Keluarga Sakinah Mawaddah Warohmah Amanah Bahagia

Keluarga Sakinah Mawaddah Warohmah Amanah Bahagia

Share

Bantu kami dalam menyebarkan kebaikan. SARANKAN/SUGGEST keTeman Anda. (HR. Muslim, no. 1893)

"Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya."

17/11/2025
30/10/2025

Pelihara?? Emangnya bintang?!!

29/10/2025

Kesabaran itu berubah kemanisan..

29/10/2025

Ayo coba.. kalian bisa gak?
Seperti yang mudah, nyatanya susah😅

28/10/2025

Suami bisa bertahan demi anak, tapi kebanyakan suami tak bisa bertahan dengan SIKAP, EGO, dan PERLAKUAN BURUK ISTRI

21/10/2025

Astaghfirullohaladzim.. perempuan jaman sekarang, mengumbar aib nya sendiri tanpa malu..

16/10/2025

🍂" ANAKMU TIDAK BUTUH IBU YANG CANTIK DAN YANG S**A BERGAUL TAPI ANAK-ANAKMU BUTUH IBU YANG PAHAM AGAMA

Hari ini kita saksikan banyak muslimah berlomba-lomba tampil cantik. Mengejar fashion mode terbaru dan selalu update tren kekinian.

Mempelajari tutorial make up dari a-z. Tidak lupa, tutorial hijab gaul pun menjadi hobi muslimah zaman now.

Para muslimah berlomba-lomba upload foto tercantik di akun sosmed masing-masing. Ada kebanggaan tersendiri ketika foto di-like banyak orang.

Makin baper ketika ada yang memuji kecantikan wajahnya. Status selebgram pun menjadi cara ampuh untuk panjat sosial di kalangan anak muda zaman now.

Ukhti, kelak engkau akan sadari. Ketika engkau menjadi bunda bagi anakmu, mereka tidak butuh ibu yang super cantik. Mereka tidak butuh ibu yang bisa tampil menor di setiap saat.

Mereka tidak butuh ibu yang bajunya mahal-mahal dan kekinian. Anak-anakmu juga tidak butuh ibu yang foto selfienya di-like ribuan orang dan memiliki jutaan followers.

Tidak, mereka tidak butuh itu semua. Mereka hanya butuh ibu yang bisa mendidik mereka dengan baik. Yang mampu menjadi tempat mencurahkan isi hati mereka.

Menjadi pelarian mereka saat sedang bersedih hati dan memberi pelukan hangat yang menentramkan. Mereka butuh ibu yang bisa menjadi pendamping tepat bagi ayah mereka untuk memimpin keluarga.

Mereka butuh sosok teladan yang bisa mereka banggakan dan dikenang sepanjang hidup.

Ukhti, pelajarilah agamamu dengan baik. Sungguh, berkeluarga adalah ibadah seumur hidupmu. Itulah ladang terbesarmu untuk menuai pahala. Pernikahan bukan hanya tentang Fulan jatuh cinta pada Fulanah.

Itu adalah ibadah terberat yang engkau mau tidak mau harus menjalaninya. Dan tidaklah ibadah itu bisa kau lakukan dengan baik tanpa ilmu yang cukup.

Bagi engkau yang sudah menikah, mari perbaiki diri. Buka kembali rencana awal mengapa engkau menikah dengannya. Pelajari ilmu agama dengan lebih serius dan jadilah ibu yang lebih baik bagi anak-anakmu.

Belum terlambat untuk memperbaiki semuanya. Pelan-pelan, mulailah dari yang paling prioritas.

Bagi yang belum menikah, kesempatanmu masih ada. Sungguh, kehidupan dunia sekarang memang melalaikan. Itulah tantangan terbesar.

Berusahalah untuk bisa lebih cuek pada dunia fana ini dan mulai merangkai perjalanan menuju akhiratmu. Pelajari ilmu agama ini sebagai pedoman utama hidup dan belajarlah dari mereka yang berpengalaman.

Segeralah membuat perencanaan dengan baik, karena sesungguhnya saat ini engkau berlomba dengan waktu. Kelak jika saat itu tiba, buatlah anakmu bangga memilikimu sebagai ibu.

Karena engkaulah pintu surga utama bagi anak-anakmu, maka buatlah dirimu pantas mendapat kehormatan itu.

𝗔𝗟 𝗨𝗠𝗠𝗨 𝗠𝗔𝗗𝗥𝗔𝗦𝗔𝗛 𝗔𝗟-𝗨𝗟𝗔
(IBU adalah Sekolah pertama bagi Anak anaknya)

Dengarlah wahai diriku...

CANTIKMU BISA HILANG DIMAKAN USIA

Dan anak-anakmu tidak butuh cantikmu.
Ia butuh kecerdasan dan sholehahnya dirimu.

Syukur-syukur sudah cantik plus sholehah p**a

Kelak anakmu akan bertanya "ummi, dimanakah Allah?
Ummi, bagaimana cara mandi wajib yang benar

Kelak ia akan bertanya,
Ummi, bagaimana cara niat sholat yang shohih? kata bu guru pakai usholi , apakah benar ???

Kelak ia akan bertanya
Bagaimana cara wudhu yang sesuai Rasulullah???

Kelak ia akan bertanya siapakah mahram mahram ku umi?
Siapakah yang berhak bersalaman dan melihat auratku umi?

Kelak ia akan bertanya apa saja batasan-batasan auratku umi?

Kelak ia akan bertanya apa itu safar ???
Apa itu ikhtilat ???
Apa itu riba ???
Bagaimana doa-doa shohih yang Rasulullah ajarkan ???

Daaaaaan masih banyak lagi.
Apakah engkau akan menjawab
'Ah ummi tidak tahu nak, tanya guru ngaji aja ya'.

Atau engkau akan menjawab
"Ah ummi lupa nak, coba cari di google nak'.

Atau engkau akan menjawab
'Maaf ummi tidak tahu nak'..

-->
Kenapa madrasah anak itu ada pada ibu nya? Bukan ayah nya?

Kalimat “madrasah anak itu ada pada ibunya” sering diucapkan dalam konteks pendidikan Islam dan keluarga. Makna ini bersifat filosofis dan sosiologis, bukan berarti ayah tidak berperan, tetapi karena peran ibu memiliki pengaruh paling awal dan paling kuat terhadap pembentukan karakter anak.

Mari kita bahas dari tiga sudut pandang: agama, psikologi, dan sosial.

🕌 1. Dari Sudut Pandang Agama.
Dalam Islam, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Surga berada di bawah telapak kaki ibu.”
(HR. Ahmad, an-Nasa’i, Ibnu Majah)

Hadis ini menegaskan kedudukan mulia ibu dan perannya yang sangat besar dalam kehidupan anak.

Ibu adalah madrasah pertama (al-ummu madrasatul ula) karena:
✅Anak pertama kali mendengar, merasakan, dan belajar dari ibunya sejak dalam kandungan.
✅Ibu yang mengasuh, menyusui, dan mendidik sejak bayi hingga masa pembentukan kepribadian.
✅Nilai-nilai iman, kasih sayang, kesabaran, dan adab banyak ditanamkan langsung melalui interaksi sehari-hari dengan ibu.

🧠 2. Dari Sudut Pandang Psikologi

Secara psikologis:
✅Anak mengalami ikatan emosional paling kuat dengan ibu (attachment theory).
✅Masa usia 0–7 tahun adalah masa pembentukan karakter dasar, dan pada masa itu anak paling banyak bersama ibunya.
✅Ibu berperan besar dalam membentuk rasa aman (security), empati, dan moral anak.
✅Pengalaman emosi pertama — seperti kasih sayang, kelembutan, atau disiplin — paling banyak datang dari figur ibu.

👨‍👩‍👧 3. Dari Sudut Pandang Sosial dan Peran Ayah.
Meski ibu disebut sebagai “madrasah pertama”, ayah tetap sangat penting sebagai:
✅Pemimpin dan penentu arah pendidikan keluarga.
✅Teladan tanggung jawab, kerja keras, dan ketegasan.
✅Penyedia lingkungan yang aman dan stabil agar ibu dapat mendidik dengan tenang.

Artinya, ibu adalah madrasah, tapi ayah adalah kepala sekolahnya.
Tanpa kepala sekolah yang bijak, madrasah pun sulit berjalan dengan baik.

📚 Kesimp**an
Ibu disebut madrasah pertama karena dari rahim dan pelukannya lahir generasi,
dari tutur katanya tertanam nilai,
dan dari ketulusannya tumbuh kepribadian.

Namun, pendidikan anak adalah sinergi antara ayah dan ibu.
Ibu membentuk hati dan akhlak, ayah meneguhkan arah dan tujuan hidupnya.

15/10/2025

Terimakasih sudah nge follow Keluarga Sakinah Mawaddah Warohmah Amanah Bahagia Susi Haryanti, Rumah JimsHoney Ambarawa, Hasviroh Viro, Ida Nuryanti
semoga selalu mendapatkan kebaikan dan Hikmah dari setiap postingan kami.
Bagi yang ingin bergabung di Group Facebook kami, silahkan bergabung di
Sini : Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warohmah, Amanah dan Bahagia

09/09/2025

MasyaAlloh.. istri yg hebat👍🏻

28/08/2025

Dasar laki-laki gak tau diri!!😤
Kalau suamimu seperti ini apa yang akan kamu lakukan?

Want your school to be the top-listed School/college in Bandung?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

Address

Bandung