23/12/2024
Ambilah/milikilah barang sesuai kebutuhan, jangan terlalu banyak mengambil "barang" yang tak digunakan, nanti bisa lama dihisabnya.
Mari kita berusaha untuk menjadi pribadi yang sholeh
23/12/2024
Ambilah/milikilah barang sesuai kebutuhan, jangan terlalu banyak mengambil "barang" yang tak digunakan, nanti bisa lama dihisabnya.
16/12/2024
15/12/2024
Titik terendah seorang suami☹️😥😢
Istri Idaman
Keluarga Sakinah Mawaddah Warohmah Amanah Bahagia
11/11/2024
Membicarakan uang untuk orang tua atau mertua memang sering kali menjadi topik yang sensitif. Rasa serba salah kerap muncul—seolah tak ada pilihan yang benar-benar pas. Semua terasa bagaikan lingkaran masalah tanpa ujung, tanpa solusi pasti.
Sebagai anak, kita berada di posisi yang tidak mudah. Di satu sisi, kita ingin menjaga hubungan baik dengan orang tua, namun di sisi lain, ada batasan tanggung jawab yang harus dijaga. Prinsip "anak bukan investasi" tetap relevan, baik untuk diri kita maupun untuk orang tua. Ini berarti anak bukan sekadar ‘aset’ atau ‘jaminan’ di masa depan, melainkan amanah yang harus kita rawat dengan penuh cinta dan pengertian.
Namun, kewajiban berbakti juga tidak bisa diabaikan. Prinsip ini mengajarkan kita untuk memberikan yang terbaik bagi orang tua, tanpa harus menuntut balik. Kewajiban berbakti adalah panggilan yang kita jalankan dengan tulus dari hati—sesuatu yang kita lakukan untuk diri sendiri, bukan sesuatu yang dibebankan ke orang tua.
Lalu, bagaimana cara mewujudkannya?
Salah satu caranya adalah dengan memberikan perhatian berupa dukungan finansial secara teratur. Misalnya, kita bisa menyisihkan uang untuk orang tua dan mertua, baik setiap kali gajian atau secara berkala. Tidak perlu besar, yang penting ada sentuhan perhatian di dalamnya. Saat rezeki berlebih, bisa juga ditambah dengan hal-hal istimewa, seperti tunjangan hari raya atau bonus insidental lainnya.
Memang, pengeluaran rumah tangga cenderung besar dan kompleks. Tetapi dengan komitmen yang kuat antara suami dan istri, pengelolaan keuangan untuk orang tua dan mertua ini bisa direncanakan dengan baik. Mungkin perlu menyisihkan sedikit dari beberapa pos pengeluaran—bukan soal besar kecilnya, tetapi bentuk perhatian yang tersampaikan.
Di sini, peran istri menjadi kunci penting. Idealnya, suami berperan sebagai penyemangat, namun istri yang mengambil inisiatif dalam mengeksekusi niat baik ini. Istri adalah jembatan yang membawa rasa perhatian kepada orang tua dan mertua, membuat mereka merasa dihargai dan dicintai. Inisiatif ini akan lebih bermakna ketika dilakukan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, sebagai tanda kepedulian dan tanggung jawab bersama.
tulisan oleh : Tendi Rahmat
Istri Idaman baca
10/11/2023
Makanya jangan ke GR an
Paswordnya : NAMAMU
Ya Allah.. Kan jadi maluu😅
05/09/2023
04/07/2023
😭😭😭
Maaf ya😇🙏