DUBM

DUBM

Share

Ikuti Ulama yang mempunyai ilmu bersanad sampai kepada Rasulullah ﷺ agar selamat Dunia dan Akhirat.

31/03/2025

Merugi Orang Yang Dosanya Tidak Diampuni Allah Dalam Bulan Ramadhan.

Kita tahu bersama bahwasannya Ramadhan adalah bulan ampunan. Bulan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni hamba-hambaNya di dalam bulan Ramadhan.

Seakan baru saja kita bertemu bulan Ramadhan,
Namun tak terasa tiba² kita sudah berada di penghujung Ramadhan.

Sedih rasanya ketika Ramadhan akan segera berakhir.
Sebab jika Ramadhan yang pergi pasti akan kembali lagi.
Namun jika kita yang pergi, tak akan kembali lagi.

Ramadhan adalah bulan ampunan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan ampunan pada bulan tersebut.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَقِيَ الْمِنْبَرَ

“Bahwa Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam menaiki mimbar.”

فَقَالَ : آمِينَ ، آمِينَ ، آمِينَ

“Lalu beliau mengucapkan sebanyak tiga kali: Aamiin.”

Dan arti aamiin adalah “Ya Allah, kabulkanlah.” Ini berarti beliau seakan-akan mengatakan: “Ya Allah kabulkan, Ya Allah kabulkanlah, Ya Allah kabulkanlah.” Beliau ketika naik ke atas mimbar mengucapkan itu tiga kali.

Lalu beliau ditanya:

مَا كُنْتَ تَصْنَعُ هَذَا

“Wahai Rasulallah, engkau belum pernah melakukan ini sebelumnya. Ada apa?”

Maka Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda.

Yang pertama:

قَالَ لِي جِبْرِيلُ : رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ، فَقُلْتُ : آمِينَ

“Jibril ‘Alaihis Salam berkata kepadaku: ‘Sungguh sangat merugi seseorang yang ia masuk kedalam bulan Ramadhan lalu tidak diampuni dosanya.’ Kata Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: ‘Aku pun mengucapkan: Aamiin (Ya Allah, kabulkanlah).'”

Tentu aneh, bulan ampunan tapi tidak diampuni. Dari hadits ini kita tahu bahwa ada orang-orang yang tidak diampuni dalam Ramadhan. Maka ini hati-hati.

Lalu yang kedua:

ثُمَّ قَالَ : رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ، فَقُلْتُ : آمِينَ

“Jibril ‘Alaihis Salam berdoa: ‘Sungguh sangat merugi seseorang yang disebutkan nama engkau di hadapannya lalu ia tidak bershalawat atasmu.’ Maka aku pun mengucapkan: ‘Ya Allah, kabulkanlah'”

Ini adalah orang yang semestinya disebutkan Nama Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dihadapannya dia bershalawat. Dan shalawat amalannya mudah. Menggerakkan lisan, tidak sulit, tetapi dia tidak mau bershalawat atas Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka saya nasihatkan kepada para pemirsa, jika anda mendengar televisi dan di dalamnya ada orang yang mengucapkan nama Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bershalawatlah. Karena amalannya muda. Tapi ada orang yang aturan amalannya mudah tapi dia tetap tidak mau beramal. Ini sangat merugi.

Yang ketiga:

ثُمَّ قَالَ : رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا فَلَمْ يُدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، فَقُلْتُ : آمِينَ

“Jibril ‘Alaihis Salam berdoa: ‘Sungguh sangat merugi seseorang yang mendapai kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya lalu ia tidak masuk surga.’ Maka aku pun mengucapkan: ‘Ya Allah, kabulkanlah'”

Ada orang yang mempunyai kesempatan masuk surga, yaitu mengurus kedua orang tua, ternyata dia tidak mengurus, akhirnya tidak memasukkannya ke dalam surga. padahal dia mendapati orang tuanya atau salah satu dari keduanya untuk dia berbakti kepadanya, tetapi dia tidak mau berbakti, akhirnya dia tidak masuk ke dalam surga.

Salah satu ulama berkata berkata :

‌كيف ‌لا ‌تجرى ‌للمؤمن ‌على ‌فراقه ‌دموع وهو لا يدري هل بقي له في عمره إليه رجوع

“Bagaimana mungkin air mata seorang mukmin tidak menetes saat berpisah dengan Ramadhan, padahal ia tidak tahu, apakah disisa umurnya masih ada kesempatan untuk bertemu”.

Maka beruntunglah orang yang mendapati Ramadhan kemudian ia pergunakan kesempatan itu untuk meraih ampunan Allah dan mengerjakan amal shalih.

Sebab tak ada jamin bahwa esok ia akan tetap hidup dan dapat bertemu Ramadhan kembali.

Ya Rabb...
Sungguh kami berharap,..

Janganlah Engkau jadikan Ramadhan ini sebagai Ramadhan terakhir kami,

Seandainya pun Engkau berketetapan sebaliknya, maka jadikanlah Ramadhan ini yang Engkau rahmati, dan tutup Ramadhan ini dengan ampunan Mu.

07/02/2024

Masha Allah

04/07/2022

AKHLAK ABUYA SAYYID MUHAMMAD ALWI AL-MALIKI KETIKA DI HINA DAN DI FITNAH KEJI OLEH ORANG WAHABI

Dr. Abdul Qadir As-Sindi adalah seorang Wahabi yang pernah menulis sebuah artikel berisi hinaan, kecaman dan fitnah keji terhadap Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki di majalah Al-Jami’ah Al-Madinah Al-Munawwarah. Ketika artikel tersebut menyebar ke penjuru Madinah bahkan seluruh Arab Saudi, dan banyak kalangan yang merasa geram kepadanya, Sayyid Maliki malah mengajak beberapa muridnya untuk pergi ke Madinah menuju rumah Dr. As-Sindi dan memberikan sejumlah uang kepadanya.

Tanpa mengenalkan dirinya, Sayyid Maliki lantas pergi hingga Dr. As-Sindi mengetahui sendiri bahwa yang telah memberinya uang adalah Sayyid Maliki, orang yang beberapa waktu silam ia hina habis-habisan di artikelnya.

Dr. As-Sindi lalu mengejar Sayyid Maliki, merangkulnya, menciuminya dan berkata, “Tuan tentu Sayyid Muhammad Al-Maliki, kini saya yakin sepenuh hati bahwa Tuan adalah keturunan Rasulullah SAW, sebab tidak ada yang membalas cacian dan hinaan dengan hadiah, kecuali ia adalah keturunan Rasulullah SAW. Saya tidak meragukan lagi keagungan pribadi Anda wahai Sayyidi.”

Dr. As-Sindi menangis sejadinya menyesali perbuatannya seraya memohon maaf kepada Sayyid Maliki. Sambil tersenyum beliau memafkannya sehingga membuat kisah penuh kemuliaan akhlak ini semakin sempurna. Begitulah seharusnya akhlak seorang keturunan Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam.

Mustafa Husain Al-Jufri, Al-Injaaz Fii Karaamati Fakhril Hijaaz.

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين 💚

23/05/2022

*السَّلَامُ عَلَيْڪُمُ وَرَحْمَةُ اللَّٰهِہ وَبَرَڪَاتُهُہ*
*اَللَّٰہُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَیٰ سَیِّدِنَا مُحَمَّدِِ عَبْدِڪَ وَرَسُوْلِڪَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وعَلَی آلِــهِہ وَصَحْبِـهِہ وَسَلِّمْ تَسْلِيـمََا ڪَثِيْـرََا*

***"PENYEBAB UTAMA DARI PENYAKIT BERBAHAYA***

قال الأطباء :
أن السبب الأمراض الخطيرة من كثرة الفكرة ،

وقال العلماء :
أن السبب الفكرة من قلة القناعة ،

Para dokter mengatakan :
Bahwa sesungguhnya penyebab utama dari penyakit² yg berbahaya adalah dari banyaknya pikiran

Dan para Ulama' berkata :
Bahwa sebab banyaknya pikiran adalah dari kurangnya sifat Qona'ah (merasa cukup dan Ridho dengan semua pemberian Allah)

ففكر ، ، !

*Renungkanlah . . !
*يالله بالتوفيق حتى نفيق ونلحق الفريق⁣*

Mudah-mudahan kita mendapat taufiq sehingga kita bisa di golongkan dengan orang-orang sholeh.
***Aamiin.***

Telegram:
WhatsApp: 089646544465

23/05/2022

📖 KARENA TERLALU MENCINTAI DUNIA | Kisah Islami Penuh Hikmah - DUBM 🥀❤️

بِسْـــــــــــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم

Suatu ketika Nabi Isa AS sedang berjalan bersama para sahabat dan penolong beliau, kaum hawariyyun yang jumlahnya duabelas orang, untuk berdakwah dari satu tempat ke tempat lainnya. Mereka memasuki suatu desa yang tampak kosong, tetapi anehnya para penduduknya meninggal bergelimpangan di jalan-jalan dan di halaman rumahnya. Nabi Isa berkata, “Wahai para hawariku, sesungguhnya orang-orang ini meninggal karena kemarahan (Allah). Seandainya tidak karena hal itu, tentulah mereka masih sempat untuk saling menguburkan satu sama lainnya!!”

Kaum hawariyyun itu berkata, “Wahai kekasih Allah, kami ingin mengetahui cerita tentang mereka ini!!”

Nabi Isa AS berdoa kepada Allah agar diberitahukan kisah penduduk desa tersebut, maka Allah menurunkan wahyu kepada beliau, “Apabila waktu malam telah tiba, panggillah mereka, niscaya mereka akan memenuhi panggilanmu!!”

Pada malam harinya, diikuti para hawariyyun, Nabi Isa naik di tempat yang agak tinggi kemudian beliau berseru, “Wahai penduduk desa!!”

Dan suatu mu’jizat yang memang dianugerahkan Allah kepada Nabi Isa, muncullah dari arah kegelapan desa itu seseorang yang berkata, “Kami memenuhi panggilanmu, wahai kekasih Allah!!”

Setelah orang itu mendekat, Nabi Isa berkata, “Bagaimana keadaanmu, dan bagaimana p**a kisahmu??”

Orang itu berkata, “Kami bermalam dalam keadaan sehat wal afiat, tetapi kami bangun pagi-pagi dalam neraka hawiyah!!”

“Bagaimana hal itu bisa terjadi??” Tanya Nabi Isa.

Orang itu menjelaskan, “Semua itu karena kami terlalu mencintai dunia, dan kami patuh kepada orang-orang yang s**a berbuat maksiat (ahlul ma’siyah) !!”

Nabi Isa bertanya lagi, “Bagaimana kecintaanmu terhadap dunia??”

Orang itu berkata, “Kami, para penduduk desa ini mencintai dunia sebagaimana seorang anak kecil mencintai ibunya. Jika dunia itu (yakni harta benda duniawiah) datang, kami merasa sangat gembira. Tetapi jika dunia itu tidak ada, maka kami sedih dan menangis karenanya!!”

Nabi Isa bertanya, “Bagaimana keadaan teman-temanmu? Mengapa ia tidak hadir memenuhi panggilanku?”

Orang itu berkata lagi, “Karena mereka dikendalikan dengan kendali api neraka, di tangan para malaikat yang kasar dan keras!!”

“Tetapi bagaimana engkau bisa menjawab panggilanku dan hadir di sini, sedang engkau ada di antara mereka?” Tanya Nabi Isa lagi.

Orang itu berkata, “Saya memang berada di antara mereka, tetapi saya tidak termasuk di antara mereka (maksudnya, tidak termasuk yang terlalu mencintai dunia, dan mematuhi orang yang s**a berbuat maksiat). Ketika siksaan Allah itu turun kepada mereka, siksaan itu menimpa saya juga. Karena itu saya hanya tergantung di tepian neraka, tidak sampai terjatuh ke dalamnya. Tetapi saya tidak tahu, apakah saya akan selamat atau akhirnya akan jatuh juga ke dalam neraka?? Dan Allah mengijinkan saya untuk datang ke sini ketika engkau memanggil kami!!”

Nabi Isa mengucapkan terima kasih atas penjelasannya, kemudian ia berlalu dan menghilang lagi di kegelapan desanya. Setelah itu Nabi Isa bersabda kepada para hawariyyun, “Sungguh, makan sepotong roti sya’ir (roti yang kasar dan berkualitas rendah), memakai pakaian bulu hitam (pakaian yang sangat sederhana saat itu), dan tidur di dekat tempat sampah itu lebih banyak membawa keselamatan dunia dan akhirat!!”



_________________
Free to Share 🪄
_________________
📲 Telegram: https://t.me/qurancustom

📲 WhatsApp: https://wa.me/6289646544455

21/05/2022

📖 SYAHIDNYA DI ATAS SAJADAH | Kisah Islami Penuh Hikmah - DUBM 🥀❤️

بِسْـــــــــــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم

Manshur bin Ammar, seorang ulama sufi yang tinggal di daerah Marwa, termasuk wilayah Bashrah, suatu ketika melaksanakan ibadah haji. Dalam perjalanan itu ia singgah dan tinggal di Kufah beberapa waktu lamanya.

Suatu malam ia keluar dari penginapannya dan berjalan menyusuri jalanan yang gelap. Tiba-tiba dari suatu rumah ia mendengar suara seseorang sedang munajat (berdoa), “Ya Rabbi, demi Keagungan dan Kebesaran-Mu, sungguh aku berbuat maksiat itu bukanlah kumaksudkan untuk menentang-Mu, dan bukan juga karena kebodohanku (akan hukum-hukum syariat-Mu), tetapi semua itu terjadi karena kesalahanku, karena kelengahanku, karena aku terlalu mengandalkan Kemurahan-Mu akan menolong keadaanku. Ya Rabbi, betapa bodohnya aku telah berbuat maksiat ini, tetapi terimalah hujjahku (pengakuan dan alasanku), karena jika tidak, kesedihan yang panjang akan selalu menyiksaku!!”

Ibnu Ammar menunggu beberapa saat lamanya, tetapi tidak terdengar lagi lanjutan munajat itu. Seketika itu ia membaca cukup keras, sekiranya bisa didengar oleh orang yang munajat tersebut, salah satu ayat Al Qur’an, “Yaa ayyuhalladziina aamanuu, quu ‘anfusakum wa ahliikum naaron, wa quuduhannaasu wal hijaaratu, ‘alaihaa malaa-ikatun ghilaazhun syidaadun laa ya’shuunallaaha maa amarahum wa yaf’aluuna maa yu’maruun…!!”

Ayat tersebut terdapat pada Al Qur’an surat At Tahrim ayat 6, yang artinya adalah : Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (Allah kepada mereka).

Setelah membaca ayat tersebut, Ibnu Ammar mendengar suara jeritan keras serta seruan yang menggetarkan. Tetapi setelah itu ia tidak mendengar suara apapun, karena itu ia berlalu pergi dan kembali ke penginapannya.

Keesokan harinya Manshur bin Ammar kembali melewati rumah itu, dan ia mendengar suara ratap tangis seorang wanita di dalamnya. Beberapa orang tampak datang melayat/bertakziah karena ada yang meninggal di dalam rumah tersebut. Ia mendengar beberapa percakapan, dan wanita yang sedang menangis itu berkata, “Sesungguhnya putraku ini sedang shalat tahajud (qiyamul lail) tadi malam, setelah selesai bermunajat kepada Allah, tiba-tiba terdengar seseorang di luar rumah yang melantunkan ayat tentang ancaman neraka kepada anakku. Mendengar ayat tersebut anakku langsung kejang dan ia meninggal. Semoga Allah tidak memberikan pahala kepada orang yang melantunkan ayat tersebut!!”

Ibnu Ammar sangat terkejut mendengar perkataan tersebut. Ia segera p**ang dan menangis penuh penyesalan, tidak disangkanya kalau ayat yang dilantunkannya itu menyebabkan pemuda, yakni putra sang ibu itu meninggal. Mungkin kalau didiagnosa secara medis sekarang ini bisa dikatakan terkena serangan jantung. Rasa terkejut dan takut yang begitu mendadak sehingga jantung berhenti berdetak. Ia terus menerus bertaubat kepada Allah atas ‘kelancangannya’ membacakan ayat sehingga menyebabkan kematian orang lain.

Pada malam harinya, Ibnu Ammar bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dalam keadaan yang sebaik-baiknya. Entah kenapa ia mengenali pemuda itu adalah yang meninggal karena lantunan Surat At Tahrim ayat 6 yang dibacanya. Padahal ia belum pernah bertemu atau mengenal dia sebelumnya, seolah ada bisikan ghaib yang memberitahukan hal itu kepadanya. Ia berkata kepada pemuda itu, “Bagaimana Allah memperlakukan dirimu??”

Pemuda itu berkata, “Allah menganggapku sebagai syuhada’ (mati syahid), sebagaimana para syuhada’ di Perang Badar!!”

Ibnu Ammar menatap pemuda itu penuh ketakjuban, sekaligus keheranan. Ia berkata, “Bagaimana bisa begitu??”

Pemuda itu berkata, “Para syuhada Perang Badar itu ditebas oleh pedang-pedang orang kafir hingga tewas, sedangkan aku tewas ditebas oleh pedang Allah Yang Maha Pengampun!!”

Segera setelah itu Manshur bin Ammar terbangun, ia tidak lagi bersedih, justru bahagia karena telah menjadi jalan bagi pemuda itu memperoleh derajad syahid di sisi Allah.



_________________
Free to Share 🪄
_________________
📲 Telegram:

📲 WhatsApp: 089646544455

Photos from DUBM's post 15/05/2022

بِسْـــــــــــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم

Ulama-ulama panutan umat Islam, mempunyai ilmu yang bersanad sampe ke Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam.

01/05/2022

Bismillahirrahmanirrahim

AMALAN BERIBADAH PADA MALAM HARI RAYA
-
Imam Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan bahwa do’a dikabulkan pada 5 malam, yaitu malam Jum’at, malam hari raya kurban (lailatul Adlhaa), malam ‘Idul Fithri, malam pertama bulan Rajab dan malam pertengahan bulan Sya’ban”.
-
Muhammad bin Ibrahim mengabarkan kepada Imam Syafi’i, ia berkata : “Aku menyaksikan para syaikh (ulama) besar penduduk Kota Madinah menampakkan kemeriahan malam hari raya di Masjid Nabawi, mereka semua berdo’a dan melakukan dzikir-dzikir kepada Allah hingga waktu malam pun berlalu (semalam suntuk)”
-
Imam Al-Nawawi rahimahullah didalam kitabnya, Al-Majmu, mengatakan : “Ashhab kami (ulama Syafi’iyah kami) berkata, dianjurkan menghidupkan malam dua hari raya dengan shalat atau amaliyah-amaliyah ketaatan yang lainnya, ulama kami berhujjah dengan hadits Abi Umamah dari Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Sallam “barangsiapa yang menghidupkan malam hari raya, hatinya tidak akan mati ketika matinya semua hati”. Dan didalam riwayat Imam Al-Syafi’i serta Imam Ibnu Majah, “Barangsiapa yang menghidupkan malam dua hari raya dengan penuh keikhlasan karena Allah, niscaya hatinya tidak akan mati ketika matinya semua hati”
-
Imam Nawawi didalam kitabnya yang lain, Al-Adzkar :“Ketahuilah bahwa disunnahkan (dianjurkan) menghidupkan malam kedua hari raya dengan dzikir kepada Allah, shalat dan amaliyah lainnya berupa amaliyah-amaliyah keta’atan, berdasarkan hadits yang warid tentang hal tersebut, “barangsiapa menghidupkan malam hari raya, hatinya tidak akan pernah mati pada matinya semua hati”. dan diriwayatkan juga “barangsiapa yang menegakkan malam-malam hari-raya karena Allah dengan penuh keikhlasan, hatinya tidak akan pernah mati ketika matinya semua hati”, seperti itu juga yang ada dalam riwayat Imam asy-Syafi’i dan Imam Ibnu Majah.

09/04/2022

Bismillahirrahmanirrahim

Diriwayatkan dari Ka’ab bin Mâlik Radhiyallâhu anhu, bahwa beliau berkata :

مَن صامَ رمضانَ وهو يُحدِّثُ نفسَهُ أنَّه إن أفطر رمضانَ أن لا يعصِي اللَّهَ، دخلَ الجنةَ بغيرِ مسألةٍ ولا حساب، ومَن صامَ رمضانَ وهو يحدِّثُ نفسَه أنَّه إذا أفطر عصَى ربَّه، فصيامُه عليه مردودٌ

Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, lalu terbetik di dalam hatinya apabila Ramadhan telah berlalu maka ia tidak akan bermaksiat kepada Allah, maka ia akan masuk surga tanpa perlu meminta dan hisab. Namun barangsiapa berpuasa Ramadhan, lalu ia berniat di dalam hatinya apabila Ramadhan berlalu, maka ia akan bermaksiat kepada Rabb-nya, maka puasanya tertolak.

Al-imam Ibnu Rajab Al-Hambali dalam Lathâ’if al-Ma’ârif hal. 136-137.

Ya Allah, kami berlindung kepadaMu dari tergelincirnya kami dari landasan yang benar setelah mendapat petunjuk dariMu.

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Silahkan share, semoga bermanfaat

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (H.R. Muslim no. 1893).

09/04/2022

Bismillahirrahmanirrahim

3 MACAM HATI

Imam Al-Ghazali membagi hati menjadi 3 macam :

1. Hati sehat dan bersinar, (yaitu hati orang-orang yang beriman, ikhlas dan cinta)

2. Hati sakit, (yaitu hati orang yang jengkel, dongkol, dendam, su'udzon, marah, s**a menghasut, s**a menggunjing)

3. Hati mati, (yaitu hati orang yang ingkar dan durhaka kepada ALLAH, Rasulullah, kedua orang tua , kepada Ulama' dan Guru).
Imam Al-Ghazali berkata penyebab hati menjadi mati :

→Ingkar kepada ALLAH, Rasulullah dan Para Ulama',
→Prasangka buruk,
→Menggunjing,
→Memfitnah,
→Malas Ibadah,
→Memakan makanan yang haram,
→Terlalu cinta dunia,
→Tidak Ikhlas,
→Marah dan dendam,
→Kurang Bersyukur.

TANDA-TANDA HATI KOTOR

1. Gelisah walaupun tidak ada masalah
2. Bangga terhadap diri sendiri.
3. Angkuh memandanghina orang lain.
4. Sombong dan congkak.
5. Mencari aib orang dan menyebarkannya
6. S**a mengumpat.
7. Gembira dg penderitaan org lain.
8. Tidak menjaga lisan
9. Sinis dengan orang lain.
10. Bersikap alim utk pengakuan.
11. Menyampaikan ilmu dg riya'.
12. Menganggap diri lebih hebat daripada orang lain.
13. Berpakaian indah untuk berasal.
14. Durhaka pada org tua
15. Bermanis muka
16. Semena-mena
17. Solat yang tidak bisa khusyuk
18. Kagum terhadap diri sendiri
19. Selalu mencari salah orang.
20. Cinta kepada duniawi dan materialistik.
21. Mudah bersangka buruk terhadap orang.
22. Membesarkan hal-hal yang meremehkan temeh.
23. S**a bergosip dan menabur fitnah.

Kuman diseberang lautan tampak, gajah dipelupuk mata tak tampak.
Setitik aib org lain segera muncul, segudang aib sendiri sulit ditemukan.

Ya Allah, Terangilah hati kami ini dalam keridhaan yang selalu tertuju pada cinta yang abadi dalam penghambaan kami kepada-MU.

Aamiin...
-
📸 Semua postingan halal disave & share
🤲🏻 Semoga Bermanfaat.
-
Jazakumullah Khairan Jaza Wa Barakallahu Fiikum

09/04/2022

Bismillahirrahmanirrahim

Mencari Ridlo Allah

لا تعبدوه ليعطي بل اعبدوه ليرضى فإذا رضي . أدهشكم بعطائه

"Janganlah engkau beribadah kepada Allah agar Dia memberi. Tapi beribadahlah kepada-Nya agar Dia ridho. Apabila Dia ridho, maka engkau akan terkagum dengan pemberian-Nya"

- Syekh Mutawalli Asy-Sya'rawi -

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِى الْأُمِّى وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

fatmh

Want your school to be the top-listed School/college in Bandung?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Website

Address


Bandung