Roma 6:22
Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.
Belajar Alkitab
Belajar Alkitab sangatlah penting bagi kita yang haus akan kebenaran Firman Tuhan, mendalami dan mem
Mazmur 25:12-13
12 Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya.
13 Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi.
08/04/2021
Manusia selalu mengandalkan apa yang Dia Punya, tetapi semuanya itu Tuhan melihat Hati yang berkenan kepadanya.
Mari datang dgn sepenuh hati untuk memuliakan nama Tuhan
Jangan Sombong!
Yesaya 14:1-23
Agar sebuah kereta tetap berjalan, rodanya harus terus berputar; ada bagian yang kadang di atas, kadang di bawah. Kehidupan manusia pun seperti roda. Saat di bawah, ingatlah bahwa kita pernah di atas. Saat di atas, ingatlah juga bahwa kita pernah di bawah. Jadi, tidak perlu rendah diri, kecewa, dan putus asa ketika berada di bawah. Sebaliknya, tidak perlu tinggi hati ketika berada di atas.
Contohnya Israel dan Babel. Israel pernah berada di titik terendah dalam kehidupan mereka: dibuang ke Babel dan dipaksa bekerja sebagai budak selama 40 tahun. Sementara, Babel pernah berada dalam situasi kehidupan paling tinggi: bangsa yang besar, hebat, dan berkuasa. Babel berhasil menaklukkan Siria, Mesir, Aram, Filistin, dan Israel. Keberadaan yang kontras antara Israel yang di bawah dan Babel yang di atas dinubuatkan secara terbalik oleh Nabi Yesaya. Israel yang rendah akan ditinggikan, dibebaskan dari perbudakan (4), menjadi pemimpin dari bangsa-bangsa (2-3), p**ang kembali ke tanah airnya. Demikian juga Babel yang berada di posisi tinggi yang digambarkan sebagai Bintang Timur dan Putra Fajar (12) akan direndahkan. Kerajaan ini akan mengalami kehancuran kekal. Penyebab utama kehancuran Babel adalah kesombongannya. Babel ingin menjadi sama seperti Allah, bahkan lebih tinggi dari Allah. Inilah yang membuat murka Allah jatuh menimpa Babel (13-14).
Karena itu, bagi kita yang saat ini merasa di bawah, janganlah tawar hati, sedih, atau putus asa. Tuhan senantiasa memberikan pengharapan serta jalan keluar yang terbaik. "Habis hujan tampak pelangi. Badai pasti berlalu", asalkan kita mau taat dan setia serta mengandalkan Tuhan. Sementara itu, bagi kita yang merasa di atas, janganlah sombong, apalagi takabur, lalu merendahkan orang-orang yang sedang berada di bawah. Justru sebaliknya, mari kita pergunakan kekayaan dan kesempatan yang Tuhan berikan untuk makin mengasihi dan menolong banyak orang, terutama mereka yang saat ini mengalami situasi hidup yang sulit karena merosotnya perekonomian. Dalam hal inilah nama Tuhan dimuliakan.
Baca Gali Alkitab 8
Yesaya 11:1-10
Perikop hari ini adalah tentang keturunan Isai yang merupakan Juruselamat bagi umat Tuhan. Cara-Nya menghakimi tidak akan sekilas pandang dan keputusan-Nya bukan atas kata orang. Ini memperlihatkan keadilan-Nya dalam menghakimi orang-orang lemah. Dunia akan damai, binatang buas akan makan rumput bersama dengan hewan jinak. Tidak akan ada yang berbuat jahat lagi. Pada waktu itu, Dia akan dicari seluruh bangsa dan tempat kediaman-Nya menjadi mulia (10).
Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang akan terjadi pada tunas yang keluar dari tunggul Isai? (1)
2. Roh Ilahi ada pada-Nya. Roh apa sajakah itu? (2-3a)
3. Bagaimana cara Dia menghakimi orang-orang lemah? (3b-5)
4. Seperti apakah suasana damai bagaikan Taman Eden yang dilukiskan di sini? (6-9)
5. Pada waktunya nanti, akan menjadi seperti apakah taruk dari Isai ini? (10)
Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Dari nubuat tentang Tuhan kita Yesus Kristus ini, apa yang bisa Anda bayangkan tentang suasana pada waktu itu?
2. Apa sifat Tuhan yang diutarakan dan ditonjolkan dalam nubuat ini?
3. Bagaimana perilaku orang-orang pada waktu itu, yaitu ketika Raja Damai datang?
Apa respons Anda?
1. Nubuat Tuhan ini menggambarkan segala hal yang baik dan indah. Apakah Anda ingin ikut menikmatinya? Jika ya, komitmen apa yang akan Anda lakukan agar Anda tidak kehilangan kesempatan untuk menikmatinya?
Pokok Doa:
Biarlah Tuhan menguasai hati dan pikiran kita agar senantiasa tertuju kepada-Nya.
Menempatkan Diri sebagai Alat
Yesaya 10:5-19
Sebagus apa pun sebuah alat tidak akan berguna jika tidak ada orang yang menggunakannya. Namun, apa yang terjadi jika alat yang dipakai menyombongkan diri kepada pemakainya? Itulah yang dilakukan Asyur kepada Tuhan yang memakainya untuk mengingatkan Israel.
Bangsa Asyur lupa diri dan jatuh dalam kesombongan, padahal Allah memakai Asyur untuk menghukum Israel. Sekarang Allah akan menghukum kesombongan dan kecongkakan Asyur karena mereka bermaksud memusnahkan umat Tuhan. Tindakan Asyur melampaui batas kekuasaannya. Kesombongan Asyur bagaikan kapak yang memegahkan diri terhadap orang yang memakainya atau gergaji yang membesarkan diri terhadap pemakainya (8-15).
Karena kesombongannya ini, maka Allah melalui nabi Yesaya menubuatkan keruntuhan Kerajaan Asyur (15-19). Hukuman Allah bersifat menyeluruh; tanah, ladang pertanian, dan perkebunan akan dimusnahkan hingga puing-puingnya dapat dihitung anak-anak kecil. Hal tersebut menunjukkan kesudahan dari kesombongan Asyur yang mencoba menentang Allah yang mahakuasa.
Karena kesombongannya, manusia cenderung membanggakan pangkat, jabatan, maupun kekayaannya, bahkan atas semua karunia yang Tuhan berikan. Terlebih lagi, orang cenderung menempatkan kepandaiannya sebagai unsur utama pembawa kesuksesannya, dan tidak mau mengakui bahwa ada Tuhan yang berkarya di balik semua itu. Kita harus ingat bahwa kita adalah alat yang dipakai Tuhan untuk menjalankan maksud dan rencana-Nya di tengah-tengah dunia ini.
Mari kita sadari bahwa Tuhan memercayai kita untuk menjadi alat-Nya dalam rencana keselamatan-Nya. Dengan menyadari bahwa kita mengemban misi yang Tuhan percayakan kepada kita, maka sudah seharusnyalah pangkat, jabatan, kekayaan, dan karunia yang kita terima, kita berikan kembali kepada Tuhan menjadi persembahan yang harum bagi misi-Nya. Kita alat Tuhan dan Dialah pemilik dan pemakainya.
Dari Gelap Terbitlah Terang
Yesaya 9:1-7
Bila kita berjalan di dalam sebuah ruang gelap dan tidak tahu jalan yang harus kita lalui, biasanya akan timbul rasa khawatir menabrak benda-benda yang ada di sekitar kita. Kita pasti berusaha mencari apa saja yang bisa dipegang untuk dijadikan alat bantu melangkah. Hal ini kita lakukan tanpa memperhatikan apakah alat bantu itu bisa memberikan penerangan atau tidak.
Raja Ahas telah mengambil keputusan yang salah, yaitu meminta pertolongan kepada Asyur, bukan Allah. Ternyata Asyur bukan menolong, melainkan menindas Yehuda. Hal ini digambarkan dengan bangsa yang berjalan dalam kegelapan (9:1). Kondisi ini akan berakhir karena Allah menjanjikan Penyelamat, yakni sang pembawa terang, yang akan melenyapkan kegelapan. Hal ini digambarkan seperti sukacita panen (9:2).
Penindasan oleh Asyur yang membawa penderitaan akan berakhir. Nubuat Yesaya ini digenapi dengan datangnya Allah ke dalam dunia. Manusia yang dikuasai kegelapan dosa melihat Terang yang mengusir kegelapan. Kedatangan-Nya mengubah kedukaan menjadi sukacita. Ia yang datang sebagai Terang adalah Allah sejati. Ini jelas dari empat nama ilahi-Nya, yaitu Penasihat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, dan Raja Damai (9:5).
Janji Allah adalah Terang yang membawa sukacita yang akan menerangi kegelapan. Penderitaan kita tidak selamanya akan kita rasakan, melainkan akan segera menjadi sukacita bila kita mengharapkan pertolongan Tuhan. Iman menjadi jaminan atas apa yang kita harapkan, namun iman menuntut kesetiaan.
Terkadang kita terlalu terfokus pada masalah sehingga lupa bahwa Tuhan mampu menolong kita. Terlebih lagi, jika orientasi hidup kita salah, maka kita akan tenggelam dalam kegelapan. Namun, Tuhan tidak akan membiarkan kita menderita berlarut-larut. Ia akan memberi jalan keluar. Kita hanya perlu datang dan memohon kepada Allah. Ia akan menuntun kita menemukan solusi dari berbagai masalah yang tengah merintangi jalan kita. Ia akan menerbitkan terang-Nya dari dalam kegelapan, dan kita hanya perlu menyambut-Nya.
Tanda Kedatangan Mesias
Yesaya 7:10-25
Sebuah tanda atau rambu biasanya digunakan sebagai petunjuk arah bagi seseorang untuk mengarahkannya ke tujuan. Selama mengikuti tanda yang ada, dapat dipastikan bahwa siapa pun yang mengikutinya tidak akan tersesat.
Kehadiran Mesias seharusnya bukan sesuatu yang mengejutkan bagi orang Israel karena mereka telah mendapat tanda atau petunjuk tentang hal itu. Tanda itu diberikan dengan jelas kepada mereka: "Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel" (14). Sebagai nubuat, tanda yang diberikan kepada Israel benar-benar menunjuk kepada Yesus Kristus yang akan datang dengan membawa perjanjian yang baru.
Sekalipun Tuhan mempertegas tanda yang berkaitan dengan hari kedatangan-Nya, selalu terjadi penolakan dari pihak umat (17-25). Begitu p**a bagi generasi selanjutnya dari umat Perjanjian Lama. Ternyata tanda yang diberikan tidak cukup untuk mengantarkan mereka kepada pengenalan akan Kristus kala nubuat itu digenapi.
Ketika Yesus hadir, Ia kerap mendapat pertentangan dan penolakan dari bangsa itu. Mulai dari terkejutnya orang Israel ketika orang majus datang menanyakan di mana tempat Mesias dilahirkan (lih. Mat 2:1-3), hingga sikap mereka yang kerap mencurigai dan mempertanyakan sumber kuasa dari mukjizat yang Yesus lakukan (lih. Mat 13:54). Masih banyak lagi rangkaian penolakan yang Yesus alami dari orang Israel. Puncak penolakan terjadi ketika mereka menyeret Yesus ke kayu salib.
Tuhan senantiasa memberi tanda dan petunjuk. Kita pun sudah diberi kemampuan untuk menangkap setiap tanda dari Tuhan, baik melalui firman-Nya maupun tanda-tanda alam yang terjadi seperti bencana, permusuhan antarbangsa, pandemi, pergeseran tatanan hidup, atau kesulitan ekonomi. Dengan memahami tanda-tanda itu, kita mampu melakukan kehendak-Nya pada zaman akhir ini sambil menantikan kedatangan-Nya untuk yang kedua kali.
Jaminan Tuhan di Tengah Ancaman Musuh
Yesaya 7:1-9
Pernahkah saudara mendapat ancaman dan tekanan dari pihak yang lebih kuat? Biasanya hal seperti ini akan mendatangkan kepanikan, kegelisahan, bahkan ketakutan yang menguras tenaga dan pikiran. Bisa saja ini menyita fokus hidup kita. Hidup menjadi tidak produktif dan kita jadi meragukan keberadaan Tuhan.
Kira-kira seperti itulah yang dialami Yehuda. Karena mereka selalu mengeraskan hati dan mengabaikan peringatan yang diberikan Tuhan, maka saat penghukuman pun tiba. Ancaman dari pihak musuh mulai menghampiri mereka. Rezin, raja Aram dan Pekah bin Remalya, raja Israel maju ke Yerusalem untuk berperang melawan kota itu (1). Yerusalem, yang merupakan kota kudus Tuhan dan menjadi tempat peribadatan mereka, berubah menjadi tempat yang mendatangkan ketakutan kepada Raja Ahas maupun rakyatnya (2).
Dalam situasi seperti itu Tuhan menunjukkan kasih setia-Nya terhadap umat-Nya, yaitu dengan memberikan jaminan perlindungan kepada mereka. Melalui Yesaya, Tuhan menegaskan akan ancaman yang datang bahwa "Tidak akan sampai hal itu, dan tidak akan terjadi" (7). Namun, jaminan perlindungan Tuhan harus diikuti dengan sikap raja yang percaya kepada firman Tuhan, yang mengatakan: "Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut" (4). Dengan jaminan ini, diharapkan Raja Ahas dan segenap bangsa Yehuda berbalik kepada Tuhan dan sepenuhnya berlindung kepada Tuhan. Iman mereka kepada Tuhan membawa mereka kembali hidup dalam berkat Tuhan.
Jaminan perlindungan Tuhan kepada umat pilihan merupakan bukti bahwa Tuhan mengasihi umat-Nya, sekalipun mereka memberontak. Tuhan tetap berpihak pada perjanjian-Nya. Bukti kasih setia Tuhan harus menjadi magnet yang membawa umat berbalik kepada-Nya.
Mari kita merespons kasih Tuhan secara patut dengan hidup sesuai kehendak-Nya. Kasih Tuhan adalah jaminan bagi kita bahwa sekalipun ketika kita berada di tengah ancaman, kita aman dalam lindungan-Nya.
Celakalah Mereka
Yesaya 5:8-24
Israel adalah bangsa yang Allah pilih berdasarkan perjanjian-Nya dengan nenek moyang mereka. Bangsa ini diharapkan menjalani kehidupan sebagai bangsa yang memiliki karakter Allah yang telah memilih mereka. Akan tetapi, hal yang terjadi justru sebaliknya.
Mereka membelakangi Allah. Hati mereka condong kepada berhala-berhala bangsa lain, dan perbuatan mereka melukai hati Allah. Karena itu, Yesaya memperingatkan mereka dan mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang celaka. Mereka orang-orang yang layak mendapat murka Allah karena tidak taat kepada Allah yang telah mengikatkan diri kepada mereka dengan perjanjian.
Siapa saja yang masuk ke dalam kategori celaka? Pertama, orang-orang yang hatinya penuh keserakahan (8). Kedua, orang-orang yang hidup dalam pesta pora (11-12). Pesta pora dan kemabukan membuat bangsa itu lupa akan anugerah Tuhan. Ketiga, orang-orang yang hidup dalam kebohongan (18). Keempat, orang-orang yang memutarbalikkan fakta. Kelima, orang-orang yang merasa bijaksana (21). Keenam, orang-orang yang menyebabkan kemabukan (22). Ketujuh, orang-orang yang karena suap berlaku licik dan culas (23).
Karena umat Tuhan memiliki karakter seperti itu, Allah menghukum mereka. Mereka dihukum ke pembuangan. Di sana mereka mengalami berbagai penderitaan akibat tidak mengindahkan hukum dan firman Tuhan.
Allah Yang Mahakudus akan memperlihatkan keadilan-Nya kepada umat yang hidupnya menyimpang dari kebenaran-Nya. Pembuangan menjadi tempat yang tepat bagi mereka agar masuk ke dalam hajaran Allah yang mendidik dan mengubahkan.
Apa yang terjadi pada umat Tuhan dalam Perjanjian Lama merupakan peringatan bagi kita semua saat ini. Ketika kita memilih untuk hidup dalam kesenangan dunia dan mengabaikan kekudusan Allah, maka Ia tidak akan segan-segan menghukum umat-Nya. Hal itu merupakan hajaran yang mendatangkan kebaikan sehingga kita menghormati-Nya secara patut, dengan hidup terpuji di tengah-tengah dunia.
Baca Gali Alkitab 6
Yesaya 3:1-15
Dalam perikop ini, Yesaya menubuatkan kehancuran yang akan datang kepada Yehuda dan Yerusalem karena dosa mereka. Allah mengatakan, Ia akan menyingkirkan semua unsur yang dibutuhkan untuk kehidupan maupun pemerintahan mereka. Yesaya juga memperingatkan semua orang agar tidak menaruh kepercayaan kepada manusia atau ciptaan lain karena semuanya akan binasa.
Lalu, bagaimanakah pengadilan Tuhan atas mereka? Mari kita lihat.
Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang akan dilakukan Tuhan semesta alam? (1)
2. Siapa saja yang dimaksud dengan orang yang diandalkan? (2-3)
3. Apa yang akan terjadi setelah Tuhan mengangkat pemuda-pemuda menjadi pemimpin mereka? (4-5)
4. Apa percakapan yang terjadi di antara orang-orang? (6-7)
5. Mengapa Yerusalem runtuh dan Yehuda rubuh? (8)
6. Apa yang tidak lagi disembunyikan orang-orang dan apa akibatnya? (9)
7. Apa upah bagi orang benar dan ganjaran bagi orang fasik (10-11)?
8. Apa yang akan terjadi dengan umat Tuhan? (12)
9. Apa yang dilakukan Tuhan terhadap orang-orang? (13-15)
Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Pelajaran apa yang bisa ditarik dari penghukuman Tuhan bagi orang jahat?
Apa respons Anda?
1. Supaya terhindar dari hukuman Tuhan, tindakan apa yang akan Anda lakukan?
2. Untuk perbuatan buruk apa, jika ada, Anda berkomitmen untuk tidak melakukannya lagi?
Pokok Doa:
Kekuatan dari Tuhan kita butuhkan agar kita tidak menjadi sesat dan mengalami penghukuman-Nya.
Nyanyian Kemarahan
Yesaya 5:1-7
Nyanyian merupakan salah satu cara mengekspresikan isi hati. Nyanyian kerap digunakan untuk menceritakan suatu hal secara tersirat. Nyanyian bisa mengungkapkan suasana hati gembira, sedih, kecewa, atau marah. Sebagai abdi Allah, Yesaya mewakili Allah untuk menyampaikan kemarahan-Nya kepada umat Israel melalui nyanyian.
Apa yang Allah lakukan terhadap orang Israel dan Yehuda bisa diibaratkan dengan apa yang biasanya dilakukan oleh seseorang atas kebun anggur yang dikelolanya. Ia menggarap kebun anggur tersebut dengan sebaik-baiknya dengan harapan dapat menghasilkan buah anggur yang baik. Namun, hal yang terjadi justru sebaliknya karena buah anggur yang dihasilkan kebun anggur itu rasanya asam (2).
Israel adalah umat pilihan Allah. Tentu Allah mengharapkan Israel dapat bertindak seperti yang Allah kehendaki, namun Israel justru bertindak membelakangi Allah. Akumulasi dosa membawa mereka ke dalam murka Allah. Dalam murkanya, Allah berfirman, "... mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?" (4).
Israel kerap bertindak meleset dari ketetapan Allah. Contohnya, dosa menyembah berhala, berzina, dan berbagai perilaku lain yang melukai hati Allah. Hal-hal seperti inilah yang membuat Allah bertindak keras terhadap Israel. Dalam nyanyian Yesaya ini tergambar Allah yang menarik perlindungan-Nya atas umat-Nya dan membiarkan Israel dihancurkan (5-6). Apa yang terjadi pada Israel adalah akibat dari apa yang mereka lakukan terhadap Allah. Hukuman Allah merupakan konsekuensi dari perilaku membelakangi Allah.
Allah memberikan nubuatan penghukuman dalam bentuk nyanyian kemarahan sebagai peringatan kepada umat-Nya supaya mereka berbalik dari perilaku yang jahat dan kembali kepada Allah. Jika tidak, maka hukuman akan terlaksana. Sesungguhnya, ini bentuk kasih Allah kepada umat-Nya.
Mari kita sebagai umat Allah mengindahkan setiap peringatan Allah, bukan hanya supaya tidak dihukum, melainkan karena kita menghormati dan mengasihi-Nya.
Click here to claim your Sponsored Listing.