatkan kesadaran akan warna,garis,bentuk,ruang,ukuran dan hubungan antara elemen tersebut. Anak dgn kecerdasan ini mempunyai imaginasi yg baik ttng gambar dan mampu melihat obyek dari berbagai sudut pandang, memanip**asi gambar secara tiga dimensi dlm ruang dan waktu. Mereka akan mampu menciptakan kembali gambar dr kejadian/obyek yg telah di lalui/alami.
Cnth profesi yg sesuai: pelukis, interior design, arsitek, mekanik, navigator, pemahat.
4. Kecerdasan musik
Kecerdasan ini meliputi kepekaan thdp ritme melodi dan timbre dari musik yg di dengar. Jg mencakup kemampuan untuk menikmati,mengamati,membedakan,mengarang, dan mengekspresikan bentuk2 musik. Anak dgn jenis kecerdasan ini biasanya menyukai musik, s**a bernyanyi, puisi, jingle dan mampu membuat lagu.
Contoh profesi: pencipta lagu,pemain musik,penyanyi
5. Kecerdasan interpersonal
Adalah kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi dan perasaan orang lain. Tetmasuk juga kepekaan pada ekspresi wajah, suara dan gerakan tubuh orang lain dan mampu memberikan respon yg efektif dlm komunimasi. Anak dgn kecerdasan interpersonal yg terasah mampu memahami sikap, kepribadian, pandangan, dan karakter orang lain. Biasanya mereka lbh s**a kerja berkelompok atau kegiatan yg melibatkan banyak orang.
Contoh profesi yg sesuai: konselor, politisi, pebisnis,rohaniawan,sales person.
6. Kecerdasan intrapersonal
Mencakup kemampuan untuk mengetahui, menyadari dan memahami hal2 yg berkaitan dgn dirinya sendiri. Termasuk kemampuan menciptakan gambaran tentang diri mereka sendiri secara akurat dan realistis - kelebihan dan kekurangannya, kondisi emosi (mood) dan mentalnya, tujuan, motivasi,keinginan, dan proses berfikirnya. Anak dgn kecerdasan ini jika terasah akan mampu memotivasi dirinya sendiri, mendisiplinkan diri, dan mengerti/memahami dirinya sendiri dan sangat menghargai values (nilai) dan etika moral.
Profesi yg sesuai: peneliti, ahli teori, ahli filosofi.
7. kecerdasan kinestetik
Meliputi ketrampilan fisik dlm hal koordinasi, keseimbangan, kelenturan, daya tahan, kekuatan dan kecepatan. Kecerdasan ini jg mencakup kemampuan menggunakan seluruh tubuh untuk menyampaikan ide dan perasaan. Anak dengan kecerdasan ini biasanya cepat menguasai aktivitas2 fisik baik motorik kasar ataupun halus.
Contoh profesi yg cocok: atlet, penari, pematung, artis.
8. Kecerdasan naturalis
Kecerdasan ini meliputi kepekaan mengenali tanaman,binatang dan bagian lain dari alam semesta. Termasuk kemampuan untuk mengenali, membedakan, menggolongkan dan membuat kategori dari apa yg di jumpai di alam maupun lingkungan. Anak dgn kecerdasan naturalis yg berkembang biasanya s**a merawat tanaman atau binatang bahkan merawat alam. Mereka memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.
Contoh profesi yg sesuai: petani, peternak, pecibta alam, pelatih/pemelihara binatang, dokter hewan.
Ada anak-anak yg memiliki kecerdasan lbh dari satu jenis, ada jg yg hanya satu jenis kecerdasan saja. So..tugas ortu bukan mendikte anak untuk menjadi ini dan itu, tetapi mengenali minat atau ketertarikan anak yg mengarah pada pengenalan jenis kecerdasan (bakat) yg anak miliki untuk kemudian mengasah dan mengembangkannya.
by Sri Mulyani
12/01/2017
Mengapa daya kreativitas dan pendidikan di rumah sangat penting?
Hasil penelitian UNESCO mengatakan :
- 80% kreativitas seseorang terbentuk pada usia 0 โ 5 tahun
- 90% prestasi seseorang dipengaruhi oleh pendidikan di rumah usia 0 โ 12 tahun
Untuk mencapai kreativitas dan prestasi yang terbaik, berikanlah anak Anda :
ABACA flashcard
Jadikan anak Anda pintar dan cerdas dengan menstimulasi kemampuan dan memberikan media yang tepat untuk mereka! ABACA flashcard hadir membantu para orang tua untuk kedua hal tersebut.
Dengan bermain Abaca anak-anak akan :
-Beralih perhatiannya dari Televisi.
-Berkembang kemampuan bahasa, motorik, logika, daya pikir, imajinasi, observasi
*from grup Marketer Resmi Abaca
12/01/2017
KING, ANAK KINESTETIK YG S**A LARI DI KELAS DAN BIKIN PUSING GURUNYA AKHIRNYA DITAKLUKKAN ABACA
King adalah salah satu siswa bu Dwi Estarini. Luar biasa anak ini.... Luar biasa aktif maksudnya. Ga bisa diam. Ga bisa fokus. Sempat kehilangan akal untuk menenangkan King agar mau belajar bersama. Tapi setelah ABACA dikeluarkan, naaahh, taraaaaa.... barulah King tenang dan mau belajar. Malah ketagihan minta belajar terus sama bu Dwi Estarini. Nah, sekarang yg bingung malah gurunya... Minta belajar tiap hari???? Nah.. Lho !
Efek ABACA flashcard sdh ga bisa diragukan lagi deh. King yg superaktif saja bisa duduk manis setelah main dgn ABACA, apalagi anak2 kita. Tdk hanya King sebenarnya, sdh banyak anak2 kinestetik, anak2 hyperaktif, bahkan anak2 inklusi spt autis, juga bisa menggunakan media bermain ini. Ajib deh, bun.
Permainan di setiap seri akan cepat memberikan reaksi takjub pd anak. Seri panen es krim, seri sains stroberi, atau seri panen coklat, akan "menundukkan" anak aktif setipe King. Apakah ada anak2 usia Paud atau TK yg spt ini, di sekitar kita? Ortu atau gurunya kesulitan utk mengajak mereka belajar ? Coba deh ABACA flashcard. InshaAllah, bila kita niatkan utk memberikan kebermanfaatan bagi mereka, maka progress akan dicapai.
Kasus King ini cocok dgn hasil riset profesor Jaak Pankseep dari Bowling Green University yang menyatakan bahwa permainan yang bagus adalah permainan yang dapat menenangkan anak2 dengan masalah otak bagian depan yang mengontrol perilaku. ABACA terbukti dapat mengendalikan perilaku anak2 hiperaktif sehingga menjadi lebih tenang.
Namun agar permainan berhasil utk jenis anak kinestetik, tes kesiapan anak pun harus dilakukan ketika anak baru pertama kali belajar ABACA.
Perlu diketahui p**a bahwa, hasil tiap anak bisa berbeda-beda. Dari data riset yang dilakukan oleh kepala sekolah TK muslimat NU Pronojiwo kab Lumajang didapatkan bahwa riset yang melibatkan 102 siswa TK muslimat NU tsb hanya 10 anak yang kesulitan menggunakan abaca disebabkan belum siap belajar simbol. Adapun 92 anak yang telah siap belajar simbol telah SUKSES menerapkan ABACA dan hasilnya bisa membaca dalam waktu cepat lebih cepat daripada menggunakan metode lain.
Efektivitas metode abaca terbukti hingga 90%utk anak usia TK (4tahun).
Disclaimer : hasil setiap anak tidak sama bergantung kesiapan anak dan kesabaran pembimbing serta pemahaman pembimbing thd karakter anak.
More info :
082111097555/D16E2041
Hal Unik yang Dipikirkan Balita Anda
Ini mungkin sudah menjadi pertanyaan rutin setiap Ibu. Setiap kali menatap dalam ke mata bayinya, sang Ibu akan bertanya: "Apa sih yang kau pikirkan, nak? Susu? Bebek-bebekan? Atau apa?
Ternyata, menurut penulis buku "The Philosophical Baby", Alison Gopnik, otak bayi bekerja lebih keras daripada yang kita bayangkan.
"Hingga sekitar 20 tahun yang lalu, para ilmuwan mengira bahwa bayi itu egosentris dan tidak logis," ujar Gopnik. "Namun kami menemukan bahwa, dalam banyak hal, bayi dan balita tahu, belajar dan berpengalaman lebih banyak bahkan dibandingkan orang dewasa!"
Seperti dilansir MSN Lifestyle, berikut beberapa temuan menarik Gopnik :
1. Bayi sudah mengerti Anda sejak dini.
Selama ini orang menganggap bahwa anak-anak tidak akan bisa memahami pikiran orang lain hingga berusia tujuh tahun. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa mereka sudah mulai memahami sejak tujuh bulan.
"Bahkan bayi yang masih sangat kecil tahu bahwa orang memiliki keinginan dan tujuan," ujar Gopnik. "Ketika melihat Anda menggapai sebuah benda, bayi mengerti bahwa Anda ingin memegangnya."
2. Balita tahu bahwa teman khayalannya tidak nyata.
Menurut Gopnik, hampir 70 persen anak-anak memiliki teman khayalan. Bersahabat dengan teman khayalan adalah cara mereka untuk memahami dunia.
"Pada usia tiga atau empat, anak-anak mengerti bahwa teman khayalannya tidak nyata," kata Gopnik. "Tapi untuk mencoba memahami orang lain, mereka mulai membayangkan kemungkinan bagaimana jika orang itu tingginya sepuluh kaki atau tidak terlihat orang lain."
3. Anak-anak butuh jawaban bak tanaman perlu air.
Ketika anak Anda terus-menerus bertanya: "Mengapa, mengapa, mengapa?" dia sebenarnya bukan sedang berusaha untuk mengganggu Anda. Menurut Gopnik, anak memang tak tahan untuk tidak bertanya.
"Anak-anak terdorong untuk mencari tahu mengenai dunia sebanyak mungkin," katanya. "Untuk itulah mereka mendesak orang dewasa demi jawaban."
Untuk itu, kuncinya adalah bersabar, beri mereka jawaban dan persiapkan diri untuk menghadapi hari-hari di mana Anda akan ditekan anak demi sebuah jawaban.
Sumber :
kaskus.us
๐พ๐พ๐พ๐๐ธ๐๐ธ๐๐พ๐พ